Rabu, 19 Januari 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Obama Minta China Adakan Dialog Dengan Dalai Lama

Posted: 19 Jan 2011 07:56 PM PST

Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, dalam konperensi pers bersama dengan pemimpin China, Hu Jintao, meminta China mengajak dialog pemimpin umat Budha dan Tibet, Dalai Lama, yang sejak lama berada di pengasingan.

"Karena AS mengakui Tibet sebagai bagian dari Republik Rakyat China, maka AS mengusulkan dialog antara China dan Dalai Lama untuk memecahkan perbedaan dalam menjaga identitas keagamaan rakyat Tibet," kata Obama.

China telah mengadakan pembicaraan dengan para wakil Dalai Lama, yang melarikan diri dari tindakan keras pemerintah Beijing di tanah airnya pada 1959. Tapi, pembicaraan itu telah dilihat dengan perasaan skeptis di Barat.

China telah berupaya untuk mengesampingkan Dalai Lama, seorang penerima hadiah Nobel perdamaian, dan bereaksi dengan marah tahun lalu ketika Obama menerima rahib Budha itu di Gedung Putih, demikian laporan AFP.
(Uu.S008/P003)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tunisia Tangkap 33 Anggota Keluarga Mantan Presiden Ben Ali

Posted: 19 Jan 2011 01:55 PM PST

Kamis, 20 Januari 2011 04:55 WIB | Mancanegara | Timur Tengah/Afrika | Dibaca 787 kali

Tunis (ANTARA News/Reuters) - Tigapuluh-tiga anggota keluarga pemimpin Tunisia yang dipecat, Zine El Abidine Ben Ali, ditangkap karena dicurigai telah melakukan "kejahatan terhadap Tunisia", televisi Tunisia melaporkan, Rabu.

TV itu memperlihatkan emas dan permata yang stasiun itu katakan ditemukan dalam kepemilikan mereka, termasuk kalung emas dan anting-anting atau subang bertatahkan batu mulia.

"Penyelidikan akan dilakukan agar supaya mereka menghadapi pengadilan," satu pernyataan yang dibacakan di televisi negara itu mengatakan, dengan menyebut satu "sumber resmi".

Pernyataan itu meminta maaf karena tidak memberikan perincian lagi mengenai anggota-anggota keluarga Ben Ali yang ditangkap tersebut.

Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi pekan lalu setelah perlawanan rakyat karena kemiskinan, korupsi dan tekanan pemerintah di negara yang telah lama ia dan keluarganya dominasi itu.

Istri Ben Ali, Leila Trabelsi, dan keluarganya telah menjadi sasaran banyak kemarahan dan ejekan di antara masyarakat Tunisia karena kekayaan dan cengkeraman luas mereka terhadap ekonomi negara Afrika utara dari 10 juta orang itu.

Media Tunisia -- yang menikmati kebebasan yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah bertahun-tahun pengawasan negara -- telah mengadakan sejumlah laporan dengan mengatakan "Keluarga itu", seperti masyarakat Tunisia merujuk ke mereka (keluarga Ben Ali), yang telah melarikan diri dari negara itu dengan sejumlah besar uang dan emas.

Televisi negara juga mengatakan penyelidikan dilakukan terhadap Jendral Ali Seriati, kepala keamanan presiden Ben Ali yang pemerintah katakan telah ditangkap. (S008/K004)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan