Republika Online

sumber :-

Republika Online


Dua Roket Pejuang Gaza Hantam Kota Israel

Posted: 23 Mar 2011 06:43 PM PDT

   

TERKAIT

Kamis, 01 Januari 1970 07:00 WIB

Redaktur:


reads

Isi Komentar






atau login dengan Mahaka ID Anda




Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Queiroz Menangi Banding

Posted: 23 Mar 2011 06:35 PM PDT

   

TERKAIT

Thursday, 01 January 1970 07:00 WIB

Redaktur:


reads

Isi Komentar






atau login dengan Mahaka ID Anda




Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Dua Roket Pejuang Gaza Hantam Kota Israel

Posted: 23 Mar 2011 06:43 PM PDT

   

TERKAIT

Kamis, 01 Januari 1970 07:00 WIB

Redaktur:


reads

Isi Komentar






atau login dengan Mahaka ID Anda




Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Queiroz Menangi Banding

Posted: 23 Mar 2011 06:35 PM PDT

   

TERKAIT

Thursday, 01 January 1970 07:00 WIB

Redaktur:


reads

Isi Komentar






atau login dengan Mahaka ID Anda




Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi news.okezone.com

sumber :-

Sindikasi news.okezone.com


DPD Wacanakan Calon independen untuk Pilpres

Posted: 24 Mar 2011 11:03 PM PDT

JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewacanakan pasangan calon independen untuk dapat maju dalam pemilihan presiden mendatang.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPD John Pieris dalam talkshow interaktif Perspektif Indonesia di Gedung DPD RI, Jumat (25/3/2011).

Wacana tersebut menyusul rencana amandemen kelima Undang-undang Dasar 1945 yang mengatur aturan calon presiden independen.

Menurut John, calon independen memiliki kesempatan yang sama dengan calon dari partai politik. Selain itu, tidak selalu calon independen memiliki kualitas kurang baik.

"Boleh jadi calon di luar lebih berkualitas dibandingkan dengan kader-kadernya," ujar Jhon.

Bagi Jhon, calon independen juga memiliki legitimasi kuat. "Seperti DPD, calon independen semua, tapi tidak terjadi apa-apa, bupati calon independen tak ada apa-apa, mengapa presiden tidak bisa," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan pakar hukum Tata Negara, Irman Putra Sidin. Menurutnya, wacana calon independen bagi presiden perlu mendapat dukungan. Pasalnya, dapat membuka kesempatan bagi calon berkualitas namun tidak memiliki saluran untuk mencalonkan diri.

"Masyarakat mau banyak pilihan (calon), kalau harus dieksklusifkan dengan parpol mimpi untuk melihat calon yang didambakan akan hilang," ujarnya.
(crl)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

ICW Bantah Ada Pesanan Dalam Laporan Anggota DPR

Posted: 24 Mar 2011 10:49 PM PDT

JAKARTA- Peneliti Divisi Korupsi Politik ICW Abdullah Dahlan menampik tudingan adanya pesanan pihak tertentu dalam laporan keteribatan anggota DPR RI terkait dengan penyelundupan dua peti kemas BlackBerry (BB) ilegal dan minuman keras.

Abdulah mengatakan temuan tersebut diperoleh dari laporan masyarakat ke ICW. "Kita menepis tuduhan itu. Laporan itu dari masyarakat dan penelusuran kita. Laporan badan kehormatan (BK) kita tunggu," kata Abdulah saat dihubungi okezone, Jumat (25/3/2011).

Abdulah mengatakan pihaknya tidak menyudutkan salah satu anggot DPR saat melaporkan temuan tersebut  ke BK dengan menyebutkan nama anggota DPR kepada media. Dia berharap BK melanjutkan temuan laporan masyarakat dan investigasi ICW.

"Kita tidak menyebutkan (kepada media) nama anggota DPR. Kita harapkan BK melakukan investigasi lebih lanjut," tambahnya.

Dalam aduannya ke Badan Kehormatan DPR, Dahlan menyebut sejumlah anggota DPR itu diduga meminta Komite Pengawasan Perpajakan Tanjung Priok untuk melepaskan dua peti kemas milik PT AUK pada 10 Januari 2011 lalu.
 
"Kejadiannya, setelah inspeksi mendadak di kantor Imigrasi Bandara jelang pulang ke Senayan tiba-tiba bus berbelok ke Pelabuhan Tanjung Priok, dan yang menjadi inisiator adalah AS, sebagai pimpinan rombongan," kata Dahlan.
(crl)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPASentertainment

sumber :-

KOMPASentertainment


Mabes Polri Hentikan Kasus "Silet"

Posted: 25 Mar 2011 04:12 AM PDT

[unable to retrieve full-text content]Mabes Polri mengeluarkan Surat Penghentian Proses Penyidikan (SP3) pada kasus acara infotainment Silet terkait kasus 'Gunung Merapi" di Yogyakarta

Menikah Lagi, Pasha "Ungu" Inginkan Anaknya Hadir

Posted: 25 Mar 2011 04:02 AM PDT

[unable to retrieve full-text content]Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha "Ungu" menginginkan anak-anaknya datang pada saat pernikahannya dengan Adelia Wihelmina.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPAS.com - Internasional

sumber :-

KOMPAS.com - Internasional


PBB: Libya Tak Patuhi Resolusi

Posted: 25 Mar 2011 03:12 AM PDT

NEW YORK, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menilai dalam satu minggu terakhir ini Libya tidak mematuhi Resolusi 1973 Dewan Keamanan PBB, antara lain karena masih belum terlaksananya gencatan senjata seperti yang diamanatkan resolusi itu.

Hal itu diungkapkan Ban, Kamis (25/3/2011), dalam sidang Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York, satu pekan setelah dewan beranggotakan 15 negara itu mengesahkan resolusi yang mengizinkan anggota PBB menjalankan langkah apa pun yang diperlukan dalam upaya melindungi warga sipil di Libya dari kekerasan pasukan pemerintah pimpinan Kolonel Moammar Khadafy.

Ban menuturkan bahwa  pihak-pihak berwenang Libya beberapa kali menyatakan mereka telah melakukan gencatan senjata. Pernyataan itu, ungkapnya, juga diterimanya secara langsung dari perdana menteri Libya dalam percakapan melalui telepon pada Sabtu (19/3). "Kami tidak melihat ada bukti (gencatan senjata). Justru sebaliknya, pertempuran terus berlangsung antara lain di atau sekitar kota-kota Ajdabiya, Misratah dan Zitan," kata Ban.

"Singkat kata, tidak ada bukti bahwa pihak-pihak berwenang Libya menjalankan langkah-langkah untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah Resolusi 1970 atau 1973," tegasnya.

Dalam sidang Dewan, Kamis, Sekjen PBB juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang perlindungan warga sipil serta dihormatinya hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.  "Tanda-tanda yang mengkhawatirkan antara lain terjadinya kasus-kasus penahanan, penghilangan orang, ancaman, hasutanm, termasuk oleh Kolonel Khadafy melalui televisi nasional," tuturnya.

Hal utama yang juga diungkapkan Ban dalam sidang DK-PBB adalah adanya kebutuhan mendesak menyangkut akses bantuan kemanusiaan di tengah situasi bahwa 330.000 orang telah meninggalkan Libya sementara para warga lainnya berada dalam kepungan pasukan pemerintah. "Tapi pihak berwenang Libya belum memberi izin bagi misi PBB untuk melakukan penilaian terhadap hal-hal apa saja yang dibutuhkan. Saya mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka untuk memberikan akses luas kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Ban mengungkapkan, utusan khususnya untuk Libya, Abdel-Elah al-Khatib, Jumat (25/3), akan menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Uni Afrika di Addis Ababa untuk membicarakan masalah gencatan senjata dan penyelesaian politik di Libya. Pertemuan itu akan dihadiri oleh wakil-wakil dari pemerintahan Libya dan pihak oposisi serta negara-negara dan organisasi kawasan terkait.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

NATO Ambil Alih Komando Serangan Libya

Posted: 25 Mar 2011 02:28 AM PDT

BRUSSELS, KOMPAS.com — Para anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Kamis (24/3/2011), menandatangani perjanjian untuk mengambil alih komando operasi militer di Libya dalam beberapa hari ini dari koalisi pimpinan Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat. "Negara-negara NATO telah menyepakati untuk melancarkan perencanaan akhir guna memungkinkan pengambilalihan komando dari koalisi pada Senin atau Selasa," kata seorang diplomat yang minta tidak disebutkan namanya.

Sumber diplomatik lainnya memperingatkan, bagaimanapun, perinciannya masih akan disusun mengenai zona larangan terbang yang dilaksanakan oleh koalisi sejak Sabtu lalu karena keberatan Ankara pada serangan terhadap rezim Moammar Khadafy.

Setelah beberapa hari pembicaraan yang sulit, pembicaraan terus dilakukan Kamis malam di markas besar NATO di Brussels. Di Ankara, Menlu Turki Ahmet Davutoglu juga mengumumkan pengambialihan oleh NATO itu setelah pembicaraan melalui telepon dengan rekannya dari AS, Perancis, dan Inggris. "Koalisi yang dibentuk setelah pertemuan di Paris akan melepaskan misinya dan menyerahkan seluruh operasi pada NATO dengan struktur komando tunggalnya," kata Davutoglu, menurut kantor berita Anatolia. Beberapa sekutu NATO, termasuk Inggris dan Italia, menginginkan aliansi 28 anggota itu untuk memimpin operasi tersebut.

Tapi Paris pada awalnya berkeberatan, dengan alasan misi terbang di bawah bendera NATO akan menjauhkan sekutu Arab yang mencurigai mesin militer Barat.

Beberapa negara Arab bergabung dengan serangan militer itu, dengan Qatar satu-satunya negara yang menyumbang jet tempur. Turki, satu-satunya anggota Muslim dalam NATO, menyumbang satu kapal selam dan beberapa kapal perang untuk melaksanakan embargo senjata di lautan. Parlemen Turki, Kamis, menyetujui pengiriman pasukan angkatan laut ketika pemerintah yang berakar Islam enggan ikut serangan militer.

PM Recep Tayyip Erdogan telah mengecam serangan koalisi. Ia mengatakan, "Kami telah menyaksikan pada masa lalu bahwa operasi seperti itu tidak bermanfaat dan bahkan sebaliknya, menambah korban jiwa, berubah menjadi pendudukan dan merusak dengan serius persatuan negara."

Ketika Washington mendesakkan pengalihan komando, para utusan NATO telah bertemu di markas besar selama beberapa hari untuk membicarakan masalah itu. Menurut sejumlah diplomat, sebuah kompromi berdasarkan pembicaraan akan membolehkan negara yang menentang serangan, seperti Turki, untuk memilih keluar dari operasi, sementara yang lainnya dapat mengambil bagian dalam serangan itu.

Menteri Pertahanan Italia Ignacio La Russa, Kamis, mengajukan dua kemungkinan misi udara di atas Libya, satu dipimpin oleh NATO dan kedua "zona larangan terbang plus" dengan mandat lebih luas yang akan mengijinkan serangan terhadap sasaran-sasaran di darat. Sekutu masih harus menyusun struktur politik operasi serangan itu, katanya.

Italia menuduh Perancis "keras kepala" dan mengancam untuk menarik kembali kendali tujuh pangkalan udara yang negara itu tawarkan untuk operasi zona larangan terbang jika penyerahan komando tak dicapai.

Menlu Inggris William Hague mengatakan, London menginginkan "pengalihan ke komando dan kendali NATO secepat mungkin". PM Belanda Mark Rutte memperingatkan negaranya hanya akan mengambil bagian dalam zona larangan terbang yang dipimpin oleh NATO.

Para pemimpin Eropa, yang terpecah soal Libya setelah Jerman mengoyak barisan sekutu dengan menolak mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyetujui serangan itu, sedang bekerja untuk mengatasi perbedaan pada pertemuan puncak dua hari yang dibuka Kamis.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Mancanegara

sumber :-

ANTARA - Mancanegara


Libya Tuduh Barat Bunuh Warga Sipil

Posted: 24 Mar 2011 09:03 PM PDT

Jet tempur Rafale Perancis bersiap untuk mendarat di pangakalan udara militer Solenzara, wilayah kepulauan Mediterania, Korsika, dimana Perancis biasanya menjalankan operasi militer melawan Libya, Rabu (23/3). (FOTO ANTARA/REUTERS/Jean-Paul Pelissier)

Berita Terkait

Tripoli (ANTARA News) - Warga sipil, tak terkecuali perempuan, termasuk di antara korban tewas dalam serangan udara paling akhir Barat di ibukota Libya, Tripoli, kata beberapa pejabat dan pekerja rumah sakit seperti dikutip Reuters.

Libya menyatakan, Kamis larut malam (24/3), korban jiwa di pihak sipil akibat lima hari serangan udara telah mencapai hampir 100 orang. Libya menuduh pemerintah Barat berperang di pihak demonstran.

Beberapa pejabat militer Barat membantah ada korban jiwa di pihak sipil dalam aksinya menerapkan zona larangan terbang di wilayah udara Libya "guna melindungi warga sipil dari pasukan pemerintah".

Wartawan Reuters dan wartawan lainnya dibawa ke Rumah Sakit Pusat di Tripoli, tempat mereka diperlihatkan kepada 15 mayat Kamis malam.

"Mayat itu berasal dari serangan udara hari dan kemarin. Mereka menyerang tempat militer dan sipil," kata petugas kamar mayat Ahmed Hussein.

Tak ada konfirmasi independen bahwa mereka memang tewas oleh serangan udara Barat, yang biasanya dimulai setelah gelap dan diikuti oleh tembakan gencar anti-pesawat serta jalur merah menyala di udara.

Semua mayat tersebut diletakkan di troli logam. Sebagian ditutupi selimut tebal warna-warni. Pekerja rumah sakit mengenakan masker bedah untuk menahan bau anyir darah di dekat mereka.

Tiga mayat berjenis kelamin perempuan dengan pakaian sipil, namun kebanyakan korban tewas memakai seragam militer. Sebagian malah rusak tak bisa dikenali.

Tak ada nama korban yang diberikan dan para dokter tak bersedia memberi komentar.

Pekerja rumah sakit mengatakan mereka tewas dalam serangan udara di Tripoli pada Kamis (24/3) dan Rabu (23/3).

Tapi satu mayat dibungkus tas putih dengan tanggal 18 Maret. Itu bukan tanggal serangan militer Barat untuk menghancurkan sistem pertahanan udara Libya.

Para pejabat Libya tak bersedia memperlihatkan kepada wartawan tempat serangan udara Barat terhadap apa yang mereka katakan sasaran sipil, kendati wartawan berulan kali mengajukan permintaan.

C003/A011

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Korban Tewas di Jepang Capai 10.000

Posted: 24 Mar 2011 08:56 PM PDT

Sebuah kapal mengangkat ke kota dengan tsunami setelah gempa bumi terlihat di Prefektur Miyagi, timur laut Jepang (12/3). (FOTO.ANTARA/REUTERS / Kyodo)

Berita Terkait

Video

Osaka (ANTARA News) - Korban tewas akibat gempa dan tsunami dahsyat yang menghancurkan bagian timurlaut Jepang mencapai 10.000 orang, Jumat, dua pekan setelah bencana itu melanda, lapor kantor berita Kyodo.

Badan Kepolisian Nasional yang bertanggung jawab mengumpulkan data statistik dari prefektur-prefektur berbeda yang terkena dampak bencana, tidak dapat segera memastikan jumlah tersebut.

Ada kekhawatiran bahwa jumlah korban lebih tinggi dari itu akibat bencana yang meratakan seluruh kota di sepanjang pantai Pasifik pulau utama Honshu.

Dalam laporannya Kamis seperti dikutip AFP, Badan Kepolisian Nasional mengatakan bahwa 9.811 orang telah dipastikan tewas dan 17.541 didaftar secara resmi sebagai hilang -- sampai pukul 21 WIB (pukul 19 WIB) sebagai akibat dari bencana 11 Maret itu.

Seluruhnya 2.779 orang telah terluka.

Gempa itu menjadi bencana alam paling mematikan sejak gempa Great Kanto 1923 yang menewaskan lebih dari 142.000 orang.

Ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan berlindung di fasilitas-fasilitas darurat.

S008/S004

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Utusan Online - Luar Negara

sumber :-

Utusan Online - Luar Negara


Tentera Bersekutu terus serang Libya

Posted:

Tentera Bersekutu terus serang Libya

Tentera Bersekutu terus serang Libya


Seorang pemberontak bersenjata mengawal askar-askar upahan dan tentera yang setia kepada Gaddafi selepas mereka ditahan di sebuah penjara di Benghazi, semalam. – REUTERS


TRIPOLI 24 Mac – Letupan dan bedilan anti-pesawat menyelubungi ibu negara Libya hari ini ketika Tentera Bersekutu meneruskan serangan udara ke atas tentera Muammar Gaddafi, masuk hari keenam berturut-turut.

Pegawai Britain mendakwa tentera udara Libya kini hampir musnah.

Menurut wartawan AFP, bedilan anti-pesawat bermula pada kira-kira pukul 12.30 tengah hari waktu Malaysia diikuti bunyi letupan kuat.

Ketika armada kapal-kapal Pertubuhan Perjanjian Atlantik Utara (NATO) meronda perairan Libya untuk melaksanakan embargo senjata ke atas Gaddafi, usaha baru untuk melancarkan operasi tentera gagal selepas beberapa hari berlangsung perdebatan sengit.

Seorang diplomat NATO berkata, 28 negara bersekutu akan mencuba sekali lagi hari ini untuk mencapai keputusan sama ada NATO perlu terlibat dalam operasi ketenteraan yang dilancarkan sejak Sabtu lalu oleh Britain, Perancis dan Amerika Syarikat (AS).

Namun, negara-negara terlibat telah mula mencatat kejayaan dalam operasi tersebut dengan Naib Marshal Udara Britain, Greg Bagwell mendakwa tentera udara Libya kini hampir dimusnahkan dan tidak lama lagi akan berkubur.

Pegawai AS secara terbuka turut membuat spekulasi bahawa tekanan berterusan akan memaksa Gaddafi berundur selepas empat dekad memerintah.

Saksi melaporkan, letupan kuat berlaku malam tadi di pangkalan tentera di Tajura, kira-kira 32 kilometer ke timur Tripoli, sementara bedilan anti-pesawat kedengaran ketika serangan udara dilancarkan ke atas ibu negara Libya ini.

Agensi berita rasmi JANA melaporkan, serangan udara di Tajura mengorbankan 'sejumlah besar' penduduk awam.

Menurut JANA, Tajura menjadi sasaran serangan sebanyak tiga kali dengan serangan ketiga terkena pasukan penyelamat yang cuba memindahkan mangsa yang terbunuh dan cedera dari sisa runtuhan bangunan yang musnah akibat serangan pertama dan kedua.

Dakwaan itu, bagaimanapun tidak disahkan oleh mana-mana kumpulan bebas.

Tajura adalah pangkalan tentera Libya yang penting dan telah menjadi sasaran tentera bersekutu sejak serangan pertama.

Walaupun kesudahan krisis di Libya ini masih tidak jelas, Setiausaha Pertahanan AS, Robert Gates yang kini dalam lawatan di Kaherah berkata, tekanan ke atas rejim Gaddafi dapat menggalakkan sekutu pemimpin itu atau anggota keluarganya meninggalkannya.

Tentera AS berkata, tentera Gaddafi yang mengancam bandar-bandar yang dikuasai pemberontak kini menjadi sasaran serangan udara mereka. – AFP

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiga pekerja loji nuklear cedera

Posted:

Tiga pekerja loji nuklear cedera

Tiga pekerja loji nuklear cedera

TOKYO 24 Mac - Tiga pekerja yang sedang menjalankan kerja-kerja pembaikan di reaktor Daiichi di loji jana kuasa Fukushima hari ini cedera selepas terdedah kepada radiasi tinggi.

Jurucakap Agensi Keselamatan Nuklear dan Industri Jepun (NISA), Fumio Matsuda berkata, dua daripada mereka telah dikejarkan ke hospital selepas cedera semasa memasang kabel elektrik di reaktor No. 3 di loji tersebut.

"Dua daripada mereka dimasukkan ke wad selepas didapati terdedah kepada radiasi setinggi 170 hingga 180 millisievert," katanya.

Dalam perkembangan berkaitan, Australia, Kanada dan Singapura hari ini menghentikan import makanan dari Jepun, selepas wap panas radioaktif tersebar dari loji nuklear di Fukushima dan meningkatkan kebimbangan di Tokyo.

Australia mengarahkan import makanan dari empat daerah berhampiran loji jana kuasa di timur laut Tokyo itu dihentikan termasuk rumpai laut, makanan laut, susu, produk tenusu, buah-buahan segar dan sayur-sayuran.

Singapura turut menggantung import produk tenusu dan makanan lain dari daerah Fukushima, Gunma, Ibaraki dan Tochigi, sementara Kanada memperketat kawalan import produk makanan dari kawasan sama.

Di loji jana kuasa Fukushima, juruteknik berjaya memulihkan bekalan elektrik di bilik kawalan reaktor No. 1, walaupun wap panas berwarna putih dilihat keluar dari empat reaktor loji tersebut.

Perkembangan baru itu membolehkan pekerja menggunakan dua bilik kawalan utama di reaktor No.1 dan No. 3 yang terpaksa diabaikan sebelum ini selepas beberapa siri letupan selain masalah pembebasan radiasi yang berlaku. - AFP/AP

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Malaysian Insider :: World

sumber :-

The Malaysian Insider :: World


Thousands chant ‘freedom’ despite Assad reform offer

Posted: 24 Mar 2011 06:53 PM PDT

Shops shuttered up along a main commerical street in Deraa, March 21, 2011. — Reuters pic

DERAA, Syria, March 25 — President Bashar al-Assad yesterday made a rare public pledge to look into granting Syrians greater freedom as anger mounted following attacks by security forces on protesters that left at least 37 dead.

Despite the promise and the offer of large public pay rises, thousands of Syrians turned out to chant "freedom, revolution" in the centre of the southern city of Deraa, the focal point of protests against 48 years of Baath Party rule.

"The Syrian people do not bow," they also chanted around the main Omari mosque, shortly after security forces evacuated the building that they stormed on Wednesday.

Syrian opposition figures said the promises did not meet the aspirations of the people, and were similar to those repeated at regular Baath Party conferences, where committees would be formed to study reforms that then never saw the light of day.

"The leadership is trying to absorb the rage of the streets. We want to see reform on the ground," said a Deraa protester.

A hospital official said at least 37 people had been killed in Deraa on Wednesday when security forces opened fire on demonstrators inspired by uprisings across the Arab world that have shaken authoritarian leaders.

While an aide said Assad would study a possible end to 48 years of emergency rule, a human rights group said a leading pro-democracy activist, Mazen Darwish, had been arrested.

Announcing promises for reform in a manner that would have seemed almost unimaginable three months ago in Syria, Assad adviser Bouthaina Shaaban told a news conference that the president had not himself ordered his forces to fire on protesters:

"I was a witness to the instructions of His Excellency that live ammunition should not be fired, even if the police, security forces or officers of the state were being killed."

On January 31 Assad had said there was no chance that political upheavals then shaking Tunisia and Egypt would spread to Syria.

After the announcement yesterday, Syrian television showed a large procession of cars in Deraa driving in support of Assad, with pictures of the president plastered on the vehicles.

The Baath Party, which has ruled for half a century, will draft laws to provide for media freedoms, and will look at allowing other political movements. The party will also seek to lift living standards and consider ending the rule of emergency law.

Authorities released all those arrested in the Deraa region since the protests erupted, an official statement said, but it did not give a figure. The statement also said Assad ordered a 20 to 30 per cent salary rise for public employees across Syria.

Deraa killings

"When you first hear it you think they're making major concessions, but when you look at it you realise there's not a lot there besides the salary boost," said Joshua Landis, a Syria expert at Oklahoma University in the US. "You understand the regime is in a very difficult spot and they're flustered."

Security forces opened fire on hundreds of youths on the outskirts of Deraa on Wednesday, witnesses said, after nearly a week of protests in which seven civilians had already died.

The main hospital in Deraa, near the Jordanian border, had received the bodies of at least 37 protesters killed on Wednesday, a hospital official said. That brings the number killed to at least 44 in a week of protests.

About 20,000 people marched yesterday in the funerals for nine of those killed, chanting freedom slogans and denying official accounts that "armed gangs" were behind the killings and violence.

"Traitors do not kill their own people," they chanted. "God, Syria, Freedom. The blood of martyrs is not spilt in vain!"

As armed Syrian soldiers patrolled the streets, residents emptied shops of basic goods and said they feared Assad's government was intent on crushing the revolt by force.

Assad, a close ally of Iran, a key player in neighbouring Lebanon and supporter of militant groups opposed to Israel, had dismissed demands for reform in Syria, a country of 20 million. — Reuters

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Radiation injuries slow work at Japan’s nuclear plant

Posted: 24 Mar 2011 05:33 PM PDT

TOKYO, March 25 — Radiation injuries to three workers complicated the battle to control Japan's crippled nuclear plant yesterday, and heightened global anxiety over the worst atomic crisis in 25 years.

Hailed by Japanese as anonymous heroes braving unknown dangers, about 300 engineers have been working around the clock to stabilise the six-reactor Fukushima complex since an earthquake and tsunami struck two weeks ago.

But they had to pull out of some parts of the complex, 240km north of Tokyo, when three workers replacing a cable near reactor No. 3 were exposed to high contamination by standing in radioactive water yesterday, officials said.

Two were taken to hospital with possible radiation burns after the water seeped over their boots.

"We should try to avoid delays as much as possible, but we also need to ensure that the people working there are safe," said Japanese nuclear agency official Hidehiko Nishiyama.

Safety fears at the plant and beyond — radiation particles have been found as far away as Iceland — are compounding Japan's worst crisis since World War Two.

As well as causing the most serious nuclear accident since Chernobyl in 1986, the March 11 quake and ensuing tsunami left about 27,400 people dead or missing across the northeast.

Despite increased radiation reports, fears of a catastrophic meltdown at the Fukushima plant are receding.

Two of the reactors are now regarded as safe in what is called a cold shutdown. Four remain volatile, emitting steam and smoke periodically, but work is advancing to restart water pumps needed to cool fuel rods inside those reactors.

"It's much more hopeful," said Tony Roulstone, a nuclear energy expert at Cambridge University. "The most difficult thing is keeping the (spent-fuel) ponds cool, where they are using fire hoses."

Tokyo Electric Power Co (Tepco) said the three injured workers were carrying radiation meters but ignored an alarm when it rang. Engineers would be briefed again on safety.

"They are working in a harsh environment," Tepco official Akira Suzui said during an overnight briefing.

The crisis has raised apprehension about nuclear power both in Japan and beyond, and the government of the world's third-largest economy plans to review the industry.

"Public confidence in nuclear power plants has greatly changed," Chief Cabinet Secretary Yukio Edano, who has been the government's public face during the crisis, told Reuters.

"In light of that, we must first end this situation and then study (it) from a zero base."

Japan's 55 nuclear reactors provide about 30 per cent of its electric power. This had been expected

to rise to 50 per cent by 2030, among the highest in the world.

Radiation fears

Heightened by widespread public ignorance of the technicalities of radiation, alarm has been spreading.

Vegetable and milk shipments from the areas near the plant have been stopped, and Tokyo's 13 million residents were told this week not to give tap water to babies after contamination hit twice the safety level.

But it dropped back to safe levels the next day, and the city governor cheerily drank water in front of cameras at a water purifying plant.

Despite government reassurances and appeals for people not to panic, many shops saw bottled water flying off the shelves.

"Customers ask us for water. But there's nothing we can do," said Tokyo supermarket worker Masayoshi Kasahara.

In the latest contamination finds, Kyodo news agency said radioactive caesium 1.8 times higher than the standard level was found in a leafy vegetable grown at a Tokyo research facility.

Singapore said yesterday that it had found radioactive contaminants in four samples of vegetables from Japan.

Earlier, Singapore and Australia joined the United States and Hong Kong in restricting food and milk imports from the zone. Many other nations have tightened screening.

German shipping companies are avoiding Japan.    

'Things getting better'

The estimated US$300 billion (RM908 billion) damage from the quake and tsunami is the world's costliest natural disaster, dwarfing Japan's 1995 Kobe quake and Hurricane Katrina in New Orleans in 2005.

In Japan's north, more than a quarter of a million people are in shelters. Exhausted rescuers are still sifting through the wreckage of towns and villages, retrieving bodies and pulling out photos for the consolation of survivors.

Official numbers of dead and missing are revised up every day — 9,811 people confirmed dead and 17,541 missing by today.

Authorities are burying unidentified bodies in mass graves.

Amid the suffering, though, there was a sense that Japan was turning the corner in its humanitarian crisis. Aid flowed to refugees, and phone, electricity, postal and bank services began returning to the north, albeit sometimes by makeshift means.

"Things are getting much better," said 57-year-old Tsutomu Hirayama, with his family at an evacuation centre in Ofunato.

"For the first two or three days, we had only one rice ball and water for each meal. I thought, how long is this going to go on? Now we get lots of food, it's almost like luxury." — Reuters

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Berita Terkini

sumber :-

ANTARA - Berita Terkini


Sekjen PBB: Libya Tidak Patuhi Resolusi

Posted: 24 Mar 2011 05:49 PM PDT

Sekjen PBB Ban Ki-moon. (FOTO ANTARA/AFP PHOTO)

Berita Terkait

PBB, New York (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menilai bahwa dalam satu minggu terakhir ini Libya tidak mematuhi Resolusi 1973 Dewan Keamanan PBB, antara lain karena masih belum terlaksananya gencatan senjata seperti yang diamanatkan resolusi.

Hal itu diungkapkan Ban, Kamis, dalam sidang Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York, satu pekan setelah dewan beranggotakan 15 negara itu mengesahkan resolusi yang mengizinkan negara-negara anggota PBB menjalankan langkah apapun yang diperlukan dalam upaya melindungi warga sipil di Libya dari kekerasan pasukan pemerintah pimpinan Kolonel Muamar Gaddafi.

Ban menuturkan bahwa pihak-pihak berwenang Libya beberapa kali menyatakan mereka telah melakukan gencatan senjata.

Pernyataan itu, ungkapnya, juga diterimanya secara langsung dari perdana menteri Libya dalam percakapan melalui telpon pada Sabtu (19/3) kemarin.

"Kita tidak melihat ada bukti (gencatan senjata). Justru sebaliknya, pertempuran terus berlangsung antara lain di atau sekitar kota-kota Ajdabiya, Misratah dan Zitan," ujar Ban.

"Singkat kata, tidak ada bukti bahwa pihak-pihak berwenang Libya menjalankan langkah-langkah untuk memenuhi kewajiban mereka di bawah Resolusi 1970 atau 1973," tegasnya.

Dalam sidang Dewan hari Kamis, Sekjen juga mengungkapkan kekhawatirannya tentang perlindungan warga sipil serta dihormatinya hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.

"Tanda-tanda yang mengkhawatirkan antara lain terjadinya kasus-kasus penahanan, penghilangan orang, ancaman, hasutan --termasuk oleh Kolonel Gaddafi melalui televisi nasional," tuturnya.

Hal utama yang juga diungkapkan Ban dalam sidang DK-PBB adalah adanya kebutuhan mendesak menyangkut akses kemanusiaan di tengah situasi bahwa 330.000 orang telah meninggalkan Libya sementara para warga lainnya berada dalam kepungan pasukan Pemerintah.

"Tapi pihak berwenang Libya belum memberi izin bagi misi PBB untuk melakukan penilaian terhadap hal-hal apa saja yang dibutuhkan (warga setempat, red). Saya mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka untuk memberikan akses luas kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Ban mengungkapkan, utusan khususnya untuk Libya, Abdel-Elah al-Khatib pada Jumat (25/3) akan menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Uni Afrika di Addis Ababa untuk membicarakan masalah gencatan senjata dan penyelesaian politik di Libya.

Pertemuan itu akan dihadiri oleh wakil-wakil dari pemerintahan Libya dan pihak oposisi serta negara-negara dan organisasi kawasan terkait.
(TNY)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Agar Mobil Tetap Prima Meski Lama Ditinggal

Posted: 24 Mar 2011 05:00 PM PDT

Jumat, 25 Maret 2011 07:00 WIB | Dilihat 411 Kali

ilustrasi (Reuters)

Jakarta (ANTARA News) - Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan sebelum meninggalkan kendaraan anda dalam waktu lama misalnya berminggu-minggu.

Dengan memastikannya berada dalam keselamatan dan keamanan yang maksimum,  ketika anda pulang,  kendaraan itu tetap prima.Berikut tipsnya yang dikumpulkan dari beberapa sumber:

Tanki bensin harus terisi penuh
Tanki penuh akan mengurangi jumlah air yang diserap bensin.  BBM juga akan menguap dalam tingkat yang lebih rendah.

Ganti oli sebelum pergi
Pastikanlah anda mengganti oli sebelum anda menaruh mobil anda dalam garasi anda untuk waktu lama. Oli kotor di mobil dapat menyebabkan karat di dalam mesin.  Bahkan, bisa menyebabkan bearing rusak. Jika  mobil akan "nganggur sangat lama", cabut businya. Cara ini  mencegah ring piston membuat karat pada dinding silinder.

Lindungi mesin
Salah satu cara terbaik unutk melindungi wilayah mesin dari karat adalah melapisi semua permukaan metal dengan  pelumas semprot. Sebagai contoh, WD40 yang bisa menjadi pilihan yang bagus untuk menyemprot permukaan metal pada mobil anda.Pelumas itu  akan segera mengering dengan menyisakan film pelindung body karbon, gulungan dan penjapit selang.
(yud/A038)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi international.okezone.com

sumber :-

Sindikasi international.okezone.com


Massa Pro dan Anti Mubarak Kembali Bentrok

Posted: 24 Mar 2011 07:15 AM PDT

KAIRO - Ratusan massa pendukung dan penentang mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak kembali bentrok di Kairo. Kali ini bentrokan terjadi di depan Pengadilan Mesir, yang akan menentukan penghapusan nama Mubarak dari institusi pemerintah.


Polisi mengatakan sekira 200 orang pendukung Mubarak memenuhi gedung pengadilan tersebut, dengan diimbangi oleh sekira 300 massa penentang Mubarak. 


Tidak lama kemudian, kedua pihak yang bertikai ini saling melempar batu dan botol sebelumnya akhirnya polisi dan pihak militer melerai mereka. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi beberapa orang dilaporkan terluka. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (24/3/2011).


Para pendukung Mubarak mengatakan bahwa mantan presiden yang berkuasa selama tiga dekade tersebut sebagai pahlawan perang Israel tahun 1973 silam. Untuk itu Mubarak pantas untuk mendapatkan penghormatan.


Sementara pihak penentangnya menilai Mubarak sebagai pemimpin yang represif. Selain juga menanggap mantan presiden yang berusia 82 tahun ini sebagai pemimpin yang korup.


Persidangan sendiri akhir selesai tanpa ada keputusan apapun. Sidang ini ditunda untuk memberikan keputusannya hingga 14 April mendatang. 

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Protes Berlanjut di Suriah

Posted: 24 Mar 2011 06:07 AM PDT

DAMASKUS - Aksi protes menentang pemerintah terus berlanjut di Suriah. Protes kali ini juga ditujukan untuk mengecam tewasnya 15 warga dalam bentrokan yang terjadi antara pihak keamanan dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah.


Kondisi saat protes kali ini dikabarkan tegang dengan kehadiran pasukan pemerintah yang bersenjata lengkap tampak sigap menjaga di kota Daraa. Puluhan orang dikabarkan terlibat protes yang berlangsung di pusat kota ini. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (24/3/2011).


Terinspirasi pergolakan yang terjadi di Tunisia dan Mesir, protes menentang pemerintah di Daraa dan setidaknya empat kota lainnya merupakan protes terbesar sejak 1970 lalu.

Rezim Suriah saat ini dianggap sebagai rezim paling represif yang pernah berkuasa.
Pihak keamanan menanggapi aksi protes ini dengan kekerasan tanpa henti. 

Pada protes hari Rabu 23 Maret kemarin, 15 orang tertembak secara fatal yang menyebabkan mereka kehilangan nyawa di Kota Daraa. Namun setelah diselidiki kembali, ternyata korban tewas hingga hari ini bertambah menjadi 22 jiwa.


Sementara pihak rumah sakit setempat menolak memberitahu berapa jumlah korban terluka dalam bentrokan kemarin. Diperkirakan jumlah korban terluka melebihi dari puluhan jiwa.  

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berita Harian: Dunia

sumber :-

Berita Harian: Dunia


Kumpulan mafia bantu mangsa gempa, tsunami

Posted: 24 Mar 2011 03:28 PM PDT

Dunia

TOKYO: Kumpulan mafia Jepun turut membantu ketika negara itu mengalami saat genting akibat gempa bumi dan tsunami 11 Mac lalu apabila turut melakukan tugas sivik yang memerlukan kekuatan mental dan fizikal.

Sehari selepas gempa bumi, Inagawa-kai (kumpulan penjenayah terancang ketiga terbesar di Jepun yang diasaskan pada 1948) menghantar 25 trak empat tan dipenuhi lampin pakai buang, mee segera ramen, bateri, lampu picit, minuman dan keperluan harian ke kawasan Tohoku.

Seorang anggota Sumiyoshi-kai, kumpulan penjenayah kedua terbesar pula menawarkan perlindungan kepada warga asing. Yamaguchi-gumi, kumpulan jenayah terbesar Jepun di bawah kepimpinan Tadashi Irie, juga membuka pejabatnya di seluruh negara kepada orang awam dan menghantar trak dipenuhi bekalan, namun secara senyap-senyap.

Antara tengah malam 12 Mac dan awal pagi 13 Mac lalu, ahli Inagawa-kai di sini menghantar 50 tan bekalan ke Dewan Bandaraya Hitachinaka di daerah Ibaraki.

Bekalan termasuk mee cawan ramen, tauge, lampin pakai buang, teh dan air minuman. Perjalanan dari bandar ini mengambil masa 12 jam. Anggota Inagawa-kai di Kanagawa pula menghantar 70 trak ke kawasan Ibaraki dan Fukushima untuk menghantar bekalan di kawasan paras tinggi radiasi.

Secara keseluruhan, Inagawa-kai menggerakkan lebih 100 tan bekalan ke rantau Tohoku. Mereka ke kawasan terdedah radiasi tanpa sebarang perlindungan atau memakan pil potassium iodida.
Anggota Yamaguchi-gumi yang mana penulis temui berkata: "Tolong jangan kata apa-apa lagi berkenaan apa yang kami lakukan."

Bagi mereka yang tidak begitu mengenali yakuza, ia mungkin mengejutkan untuk mendengar sifat dermawan mereka, namun ini bukan kali pertama mereka menunjukkan semangat kemanusiaan.

Pada 1995 selepas gempa bumi Kobe, Yamaguchi-gumi paling aktif menyalurkan bekalan ke kawasan terjejas.

Mereka mengakui bekalan itu dibayar dengan wang hasil memeras penduduk di kawasan itu namun tiada siapa mampu nafikan mereka pantas apabila penduduk memerlukan bantuan.

Mungkin membingungkan bahawa yakuza, yang juga kumpulan penjenayah terancang, mendapatkan hasil daripada aktiviti haram seperti mengumpul wang perlindungan, mengugut, memeras dan penipuan, memiliki sifat sivik semula jadi.

Bagaimanapun, di Jepun sejak selepas perang mereka sentiasa memainkan peranan penting dalam memastikan keamanan. – Agensi


Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Syria terus tegang

Posted: 24 Mar 2011 03:27 PM PDT

Dunia

37 lagi maut ditembak anggota keselamatan

DERAA: Polis Syria melancarkan serangan tanpa henti ke atas sebuah kawasan yang melindungi penunjuk perasaan antikerajaan, menembak mati sekurang-kurangnya 37 orang dalam satu operasi sebelum fajar.

Anggota keselamatan melepaskan tembakan ke arah beratus-ratus belia di utara pintu masuk ke Deraa menjadikan 43 orang awam terbunuh sejak Jumaat lalu.

"Kami menerima semua mayat itu pada 5 petang semalam. Semuanya ada kesan ditembak," kata seorang pegawai hospital. Kelmarin, enam terkorban dalam serangan di masjid al-Omari selepas penunjuk perasaan berarak di jalanan menggesa pembaharuan dan kebebasan berpolitik, kata saksi.
Seorang aktivis yang berhubung dengan penduduk di sini berkata, polis menembak tiga lagi yang membantah di pusat bandar era Roman itu selepas matahari terbenam. Enam lagi mayat ditemui kemudian, kata aktivis.

Protes dipercayai daripada gelombang bantahan prodemokrasi di seluruh rantau Arab ketika ini. Anggota keselamatan bertindak melepaskan meriam air, gas pemedih mata, peluru getah dan peluru hidup terhadap penunjuk perasaan.

Ketika mangsa yang maut meningkat, penduduk dari perkampungan berhampiran iaitu Inkhil, Jasim, Khirbet Gazaleh dan al-Harrah cuba berarak ke sini malam kelmarin, namun ditembak anggota keselamatan.
Aktivis demokrasi menggunakan laman web sosial menggesa demonstrasi besar-besaran di seluruh negara hari ini, hari yang mereka gelar 'Jumaat Bermaruah.'

Jurucakap Jabatan Negara Amerika Syarikat, Mark Toner, berkata Washington terkejut dengan keganasan dan 'amat bimbang penggunaan kekerasan oleh kerajaan Syria, penindasan dan penahanan tanpa undang-undang bagi menghalang keupayaan rakyat melahirkan harapan mereka.'

Jawatankuasa Hak Asasi Manusia Syria berpusat di London melaporkan dalam laman webnya memetik sumber di sini bahawa pihak berkuasa Syria menembak dan membunuh anggota tentera Khaled al-Masri kerana enggan mematuhi arahan mengambil bahagian dalam serbuan di masjid al-Omari.

Televisyen tempatan menuduh sekumpulan 'samseng bersenjata' menyerang ambulans di bandar ini dan pasukan keselamatan membunuh empat penyerang dan mencederakan penduduk lain serta mengejar mereka yang melarikan diri.

Ia menafikan bahawa pasukan keselamatan menyerbu masjid, namun turut menunjukkan rakaman senjata, AK-47, bom tangan, peluru dan wang yang didakwanya dirampas dari dalam. – AP


Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS