Republika Online

sumber :-

Republika Online


Evakuasi WNI dari Mesir, TNI Siapkan Lima Hercules dan Paskhas

Posted: 01 Feb 2011 06:14 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-TNI menyiapkan tim untuk mengevakuasi Warga Negara Indoonesia yang terjebak kisruh politik di Mesir. Wakil Asisten Operasi Kasau Marsekal Pertama TNI Bambang Soelistyo di Jakarta, Selasa, mengatakan, tim terdiri atas personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara dan lima pesawat angkut C-130 Hercules.

Ia mengatakan, Paskhas yang disiapkan dibagi tiga kelompok, terdiri atas kelompok 15 bertugas sebagai Komando Pengendali (Kodal), kelompok 42 sebagai Tim Inti dalam evakuasi, dan kelompok 45 sebagai "Ground Handling".

"Seluruh personel tersebut terdiri dari Paskhas Detasemen Bravo-90 dan Paskhas yang sudah berpengalaman dalam misi PBB. Semuanya siap diberangkatkan, menunggu keputusan Mabes TNI," kata Bambang, menegaskan.

Ia menambahkan, Tim Evakuasi TNI AU dipimpin Komandan Tim Kolonel Psk. Rolland D.G. Waha dan Komandan Detasemen Bravo-90 Letkol Psk. M. Juanda. Selain personel berkemampuan khusus, TNI Angkatan Udara juga menyiapkan lima pesawat angkut C-130 Hercules. "Terdiri atas tiga pesawat dari Skadron Udara 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma dan dua pesawat dari Skadron Udara 32 Wing II Lanud Abdulrachman Saleh Malang," papar Bambang.

TNI, Senin, telah mengirimkan tim pendahulu ke Mesir yang dipimpin Wakil Kasau Marsdya TNI Sukirno yang ditunjuk Presiden Yudhoyono sebagai "Post Commander Satuan Tugas Evakuasi WNI.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan evakuasi sekitar 6.000 WNI di Mesir, melalui udara. Evakuasi dapat dilakukan menggunakan pesawat komersial maupun militer.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Angin Ribut Tenggelamkan Tiga Truk di Dumai

Posted: 01 Feb 2011 06:01 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI - Kepala Polisi Sektor Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, AKP Syahruddin Tanjung, mengatakan, truk yang diangkut ponton Tug Bout 02 tenggelam ke laut akibat terjangan angin ribut.
"Angin ribut atau angin puyuh yang datang itu disertai gelombang tinggi," katanya di Dumai, Selasa.

Kronologisnya, kata dia, saat kapal berangkat dari Sungai Dumai menuju Pulau Rupat pada Senin (31/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kondisi cuaca sudah terasa kurang bersahabat.
Namun, sambung Syafruddin, Tug Bout Ponton tetap saja berlayar hingga pada akhirnya ketika sampai di pertengahan antara Pulau Payung dan Pulau Teluk Tungku, Perairan Rupat, angin kencang yang diyakini sebagai angin ribut oleh sejumlah saksi kemudian datang menghantam Tug Bout.

Kondisi tersebut, menurut Kapolsek, diperparah lagi dengan tinggi gelombang laut sehingga Tug Bout yang dikemudikan oleh Tasran akhirnya mengalami kemiringan hingga 40 derajat sebelum akhirnya mengakibatkan tiga truk merk Hino yang mengangkut bahan bangunan seperti semen dan pasir jatuh dan tenggelam.

"Termasuk seorang sopir bernama Uli Situmorang, warga Kecamatan Mandau, Bengkalis yang juga ikut tenggelam bersama dengan truk yang dibawanya. Sampai sekarang korban masih terus dalam pencarian," terang Syamsuddin.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Evakuasi WNI dari Mesir, TNI Siapkan Lima Hercules dan Paskhas

Posted: 01 Feb 2011 06:14 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-TNI menyiapkan tim untuk mengevakuasi Warga Negara Indoonesia yang terjebak kisruh politik di Mesir. Wakil Asisten Operasi Kasau Marsekal Pertama TNI Bambang Soelistyo di Jakarta, Selasa, mengatakan, tim terdiri atas personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara dan lima pesawat angkut C-130 Hercules.

Ia mengatakan, Paskhas yang disiapkan dibagi tiga kelompok, terdiri atas kelompok 15 bertugas sebagai Komando Pengendali (Kodal), kelompok 42 sebagai Tim Inti dalam evakuasi, dan kelompok 45 sebagai "Ground Handling".

"Seluruh personel tersebut terdiri dari Paskhas Detasemen Bravo-90 dan Paskhas yang sudah berpengalaman dalam misi PBB. Semuanya siap diberangkatkan, menunggu keputusan Mabes TNI," kata Bambang, menegaskan.

Ia menambahkan, Tim Evakuasi TNI AU dipimpin Komandan Tim Kolonel Psk. Rolland D.G. Waha dan Komandan Detasemen Bravo-90 Letkol Psk. M. Juanda. Selain personel berkemampuan khusus, TNI Angkatan Udara juga menyiapkan lima pesawat angkut C-130 Hercules. "Terdiri atas tiga pesawat dari Skadron Udara 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma dan dua pesawat dari Skadron Udara 32 Wing II Lanud Abdulrachman Saleh Malang," papar Bambang.

TNI, Senin, telah mengirimkan tim pendahulu ke Mesir yang dipimpin Wakil Kasau Marsdya TNI Sukirno yang ditunjuk Presiden Yudhoyono sebagai "Post Commander Satuan Tugas Evakuasi WNI.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memerintahkan evakuasi sekitar 6.000 WNI di Mesir, melalui udara. Evakuasi dapat dilakukan menggunakan pesawat komersial maupun militer.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Angin Ribut Tenggelamkan Tiga Truk di Dumai

Posted: 01 Feb 2011 06:01 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI - Kepala Polisi Sektor Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, AKP Syahruddin Tanjung, mengatakan, truk yang diangkut ponton Tug Bout 02 tenggelam ke laut akibat terjangan angin ribut.
"Angin ribut atau angin puyuh yang datang itu disertai gelombang tinggi," katanya di Dumai, Selasa.

Kronologisnya, kata dia, saat kapal berangkat dari Sungai Dumai menuju Pulau Rupat pada Senin (31/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kondisi cuaca sudah terasa kurang bersahabat.
Namun, sambung Syafruddin, Tug Bout Ponton tetap saja berlayar hingga pada akhirnya ketika sampai di pertengahan antara Pulau Payung dan Pulau Teluk Tungku, Perairan Rupat, angin kencang yang diyakini sebagai angin ribut oleh sejumlah saksi kemudian datang menghantam Tug Bout.

Kondisi tersebut, menurut Kapolsek, diperparah lagi dengan tinggi gelombang laut sehingga Tug Bout yang dikemudikan oleh Tasran akhirnya mengalami kemiringan hingga 40 derajat sebelum akhirnya mengakibatkan tiga truk merk Hino yang mengangkut bahan bangunan seperti semen dan pasir jatuh dan tenggelam.

"Termasuk seorang sopir bernama Uli Situmorang, warga Kecamatan Mandau, Bengkalis yang juga ikut tenggelam bersama dengan truk yang dibawanya. Sampai sekarang korban masih terus dalam pencarian," terang Syamsuddin.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPASentertainment

sumber :-

KOMPASentertainment


Tuesday I'm In Love at Red Square

Posted: 01 Feb 2011 12:17 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Nanti malam (1/2) Red Square (Plaza Senayan Arcadia) akan gelar acara clubbing bertema Tuesday I'm In Love pukul 22.00 WIB.

Berikut para pendukung acara yang akan tampil nanti malam:

- DJ Bolang (TitikHitam) - DJ Lassiraz - DJ Egi Kagi (Rumus/Jackclubbers.com) - DJ Mime - MC DUB Micro (TitikHitam) - DJ : Ricky Chattaway & Iwel

RSVP & Sofa Booking : - Byanca : 0856 787 1405 - Daniel : 0899 003 0996

See you there, clubbers...! :)

************

"Punya acara clubbing, konser, atau pemutaran film? Silakan kirim email serta gambarnya ke : jakartatonite@kompas.com"

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Clubbing at Kemang

Posted: 31 Jan 2011 10:44 PM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Kamis (3/2) NuChina (Kemang) akan gelar acara clubbing bertema Thirsty Thursday pukul 22.00 WIB.

Berikut para pendukung acara yang akan tampil nanti:

FDJ Shanty DJ ED DJ 190 Hot Performance : by THiRSTY DANCER

Don't miss it, clubbers...! :)

************

"Punya acara clubbing, konser, atau pemutaran film? Silakan kirim email serta gambarnya ke : jakartatonite@kompas.com"

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Mancanegara

sumber :-

ANTARA - Mancanegara


Israel Uring-uringan Mengkambinghitamkan Obama

Posted: 31 Jan 2011 08:47 PM PST

Obama dan Mubarak (ANTARA News/istimewa)

Pertanyaannya adalah apakah kita bisa menilai Obama mampu atau tidak?

Berita Terkait

Video Terkait

Jakarta (ANTARA News/Reuters) - Jika Presiden Mesir Hosni Mubarak tanggal dari kekuasaannya, maka Israel akan kehilangan salah satu dari sedikit kawannya di kawasan yang memusuhinya dan Presiden AS Barack Obama akan dianggap sebagai biang keladi dari semua itu, demikian sejumlah tokoh di Israel, Selasa.

Para pengamat politik mengekspresikan keterkejutannya atas bagaimanan AS dan juga sekutu utamanya Uni Eropa,  mencampakkan sekutu strategis mereka selama tiga dekade terakhir, hanya demi berkompromi dengan keyakinan ideologis yang tengah mereka yakin benar.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan para menterinya untuk tidak mengomentari keadaan di Mesir agar tidak menyulut sentimen anti Israel di negeri piramid itu.

Tapi Presiden Israel Shimon Peres jelas bukan bawahan Netanyahu sehingga dia bebas berkata apa saja.

"Kita selalu dan akan selalu menghormati sekali Presiden Mubarak," katanya.

Peres menambahkan, "Saya tidak menyebut segala apa yang dilakukannya baik, namun dia melakukan sesuatu yang membuat kita semua harus berterimakasih kepadanya, (yaitu) menciptakan perdamaian di Timur Tengah."

Para kolumnis suratkabar Israel bahkan lebih terang-terangan.

Aviad Pohoryles dari harian Maariv menyampaikan kritik dalam artikelnya berjudul "A Bullet in the Back from Uncle Sam" (Tikaman dari Paman Sam).

Pohoryles menuduh Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menerapkan diplomasi yang naif, tinggi hati, dan picik yang tak mengindahkan risiko-risiko yang bakal timbul.

"Siapa sih yang menasihati mereka (para demonstran Mesir) untuk menyulut gerombolan marah di jalan-jalan Mesir dan menuntut kepala dari orang yang lima menit lalu adalah sekutu utama presiden (Obama)...seseorang yang hampir menjadi satu-satunya paling waras di Timur Tengah?"

Pohoryles melanjutkan, "Diplomasi benar secara politik yang dianut para presiden Amerika selama bergenerasi-generasi...benar-benar naif."

Tentu saja yang disasar Pohoryles adalah Presiden Barack Obama.

Hari Minggu lalu, Obama menyerukan sebuah transisi demokrasi yang tertib di Mesir dan permintaan kepada Mubarak untuk mundur. Namun itu semua hanya mengisyaratkan hari-hari terakhir Mubarak semakin dekat.

Netanyahu telah menginstruksikan para duta besar Israel di sejumlah ibukota-ibukota negara kunci di dunia untuk meyakinkan pemerintah-pemerintah setempat bahwa stabilitas di Mesir itu penting, kata sejumlah sumber.

Mesir yang adalah tetangga paling kuat Israel, adalah negara Arab pertama yang menyepakati perdamaian dengan Israel pada 1979.

Presiden Mesir Anwar Sadat, yang menandatangani perjanjian damai itu, dibunuh dua tahun kemudian oleh seorang Mesir fanatik.

13 tahun kemudian Raja Hussein dari Yordania menyepakati perdamaian dengan Israel. Perjanjian itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, yang setahun kemudian pada 1995 dibunuh oleh seorang Israel fanatik.

Sejak itu tidak pernah ada lagi perjanjian damai yang disepakati Israel dengan negara-negara Arab lainnya.

Lebanon dan Suriah secara teknis masih terlibat perang dengan Israel. Sementara rezim-rezim konservatif di Teluk Arab gagal memajukan ide-ide perdamaian mereka.

Di sisi lain, Iran yang bermusuhan dengan Israel, dengan cepat meningkat pengaruhnya dalam konflik Timur Tengah.

"Pertanyaannya adalah apakah kita bisa menilai Obama mampu atau tidak?" kata seorang pejabat Israel yang menolak menyebutkan namanya.

"Untuk sementara dia tidak terlihat mampu. Itu adalah pertanyaan yang menggelayuti kawasan ini, bukan hanya Israel."

Menulis di suratkabar Haaretz, Ari Shavit mengatakan Obama telah mengkhianati "seorang presiden Mesir yang moderat yang tetap loyal kepada Amerika Serikat dan telah memajukan stabilitas dan menguatkan pelembutan".

Israel meratap, demi memenangkan opini Arab. Obama telah mempertaruhkan status Amerika sebagai negara adidaya dan sekutu yang bisa dipercaya.

"Di seluruh pelosok Asia, Afrika dan Amerika Selatan, para pemimpin kini mencermati apa yang akan terjadi antara Washington dan Cairo. Semua orang mengirim pesan: "Kata-kata Amerika tak lagi berarti ... Amerika telah kehilangan kata," ratap Ari Shavit, mengekspresikan kekesalan kebanyakan orang Israel terhadap sikap Obama terhadap Mubarak. (*)

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Arab Saudi Ungsikan 14.000 Warga Dari Mesir

Posted: 31 Jan 2011 07:55 PM PST

Riyadh (ANTARA News) - Maskapai Saudi Air Liens sejauh ini telah mengungsikan lebih dari 14.000 warganya dalam 49 penerbangan antara Kairo-Riyadh menyusul semakin memanasnya keresahan politik di Mesir.

"Menyusul semakin memanasnya unjuk rasa dan penurunan situasi umum di Mesir, para pejabat pemerintah Saudi mengarahkan warganya agar meninggalkan Mesir secepat mungkin," kata juru bicara Saudi Air Liens Abdullah al-Aj`har yang dikutip oleh wartawan IRNA di Saudi Arabia pada Senin malam.

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul-Aziz pada awal pekan ini melakukan pembicaraan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk menyatakan simpatinya, mengatakan bahwa perkembangan yang terjadi di negaranya menyebabkan destabilisasi tak hanya pada Mesir, tetapi juga pada seluruh Timur Tengah dan negara lainnya.

Kerusuhan di Mesir berlanjut hingga hari ketujuh dengan para pengunjuk rasa melawan pemerintah menghadapi polisi di jalanan Kairo.

Polisi Mesir kembali bertugas di jalanan ibu kota pada Senin setelah tidak terlihat pada akhir pekan, ketika ribuan pemrotes tidak menunjukkan akan mematuhi peraturan jam yang diberlakukan oleh pemerintah.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Malaysian Insider :: World

sumber :-

The Malaysian Insider :: World


Egyptians seek million-strong march to oust Mubarak

Posted: 31 Jan 2011 06:47 PM PST

A man pumps a fist during a protest in Cairo on January 29, 2011. — Reuters pic

CAIRO, Feb 1 — Egypt's anti-government protesters, scenting victory after President Hosni Mubarak agreed to discuss sweeping political reforms, rallied support for what they hope can be a million-strong march for democracy today.

Mubarak's newly appointed vice-president began talks with opposition figures and the army declared the protesters demands "legitimate" and said it would hold its fire.

But protesters in Cairo's Tahrir Square, where thousands kept vigil through the night in defiance of a curfew, vowed to continue their campaign until the 82-year-old Mubarak quit.

"The only thing we will accept from him is that he gets on a plane and leaves," said 45-year-old lawyer Ahmed Helmi. The United States and other Western powers which have backed Mubarak throughout his 30 years of rule, have demanded he submit to free elections. Even if he holds out against the calls for his resignation, it seems unlikely he could win a vote.

At least 140 people have died since demonstrations began last Tuesday, inspired in part by Tunisians' overthrow of their ageing strongman after similar protests focusing on economic hardships and frustration with political oppression.

The army's pledge to hold its fire was seen as tipping the scales against Mubarak. "Mubarak has become a liability for the institution of the army," Fawaz Gerges of the London School of Economics said. "And so it is becoming more difficult by the day for Mubarak to remain in office."

For the military establishment, which has run Egypt since its officers ousted British-backed King Farouk in 1952, the aim may be to provide reforms that preserve military influence.

For Washington and Mubarak's allies in Europe, as well as Israel, attention will focus on how far Islamist groups, notably the hitherto banned Muslim Brotherhood, can gain power in any new Egyptian political system.

Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu, used to calm on his southern border since a 1979 peace treaty with Cairo, said Egypt could turn into the kind of militant theocracy installed in Iran that same year.

BROTHERHOOD SAYS ALL MUBARAK MEN MUST GO

The Brotherhood, which says it wants a pluralist democracy, has taken a cautious approach to joining in protests led by the young and the urban professional classes.

But it said yesterday it was calling on people to continue protests until the whole establishment departed — "including the president, his party, his ministers and his parliament".

In the second city, Alexandria, thousands of people gathered near the main railway station, many with food and blankets, saying they would join today's "march of a million".

Officials said rail services would be disrupted today by curfew orders, which may keep some people away from protests.

Newly-appointed Vice President Omar Suleiman appeared on state television yesterday to say Mubarak had asked him to begin talks with all political forces on constitutional and other reforms. The channel later said talks had begun.

Suleiman, an intelligence chief named on Saturday, also said a new government sworn in by Mubarak yesterday would fight unemployment, inflation and corruption.

The United States said Mubarak must also revoke the emergency law under which he has ruled since 1981. Washington has sent a special envoy, former ambassador to Cairo Frank Wisner, to meet Egyptian leaders.

"The way Egypt looks and operates must change," said Robert Gibbs, spokesman for President Barack Obama.

Western powers have been caught off guard by the speed with which Mubarak's police state has been pushed back by furious but unarmed citizens. Some analysts believe the army is now seeking a face-saving way to have Mubarak leave.

A presidential election due in September might give Mubarak the opportunity simply to say he will not run again. But such a tactic may underestimate the desire on the street to see him go. "It won't work. These are stalling tactics. I don't think Mubarak quite realises the gravity of the situation," said Faysal Itani of Exclusive Analysis. "If this deadlock goes on much longer there could be a further breakdown of order."

At Cairo University, politics professor Hassan Nafaa said: "This all aims to gain time, calm the mood on the street, drive the protesters away and diminish the revolution ... The president must end his rule and leave, there is no alternative."

Foreign governments, meanwhile, scrambled to ensure the safety of their nationals trapped by the unrest in Egypt.

Companies, from gas drillers to supermarkets, also pulled out staff as confrontation brought economic life to a halt. Financial markets and banks were closed for a second day.

Internationally, Europe's benchmark Brent crude oil hit $101 (RM308) a barrel on fears the unrest could spread to oil producing states like Saudi Arabia. Smaller Arab countries such as Yemen, Sudan, Syria and Jordan were all mentioned by analysts as candidates for popular expressions of discontent.

Moody's downgraded Egypt's credit rating to Ba2 with a negative outlook from Ba1, saying the government might damage its weak finances by increasing social spending. — Reuters

 

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Google launches Twitter workaround for Egypt

Posted: 31 Jan 2011 05:45 PM PST

SAN FRANCISCO, Feb 1 — Google Inc said yesterday it has launched a new service for people in Egypt to send Twitter messages without requiring an Internet connection, amid widespread anti-government protests in the country.

Google said the new service allows people to dial a telephone number and leave a voicemail, which is automatically translated into a message on Twitter. — Reuters

 

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Utusan Online - Luar Negara

sumber :-

Utusan Online - Luar Negara


Himpunan jutaan rakyat Mesir esok

Posted:

Himpunan jutaan rakyat Mesir esok

Himpunan jutaan rakyat Mesir esok


PENUNJUK perasaan tidak mengendahkan perintah berkurung untuk tiga malam berturut-turut di Dataran Tahrir, Kaherah, kelmarin bagi mendesak pengunduran Presiden Hosni Mubarak. - REUTERS


KAHERAH 31 Jan. - Penunjuk perasaan Mesir hari ini menyeru supaya rakyat negara ini melancarkan mogok dan mengadakan perhimpunan berjuta-juta orang di Kaherah esok bagi meningkatkan gesaan menuntut perletakan jawatan Presiden Hosni Mubarak.

Seorang penunjuk perasaan yang juga penganjur, Eid Mohammed berkata, mereka memutuskan untuk melancarkan mogok umum dan perhimpunan seramai berjuta-juta orang esok.

Pelancaran mogok itu buat pertama kalinya diseru oleh pekerja di bandar Suez lewat semalam.

"Kami akan menyertai pekerja Suez dan memulakan mogok umum sehingga permintaan kami ditunaikan," kata seorang lagi penganjur protes, Mohammed Waked.

Di Dataran Tahrir, Kaherah, beratus-ratus penunjuk perasaan berkampung sepanjang malam tadi dalam usaha untuk mengekalkan momentum demonstrasi besar-besaran di negara ini dalam tempoh tiga dekad.

Mereka bertegas untuk tidak berganjak sehingga Mubarak meletak jawatan.

Sementara itu, Mohamed ElBaradei lewat semalam memberitahu sejumlah besar penunjuk perasaan di Dataran Tahrir bahawa mereka kini sedang menuju ke era baru.

"Kita adalah di pihak yang benar, kekuatan kita ialah pada jumlah yang menyertai protes ini. Saya minta anda bersabar kerana perubahan akan tiba.

"Kita perlu berkorban jiwa dan darah untuk negara," kata beliau sambil disambut oleh penunjuk perasaan dengan berteriak 'Rakyat mahu gulingkan Presiden'. - AFP

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

ElBaradei: Hosni Mubarak mesti letak jawatan sekarang

Posted:

ElBaradei: Hosni Mubarak mesti letak jawatan sekarang

ElBaradei: Hosni Mubarak mesti letak jawatan sekarang

KAHERAH 31 Jan. - Aktivis demokrasi Mesir, Mohamed ElBaradei mendesak Presiden, Hosni Mubarak untuk meletakkan jawatannya ketika bercakap kepada penunjuk perasaan yang melanggar perintah darurat pada malam ketiga berturut-turut di Kaherah.

Pesawat pejuang terbang rendah manakala polis kembali ditempatkan di jalan-jalan utama di ibu negara itu bagi menunjukkan kawalan oleh pihak berkuasa.

Kehadiran pemenang Anugerah Nobel Keamanan itu di Dataran Tahrir (Kemerdekaan) semalam, menggariskan usaha pergerakan penunjuk perasaan secara besar-besaran untuk menggulingkan pemimpin negara itu.

Demonstrasi yang kini memasuki hari keenam dan berpusat di dataran berkenaan di mana lebih 10,000 penunjuk perasaan berkumpul semalam, walaupun perintah darurat berkuatkuasa pukul 4 petang waktu tempatan.

Mereka melaungkan ''Berambus, berambus, berambus!.

''Anda adalah pemilik revolusi ini. Anda adalah masa depan,'' kata ElBaradei kepada penunjuk perasaan.

Menurutnya, permintaan asas mereka adalah penggulingan rejim dan permulaan kerajaan baru di Mesir di mana rakyatnya hidup dengan kebebasan, jujur dan bermaruah.

Pemimpin pembangkang Mesir itu menambah, beliau juga mungkin bertanding pada pilihan raya Presiden sekiranya perubahan Perlembagaan dilakukan.

Dalam pada itu, tanda-tanda menunjukkan kedudukan rejim Mubarak selama tiga dekad mula goyah apabila sekutu utamanya, Amerika Syarikat meminta satu perubahan ke arah demokrasi.

Ditanya jika Washington menyokong Mubarak sebagai pemimpin Mesir, Setiausaha Negara, Hillary Rodham Clinton mengelak memberi jawapan tepat.

''Kami sudah jelaskan bahawa kami mahu satu transisi ke arah demokrasi dan kami mahu melihat langkah-langkah diambil yang akan menyaksikan pelaksanaannya,'' katanya kepada Fox News. - AFP

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Berita Terkini

sumber :-

ANTARA - Berita Terkini


Senator AS Desak Mubarak Mundur

Posted: 31 Jan 2011 07:12 PM PST

Hosni Mubarak (reuters.com)

Mubarak tidak akan mampu menenangkan lagi

Berita Terkait

Washington (ANTARA News/AFP) - Presiden Mesir Hosni Mubarak harus pergi, menjelang protes besar menyerukan turunnya pemimpin otoriter itu, kata seorang senator AS usai pertemuan tertutup Senat, Selasa.

"Mubarak tidak akan mampu menenangkan lagi (rakyatnya), setelah sebelumnya dia mencoba menggelarkan pasukan keamanan dan memblokir akses Internet," tulis Senator Bill Nelson dalam satu kolom opini menyusul pertemuan tertutup Komisi Intelijen Senat yang membahas situasi terkini di Mesir dan Tunisia.

"Alih-alih, Tuan Mubarak harus angkat kaki," tambah Nelson. Kendati begitu, dia mengkhawatirkan  kejatuhan pemerintahan Mesir menjadi pintu bagi masuknya kaum ekstremis seperti kelompok oposisi Ikhwanul Muslimin.

Pernyataannya ini keluar di tengah demonstrasi nasioanl hari ketujuh menentang kekuasaan tiga dekade Mubarak yang mengguncang Mesir, dan membuat sedikitnya 125 orang meninggal karena penguasa veteran itu tetap bertahan untuk berkuasa.

Sebegitu jauh pemerintahan Presiden AS Barack Obama bereaksi dengan hati-hati terhadap salah satu sekutu terpentingnya di Timur Tengah, demi menunjukkan solidaritas kepada para demonstran yang menuntut demokrasi dan turunnya Mubarak dari kekuasaan.

Mesir juga merupakan salah satu dari dua negara Arab selain Yordania, yang mengakui sekutu terpenting AS, Israel.  Mesir dan Israel adalah dua negara penerima terbesar bantuan luar negeri AS.

Nelson juga menegaskan bahwa ada solusi jangka pendek yang bisa mengatasi gejolak dengan tetap mempertahankan Mubarak tapi dia harus menjamin diselenggarakannya pemilu yang bebas dan jujur.

Namun jika Mubarak tetap bertahan, dia seharusnya secepatnya menegakkan prinsip utama demokrasi ini, kata senator dari Demokrat daerah pemilihan Florida itu.

Sementara itu Kay Granger yang mengetuai Subkomisi DPR bidang Luar Negeri mengingatkan risiko ditundanya bantuan AS kepada Mesir.

"Di samping ada seruan untuk menghentikan bantuan ekonomi dan militer ke Mesir, saya menimbau untuk hati-hati menentukan apa yang menjadi respons AS nantinya," kata senator Republik dari Texas tersebut.

"Adalah penting sekali untuk memusyawarkan langkah-langkah yang kita ambil. Mesir telah berpengaruh moderat di Timur Tengah dan memiliki kesepakatan damai dengan Israel. Saya terus lekat memonitor peristiwa-peristiwa di lapangan," sambung Granger.

Pertemuan panel Senat juga mendiskusikan situasi di Tunisia di mana demonstran telah menyebabkan ambruknya orang kuat Zine El Abidine Ben Ali yang kemudian mengilhami gerakan serupa di Mesir. (*)

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Torres ke Chelsea

Posted: 31 Jan 2011 07:09 PM PST

Liverpool Football Club malam ini menyatakan mereka telah menyetujui biayanya dengan Chelsea untuk menjual Fernando Torres

Berita Terkait

London (ANTARA News) - Chelsea dan Liverpool telah menyetujui biaya untuk mengontrak striker Spanyol Fernando Torres, demikian menurut tim berjuluk The Reds dalam laman mereka, Senin.

Torres sekarang akan membicarakan persyaratan personal dengan tim juara bertahan Liga Premier itu, yang dilaporkan menawarkan bayaran yang mencatat rekor di Inggris sekitar 50 juta pound (80 juta dolar AS) bagi mantan bintang Atletico Madrid tersebut, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Liverpool Football Club malam ini menyatakan mereka telah menyetujui biayanya dengan Chelsea untuk menjual Fernando Torres," demikian tertulis dalam pernyataan tersebut.

"Pemain tersebut sekarang sudah diberi ijin untuk berbicara dengan klub London itu."

Permintaan transfer Torres telah ditolak pada Jumat setelah dua penawaran Chelsea sebelumnya tidak digubris Reds.

Namun Liverpool akan segera mengontrak striker Newcastle Andy Carroll sebagai pengganti Torres senilai 35 juta pound (56 juta dolar AS), yang memudahkan jalan bagi Chelsea untuk mendapatkan pemain yang dituju.

(*)
 

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi international.okezone.com

sumber :-

Sindikasi international.okezone.com


2 WNI Lepas dari Tuntutan Hukuman Mati

Posted: 31 Jan 2011 04:03 AM PST

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI melalui Konsulat Jenderal RI di Johor berhasil melakukan pembelaan hukum atas dua WNI/TKI, Suriyani binti Samad dan Misran bin Bani sehingga dilepaskan dari tuntutan hukuman mati.

Suryani ditahan aparat hukum malaysia karena yang bersangkutan dituduh bekerja sama dengan Misran dalam melakukan tindakan kriminal yang menyebabkan kematian suaminya Rostan. Keduanya ditahan sejak 5 Desember 2008.

"Pengacara yang ditunjuk Konsulat Jenderal RI, Sebastian Cha berhsil meyakinkan pihak penuntut hukum untuk mencabut tuntutan terhadap kedua WNI tersebut dari perbuatan pembunuhan," ungkap Direktur Perlindungan WNI dan BHI Tatang Budie Utama Razak di Kemenlu Jakarta, Senin (31/1/2011).

"Keduanya sebelumnya dianggap melanggar section 302,act 574 hukum Malaysia yang dapat diancam hukuman mati," lanjut Tatang.

"Namun dengan perjuangan pengacara Sebastian Cha, dakwaan itu dapat diturunkan menjadi pelanggaran  tindakan kekerasan yang dapat menyebabkan kematian dengan hukuman penjara 20 tahun, seperti diatur dalam section 304a,Act 574" timpalnya.

Pada tanggal 19 Januari 2011 pengacara Sebastian Cha selanjutnya berhasil meyakinkan sesyen Johor Bahru untuk mengeluarkan perintah pembebasan karena tidak dapat dibuktikan unsur "kerjasama" yang dituduhkan kepada Suryani.

Dengan ditetapkan pembebasan kepada Suryani oleh mahkamah tersebut, Konsulat Jenderal RI segera melakukan tindakan penyelesaian administrasi pembebasan.

Suryani tiba hari ini dengan didampingi staf dari Konsulat Jenderal RI. Setibanya di tanah air, Suryani akan dipertemukan dengan Amirul Nizam yg dititipkan ke rumah perlindungan sosial anak, Kemensos RI sejak Suryani ditahan.

"Sementara untuk Misran diputuskan oleh mahkamah hukuman penjara selama 13 tahun terhitung sejak 5 Desember 2008, di Johor Bahru," ucap Tatang.

"Potong masa tahanan sebesar sepertiga dari vonis hakim, diperkirakan Misran akan dibebaskan 7 tahun mendatang," pungkasnya.
(rhs)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Kantor Polisi Dekat KBRI Kairo Dirusak Massa

Posted: 31 Jan 2011 03:59 AM PST

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan situasi keamanan di Mesir semakin parah. Bahkan sebuah kantor polisi yang berada dekat dengan kantor KBRI dirusak para pendemo.

"KBRI sendiri lokasinya lebih dekat ke tempat di mana demonstran berkumpul, bahkan tadi saya mendgar informasi dari Pak Dubes, kantor polisi yang di sebelah KBRI sudah dihancurkan oleh massa dan keadaan makin tidak menentu. Jadi sudah diputuskan untuk mengevakuasi warga kita," katanya usai rapat terbatas dengan Presiden Susilo Bambang Yodoyono di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (31/1/2011).

Sekarang pihak keamanan, lanjutnya, sudah tidak lagi terlihat. Tinggal tentara yang mengamankan situasi di Kairo. "Memang konsentrasi kita bukan di KBRI-nya tapi pada warga kita, KBRI yah bekerja, justru pada saat inilah seperti pada saat di Tunisia waktu lalu KBRI akan mengesampingkan hal-hal keamanan kantor kita, tapi warga kita," paparnya.

Saat ditanya soal jumlah dana untuk evakuasi Marty enggan untuk membeberkan. "Pos Deplu saya belum denger jumlahnya. Sudah, nanti kita ngobrol lagi nanti ya," tukasnya sambil berlalu.(ful)

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

detikcom

sumber :-

detikcom


Almarhum Husni Thamrin, Politisi PPP yang Gaul dengan Juniornya

Posted: 31 Jan 2011 01:44 PM PST

Selasa, 01/02/2011 04:44 WIB
Almarhum Husni Thamrin, Politisi PPP yang Gaul dengan Juniornya 
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga mantan Wakil Ketua MPR periode 1999-2004, Husni Thamrin (72), wafat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat komplikasi penyakit. Kepergiannya menimbulkan rasa kehilangan amat besar bagi keluarga partai berlambang kabah.

Husni tercatat sebagai salah satu pendiri PPP pada tahun 1973, ketika pemerintah Orde Baru melakukan fusi partai hanya menjadi tiga, yakni PPP, Golkar, dan PDI. Sejak saat itu, politisi kelahiran Yogyakarta 12 Oktober 1939, itu, membaktikan hidupnya untuk eksistensi PPP.

"Beliau bergabung sejak muda. Ia mewakili unsur Muslimin Indonesia (ke PPP) pada waktu terjadinya fusi  partai," kata Sekjen PPP, Irgan Chairul Mahfiz, kepada detikcom, Senin (31/1/2011).

Di PPP, kata Irgan, almarhum pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen, Ketua DPP periode 1998-2003, dan terakhir anggota Majelis Pertimbangan Partai. Husni dikenal sebagai orang yang intensif memikirkan keorganisasian PPP hingga dianggap sebagai ideolog PPP.

Di mata para juniornya, Husni adalah figur yang mempunyai prinsip dan tegas. Selain itu, almarhum juga  dikenal konsisten dengan perjuangan PPP serta Islam pada umumnya. "Beliau selalu berpesan, PPP jangan  keluar dari khitah perjuangannya. Tetap konsisten sebagai partai Islam," ucap Irgan.

Namun, kenangan yang paling membekas dari almarhum adalah perhatiannya yang lebih kepada generasi  penerus PPP. Kata Irgan, Husni selalu senang bergaul dengan juniornya. Apabila bertemu, almarhum sering  mengajak berdiskusi dan memberi semangat untuk membesarkan partai.

Bahkan, ia pun sempat menghibahkan salah satu rumahnya di Kawasan Petamburan, Jakarta Pusat (Jakpus), untuk menjadi markas bagi kader-kader muda PPP. "Ya, beliau kasih rumahnya untuk tempat kumpul anak-anak muda PPP," cetus Irgan.

Rencananya, jenazah almarhum Husni Thamrin akan dikebumikan hari ini di TPU Tanah Kusir, Jakarta  Selatan (Jaksel) pukul 10.00 WIB. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka di RT 03 RW 07, Jati  Mekar, Kecamatan Pondok Gede.

(irw/did)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Jika Diperlukan, Logistik & Personil TNI Dikirim ke Mesir

Posted: 31 Jan 2011 12:28 PM PST

Selasa, 01/02/2011 03:28 WIB
Evakuasi WNI
Jika Diperlukan, Logistik & Personil TNI Dikirim ke Mesir 
Didi Syafirdi - detikNews

Tangerang - Satgas Evakuasi WNI mengirim Tim Advance untuk memantau situasi di Mesir. Jika memungkinkan, para WNI akan dievakuasi secara bertahap. Kebutuhan logistik juga menjadi perhatian tim bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Jika diperlukan, soal logistik dan penambahan personil untuk penjemputan WNI akan dikirim ke Mesir," ujar Ketua Tim Advance, yang juga Wakil Satgas dan WAKASAU Marsekal Madya Sukirno, di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin, (31/1/2011) malam.

Menurut Sukirno, keberangkatan tim yang dipimpinnya adalah untuk memastikan keamanan para WNI di Kairo. Selain itu, tim akan memantau kelangkaan pangan yang sempat terjadi di Mesir.

"Memang sempat terjadi antrian tetapi sudah bisa teratasi. Kita juga pastikan logistik masyarakat Indonesia yang ada di Kairo," jelasnya.

Saat ini, lanjut Sukirno, kondisi politik yang terus memanas di Mesir, masih sebatas konflik vertikal masyarakat dengan pemerintah, belum terjadi konflik horizontal antara masyarakat. Kepada para WNI diharapkan tetap waspada.

"Kita berharap warga negara kita dalam kondisi selamat semua," tandasnya.

Tim advance penjemput WNI di Mesir sudah berangkat Senin malam. Pemulangan WNI dilakukan dengan 3 pesawat, yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, dan Batavia Air.

Selama kurang lebih seminggu, lebih dari 100 orang tewas dan 2.000 orang luka-luka akibat demonstrasi menuntut mundurnya Presiden Mesir Hosni Mubarak, yang sudah 31 tahun memerintah. Beberapa negara memutuskan untuk menarik warga negaranya yang tinggal di Mesir, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

(did/irw)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share to Twitter:

You are redirected to Twitter

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPAS.com - Nasional

sumber :-

KOMPAS.com - Nasional


Tim Evakuasi WNI Dilepas Dua Menteri

Posted: 31 Jan 2011 05:35 PM PST

Tim Evakuasi WNI Dilepas Dua Menteri

Penulis: Suhartono | Editor: yuli

Selasa, 1 Februari 2011 | 01:35 WIB

KOMPAS/PRIYOMBODO

Hassan Wirajuda

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Senin (31/1/2011) pukul 24.00 WIB, melepas keberangkatan tim pendahulu Satgas Evakuasi WNI dari Mesir.

Pelepasan dilakukan di tangga pesawat Garuda Indonesia Boeing 747-400 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Kedua menteri juga didampingi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi WNI dari Kairo, Hassan Wirajuda.

Setelah menyalami seluruh anggota Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI, kedua menteri dan Hassan Wirajuda yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) naik ke pesawat.

Tim Pendahulu Satgas Evakuasi WNI dari Kairo dipimpin oleh Wakil Ketua Satgas Marsekal Madya Sukirno, yang sehari-hari Wakil Kepala Staf TNI-AU.

Jumlah Tim Pendahulu sebanyak 19 orang, terdiri dari unsur TNI-AU, TNI-AL Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri serta Komandan Korps Marinir Affan Gafar.

"Karena mau mengangkut orang, maka yang berangkat mendahului hanya sedikit. Selebihnya, nanti untuk mengangkut WNI yang akan dipulangkan ke Indonesia terlebih dulu," ujar Marty.

Pesawat dua tingkat berkapasitas 450 orang itu tinggal landas pada Selasa (1/2/2011) pukul 24.30 WIB.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Selasa Pagi, Pemulangan WNI Tahap I

Posted: 31 Jan 2011 03:49 PM PST

Mesir Memanas

Selasa Pagi, Pemulangan WNI Tahap I

Penulis: Suhartono | Editor: I Made Asdhiana

Senin, 31 Januari 2011 | 23:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menlu Marty Natalegawa mengatakan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) tahap pertama dari Kairo, Mesir ke Jakarta dijadwalkan pukul 08.00 waktu setempat. Pasalnya, saat itu adalah berakhirnya jam malam. Direncanakan sekitar 400 WNI yang terdiri dari wanita dan anak-anak mendapatkan prioritas pemulangan.

Hal itu dikemukakan Marty saat ditanya pers di ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta, Senin (31/1/2011) malam.

"Setelah pukul 8 pagi kita akan melihat lagi apakah akan dilanjutkan pemulangan tahap berikutnya atau tidak. Jika diputuskan akan dilakukan pemulangan kembali, barulah dua pesawat yang standby di Jakarta yakni Lion Air dan Batavia Air diputuskan berangkat menuju Kairo," kata Marty.

Malam ini pesawat yang akan berangkat pertama adalah Boeing 747-400 Garuda Indonesia. Menurut Marty hasil perkembangan akan langsung dilaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Dari situlah baru diketahui apakah Ketua Satgas Pemulangan WNI dari Kairo yaitu Hassan Wirajudha diputuskan menyusul atau tidak menuju Kairo," jelas Marty.

Lebih rinci Marty menyatakan, besok direncanakan sebanyak 400 WNI yang tersebar di empat titik akan diangkut dengan bus sewaan oleh KBRI menuju bandara Kairo. "Kita hanya punya waktu sampai pukul 15.00 untuk memulangkan WNI ke Jakarta. Sebab pukul 15.00 sudah dimulai lagi jam malam," tambah Marty.

Mengenai jadwal keberangkatan malam ini, Marty menyebutkan pukul 23.45 dengan pesawat Garuda. Namun karena masih ada pengurusan paspor dan visa, keberangkatan masih belum dipastikan. Marty tidak ikut berangkat menuju Kairo malam ini.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS