Republika Online

sumber :-

Republika Online


Praja IPDN yang Meninggal Muntah-Muntah Sejak Dini Hari

Posted: 31 Jan 2011 06:03 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA—Kematian Madya - Praja IPDN angkatan 2008, Rindra Sujiwa Putra Syahrul (22) sempat mengagetkan warga sekitar tempat Rindra tinggal atau kost. Reza, seorang warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari tempat kejadian ini menyatakan, pada pukul 04.45 korban diketahui muntah – muntah di kamar kostnya, di daerah Pondok Rafflesia Jalan GKPN, Desa Sandang-Cibeusi, Jatinangor.

Akhirnya, pada pukul 05.30 dilarikan ke rumah sakit AMC-Cileunyi dan ternyata korban diketahui sudah meninggal dunia. "Pihak AMC-Cileunyi juga belum mengeluarkan hasil otopsinya," kata Reza.

Menurut Reza, dari keterangan pemilik kostan, Amar (55), mengatakan bahwa Rindra jarang bergaul di lingkungan kostannya. Bahkan, pak Amar sendiri, selaku pemilik kostan mengaku bahwa dirinya tidak pernah berhubungan langsung dengan almarhum. Dalam transaksi pembayaran kamar kostan pun, syahrul selalu menyuruh ajudannya untuk melakukan pembayaran ke pak Amar.

 Amar pun menambahkan, Rindra selalu pulang setiap akhir minggu. Hari Ahad malam (30/1), Rindra masih berada di kamar kostannya.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Anak Gubernur Sulsel Wafat Karena Sakit

Posted: 31 Jan 2011 05:59 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR-Keluarga Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan kematian anak bungsu Gubernur yang merupakan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rinra Sujiwa Syahrul Putra, dikarenakan sakit.

Juru bicara keluarga yang merupakan paman dari almarhum, Irman Yasin Limpo, di Makassar, Senin, menjelaskan, almarhum yang merupakan Nindya Praja angkatan XIX 2007/2008 golongan pengatur muda (II/A) dengan NIP 1988 1023 2010 10 1001 meninggal dalam keadaan sangat wajar dan murni karena sakit. "Putusan keluarga, kami tidak mengotopsi atau melakukan visum. Kematian wajar dan normal karena penyakit," katanya.

Rinra meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB di Rumah Sakit Annisa Medical Center Bandung. Untuk melakukan identifikasi, keluarga mengirim perwakilan keluarga dan dokter. "Yang jelas sakit. Sampai saat ini kematian wajar karena sakit yang dideritanya," tambahnya.

Rencananya, pada hari ini juga jenazah almarhum akan diterbangkan dari Bandung ke Makassar dan akan dimakamkan di Taman Makam Panaikang, Makassar.

Almarhum yang lahir pada 23 Oktober 1988 sempat menemui ayahnya di Makassar pada Jumat (28/1) sebelum kembali ke kampus IPDN pada keesokan harinya. Selama di Makassar, almarhum sempat mengeluhkan sakit pada bagian lambungnya. "Yang jelas dia datang menemui bapaknya itu di luar kebisaan, dia tidur bersama bapaknya. Dua hari terakhir sangat dekat dengan bapaknya dan selama di sini semua waktu untuk bapaknya," jelasnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulsel, Agus Sumantri, menambahkan, ayah almarhum bahkan sempat mengantarkannya hingga ke bandara.

 

 

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi news.okezone.com

sumber :-

Sindikasi news.okezone.com


Mahkamah Konstitusi Batalkan UU Hak Angket

Posted: 30 Jan 2011 11:16 PM PST

JAKARTA - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipimpin Mahfud MD membatalkan seluruh isi Undang-Undang 6/1954 tentang Penetapan Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan wariasan orde lama.
 
Pasalnya, UU tersebut berdasarkan sistem pemerintahan parlementer berdasar UUDS 1950. Atas putusan tersebut, maka masalah hak angket hanya diatur dalam UU 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.
 
"Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1954 tentang Penetapan Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," kata Ketua Majelis Hakim Mahfud MD saat membacakan putusan di Gedung MK, Senin (31/1/2011).
 
Majelis hakim MK menilai paling tidak ada dua alasan mengapa UU tersebut dibatalkan. Pertama karena UU tersebut dibuat dalam sistem pemerintahan parlementer. Hal itu terlihat dalam pasal 28 UU 6/1954 yang menyebutkan panitia hak angket tidak bubar meskipun DPR dibubarkan. Klausul tersebut hanya mungkin terjadi di masa parlementer.
 
"Ketentuan demikian jelas berbeda atau tidak sejalan dengan UUD 1945 yang menganut sistem pemerintahan presidensiil. Dalam sistem pemerintahan presidensiil, presiden tidak dapat membekukan dan atau membubarkan DPR," kata hakim konstitusi Harjono saat membacakan pertimbangan putusan.
 
Alasan kedua adalah tata cara tentang mekanisme kerja panitia angket yang diatur dalam UU 6/1954 telah diatur juga dalam UU 27/2009. "Apabila UU 6/1954 tetap dipertahankan akan menimbulkan ketidakpastian hukum yang justru bertentangan dengan UUD 1945," kata Harjono.
 
Pengajuan UU 6/1954 ini diajukan oleh para simpatisan Partai Demokrat yakni Bambang Supriyanto, Aryanti Artisari, Jose Dima Satria, Aristya Agung Setiawan. Mereka menilai penggunaan dua UU dalam hak angket Century telah memunculkan kepastian hukum. Karenanya, mereka meminta agar UU Hak Angket 6/1954 dibatalkan.
 
Sementara itu, untuk uji materi UU 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, MK memutuskan untuk tidak menerimanya. Pasalnya, para pemohon yang juga pemohon uji materi UU hak angket 6/1954 dinilai tidak memunyai alasan yang kuat untuk mengajukan permohonan.
 
"Mahkamah berpendapat para Pemohon tidak dirugikan oleh berlakunya Undang-Undang a quo (UU 27/2009), sehingga para Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum," kata hakim konstitusi Akil Mochtar saat membacakan pertimbangan putusan kemarin.
 
Diketahui, Bambang Supriyanto, Aryanti Artisari, Jose Dima Satria, Aristya Agung Setiawan meminta pasal 77 ayat 3 UU 27/2009 dihapuskan. Sebab, pasal 77 ayat 3 yang merupakan penjelasan hak angket dinilai dapat mengganggu pemerintahan karena dapat menjadi pintu pemakzulan presiden.
(Kholil Rokhman/Koran SI/teb)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Asyik... 2 Pangkalan Militer Bisa Layani Sipil

Posted: 30 Jan 2011 11:14 PM PST

DENPASAR - Dua pangkalan Udara TNI AU di Singkawang, Kalimantan Barat dan Morotai, Maluku Utara, dapat dimanfaatkan untuk penerbangan sipil.

"Hari ini kami telah menandatangani kesepakatan bersama dengan pihak terkait enclave penerbangan sipil dan militer," kata Wakil Kepala Staf AU Marsekal Madya Sukirno KS di Kuta, Bali, Senin (31/1/2011).

Dalam nota kesepahaman, lanjut Sukirno, disepakati beberapa hal terkait pemanfaatan bandara sipil dan militer untuk kepentingan bersama.

"Dari sekira 40 pangkalan AU, ada sembilan pangkalan yang sudah bisa dimanfaatkan untuk penerbangan sipil," jelas Sukirno didampingi Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Heri Bekti dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo seusai penandatanganan kesepakatan bersama di Hotel Kartika Chandra.

Ditambahkan Sukirno, dua pangkalan lagi segera akan dioperasikan untuk penerbangan sipil yakni Pangkalan Udara Singkawang dan Morotai.

"Sebenarnya secara fisik sudah bisa dioperasikan, tinggal melengkapi beberapa persyaratan saja," ucapnya.

Kerja sama tersebut dilakukan setelah tim kelompok kerja dari TNI AU, PT Angkasa Pura (AP) 1, AP 2, dan Dirjen Perhubungan Udara, menyelesaikan beberapa pembahasan selama setahun lebih dalam pengaturan penggunaan bersama pangkalan udara dan bandar udara.

Diakuinya, hubungan TNI AU dan pihak terkait dalam pemanfaatan bandara sipil dan militer sudah berlangsung lama. Hanya saja, selama ini dalam implementasinya masih bersifat parsial belum memiliki payung hukum yang jelas.

Penggunaan bersama bandara sebagai pangkalan dalam kondisi darurat dan sebaliknya pangkalan untuk penerbangan sipil demi kepentingan bisnis, diharapkan bisa saling menguntungkan.

"Ke depan sesuai kebutuhan di daerah-daerah perbatasan negara kemungkinan bisa bertambah lagi enclave militer sebagai tempat penerbangan sipil," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Heri Bekti.

Kerja sama tersebut diharapkan bisa memberi payung hukum jelas dan menekan terjadinya gesekan antara TNI AU dengan otoritas penerbangan sipil bandara.

"Ini bisa memberi jaminan bagi ditingkatannya pengaturaan kegiatan operasional penerbangan, penggunaan aset, dan barang negara aset Angkasa Pura 1 serta Angkasa Pura 2," jelasnya.

Dia mencontohkan saat erupsi Gunung Merapi tahun lalu. Pangkalan udara di Malang dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan sipil ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.
(ton)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Praja IPDN yang Meninggal Muntah-Muntah Sejak Dini Hari

Posted: 31 Jan 2011 06:03 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA—Kematian Madya - Praja IPDN angkatan 2008, Rindra Sujiwa Putra Syahrul (22) sempat mengagetkan warga sekitar tempat Rindra tinggal atau kost. Reza, seorang warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari tempat kejadian ini menyatakan, pada pukul 04.45 korban diketahui muntah – muntah di kamar kostnya, di daerah Pondok Rafflesia Jalan GKPN, Desa Sandang-Cibeusi, Jatinangor.

Akhirnya, pada pukul 05.30 dilarikan ke rumah sakit AMC-Cileunyi dan ternyata korban diketahui sudah meninggal dunia. "Pihak AMC-Cileunyi juga belum mengeluarkan hasil otopsinya," kata Reza.

Menurut Reza, dari keterangan pemilik kostan, Amar (55), mengatakan bahwa Rindra jarang bergaul di lingkungan kostannya. Bahkan, pak Amar sendiri, selaku pemilik kostan mengaku bahwa dirinya tidak pernah berhubungan langsung dengan almarhum. Dalam transaksi pembayaran kamar kostan pun, syahrul selalu menyuruh ajudannya untuk melakukan pembayaran ke pak Amar.

 Amar pun menambahkan, Rindra selalu pulang setiap akhir minggu. Hari Ahad malam (30/1), Rindra masih berada di kamar kostannya.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Anak Gubernur Sulsel Wafat Karena Sakit

Posted: 31 Jan 2011 05:59 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR-Keluarga Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan kematian anak bungsu Gubernur yang merupakan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Rinra Sujiwa Syahrul Putra, dikarenakan sakit.

Juru bicara keluarga yang merupakan paman dari almarhum, Irman Yasin Limpo, di Makassar, Senin, menjelaskan, almarhum yang merupakan Nindya Praja angkatan XIX 2007/2008 golongan pengatur muda (II/A) dengan NIP 1988 1023 2010 10 1001 meninggal dalam keadaan sangat wajar dan murni karena sakit. "Putusan keluarga, kami tidak mengotopsi atau melakukan visum. Kematian wajar dan normal karena penyakit," katanya.

Rinra meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB di Rumah Sakit Annisa Medical Center Bandung. Untuk melakukan identifikasi, keluarga mengirim perwakilan keluarga dan dokter. "Yang jelas sakit. Sampai saat ini kematian wajar karena sakit yang dideritanya," tambahnya.

Rencananya, pada hari ini juga jenazah almarhum akan diterbangkan dari Bandung ke Makassar dan akan dimakamkan di Taman Makam Panaikang, Makassar.

Almarhum yang lahir pada 23 Oktober 1988 sempat menemui ayahnya di Makassar pada Jumat (28/1) sebelum kembali ke kampus IPDN pada keesokan harinya. Selama di Makassar, almarhum sempat mengeluhkan sakit pada bagian lambungnya. "Yang jelas dia datang menemui bapaknya itu di luar kebisaan, dia tidur bersama bapaknya. Dua hari terakhir sangat dekat dengan bapaknya dan selama di sini semua waktu untuk bapaknya," jelasnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulsel, Agus Sumantri, menambahkan, ayah almarhum bahkan sempat mengantarkannya hingga ke bandara.

 

 

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Mancanegara

sumber :-

ANTARA - Mancanegara


Unjuk Rasa Minggu Berdarah di Kota Irlandia Utara

Posted: 30 Jan 2011 07:33 PM PST

Belfast (ANTARA News) - Ribuan orang berbaris dalam apa yang diharapkan menjadi unjuk rasa Londonderry terakhir untuk memprotes Minggu Berdarah, ketika 13 warga sipil tewas setelah tentara Inggris menembaki demonstran.

Pawai telah menjadi acara tahunan sejak peristiwa yang terjadi pada 1972 di daerah kota Bogside itu, sebagaimana dikutip dari AFP.

Ratusan pelayat meletakkan karangan bunga pada tugu peringatan kota, Minggu pagi, sebelum keluarga korban berjalan di belakang sebuah spanduk yang menyatakan "kebenaran."

Penyelenggara mengatakan, acara sekarang harus berakhir setelah penerbitan Laporan Saville, yang menyebabkan permintaan maaf oleh Perdana Menteri David Cameron pada Juni 2010.

Pernyataan itu ditandatangani oleh sebagian besar keluarga korban, meskipun beberapa mengatakan tindakan itu kurang bijaksana.

Kate Nash, yang kakaknya William tewas dalam insiden itu, mengatakan keputusan untuk mengakhiri pawai semacam itu "sangat prematur."

Dia menambahkan: "Itu dijatuhkan pada kami seperti satu ton batu bata, sepenuhnya tiba-tiba. Siapa yang memutuskan pawai harus berakhir dan mengapa?

"Orang-orang Derry tidak diberikan kesempatan memiliki pendapat tentang hal ini dan saya merasa mereka harus dimiliki."

Tony Doherty, yang ayahnya Paddy tewas dalam Minggu Berdarah, mendukung berakhirnya pawai.

"Sebagian besar keluarga merasa bahwa apa yang kami bawa ... dengan Laporan Saville sebagai suatu eksonerasi, dengan kata-kata David Cameron, dengan permintaan maaf dan tanggung jawab politik untuk menerima kekejaman dari Minggu Berdarah, bahwa itu sekarang saatnya bagi kita semua untuk mempertimbangkan bergerak untuk mengakhiri," katanya.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Mubarak Imbau PM Baru Dorong Demokrasi

Posted: 30 Jan 2011 07:09 PM PST

Hosni Mubarak (reuters.com)

Berita Terkait

Kairo (ANTARA News) - Presiden Mesir Hosni Mubarak yang sedang menghadapi tantangan menugaskan perdana menteri baru dalam pidatonya Minggu untuk mengambil langkah-langkah mempromosikan demokrasi dengan berbicara dengan oposisi dan memulihkan kepercayaan ekonomi negara.

Pemimpin veteran, yang memecat kabinetnya pada Jumat setelah pemberontakan di negerinya itu, juga mengatakan prioritas perdana menteri baru adalah membatasi pengangguran dan menciptakan pekerjaan baru, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Di atas semua itu, dan bersamaan dengan itu, saya menekankan pentingnya mendesak, mencakup seluruh, mengambil langkah-langkah baru dan terus-menerus untuk melakukan reformasi politik, konstitusional dan legislatif, melalui dialog dengan semua pihak," katanya dalam satu pidato yang dimuat oleh media resmi.

Sebelumnya, pada Sabtu, Presiden Mubarak menunjuk kepala intelijen Omar Suleiman sebagai wakil presiden pertama Mesir dalam 30 tahun, dan menunjuk Menteri Penerbangan Ahmad Shafiq sebagai perdana menteri baru.

Langkah itu dilakukan untuk merespon aksi-aksi massa yang menuntut dia mundur.

"Omar Suleiman telah dilantik sebagai wakil Presiden Husni Mubarak," kata kantor berita MENA dalam laporannya.

Suleiman, 74 tahun, adalah direktur Badan Intelijen Umum Mesir sejak 1993, satu posisi di mana dia memainkan peranan penting dalam diplomasi, termasuk dalam hubungan Mesir dengan Israel dan Amerika Serikat.

Sebagai kepala intelijen Mesir, Suleiman bertanggung jawab atas arsip yang paling penting negara dan keamanan politik.

Juga pada Sabtu, Mubarak menunnjuk Menteri Penerbangan Ahmad Shafiq sebagai perdana menteri baru dan meminta dia untuk membentuk kabinet baru.

Kabinet Mesir secara resmi mengundurkan diri selama pertemuan yang diserukan Mubarak, agar mereka mengundurkan diri, menurut stasiun televisi Nil.

Puluhan ribu warga Mesir menentang jam malam dan tetap berada di jalan-jalan kota Kairo pada Sabtu, menuntut pengusiran Mubarak.

Pada saat protes di Mesir memasuki hari kelima, militer memperpanjang jam malam di Kairo, Alexandria dan Suez dari 04:00 waktu setempat (1400 WIB) sampai 8:00 pagi waktu setempat (0600 WIB) pada hari berikutnya.

Namun, jam malam, Jumat malam di Kairo diabaikan oleh pengunjuk rasa yang marah membanjiri jalan-jalan di kota itu, yang berpenduduk sekitar 18 juta dan meneriakkan "Turun, turun, Mubarak," dan "Jangan percaya Mubarak" yang menyimpang dari reformasi yang dijanjikan presiden.

Sedikitnya 50.000 pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota dekat Lapangan Tahrir utama, dan sekitar 1.000 dari mereka mencoba menerobos Kementerian Dalam Negeri, kata televisi Al Jazeera.

Stasiun TV itu juga melaporkan bahwa polisi menembak dan menewaskan sedikitnya tiga demonstran. Tidak ada konfirmasi langsung atau rincian lebih lanjut yang tersedia.

Sebelumnya, kabinet Mesir secara resmi mengundurkan diri selama pertemuan pada Sabtu pagi mengikuti permintaan Presiden Hosni Mubarak, menurut laporan0 stasiun televisi Nil.

Dalam pidato Sabtu pagi, Mubarak mengatakan dia telah meminta pemerintah untuk turun dan kabinet baru akan membawa demokrasi yang lebih baik bagi negara, sebagai tanggapan terhadap aksi-aksi protes nasional.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPASentertainment

sumber :-

KOMPASentertainment


Ariel Divonis Penjara 3 Tahun 6 Bulan dan Denda Rp 250 juta

Posted: 31 Jan 2011 04:14 AM PST

BANDUNG, KOMPAS.com -- Nazriel Irham, yang sebagai vokalis dikenal dengan nama Ariel "Peterpan", terdakwa kasus penyebaran video seks, akhirnya divonis penjara tiga tahun enam bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Senin (31/1/2011). Kekasih artis Luna Maya itu juga dikenakan denda Rp 250 juga subsider kurungan selama tiga bulan.

Dalam vonis yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Singgih Budi Prakoso, Ariel dinyatakan telah melanggar pasal 29 juncto pasal 4 UU 44 tahun 2008 tentang pornografi. Hukuman yang dijatuhkan atas Ariel itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yaitu tahun penjara.

Menurut Singgih, putusan tersebut didasarkan atas tindakan Ariel yang dianggap telah sengaja memenuhi unsur memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengkopi dan menyebarkan video seksnya dan membuat serta menyediakan pornografi.

Dipaparkan dalam sidang vonis tersebut, pada pertengahan 2006 Ariel menyuruh Reza Rizaldy alias Redjoy untuk mengedit lagu dengan menyerahkan hard disc eksternal miliknya. Dalam hard disc itu Redjoy sempat mengingatkan bahwa ada adegan video bergerak yang memperlihatkan adegan pribadi milik Ariel. Namun, hal itu justru tak ditanggapi serius oleh Ariel. "Lu kopi ya, lu hapus dong. Ngapain buka folder gue," ujar Ariel seperti diutarakan oleh Redjoy dalam kesaksiannya, yang dibacakan oleh Majelis Hakim dalam sidang vonis itu.

Majelis Hakim menilai tindakan Ariel tersebut ceroboh sehingga memberi waktu dan keleluasaan kepada orang lain untuk mengkopi video itu. Yang juga memberatkan Ariel adalah, sebagai publik figur, dalam hal ini artis terkenal, ia tak dapat memberi contoh yang baik. Ariel dinilai pula telah memberi bantahan yang berlebihan tanpa bukti yang benar.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Henry Cavill, Superman Terbaru

Posted: 31 Jan 2011 03:55 AM PST

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Warners Bros. dan Legendary Pictures mengumumkan secara resmi aktor pemeran Superman, yaitu Henry Cavill (27). Cavill, yang terkenal dengan perannya sebagai Charles Brandon dalam seri The Tudors, mengalahkan kandidat-kandidat lainnya seperti Jon Hamm (seri Mad Man) dan Joe Manganiello (True Blood).

Film berjudul Superman: Man of Steel akan disutradarai oleh Zack Snyder, yang sukses dengan film-film seperti 300, Watchmen, Dawn of the Dead, dan film terbarunya yang segera dirilis, Sucker Punch. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan, "Dalam deretan pahlawan super, Superman merupakan karakter yang paling dikenal sepanjang masa. Saya merasa bangga karena dipercaya menyutradarai film ini. Dalam kasting pemilihan Henry, saya juga diikutsertakan oleh para produser dari Warner Bros. Menurut saya, Henry merupakan pilihan yang pas memerankan Superman."

Sementara itu, Cavill akan tampil dalam film layar lebar terbarunya, yang berjudul Immortals, pada musim gugur tahun ini. Sementara itu, Superman: Man of Steel, dipastikan akan dirilis pada Desember 2012.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPAS.com - Internasional

sumber :-

KOMPAS.com - Internasional


Habibie: Jangan Mempersulit Mesir

Posted: 31 Jan 2011 03:55 AM PST

Habibie: Jangan Mempersulit Mesir

Penulis: Caroline Damanik | Editor: Heru Margianto

Senin, 31 Januari 2011 | 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Presiden BJ Habibie enggan berkomentar ketika ditanya apakah pemerintah perlu melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Mesir menyusul panasnya kondisi politik di negeri itu.

Habibie hanya mengatakan agar semua pihak menahan diri. "Kita jangan ikut mempersulit keadaan di Mesir. Bagaimanapun juga itu negara yang dekat dengan Indonesia," katanya sebelum mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, Senin (31/1/2011).

Mesir memiliki peranan penting dalam sejarah Indonesia. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Lebih dari sekadar pengakuan, sikap Mesir kala itu juga menegaskan bahwa setiap bangsa di dunia memiliki hak untuk berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Saat ini, terkait situasi politik yang memanas, sejumlah negara sudah mulai mengupayakan evakuasi warga negaranya dari Mesir. Amerika Serikat akan mulai mengevakuasi warga negaranya sejak hari ini sampai beberapa hari ke depan dengan menyewa sejumlah pesawat.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

99 Persen Sudan Selatan Pilih Pisah

Posted: 31 Jan 2011 02:49 AM PST

JUBA, KOMPAS.com Sudan Selatan nyaris secara bulat memilih berpisah dari Sudan Utara dalam satu referendum, kata beberapa pejabat, Minggu (30/1/2011).

Hasil itu mendorong orang melakukan perayaan di ibu kota Sudan Selatan, Juba. Ribuan orang bergembira, menari, dan berteriak setelah para pejabat mengumumkan hasil awal resmi pertama yang memperlihatkan 98,83 persen warga mendukung pemisahan diri, demikian keterangan di jejaring pelaksana pemungutan suara. "Untuk inilah, kami memberi suara sehingga rakyat dapat bebas di negara mereka sendiri. Saya mengucapkan selamat sejuta kali," kata Presiden Sudan Selatan Salva Kiir kepada khalayak.

Pemungutan suara tersebut telah dijanjikan dalam kesepakatan perdamaian 2005, yang mengakhiri beberapa dasawarsa konflik utara-selatan, perang saudara paling lama di Afrika, yang merenggut 2 juta jiwa.

Kiir, pemimpin bekas gerakan pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM), memuji mantan musuhnya Presiden Sudan, Omar Hassan Al-Bashir, karena menyetujui kesepakatan 2005. "Omar Al-Bashir mengambil keputusan yang berani untuk mewujudkan perdamaian. Al-Bashir adalah seorang pemenang dan kami harus membela dia," kata Kiir, yang berbicara dengan bahasa campuran, Inggris, dan dialek Arab lokal. "Proyek ini belum selesai. Kami tidak bisa memproklamasikan kemerdekaan hari ini," katanya.

Menurut ketentuan kesepakatan itu, Sudan Selatan akan dapat memproklamasikan kemerdekaan pada 9 Juli, menunggu penandatanganan hukum terhadap hasil tersebut. Para pemimpin Sudan Utara dan Selatan masih harus menyepakati perbatasan bersama mereka—cara mereka akan memisahkan hasil penjualan minyak setelah pemisahan diri itu dan kepemilikan wilayah sengketa Abeyi.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik pemungutan suara damai tersebut, tetapi mengatakan dalam pertemuan puncak Uni Afrika di Addis Ababa, Etiopia, ia masih prihatin dengan masalah yang belum terselesaikan.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Utusan Online - Luar Negara

sumber :-

Utusan Online - Luar Negara


Langkah Mubarak tidak berguna

Posted:

Langkah Mubarak tidak berguna

Langkah Mubarak tidak berguna


RAKYAT Mesir membaling bom api ke arah polis anti-rusuhan selepas pasukan keselamatan menembak ke arah penunjuk perasaan dekat Dataran Tahrir di Kaherah, kelmarin. - AP


KAHERAH 30 Jan. - Aktivis Mesir, Mohamed ElBaradei menyifatkan pelantikan Naib Presiden dan Perdana Menteri baru yang dibuat Presiden Hosni Mubarak sebagai tidak berguna dan tidak menurut apa yang dituntut oleh beribu-ribu rakyat negara ini yang mahu pemimpin itu menamatkan pemerintahan selama 30 tahun.

Kenyataan pemimpin pembangkang Mesir itu dibuat selepas Mubarak, 82, menamakan bekas ketua risikan tentera, Omar Suleiman sebagai Naib Presiden buat kali pertama dan bekas Menteri Penerbangan Awam, Ahmed Shafiq sebagai Perdana Menteri semalam.

"Hosni Mubarak tidak mendengar permintaan rakyat. Apa yang dibuatnya hanya perubahan melibatkan beberapa individu sedangkan kita bercakap tentang perubahan rejim.

"Rakyat Mesir menyatakan satu suara, mereka mahu Presiden Mesir berundur," kata ElBaradei, 68, yang menyifatkan pelantikan itu sebagai tidak berguna kepada televisyen Al-Jazeera semalam.

Bekas Ketua Pengarah Agensi Tenaga Atom Antarabangsa (IAEA) Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) itu turut menyeru pembentukan sebuah kerajaan peralihan baru supaya satu pilihan raya adil dapat dilaksanakan.

ElBaradei berkata, beliau juga mungkin bertanding pada pilihan raya Presiden sekiranya perubahan Perlembagaan dilakukan.

"Saya hormatkan Suleiman dan Shafiq tetapi menggantikan individu tertentu tidak cukup.

"Saya mahu Mubarak dan rejimnya meninggalkan Mesir secepat mungkin. Itu yang terbaik bagi Mesir dan mereka," katanya.

Reformis Mesir itu menegaskan tindakan kerajaan yang cuba menidakkan kemahuan orang awam hanya akan memburukkan lagi keselamatan negara dan Mubarak perlu dipertanggungjawabkan di atas keadaan itu.

"Presiden perlu dipilih oleh rakyat. Sudah tiba masanya untuk sesuatu rejim berundur sekiranya ia tidak memahami kehendak rakyat. Rakyat mahukan pemerintahan baru, jika tidak Mesir akan tumbang," katanya. - REUTERS

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Indonesia nafi kes Abu Bakar Bashir mahu dipindahkan

Posted:

Indonesia nafi kes Abu Bakar Bashir mahu dipindahkan

Indonesia nafi kes Abu Bakar Bashir mahu dipindahkan

JAKARTA 30 Jan. - Pendakwa raya Indonesia menafikan spekulasi bahawa perbicaraan guru agama radikal, Abu Bakar Bashir (gambar) akan dipindahkan ke lokasi lain.

Ketua pendakwa raya Mahkamah Daerah Jakarta Selatan, Muhammad Yusuf berkata, mereka tidak mempunyai rancangan lain untuk menukar tempat perbicaraan Abu Bakar dan ia akan kekal di Mahkamah Daerah Jakarta Selatan.

Muhammad bagaimanapun tidak mendedahkan tarikh sebenar perbicaraan itu akan diadakan, sambil menyatakan ia masih dalam perbincangan.

Polis sebelum ini memberitahu kepada The Jakarta Post, mereka akan menggandakan kawalan dan keselamatan sehingga tiga kali lebih besar untuk menghadapi sebarang gangguan ketika perbicaraan itu.

Abu Bakar ditahan oleh skuad polis antipengganas tahun lalu, atas tuduhan memainkan peranan penting dalam meningkatkan dana untuk menyokong latihan pengganas di Aceh.

Khamis lalu, Jakarta Globe yang memetik pegawai mahkamah sebagai berkata, Mahkamah Daerah Jakarta Selatan akan mengendalikan perbicaraan Abu Bakar tetapi tempatnya akan diubah ke kawasan Kementerian Pertanian di Jakarta Tengah untuk tujuan keselamatan.

"Kami sedang membincangkan tentang kemungkinan perubahan tempat perbicaraan ke kawasan kementerian itu iaitu tempat Abu Bakar dibicarakan sebelum ini.

"Perbicaraan Abu bakar biasanya menarik ramai pengikutnya dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan banyak lagi. Kami memerlukan kawasan besar untuk mengendalikan mereka dan membolehkan pengawalan keselamatan lebih baik," kata Ketua Keselamatan Mahkamah, Kamari kepada Jakarta Globe. - Agensi

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Berita Terkini

sumber :-

ANTARA - Berita Terkini


Kurs Rupiah Pagi Menguat 54 Poin

Posted: 30 Jan 2011 07:03 PM PST

RUPIAH MENGUAT. (ANTARA/PRASETYO UTOMO)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Kurs mata uang Rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta pada Senin pagi ini menguat sebesar 54 poin ke posisi Rp9.028 dibanding sebelumnya yang sebesar Rp9.082.

Analis bidang sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin mengatakan, harga minyak mentah WTI kembali naik, ditutup di 89,34 dolar AS, Kenaikan harga minyak mentah WTI menjadi pendorong pasar Asia termasuk Indonesia.

"Kenaikan minyak mentah WTI biasanya menjadi dorongan positif pasar Asia. Kami perkirakan rupiah akan bertahan pada kisaran Rp.9.030 s.d Rp.9.040 pada perdagangan hari ini."

Namun, kata dia, kondisi perdagangan hari ini tampaknya sepi dan pasar tidak akan mengalami situasi panik karena investor melepas posisi mereka menjelang rilis data inflasi besok dan libur Tahun Baru China.

Ia menambahkan, dari dalam negeri pelaku pasar akan mencermati data ekonomi yang akan dirilis pekan ini yaitu inflasi Januari dan suku bunga acuan (BI Rate).

Pelaku pasar, kata dia, sepertinya sudah tidak terpengaruh negatif dari lembaga pemeringkat Standard & Poor`s yang memangkas peringkat kredit Jepang untuk pertama kalinya sejak tahun 2002.

Selain itu, lanjut dia, mata uang dollar AS melemah perlahan di sesi perdagangan Asia. Volume transaksinya juga relatif minim. Tidak ada data penggerak dalam waktu dekat dan `event` yang membuat dolar menguat signifikan.

"Minggu lalu, kegagalan penguatan dolar AS kembali terjadi, bersama dengan memburuknya data makro ekonomi yang memberikan dampak pergerakan turun untuk mata uang tersebut," katanya.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Mercedes Akan Luncurkan Compact Coupe dan SUV

Posted: 30 Jan 2011 06:50 PM PST

Stuttgart (ANTARA News) - Mercedes-Benz akan meluncurkan versi coupe dan SUV dari keluarga mobil compact mereka untuk pasar  Amerika Serikat dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan itu juga  mempertimbangkan varian ketiga - convertible atau shooting brake - demi memperbanyak konsumen muda.

Joachim Schmidt, bos pemasaran dan penjualan global Mercedes, mengatakan dalam wawancara dengan Automotive News Europe bahwa perusahaan asal Jerman itu mengembangkan setidak-tidaknya empat model berdasarkan MFA baru atau Mercedes Front-wheel-drive Architecture.

"Kami akan memperkenalkan generasi selanjutnya dari keluarga MFA ke AS," kata Schmidt. Dia menambahkan, dua atau tiga varian direncanakan untuk pasar AS.

Berdasarkan seorang sumber di perusahaan yang bermarkas di Stuttgart itu, mobil coupe terbaru akan diluncurkan di AS pada musim panas 2013.

"Orang dalam" Mercedes menyebut mobil itu "bayi CLS" karena akan memiliki gaya yang sama dengan CLS  model empat pintu kecuali ukurannya tentu lebih kecil.

Mobil SUV ditujukan untuk menyaingi BMW X1 dan akan diluncurkan musim panas 2014. Kedua varian itu akan dijual di Eropa tiga atau lima bulan sebelum diluncurkan di AS.

Mercedes akan memperkenalkan mobil berpintu dua di AS karena pilihan konsumen berubah ke kendaraan yang lebih kecil. Mereka juga ingin tetap melanjutkan persaingan dengan BMW dan Audi.

Mobil berpintu terbaru itu akan menggantikan model A class dan B class saat ini. Mobil-mobil itu tidak di jual di AS. Di Eropa, Mercedes akan meluncurkan B class hatchback generasi selanjutnya pada akhir tahun ini, diikuti A class Hatchback pada akhir 2012.

Mercedes tidak memiliki rencanan untuk menjual dua varian MFA pertama ke AS, tetapi itu bisa terjadi bila ada permintaan.

"AS bukan pasar mobil khas hatchback berpenumpang dua tetapi bila muncul permintaan, kami bisa bereaksi sangat cepat dan memperkenalkan dua varian ini di AS jauh lebih cepat daripada di masa lalu," kata seorang sumber.

Menurut Schmidt, Renault-Nissan, mitra aliansi baru Mercedes, tertarik menggunakan arsitektur MFA untuk model tingkat baru merk Nissan Infiniti yang akan dijual di AS. Negara itu memang pasar terbesar Infiniti.

Schmidt mengatakan Daimler sedang dalam pembicaraan dengan Nissan tetapi "tidak ada keputusan sejauh ini" mengenai aplikasi arsitektur atau lokasi perakitan  mobil.
(ENY/A038/Brt)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Malaysian Insider :: World

sumber :-

The Malaysian Insider :: World


Egypt protesters camp out, Mubarak turns to army

Posted: 30 Jan 2011 06:30 PM PST

Protesters take part in a demonstration at Tahrir Square in Cairo January 30, 2011. Egyptian opposition leader Mohamed ElBaradei told thousands of protesters in central Cairo on Sunday that an uprising against Hosni Mubarak's rule ''cannot go back''. The banner reads: ''Leave, Mubarak.'' — Reuters pic

CAIRO, Jan 31 — Egyptian protesters were camped out in central Cairo today and vowed to stay until they had toppled President Hosni Mubarak, whose fate appeared to hang on the military as pressure mounted from the street and abroad.

"The army has to choose between Egypt and Mubarak," read one banner in Cairo's Tahrir Square, where demonstrators shared food with soldiers sent to restore order after violent protests shook Mubarak's 30-year rule to its core.

Six days of unrest has killed more than 100 people but the two sides have reached a stalemate. Protesters refuse to go, while the army is not moving them. The longer protesters stay unchallenged, the more untenable Mubarak's position seems.

Protesters in Tahrir Square, epicentre of the earthquake that has sent shudders through the Middle East and among global investors, have dismissed Mubarak's appointment of military men as his vice president and prime minister.

His promises of economic reform to address public anger at rising prices, unemployment and huge gap between rich and poor have failed to halt their broader calls for a political sweep out of Mubarak and his associates.

Protesters have called for a general strike today and what they bill as a "protest of the millions" march tomorrow, to press their demands for democracy which could spell the end for the military establishment which has run post-colonial Egypt since the 1950s.

The United States, an ally which has poured billions of dollars of aid into Egypt since Mubarak came to power, stopped just short of saying it wanted him out on Sunday when President Barack Obama talked to world leaders of an "orderly transition."

For many, however, the writing is on the wall. "Mubarak's time has run out," an Obama adviser told the New York Times.

Admiral Mike Mullen, Chairman of the Joint Chiefs of Staff and highest-ranking US military officer, praised the "professionalism" of Egypt's armed forces as its troops refrained from a crackdown on protesters. Egypt receives about US$1.3 billion (RM3.98 billion) a year in US military aid.

"Both men reaffirmed their desire to see the partnership between our two militaries continue, and they pledged to stay in touch," said Capt. John Kirby.

Mubarak, a former air force chief, has turned to his military commanders, meeting them yesterday. They seem to hold his future in their hands. Egypt's defence minister spoke by phone to Defence Secretary Robert Gates yesterday.

INVESTORS NERVOUS

The crisis in Egypt, prompted by another revolt in Tunisia, sent US crude oil futures more than 4 per cent higher on Friday on concerns it could spread and destabilise the Middle East. Global equities have also been rattled.

Egypt's financial markets will be closed for a second working day in a row on Monday and the turmoil could quickly run down its substantial reserves if it continues.

"Mubarak's predictability has long been counted on by the West, and with that on the verge of disappearing, investors and politicians around the region are nervous," said Akram Annous, MENA strategist at Al Mal Capital.

An Egyptian opposition coalition that includes the mass Islamist movement the Muslim Brotherhood has turned to retired diplomat Mohamed ElBaradei, former head of the UN nuclear watchdog, to form a national unity government and make contact with the military.

ElBaradei has urged Obama to call time on Mubarak.

"It is better for President Obama not to appear that he is the last one to say to President Mubarak, 'It's time for you to go," he told CNN. 

ElBaradei disappointed the opposition for spending too much time abroad since he first launched a campaign calling for political reform in Egypt last year. But he lends the weight of his international reputation to a movement that lacks a leader.

'NO MORE PHARAOHS'

"I think he is a good guy. He wasn't prepared for what happened. All we care about is that we don't get another pharaoh," said Rami Nabil, 39, a businessman camped in Tahrir.

"We need a system of government that is democratic and long term, not more pharaohs."

A short distance from the protests, shooting echoed over Cairo. Impromptu neighbourhood watch groups set up checkpoints across the city center, checking anyone passing by.

Some of the self-appointed guards said shooting in one area near Cairo's supreme court was the result of looters in a chemical company building.

But security, which disintegrated after police were withdrawn from the streets, has been slowly restored. Extra troops sent into cities helped calm panicked residents and the official news agency said police patrols had resumed.

While the army has sought to stop lawlessness, there is no sign it is willing to drive the protesters off the street.

"In the next few days security and stability will return," said Brigadier Atef Said in Suez, east of Cairo and the scene of some of the worst of the violence between police and protesters.

"We will allow protests in the coming days. Everyone has the right to voice their opinion. We're listening and trying to help and satisfy all parties. We're not here to stop anyone. These are our people," he said. — Reuters 

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

South Sudan votes 99pc to separate from north

Posted: 30 Jan 2011 04:51 PM PST

Heavily armed police patrol Khartoum's main streets January 30, 2011. — Reuters pic

KHARTOUM, Jan 31 — South Sudan almost unanimously voted to declare independence from the north in a referendum, officials said yesterday, sparking mass celebrations in the southern capital Juba.

Thousands cheered, danced and ululated after officials announced the first official preliminary results which overall showed a 98.83 per cent majority for separation, according to the vote's website.

"This is what we voted for, so that people can be free in their own country ... I say congratulations a million times," south Sudan President Salva Kiir told the crowd.

The vote was promised in a 2005 peace deal which ended decades of north-south conflict, Africa's longest civil war, which cost an estimated 2 million lives.

Kiir, the head of the former southern rebel Sudan People's Liberation Movement (SPLM), praised his former foe, Sudanese President Omar Hassan al-Bashir, for agreeing to the 2005 accord.

"Omar al-Bashir took the bold decision to bring peace. Bashir is a champion and we must stand with him," said Kiir, speaking in a mixture of English and the local Arabic dialect.

"The project has not finished ... We cannot declare independence today," he added.

According to the terms of the accord, south Sudan will be able to declare independence on July 9, pending any legal challenges to the results.

UNRESOLVED ISSUES

Northern and southern leaders still have to agree on their shared border, how they will split oil revenues after secession and the ownership of the disputed Abyei region.

"I am so happy. Imagine having schools, no fear, no war. Imagine feeling like any other people in their own country," student Santino Anei, 19, told Reuters.

UN Secretary General Ban Ki-moon welcomed the peaceful vote but told an African Union summit in Addis Ababa he was still concerned about the unresolved issues.

Washington's Sudan envoy Scott Gration told Reuters at the summit the "tough part" of the peace deal was still to come.

"These issues, whether it be borders or citizenship or oil revenues, cannot be solved unless there is an effort (by north and south) to work together in a partnership," he said.

Secession campaigners described the vote as a chance to end years of perceived northern exploitation. Bashir, who campaigned for unity, later announced he would accept a separation vote.

Chan Reek Madut, the deputy head of the referendum commission, told the crowd 99.57 per cent of voters in the 10 states of south Sudan voted for independence.

Commission spokesman George Makuer said the 98.83 per cent figure published on the website included votes from southerners in north Sudan and eight other countries.

Makuer said the final figure was still subject to a final tally and last minute legal challenges. "But it will not change, maybe by a few decimal points."

Overall, the website showed almost 3.8 million votes for separation and 44,888 votes for continued unity. Final results are due out in early February. — Reuters  

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi international.okezone.com

sumber :-

Sindikasi international.okezone.com


WNI Diimbau Tidak Melawat ke Mesir

Posted: 30 Jan 2011 02:04 PM PST

JAKARTA – Pemerintah mengimbau warga negara Indonesia (WNI) meninjau kembali rencana berkunjung ke Mesir mengingat memanasnya situasi politik di negeri itu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menjelaskan imbauan itu terkait dengan perkembangan politik di berbagai kota di Mesir yang memanas sehingga kurang kondusif dan menimbulkan kekhawatiran. "Kepada seluruh WNI yang merencanakan untuk berkunjung ke Mesir dalam waktu dekat diimbau untuk meninjau kembali rencana kunjungannya hingga situasi di Mesir kembali normal," tulis rilis Kemlu, Minggu (30/1/2011).

Kemlu meminta WNI yang tinggal di Mesir, baik sebagai pengunjung sementara maupun yang menetap, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kerumunan massa dan daerahdaerah yang rawan tingkat keamanannya. Mereka juga diminta untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo. Kemlu mencatat sekitar 6.100 WNI yang tinggal di Mesir.

Sejumlah negara juga telah memerintahkan warga negaranya untuk meninggalkan Mesir.Turki bahkan telah mengirimkan pesawat khusus untuk mengevakuasi warganya yang tinggal di Mesir. Amerika Serikat (AS), sekutu dekat Mesir,juga telah meminta warga segera meninggalkan Mesir.(Koran SI/Koran SI/ram)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Siaran Al Jazeera Mesir Dihentikan

Posted: 30 Jan 2011 05:04 AM PST

KUWAIT - Siaran televisi Al Jazeera Mesir dilaporkan telah dihentikan. Hal ini dilakukan setelah satelit Nilesat yang mengakomodir siaran Al Jazeera Mesir telah diputus.


Sejak hari ini, efektif siaran dari Al Jazeera yang berada di Kairo tidak akan ada lagi. Beberapa negara Arab dipastikan tidak bisa menikmati siaran televisi yang dianggap sebagai saingan CNN dalam menyuguhkan berita Timur Tengah tersebut.


Dalam pernyataan Al Jazeera mengaku tidak bisa memberikan siaran, dan tidak dapat lagi menggunakan layanan satelit dari Nilesat karena sudah diputus.


Sementara Kementerian Informasi Mesir mengumumkan saat ini telah menyelidiki ijin siaran dari Al Jazeera. Pihak kementerian juga berniat untuk menarik akreditasi dari staf televisi yang berbasis di Qatar tersebut, demikian dilansir CNN, Minggu (30/1/2011).


Diperkirakan penghentian siaran ini dipicu liputan Al Jazeera mengenai aksi kerusuhan yang tengah terjadi di Mesir saat ini.


Meski demikian siaran Al Jazeera Mesir yang berbahasa Arab dipastikan akan terus menayangkan peristiwa protes yang telah menewaskan 102 jiwa tersebut. Sedangkan penghentian siaran sendiri dilakukan kepada Al Jazeera yang berbahasa Inggris. 

(faj)
Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berita Harian: Dunia

sumber :-

Berita Harian: Dunia


Penduduk Mesir kunci pintu

Posted: 30 Jan 2011 06:49 AM PST

Dunia

Beribu-ribu banduan, tahanan melarikan diri selepas berlaku kebakaran di pusat tahanan

KAHERAH: Penduduk ibu negara Mesir ini terpaksa mengunci rapi pintu rumah mereka dan menubuhkan pasukan kawalan kejiranan berikutan rusuhan dan keganasan semakin menjadi-jadi selepas keadaan kucar-kacir menyusul akibat tunjuk perasaan antikerajaan besar-besaran sejak enam hari lalu.

Sementara itu, ribuan banduan dan tahanan melarikan diri dari empat penjara dan pusat tahanan selepas mencetuskan kebakaran dan bertempur dengan pengawal ketika ribuan penunjuk perasaan terus membanjiri jalan raya menuntut Presiden Hosni Mubarak meletakkan jawatan. Seorang pegawai keselamatan itu berkata, tahanan berkenaan yang termasuk beberapa orang dari kumpulan pembangkang yang diharamkan, Ikhwanul Muslimin dan kumpulan Palestin, Hamas, dibantu oleh kumpulan bersenjata yang bertempur dengan pengawal penjara selama beberapa jam.

Pemimpin Amerika Syarikat, Perancis dan Jerman terus mendesak Mubarak mengelak tindak balas ganas dan memperkenalkan pembaharuan yang dituntut penunjuk perasaan yang kebanyakannya adalah golongan muda.

Pasukan polis semalam mengurangkan kawalan di jalan raya, manakala anggota tentera semakin meningkatkan kawalan dengan mengerahkan kereta kebal dan perisai, terutama di depan bangunan kerajaan.

Beberapa penduduk melaporkan kumpulan remaja, sebahagiannya menunggang motosikal berleluasa di jalan raya dan bertindak merusuh ke dalam pasar raya, pusat beli belah dan kedai.
Beberapa daripada perusuh itu memasuki kawasan kediaman mewah di pinggir Kaherah dan menceroboh masuk rumah dan pangsa puri.

Dentuman tembakan juga kedengaran di pusat dan pinggir bandar.

Perusuh melarikan diri dengan set televisyen, barangan elektronik dan perabot dari pusat beli belah sepanjang sungai Nil.

Di Giza, sekumpulan remaja dilihat membawa lari berkotak-kotak arak, kerusi, sofa dan meja dari sebuah kasino.

Di pusat bandar, perusuh menceroboh masuk cawangan Arab International Bank dan beberapa kafe dan restoran termasuk McDonald's dan Hardees.

Bangunan ibu pejabat parti pemerintah dan pasar raya Carrefour di selatan bandaraya dibakar.

Rusuhan itu merebak walaupun pihak tentera mengenakan perintah berkurung dari 4 petang hingga 8 pagi.

Sementara itu, rangkaian televisyen antarabangsa Al-Jazeera berkata, pihak berkuasa Mesir mengarahnya menutup pejabatnya di Kaherah dan seluruh negara itu. – Agensi


Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Kondom oleh-oleh perkahwinan diraja

Posted: 30 Jan 2011 05:44 AM PST

Dunia

Firma guna gambar William, Kate pada pek

LONDON: Sebuah syarikat mengambil kesempatan terhadap sambutan perkahwinan Putera William dengan Kate Middleton, April ini dengan mengeluarkan kondom cenderahati.

Syarikat Crown Jewels Condoms of Distinction mengeluarkan pek sambutan khas yang memaparkan slogan: 'Umpama perkahwinan diraja... satu peristiwa tidak dapat dilupakan.' Beberapa pihak mengecam tindakan syarikat itu atas alasan ia tidak bersesuaian dengan acara yang dinanti-nantikan rakyat Britain itu.

William yang juga juruterbang helikopter tentera dan pewaris kedua takhta akan berkahwin dengan Middleton, kekasihnya ketika di universiti pada 29 April ini di Westminster Abbey.

Semua cenderahati tidak rasmi yang sudah dijangka seperti tuala minum teh, set pinggan mangkuk dan poskad dihasilkan dengan segera oleh pengeluar dan kondom kini termasuk dalam senarai baru.

Seorang jurucakap Crown Jewels Condoms of Distinction, Hugh Pomfret, menegaskan ia adalah 'satu cara unik untuk mengingati acara besar Britain.'
"Dalam tempoh beberapa tahun akan datang, ia akan menjadi momento abadi satu perkahwinan bersejarah.

"Didatangkan dalam warna ungu dan emas, setiap pek memaparkan gambar pasangan itu saling merenung mata satu sama lain, menyatakan ia mengandungi tiga ejen pencegahan, iaitu pelincir berlebihan dan penyokong menakjubkan.

"Satu lukisan pasangan seperti mana yang mungkin kelihatan pada hari perkahwinan juga tertera pada pek berkenaan."

Persamaan wajah tidak begitu ketara, namun gaya dan pakaian kelihatan digayakan pada gambar rasmi pertunangan. – Agensi


Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS