Republika Online

sumber :-

Republika Online


Lagi dan Lagi, Israel Bangun 120 Pemukiman

Posted: 15 Feb 2011 06:23 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Dewan kota al-Quds (Yerusalem) telah menyetujui pembangunan 120 unit baru pemukim ilegal Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Bangunan yang konstruksinya telah mendapat lampu hijau pada Senin (14/2) kemarin, adalah untuk pop up dalam penyelesaian Ramot di Timor al-Quds, AFP melaporkan.

"Mereka menyetujui 120 unit rumah di Ramot ... ada dua izin resmi, satu untuk 56 unit perumahan dan lain untuk 64," kata Pepe Alalu partai Meretz.

Alalu mencatat bahwa keputusan komite kota itu tidak memerlukan dukungan Tel Aviv, yang mengatakan "itu telah final." Tel Aviv diduduki dan kemudian Timur Al-Quds dianeksasi dan setiap meter tanah Palestina lainnya di Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada 1967. Langkah ini telah diakui oleh komunitas internasional.

Persetujuan baru-baru ini merupakan yang terbaru dalam gelombang tanpa henti pekerjaan konstruksi Israel di kota, yang Permintaan Palestina sebagai ibukota negara masa depan mereka. Keputusan datang dalam menghadapi panggilan oleh PBB dan Uni Eropa yang telah mencela kegiatan permukiman sebagai tindakan yang ilegal, karena tempat mereka mengambil merupakan tanah Palestina yang diduduki.

Palestina mengatakan bahwa upaya konstruksi dimaksudkan untuk mencegah pembentukan suatu Negara independen Palestina - yang telah diakui oleh banyak negara. Israel menolak untuk memperpanjang pembekuan parsial pada penyelesaian proyek perluasan pada akhir September, sehingga mengulur pembicaraan langsung yang disponsori AS dengan Otorita Palestina (PA), yang telah kembali awal bulan di Washington.

Mengacu pada suara Senin, juru bicara PA Ghassan Khatib mengatakan tindakan otorisasi tidak biasa, tetapi bersikeras bahwa "tidak mengubah fakta bahwa ini semua ilegal dan tidak bisa diterima."

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Meski Mubarak Mundur, Mesir Tetap Dikuasai Antek-antek Israel

Posted: 15 Feb 2011 06:14 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Wakil Ikhwanul Muslimin Mesir di Inggris, Mohammad Ghanim mengatakan militer Mesir memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel. Mohammad Ghanim dalam wawancaranya dengan Press TV menandaskan, meski Hosni Mubarak mundur, namun hingga kini yang berkuasa di Mesir masih antek-antek Israel.

Ia mengatakan, pemilihan Ahmad Shafiq sebagai pedana menteri adalah langkah keliru dan tidak pada tempatnya. Ia diangkat oleh Mubarak dan seorang militer serta tidak memiliki kelayakan untuk menempati posisi ini khususnya sebagai wakil dari rakyat revolusioner Mesir.

Wakil Ikhwanul Muslimin di Mesir ini menambahkan, militer bukan politikus dan tanggung jawab menjalankan
pemerintahan transisi sangat sulit bagi mereka. Seraya mengisyaratkan sejumlah besar tuntutan rakyat yang belum dipenuhi, Ghanim mengatakan, pihaknya akan memengakkan penuh demokrasi di Mesir sehingga yang berperan dalam pemerintahan adalah rakyat.

Ia juga meminta Dewan Tinggi Militer menarik simpati rakyat dengan menghubungi wakil-wakil terpercaya rakyat dan berunding dengan mereka. Mohammad Ghanim menandaskan, Perjanjian Perdamaian Camp David dan perjanjian serupa lainnya ilegal. "Mubarak adalah antek dan pelayan Rezim Zionis Israel," ungkap Ghanim.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Lagi dan Lagi, Israel Bangun 120 Pemukiman

Posted: 15 Feb 2011 06:23 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Dewan kota al-Quds (Yerusalem) telah menyetujui pembangunan 120 unit baru pemukim ilegal Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Bangunan yang konstruksinya telah mendapat lampu hijau pada Senin (14/2) kemarin, adalah untuk pop up dalam penyelesaian Ramot di Timor al-Quds, AFP melaporkan.

"Mereka menyetujui 120 unit rumah di Ramot ... ada dua izin resmi, satu untuk 56 unit perumahan dan lain untuk 64," kata Pepe Alalu partai Meretz.

Alalu mencatat bahwa keputusan komite kota itu tidak memerlukan dukungan Tel Aviv, yang mengatakan "itu telah final." Tel Aviv diduduki dan kemudian Timur Al-Quds dianeksasi dan setiap meter tanah Palestina lainnya di Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada 1967. Langkah ini telah diakui oleh komunitas internasional.

Persetujuan baru-baru ini merupakan yang terbaru dalam gelombang tanpa henti pekerjaan konstruksi Israel di kota, yang Permintaan Palestina sebagai ibukota negara masa depan mereka. Keputusan datang dalam menghadapi panggilan oleh PBB dan Uni Eropa yang telah mencela kegiatan permukiman sebagai tindakan yang ilegal, karena tempat mereka mengambil merupakan tanah Palestina yang diduduki.

Palestina mengatakan bahwa upaya konstruksi dimaksudkan untuk mencegah pembentukan suatu Negara independen Palestina - yang telah diakui oleh banyak negara. Israel menolak untuk memperpanjang pembekuan parsial pada penyelesaian proyek perluasan pada akhir September, sehingga mengulur pembicaraan langsung yang disponsori AS dengan Otorita Palestina (PA), yang telah kembali awal bulan di Washington.

Mengacu pada suara Senin, juru bicara PA Ghassan Khatib mengatakan tindakan otorisasi tidak biasa, tetapi bersikeras bahwa "tidak mengubah fakta bahwa ini semua ilegal dan tidak bisa diterima."

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Meski Mubarak Mundur, Mesir Tetap Dikuasai Antek-antek Israel

Posted: 15 Feb 2011 06:14 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID, Wakil Ikhwanul Muslimin Mesir di Inggris, Mohammad Ghanim mengatakan militer Mesir memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel. Mohammad Ghanim dalam wawancaranya dengan Press TV menandaskan, meski Hosni Mubarak mundur, namun hingga kini yang berkuasa di Mesir masih antek-antek Israel.

Ia mengatakan, pemilihan Ahmad Shafiq sebagai pedana menteri adalah langkah keliru dan tidak pada tempatnya. Ia diangkat oleh Mubarak dan seorang militer serta tidak memiliki kelayakan untuk menempati posisi ini khususnya sebagai wakil dari rakyat revolusioner Mesir.

Wakil Ikhwanul Muslimin di Mesir ini menambahkan, militer bukan politikus dan tanggung jawab menjalankan
pemerintahan transisi sangat sulit bagi mereka. Seraya mengisyaratkan sejumlah besar tuntutan rakyat yang belum dipenuhi, Ghanim mengatakan, pihaknya akan memengakkan penuh demokrasi di Mesir sehingga yang berperan dalam pemerintahan adalah rakyat.

Ia juga meminta Dewan Tinggi Militer menarik simpati rakyat dengan menghubungi wakil-wakil terpercaya rakyat dan berunding dengan mereka. Mohammad Ghanim menandaskan, Perjanjian Perdamaian Camp David dan perjanjian serupa lainnya ilegal. "Mubarak adalah antek dan pelayan Rezim Zionis Israel," ungkap Ghanim.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi news.okezone.com

sumber :-

Sindikasi news.okezone.com


1.169 Pohon Ganja Ditemukan di Garut dalam Sebulan

Posted: 14 Feb 2011 11:07 PM PST

GARUT - Ribuan pohon ganja ditemukan di dua ladang berbeda di pegunungan Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Diduga sebanyak 1.169 batang pohon itu ditanam dengan bibit dari Aceh.

Polisi memastikan ganja-ganja ini masuk ke wilayah Kabupaten Garut melalui jalur Kabupaten Cianjur atau dari selatan.

"Jika mengurut kronologis peredaran ganja di Garut, kami menduga ganja-ganja ini merupakan kiriman atau bibit dari Aceh. Jalur peredarannya masuk melalui jalur lintas Sumatera, Pelabuhan Merak, Jakarta, Bogor, Cianjur, Garut wilayah selatan, kemudian ditanami di Kecamatan Cikajang. Setelah panen, baru beredar di kawasan perkotaan Garut. Artinya, saat masuk ke wilayah Garut, para pelaku mengambil jalur pegunungan agar tidak terkena razia di daerah perkotaan," ungkap Kasat Narkoba Polres Garut AKP Nurjaman, kemarin.

Dijelaskan dia, jalur peredaran ganja ini pihaknya berdasarkan penyelidikan aparat kepolisian di kawasan Garut Selatan serta perbatasan antara Garut dan Cianjur.

Minimnya pengawasan petugas di kawasan Garut Selatan disinyalir menjadi penyebab para pelaku tidak melalui jalur Bandung dan perkotaan Garut.

"Kalau melalui jalur Kota Garut tidak mungkin, mengingat ketatnya pengawasan. Para pelaku memilih jalur ini karena memang daerahnya sepi," jelas Nurjaman.

Pohon-pohon ganja ini sudah termasuk dari 278 batang yang ditemukan dari ladang ganja di Gunung Legok Burak, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, pada Minggu, 16 Januari lalu dan 891 batang dari ladang di Puncak Gede Blok Mandalagiri, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang yang ditemukan pada Sabtu, 12 Februari lalu. Polisi sampai saat ini masih belum menemukan para pelaku.

Sementara itu, Dandim 0611 Garut Letkol Arm Edy Yusnandar mengatakan, dalam satu pekan ini pihaknya akan menyusuri kembali kawasan yang diduga menjadi lokasi penanaman ganja. Adapun penyisiran yang akan dilakukan pihaknya tersebut setidaknya berada di dalam radius 10 kilometer dari lokasi penemuan dua ladang ini.

"Kami menargetkan, selama satu pekan ini akan terus melakukan penyisiran dalam radius 10 kilometer dari dua ladang yang ditemukan. Kami khawatir masih ada lagi ladang ganja lainnya di kawasan hutan ini," ujarnya.
(Fani Ferdiansyah/Koran SI/ton)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Koridor VI Jalur Tengkorak, Bus TransJ Berhati-Hati

Posted: 14 Feb 2011 11:03 PM PST

JAKARTA - Peristiwa tertabraknya bocah SD oleh bus Transjakarta di Koridor VI masih hangat dalam ingatan. Mengantisipasi itu, sopir bus Transjakarta mengurangi kecepatan.

"Protap awal 50 km per jam untuk 80 penumpang. Tapi sejak kejadian itu, kami kurangi jadi 30 km per jam," kata pengawas operator bus Koridor VI shelter Ragunan, Khairul Fahmi, saat berbincang dengan okezone, Selasa (15/2/2011).

Sebelumnya, pihak Transjakarta juga selalu mengimbau para sopir busnya untuk berhati-hati jika melewati jalur Ragunan-Mampang.

"Itu memang jalur tengkorak. Karena banyak warga yang menyeberang sembarangan. Di situ juga banyak bus-bus reguler yang masuk jalur busway,"

Melalui radio yang menjadi alat komunikasi sopir, pihak Transjakarta terus melakukan imbauan Pancar Mata Pancar Telinga. Dalam arti, mewaspadai mata dan telinga saat mengendarai bus Transjakarta.

Sementara, secara psikologi, sopir bus Transjakarta mengaku tidak terpengaruh dengan peristiwa yang membuat rekannya dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian. Mereka tetap bekerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan Transjakarta.

"Kami sudah jalani protap. Kalau ada yang menyeberang kami juga sudah klakson. Tapi percuma, orang tetap saja menyeberang," kata salah seorang sopir, Roni, dalam perbincangan di shelter Ragunan.

Roni dan rekan-rekannya berharap pihak Transjakarta memagari jalur bus yang akan dilewati mereka. Selain itu, mereka berharap ketertiban warga untuk menyeberang pada tempatnya.

"Pengennya warga, menyeberang di tempat penyeberangan. soalnya di situ tidak ada pagar pembatas. Jadi orang bisa menyeberang sembarang," ujar Roni.

"Saya sih seram kalau dengar seperti itu (kasus bus Transjakarta menabrak bocah SD). Intinya sih fasilitas dilengkapi, pagar jalur dan jembatan penyeberangan. Agar warga lebih tertib," kata sopir lainnya, Purnama, menimpali perbincangan.(hri)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPASentertainment

sumber :-

KOMPASentertainment


Ini Lho, Judul Film 'Reboot' Spider-Man Terbaru

Posted: 14 Feb 2011 11:28 PM PST

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Perusahan film Sony Pictures akhirnya secara resmi mengumumkan judul dari film 'reboot' Spider-Man terbaru. Film yang dibuat ulang itu akan diberi judul The Amazing Spider-Man. Judul tersebut diambil dari judul buku komik orisinal.

Tak hanya itu, pihak perusahan juga merilis secara serempak foto Andrew Garfield sebagai Spider-Man yang muncul dengan menggunakan kostum tokoh jagoan, yang merupakan altar-ego dari tokoh seorang pemuda bernama Peter Parker .

Film ini akan mengisahkan perjalanan Parker mulai menemukan kekuatannya. Tak hanya dibintangi Garfield, film yang penyutradaraannya kali ini dipercayakan kepada sutradara Marc Webb ini, juga diperkuat oleh aktris Emma Stone, Rhys Ifans, Martin Sheen, Denis Leary, Campbell Scott, Irrfan Khan dan Sally Field.

Emma Stone akan berperan sebagai Gwen Stacey, kekasih SMA Parker sebelum ia akhirnya menemukan sosok perempuan yang diidolakannya dan menjadi ikon di film tersebut,  Mary Jane.  

Dalam rilis yang diterbitkan Senin (14/2/2011), diwartakan proses penggarapan The Amazing Spider-Man sudah dimulai dan akan dikemas dalam format 3D.

Film yang penggarapan skenarionya ditulis James Vanderbilt, Alvin Sargent dan Steve Kloves, berdasarkan buku komik Marvel karya Stan Lee dan Steve Ditko, itu rencananya akan dirilis pada 3 Juli 2012. 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ashton Kutcher Merasa Diremehkan George W. Bush

Posted: 14 Feb 2011 04:29 PM PST

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Bisa duduk berdekatan dengan mantan orang nomor satu Amerika Serikat boleh jadi hal yang membanggakan. Tapi hal tersebut tak berlaku bagi aktor bengal Ashton Kutcher.

Saya pikir dia enggak begitu suka dengan saya

-- Ashton Kutcher

Saat menyaksikan Super Bowl pekan lalu, tak disangka ia duduk berdekatan dengan  mantan Presiden AS George W. Bush. Posisi suami aktris Demi Moore itu berada di belakang samping kanan Bush.

Entah karena sedang sensi, Kutcher menangkap kesan raut wajah Bush tak begitu senang saat melihat ia berada di dekatnya.  

Kepada  BBC Radio 1, Kutcher pun curhat ketika ia diwawancarai radio tersebut.  Katanya, ia mendapatkan reaksi yang kasar dari mantan orang nomor satu Amerika Serikat itu.  

"Saya pikir dia enggak begitu suka dengan saya," ungkapnya. "Dia sangat tak ramah dengan saya. Saya merasa sedikit diremehkan. Saya pikir ada kaitannya dengan apa yang saya katakan saat pemilihan presiden beberapa waktu lalu.  Saya pikir mungkin dia tak berkenan soal itu."  

Ya, saat pemilihan presiden Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Kutcher memang menjadi juru kampanye untuk Kerry/Edwards dari Partai Demokrat pada pemilihan 2004. Saat masa itu, bintang film No Strings Attached itu, sempat mengatakan kalau  usahanya mendukung  Kerry/Edwards, tak lain untuk menebus suaranya untuk Bush pada pemilihan tahun 2000.  

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPAS.com - Internasional

sumber :-

KOMPAS.com - Internasional


Polisi Iran-Demonstran Bentrok, 1 Tewas

Posted: 14 Feb 2011 10:29 PM PST

Polisi Iran-Demonstran Bentrok, 1 Tewas

Editor: yuli

Selasa, 15 Februari 2011 | 06:29 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Polisi Iran melepaskan tembakan gas air mata dan peluru cat ke arah para pengunjuk rasa antipemerintah di Teheran, Senin (14/2/2011), menurut para saksi mata dan laman Internet.

Sementara, kantor berita Fars melaporkan, satu orang pejalan kaki tewas terkena tembakan. Fars juga melaporkan sejumlah orang menderita luka-luka terkena tembakan.

Menurut kantor berita itu, aksi ilegal oleh para penjahat, kelompok munafik dan pendukung monarki menyebabkan kerusuhan itu.  Polisi bergerak ketika kerumunan pendukung oposisi berkumpul di Bundaran Azadi (Kebebasan) mulai meneriakkan "Matilah Diktator!"

Ini slogan yang ditujukan terhadap Presiden Mahmoud Ahmadinejad setelah hasil resmi pemilihan presiden 2009 membawanya ke masa kepresidenan kedua. Hasil pemilihan itu dipertentangkan oleh oposisi.

Menurut laman pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi, Kaleme.com, berdasarkan "laporan yang belum dikonfirmasi, ratusan orang pengunjuk rasa ditahan di Teheran." Hingga sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak berwenang.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

2 Tentara Inggris Tewas Terbakar

Posted: 14 Feb 2011 08:45 PM PST

Afghanistan

2 Tentara Inggris Tewas Terbakar

Editor: yuli

Selasa, 15 Februari 2011 | 04:45 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Dua tentara Inggris tewas dalam kebakaran di sebuah markas penting Inggris di Afghanistan selatan, Senin (14/2/2011).

Kementerian Pertahanan Ingris di London mengumumkan, kedua tentara dari Korps Logistik Kerajaan itu terperangkap dalam kebakaran di Kamp Bastion di Provinsi Helmand. Kementerian itu mengatakan mereka yakin tidak ada aksi musuh terlibat.

Kematian itu menjadikan 356 jumlah tentara Inggris yang tewas sejak operasi di Afghanistan dimulai pada Oktober 2001. Dari jumlah itu, sedikitnya 312 tewas karena tindakan musuh. "Insiden ini sekarang sedang diselidiki," kata juru bicara Kamp Bastion Komandan Penerbang Martin Tinworth.

"Dua tentara itu terlibat dalam kerja bantuan sangat penting bagi pasukan Inggris yang terus menimbulkan harapan dan stabilitas di Afghanistan. "Duka cita sepenuh hati kami pada keluarga dan teman-teman kedua tentara itu pada waktu yang sangat menyedihkan ini."

Keluarga dekat tentara-tentara itu telah diberitahu. Mereka adalah tentara militer Inggris ketujuh dan kedelapan yang tewas di Afghanistan tahun ini.

Inggris memiliki sekitar 9.500 tentara di Afghanistan, menjadikan negara itu penyumbang terbesar kedua setelah Amerika Serikat pada Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan Pakta Pertahahan Atlantik Utara (NATO).

Mereka bermarkas di Helmand tengah, memerangi gerilyawan Taliban dan melatih pasukan keamanan setempat yang makin bertambah.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Mancanegara

sumber :-

ANTARA - Mancanegara


Komentar Hillary Soal Militer Mesir

Posted: 14 Feb 2011 08:03 PM PST

Hillary Clinton (ANTARA/REUTERS/Sultan Alhasani)

Langkah-langkah yang telah mereka ambil sejauh ini meyakinkan, tapi masih ada jalan panjang yang harus dilalui, dan Amerika Serikat telah menyatakan dengan jelas siap untuk membantu dengan cara apapun yang sesuai

Berita Terkait

Washington (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Senin, mengatakan militer Mesir sejauh ini telah mengambil langkah-langkah yang "meyakinkan" menuju reformasi demokratis, namun tetap mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan menawarkan bantuan AS.

"Ini adalah saat yang sangat menantang untuk militer Mesir," kata Hillary kepada wartawan saat berkunjung ke Kongres AS, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Langkah-langkah yang telah mereka ambil sejauh ini meyakinkan, tapi masih ada jalan panjang yang harus dilalui, dan Amerika Serikat telah menyatakan dengan jelas siap untuk membantu dengan cara apapun yang sesuai,"katanya.

Hillary mengutip hubungan antara militer Washington dan Kairo yang telah berlangsung lama, yang disebut oleh para ahli sebagai faktor kunci dalam upaya militer Mesir menangani aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengakhiri masa kekuasaan mantan Presiden Hosni Mubarak selama tiga dasawarsa.

"Saya pikir militer Mesir menunjukkan komitmen yang sangat kuat untuk rakyat Mesir dalam upayanya membatasi dan memberikan dukungannya terhadap hak mereka untuk berunjuk rasa," kata diplomat tertinggi AS itu .

"Mereka sekarang sedang diminta untuk menunjukkan tanggung jawab yang tidak ada dalam buku panduan untuk perwira muda - bagaimana memimpin sebuah negara menuju suatu transisi yang damai, penuh arti dan tertib, untuk masa depan yang demokratis, "katanya.

"Sejauh ini mereka telah menunjukkan keseriusan tujuan dan komitmen untuk menyelenggarakan masa transisi yang kita harapkan akan mengarah pada pemilihan umum yang bebas dan adil" dan untuk reformasi demokrasi yang luas dan pemerintah yang inklusif, kata Clinton.

"Kami akan terus bekerja, bukan hanya dengan militer, tapi juga dengan masyarakat sipil dari berbagai perwakilan dari seluruh penjuru Mesir secara mendalam," katanya.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Penguasa Militer Mesir Beraksi

Posted: 14 Feb 2011 07:16 PM PST

Seorang pendukung oposisi bersujud di hadapan tentara Mesir di Lapangan Tahrir, Kairo (FOTO ANTARA/REUTERS/Goran Tomasevic)

Saya telah dipilih oleh Dewan Militer Tertinggi guna memimpin komisi untuk amandemen konstitusi

Berita Terkait

Video Terkait

Kairo (ANTARA News) - Penguasa militer baru Mesir beraksi dengan mengangkat seorang pensiunan hakim, yang tersohor dalam dunia peradilan karena pandangan independennya, untuk mengepalai komite yang dibentuk guna mengajukan perubahan konstitusi.

Pensiunan hakim bernama Tareq al-Bishry merupakan seorang pendukung peradilan independen, walaupun para pakar hukum mengatakan peradilan Mesir menjadi sasaran intervensi politik ketika rezim Hosni Mubarak berkuasa selama 30 tahun yang berakhir pada Jumat, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Saya telah dipilih oleh Dewan Militer Tertinggi guna memimpin komisi untuk amandemen konstitusi," kata Bishry kepada Reuters pada Selasa, tanpa menjelaskan lebih rinci lagi tentang hal itu.

Dewan Militer Tertinggi, yang mengambil kendali pemerintahan Mesir sejak nundurnya Mubarak, mengatakan dalam sebuah komunike pada Minggu yang membentuk sebuah komite untuk mengubah beberapa pasal dalam konstitusi serta membuat aturan main untuk pemilihan umum dalam masa transisi itu.

Sejumlah aktivis muda mengatakan pada Minggu bahwa dewan militer telah memberitahu mereka bahwa amandemen konstitusi akan segera dirancang serta akan menggelar pemilihan umum dalam jangka waktu dua bulan. Seorang sumber militer mengatakan bahwa tenggat waktu dua bulan merupakan jangka waktu yang umum.

Konstitusi sekarang, yang telah dibekukan oleh dewan militer, terancang untuk menjamin Mubarak dan sekutunya berada dalam lingkar kekuasaan. Amandemen yang ditambah ketika ia berkuasa semakin memperkuat cengkramannya terhadap kekuasaan.

Sebagai contoh, satu amandemen yang memungkinkan pemilihan presiden multi kandidat pada 2005 dirumuskan secara hati-hati agar tidak ada tantangan realistis yang dapat mengalahkan Mubarak.

Pemrotes telah meminta beberapa perubahan, termasuk menjadikan pemilihan presiden secara jujur dan membatasi masa jabatan presiden. Mubarak menjabat selama lima kali dari enam tahun masa kepresidenan dan sebelumnya diperkirakan akan mencapai yang keenam.

Setelah pemilihan parlemen pada 2000, Bishry mengatakan sistem peradilan harus diberikan kuasa untuk mengawasi jalannya pemungutan suara.

Namun justru sebaliknya, para hakim terpinggirkan dalam proses pemungutan suara pada rezim Mubarak. Dalam pemilihan parlemen November 2010 yang jelas terlihat curang, hakim tidak ditempatkan di tempat pemungutan suara (TPS), dan para pemantau pemilu mengatakan kotak suara telah terisi sebelum rakyat memilih.

Perubahan konstitusi lainnya yang diminta oleh pemrotes akan membolehkan kelompok independen untuk memantau pemilihan umum.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Berita Terkini

sumber :-

ANTARA - Berita Terkini


Penguasa Militer Mesir Beraksi

Posted: 14 Feb 2011 07:16 PM PST

Seorang pendukung oposisi bersujud di hadapan tentara Mesir di Lapangan Tahrir, Kairo (FOTO ANTARA/REUTERS/Goran Tomasevic)

Saya telah dipilih oleh Dewan Militer Tertinggi guna memimpin komisi untuk amandemen konstitusi

Berita Terkait

Video Terkait

Kairo (ANTARA News) - Penguasa militer baru Mesir beraksi dengan mengangkat seorang pensiunan hakim, yang tersohor dalam dunia peradilan karena pandangan independennya, untuk mengepalai komite yang dibentuk guna mengajukan perubahan konstitusi.

Pensiunan hakim bernama Tareq al-Bishry merupakan seorang pendukung peradilan independen, walaupun para pakar hukum mengatakan peradilan Mesir menjadi sasaran intervensi politik ketika rezim Hosni Mubarak berkuasa selama 30 tahun yang berakhir pada Jumat, sebagaimana dikutip dari Reuters.

"Saya telah dipilih oleh Dewan Militer Tertinggi guna memimpin komisi untuk amandemen konstitusi," kata Bishry kepada Reuters pada Selasa, tanpa menjelaskan lebih rinci lagi tentang hal itu.

Dewan Militer Tertinggi, yang mengambil kendali pemerintahan Mesir sejak nundurnya Mubarak, mengatakan dalam sebuah komunike pada Minggu yang membentuk sebuah komite untuk mengubah beberapa pasal dalam konstitusi serta membuat aturan main untuk pemilihan umum dalam masa transisi itu.

Sejumlah aktivis muda mengatakan pada Minggu bahwa dewan militer telah memberitahu mereka bahwa amandemen konstitusi akan segera dirancang serta akan menggelar pemilihan umum dalam jangka waktu dua bulan. Seorang sumber militer mengatakan bahwa tenggat waktu dua bulan merupakan jangka waktu yang umum.

Konstitusi sekarang, yang telah dibekukan oleh dewan militer, terancang untuk menjamin Mubarak dan sekutunya berada dalam lingkar kekuasaan. Amandemen yang ditambah ketika ia berkuasa semakin memperkuat cengkramannya terhadap kekuasaan.

Sebagai contoh, satu amandemen yang memungkinkan pemilihan presiden multi kandidat pada 2005 dirumuskan secara hati-hati agar tidak ada tantangan realistis yang dapat mengalahkan Mubarak.

Pemrotes telah meminta beberapa perubahan, termasuk menjadikan pemilihan presiden secara jujur dan membatasi masa jabatan presiden. Mubarak menjabat selama lima kali dari enam tahun masa kepresidenan dan sebelumnya diperkirakan akan mencapai yang keenam.

Setelah pemilihan parlemen pada 2000, Bishry mengatakan sistem peradilan harus diberikan kuasa untuk mengawasi jalannya pemungutan suara.

Namun justru sebaliknya, para hakim terpinggirkan dalam proses pemungutan suara pada rezim Mubarak. Dalam pemilihan parlemen November 2010 yang jelas terlihat curang, hakim tidak ditempatkan di tempat pemungutan suara (TPS), dan para pemantau pemilu mengatakan kotak suara telah terisi sebelum rakyat memilih.

Perubahan konstitusi lainnya yang diminta oleh pemrotes akan membolehkan kelompok independen untuk memantau pemilihan umum.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Messi atau Ronaldo?

Posted: 14 Feb 2011 07:09 PM PST

Lionel Messi. (ANTARA/ AFP PHOTO/ LLUIS GENE)

Berita Terkait

Madrid (ANTARA News) - Perburuan mengenai siapa yang terbaik begitu kental di liga utama Spanyol. Setidak-tidaknya dua raksasa sepak bola Spanyol, baik Barcelona maupun Real Madrid, menempatkan seorang pemain sebagai pencetak gol terbanyak.

Lionel Messi (Barcelona) telah mengemas 24 gol, sementara seteru lawasnya  Cristiano Ronaldo (Real Madrid) memperoleh capaian sama. Tinggal menunggu siapa yang paling siap menyongsong datangnya Dewi Fortuna, Messi atau Cristiano Ronaldo? Hanya saja Messi tampaknya kian bersinar.

Berikut ini para pencetak gol dalam kompetisi Liga Spanyol (La Liga) hingga pertandingan yang berlangsung Senin malam waktu setempat, sebagaimana dikutip dari Reuters.

24 Lionel Messi (Barcelona)

Cristiano Ronaldo (Real Madrid)

15 David Villa (Barcelona)

13 Fernando Llorente (Athletic Bilbao)

12 Pedro (Barcelona)

Giuseppe Rossi (Villarreal)

10 David Trezeguet (Hercules CF)

Nilmar (Villarreal)

9 Felipe Caicedo (Levante)

Luis Fabiano (Sevilla)

Aduriz (Valencia)

8 Salomon Rondon (Malaga)

Frederic Kanoute (Sevilla)

Alvaro Negredo (Sevilla)

Diego Castro (Sporting Gijon)

7 Sergio Aguero (Atletico Madrid)

Diego Forlan (Atletico Madrid)

Andres Iniesta (Barcelona)

Nelson Haedo Valdez (Hercules CF)

Pablo Osvaldo (Espanyol)

Gonzalo Higuain (Real Madrid)

Leonardo Ulloa (Almeria)

6 Adrian Colunga (Getafe)

Miku (Getafe)

Luis Garcia (Espanyol)

Xavier Prieto (Real Sociedad)

Roberto Soldado (Valencia)
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Malaysian Insider :: World

sumber :-

The Malaysian Insider :: World


Iran police arrest dozens of protesters, says opposition

Posted: 14 Feb 2011 07:21 PM PST

TEHRAN, Feb 15 — Dozens of Iranian opposition supporters were arrested yesterday while taking part in a banned rally in Tehran to support popular uprisings in Egypt and Tunisia, according to an Iranian opposition website.

The rallies amounted to a test of strength for the reformist opposition, which had not taken to the streets since December 2009, when eight people were killed.

"Witnesses say in some parts of Tehran security forces arrested dozens of protesters," opposition leader Mirhossein Mousavi's Kaleme website reported.

Security forces fired teargas to scatter thousands of people marching towards a Tehran square, a witness said. There were also clashes between police and demonstrators, and dozens of arrests, in the city of Isfahan, another witness told Reuters.

"Death to the dictator," some of the Tehran protesters chanted, though other demonstrators marched in silence. Some chants drew comparisons between the Iranian leadership and the autocrats deposed in recent weeks in Tunis and Cairo.

Amnesty International condemned the authorities' reaction: "Iranians have a right to gather to peacefully express their support for the people of Egypt and Tunisia," it said.

Iranian Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei has called the uprisings in Egypt and Tunisia against secular, Western-allied rulers an "Islamic awakening", akin to the 1979 revolution that overthrew the US-backed shah in Iran.

But the opposition see events in Tunisia and Egypt as being like their own protests after the June 2009 election, which they say was rigged in favour of President Mahmoud Ahmadinejad.

Riot police

British Foreign Secretary William Hague said: "President Ahmadinejad . . . told the Egyptian people that they had the right to express their own views about their country. I call on the Iranian authorities to allow their own people the same right."

Large numbers of police wearing riot gear and security forces were stationed around the main squares of the capital and pairs of state militiamen roamed the streets on motorcycles.

There were minor clashes at some points across the sprawling capital city of some 12 million people, witnesses said. Mobile telephone connections were down in the area of the protests.

Video posted on the Internet showed young men, some holding sticks, gathered around overturned garbage bins, some of which were on fire. The demonstrators marched towards Azadi (Freedom) Square, a traditional rallying point for protests. Hundreds of marchers also gathered in Isfahan and Shiraz, witnesses said.

Security forces surrounded the homes of opposition leaders Mirhossein Mousavi and Mehdi Karroubi, preventing them joining the march, their websites said.

Noting official Iranian backing for demonstrations in Egypt and Tunisia, Mousavi and Karroubi asked permission to hold their own marches in solidarity. But authorities refused, wary of a repeat of the protests in 2009, which saw the greatest unrest since the revolution of 30 years earlier.

Turkish President Abdullah Gul, on a visit to Tehran, called on Middle Eastern governments to listen to their people.

The Iranian authorities accuse opposition leaders of being part of a Western plot to overthrow the Islamic system.

Describing events, state television said: "Hypocrites, monarchists, thugs and seditionists who wanted to create public disorder in Iran were arrested by our brave nation . . . These people set garbage bins on fire and damaged public property." — Reuters

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Egypt’s military eyes constitutional referendum

Posted: 14 Feb 2011 04:00 PM PST

Egyptian police protest, demanding higher wages, in front of the Interior Ministry in Cairo February 14, 2011. — Reuters pic

CAIRO, Feb 15 — Egypt's new military rulers have signalled their intent to share power with civilians and amend the constitution rapidly by popular referendum, opposition activists and British Foreign Secretary William Hague said yesterday.

Wael Ghonim, a Google executive detained, then released, for his part in the uprising that overthrew President Hosni Mubarak, said members of the military council had told him a plebiscite would be held on constitutional amendments in two months.

Hague said Prime Minister Ahmed Shafik had let him know that he would reshuffle his cabinet in the coming week to bring opposition figures into the line-up appointed by Mubarak last month.

Earlier, the ruling Higher Military Council urged workers to return to their jobs and help restart an economy damaged by the uprising, which ended Mubarak's 30-year autocratic rule but also sparked a growing wave of strikes.

In a televised address three days after Mubarak was forced to step down and hand power to the armed forces, a military spokesman appealed for national unity.

In "Communique No. 5" read out on state television, the spokesman said: "Noble Egyptians see that these strikes, at this delicate time, lead to negative results." It added that work stoppages were harming security and economic production.

The council now governing the Arab world's most populous nation called on "citizens and professional unions and the labour unions to play their role fully".

Egypt's generals, who played an important role in the anti-Mubarak revolt by refraining from crushing protests, are trying to return life to normal.

Political analysts questioned how long it would take to amend the constitution, stage a referendum and then hold elections to the legislature and executive.

The comments by Ghonim and Hague indicated a willingness to move swiftly, though sceptics will want to see real action. Hague also said Britain had received a request from Egypt to freeze the assets of the 82-year-old Mubarak.

"Victory march"

Pro-democracy leaders say Egyptians will demonstrate again if their demands for radical change are not met. They plan a big "Victory March" on Friday to celebrate the revolution — and perhaps to remind the military of the power of the street.

Using their new-found freedom of expression and protest, angry employees yesterday rallied in Cairo and other cities to complain about low pay and poor working conditions.

Protests, sit-ins and strikes have occurred at state-owned institutions across Egypt, including the stock exchange, textile and steel companies, media organisations, the postal service, railways, the Culture Ministry and the Health Ministry.

Workers cite a series of grievances. What unites them is a new sense of being able to speak out in the post-Mubarak era.

Hundreds of employees demonstrated outside a branch of the Bank of Alexandria in central Cairo yesterday, urging their bosses to "leave, leave!" in an echo of an anti-Mubarak slogan.

At least 500 people staged a wage protest outside the state television building.

The military cleared the last few dozen protesters from Cairo's Tahrir Square, nerve centre of anti-Mubarak protests.

But shortly after that, hundreds of police officers marched through to demonstrate solidarity with pro-democracy activists and again stopped traffic flowing through the city centre.

In a sign of nervousness, Egypt's stock exchange, closed since January 27 because of the turmoil, said it would remain shut until stability returned to the economy, an official said.

The military rulers called a bank holiday yesterday after disruption in the banking sector. Today is a national holiday to mark the Prophet Mohammad's birthday.

In a communique on Sunday, the military suspended the constitution and dissolved parliament, moves welcomed by those who saw both as tailored to reinforcing Mubarak's iron rule.

Egyptians generally respect the 470,000-strong military, which receives about US$1.3 billion (RM4 billion) a year in US aid and was shielded from public criticism or scrutiny in the Mubarak era. But some in the opposition still mistrust its intentions.

The top US military officer voiced admiration yesterday for the way Egypt's army had peacefully handled the power shift.

"I think they have handled this situation exceptionally well . . . it's been done peacefully, and we have every expectation that that will continue," Admiral Mike Mullen said.

Transition time frame

Free and fair elections would be held under a revised constitution, the military said. But it gave no timetable beyond saying that it would be in charge "for a temporary period of six months or until the end of elections to the upper and lower houses of parliament, and presidential elections".

"The Egyptian regime is still there, still controlled by old generals," political risk consultancy Stratfor said.

"They have promised democracy, but it is not clear that they mean it. If they mean it, it is not clear how they would do it, certainly not in a time frame of a few months."

As the "Revolution on the Nile" sent shock waves around the Middle East, troubling global financial markets worried about oil supplies, there were clashes in both Bahrain and Yemen, neighbours of the world's biggest oil exporter Saudi Arabia.

In Tehran, too, police fired teargas at demonstrators.

Some Iranian demonstrators demanded Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei suffer the same fate as the ousted Egyptian and Tunisian presidents: "Mubarak, Ben Ali, now it's your turn, Sayyed Ali!" they chanted, according to videos seen on YouTube.

Algeria said yesterday that a 19-year-old state of emergency there would be lifted in days, brushing off concerns that recent protests could escalate as in Tunisia and Egypt.

Egypt's army said it would lift the country's own hated state of emergency, implemented after the 1981 assassination of Mubarak's predecessor Anwar Sadat by Islamist soldiers and kept in place by Mubarak to stifle dissent. It has yet to say when this will happen, troubling pro-democracy campaigners.

"Old soldiers"

"The week began with an old soldier running Egypt," Stratfor said. "It ended with different old soldiers running Egypt with even more formal power than Mubarak had."

Any transition to democracy will be fraught with difficulty, and old ways of doing things may die hard in a country where the ruling party routinely rigged elections and candidates used bribery, hired thugs and dirty tricks to ensure victory.

Existing registered parties are mostly small, weak and fragmented. The Islamist Muslim Brotherhood, which under the now suspended constitution could not form a party, may be the best organised group but its true popularity has yet to be tested.

Its strength worries some in the United States, which backed Mubarak, as well as in Israel, for which Mubarak's Egypt was an important ally in a predominantly hostile region.

Other parties need at least a year for an election, said one politician who struggled to found a party under Mubarak.

"If parliamentary elections happen now, the only party ready to go into elections are the Muslim Brotherhood, as for the rest, they are not ready," said Abou Elela Mady, who broke away from the Brotherhood in the 1990s and tried four times to get official approval for his Wasat Party.

Ghonim said the army wanted young Egyptians to set up new political parties for the forthcoming elections. "The army encouraged youth to start serious steps to establish political parties that reflect their ideas and opinions," his report said.

The army has pledged to uphold Egypt's international obligations, which include a peace treaty with Israel. — Reuters

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Utusan Online - Luar Negara

sumber :-

Utusan Online - Luar Negara


Presiden Yemen tangguh lawatan

Posted:

Presiden Yemen tangguh lawatan

Presiden Yemen tangguh lawatan

SANAA 14 Feb. - Presiden Yemen yang berhadapan tekanan daripada penunjuk perasaan supaya meletakkan jawatan menangguhkan lawatannya ke Amerika Syarikat (AS) selepas pembangkang bersetuju menyambung semula rundingan dengan kerajaan, semalam.

Menurut pejabat Presiden yang dipetik oleh agensi berita kerajaan, Saba, Presiden Ali Abdullah Saleh (gambar) memutuskan untuk menangguhkan lawatan ke AS yang dijadual pada hujung Februari ini ekoran perkembangan terbaru di rantau ini.

Bagaimanapun, kedua-dua negara itu akan menetapkan tarikh lawatan baru, tambah kenyataan itu.

Pembangkang Yemen bersetuju menyambung semula rundingan yang digantung sejak Oktober lalu dengan kerajaan selepas rejim pemerintah berhadapan dengan tekanan yang semakin meningkat daripada penunjuk perasaan bagi menuntut peletakan jawatan Ali Abdullah Saleh.

Common Forum, perikatan kumpulan pembangkang Parlimen, 'bersedia untuk menandatangani rangka perjanjian' pada minggu ini dalam usaha menyambung semula dialog kebangsaan, menurut kenyataan yang diterima oleh AFP itu.

Draf perjanjian itu meminta pembentukan kerajaan perpaduan dan mengadakan dialog berhubung penyokong pemisahan Pergerakan Selatan, pemberontakan Syiah di utara Yemen dan anggota pembangkang yang hidup dalam buangan.

"Rundingan akan disambung semula pada peringkat ia digantung pada 31 Oktober lalu," kata Common Forum yang dianggotai oleh al-Islam yang merupakan pembangkang Islam terbesar di Yemen, Parti Sosialis Yemen dan beberapa parti kecil lain.

Sementara itu, beribu-ribu pelajar dan peguam yang mendesak perletakan Ali Abdullah Saleh hari ini bertempur dengan polis anti-keganasan bersenjatakan belantan serta pasukan keselamatan yang menggunakan dawai berduri bagi memaksa kumpulan itu meninggalkan bahagian tengah ibu negara Yemen ini.

Seorang wartawan AFP berkata, lebih 3,000 penunjuk perasaan berarak dari Sanaa University menuju ke Dataran Al-Tahrir bagi mendesak pengunduran Presidennya.

Jalan-jalan di sekitar dataran itu bergema dengan laungan 'Selepas mubarak, Ali', merujuk kepada penyingkiran Presiden Mesir, Hosni Mubarak selepas tunjuk perasaan selama 18 hari yang dilancarkan oleh beribu-ribu penduduk Mesir di Dataran Tahrir. - AFP

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Protes kali kedua di Algeria

Posted:

Protes kali kedua di Algeria

Protes kali kedua di Algeria

ALGIERS 14 Feb. – Pemimpin- pemimpin pembangkang Algeria yang dirangsang oleh kejayaan tunjuk perasaan di Tunisia dan Mesir mengumumkan akan menganjurkan perarakan protes kedua di Algiers Jumaat ini, tanpa mengendahkan pengharaman penganjuran demonstrasi di negara ini.

Koordinator Kebangsaan bagi Perubahan dan Demokrasi (CNCD), gabungan parti pembangkang, kumpulan hak asasi dan kesatuan tidak rasmi mengumumkan perarakan protes baru itu selepas pemimpin-pemimpin mereka mengadakan pertemuan, semalam.

Ia akan bermula di Dataran 1 Mei iaitu tempat di mana berlakunya tunjuk perasaan kelmarin, menurut Presiden Liga bagi Mempertahankan Hak Manusia (LADDH), Moustepha Bouchachi yang juga sebahagian daripada CNCD.

Sabtu lalu, hampir 30,000 polis menghalang perarakan protes yang disertai kira-kira 2,000 orang dari Dataran 1 Mei ke Dataran Syuhada sejauh empat kilometer.

Semalam, jurucakap CNDC, Khalil Moumene mengutuk apa yang disifatkannya sebagai tindakan kejam pasukan keselamatan dan penahanan aktivis pembangkang.

Sementara itu, Amerika Syarikat (AS) dan Jerman menggesa supaya pihak berkuasa Algeria tidak bertindak keterlaluan, sehari selepas operasi keselamatan besar-besaran menghalang 2,000 penunjuk perasaan berhimpun di Algiers.

"Kami memandang serius tunjuk perasaan yang berlaku di Algeria dan menggesa pasukan keselamatan tidak bertindak keras," kata jurucakap Jabatan Negara AS, Philip Crowley dalam satu kenyataan.

Menteri Luar Jerman, Guido Westerwelle pula memberitahu televisyen ARD mereka mengecam sebarang tindakan ganas ke atas penunjuk perasaan yang hanya mahukan kebebasan dan menuntut hak mereka.

CNCD mahu rejim Presiden Abdelaziz Bouteflika meletak jawatan dengan segera ekoran meningkatnya kadar pengangguran dan peningkatan kos hidup, alasan sama yang dibawa di Tunisia dan Mesir. – AFP

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi international.okezone.com

sumber :-

Sindikasi international.okezone.com


Bahrain Perketat Keamanan Halau Demonstran

Posted: 14 Feb 2011 04:31 AM PST

MANAMA – Pasukan keamanan Bahrain bersiaga di seluruh penjuru ibukota dan desa Muslim Syiah yang berada di sekitarnya untuk menghadang demontrasi yang dilakukan pihak oposisi hari ini.
 
Menurut saksi mata, demonstrasi di beberapa desa Syiah dimulai begitu mereka selesai shalat subuh pagi ini. Beberapa pos pemeriksaan menutup desa-desa dan beberapa unit kepolisian berpatroli di tempat-tempat perbelanjaan dan tempat umum lainnya pada Minggu (12/2/2011).
 
Bahrain sejauh ini merupakan satu-satunya negara Arab di Teluk Persia yang dikelilingi oleh kerusuhan karena demonstrasi di Timur Tengah yaitu Mesir dan Tunisia, dan demonstrasi besar yang muncul di Aljazair, Yordania, dan Yaman.
 
Polisi berjaga-jaga di setiap sudut Pearl di sekitar Manama, yang dianggap sebagai tempat yang memungkinkan untuk berdemonstasi.
 
Menurut penuturan pra saksi yang dikutip The Wall Street Jurnal, Senin (14/2/2011), di Sitra desa Syiah, beberapa mil dari ibukota, polisi anti huru-hara berpatroli di sepanjang jalan. Pria, wanita dan anak-anak langsung berdemo begitu selesai melaksanakan shalat subuh namun dihalangi begitu mereka memasuki jalan raya.
 
Mereka yang menolak membubarkan diri ditembak menggunakan gas air mata, suara bom dan peluru karet, dan beberapa diantara mereka ada yang terluka.
 
Pihak berwenang Bahrain mengatakan bahwa pasukan keamanan mengeluarkan perlawanan yang sesuai dalam pertempuran yang dimulai Minggu (13/2/2011).
 
"Jumlah polisi yang menghalangi sangat banyak, tapi kami memperlihatkan bahwa menggunakan kekerasan hanya akan membuat kami lebih kuat. Ini hanya permulaan, sore ini akan terjadi di seluruh wilayah Bahrain," kata Abdul Wahab Hussain, tokoh oposisi yang mengikuti demonstrasi. 
(faj)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Aktivis Mesir dan Militer Bicarakan Reformasi

Posted: 14 Feb 2011 03:34 AM PST

KAIRO - Aktivis dunia maya yang mengorganisir protes di Mesir melalui internet mengatakan, mereka telah membicarakan proses reformasi dengan pemerintah sementara Mesir yang dipegang oleh militer.


Sebelumnya pada hari Minggu 13 Februari pihak militer telah membekukan konstitusi dan menjanjikan akan menulis ulang konstitusi tersebut dalam waktu 10 hari. Militer juga berjanji akan melakukan referendum dalam waktu dua bulan ke depan.


Referendum atas konstitusi ini memang sejalan dengan keinginan perubahan menuju demokrasi yang diinginkan oleh para pengunjuk rasa.


Mahkamah Agung Militer Mesir telah menentukan waktu enam bulan untuk pemerintahan sementara ini mengadakan pemilu nasional. Namun kabinet yang dibentuk oleh mantan Presiden Mubarak akan terus menjabat, karena baru saja ditunjuk 31 Januari lalu.


"Kami telah bertemu dengan pihak militer mereka memberitahu pandangannya dan kami pun sebaliknya," ungkap eksekutif Google Wael Ghonim dan blogger Amr Salama dalam pernyataannya yang dikutip AFP, Senin (14/2/2011).


Masih belum jelas apa yang dibicarakan oleh para aktivis ini. Ghonim sendiri naik pamornya setelah ditahan selama 12 hari oleh pihak berwenang. Ia menjadi dikenal luas lewat pengakuannya selama ditahan, dan memicu protes besar-besaran yang pada akhirnya menyebabkan Mubarak turun dari jabatan Presiden Mesir.


Ghonim membantah dirinya saat ini memiliki ambisi politik mengingat dirinya kini dianggap sebagai pahlawan muda yang mendorong perubahan di Mesir. 

(faj)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS