Sindikasi news.okezone.com

sumber :-

Sindikasi news.okezone.com


Ganti Wakapolda Metro dalam Sepekan, Itu Revisi TR

Posted: 17 Feb 2011 11:27 PM PST

JAKARTA - Mabes Polri menegaskan pergantian Wakapolda Metro Jaya merupakan hal biasa. Brigjen Pol Heriawan baru sepekan menjabat Wakapolda Metro namun mendadak direvisi berdasarkan Surat Telegram Rahasia/119/II/2011, tanggal 17-2-2011.

Posisi Heriawan pun digantikan oleh Brigjen Pol Brigjen Pol Suhardi Alius yang sebelumnya menjabat Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtinpidter) Bareskrim Polri. 

"Itu namanya revisi TR (Telegram Rahasia), apabila ada perubahan atau kekeliruan akan direvisi," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana kepada wartawan, Jumat (18/2/2011).

Yoga mengatakan, penunjukkan Wakapolda Metro Jaya berdasarkan penilaian Kapolri dengan tim Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti)."Itu penilaian Kapolri dengan tim Wanjakti," sambung Yoga.

Sekadar diketahui, Brigjen Pol Heriawan yang sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya kini menjabat Direktur Sabhara Baharkam Polri.

Mutasi lainnya berdasarkan STR/119/II/2011, tgl 17-2-2011: Brigjen Pol Anas Yusuf dari posisi Karomisinter Divhubinter Polri menjadi Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dwi Priatno dari Dirsabhara Baharkam Polri menjadi Karomisinter Divhubinter Polri. Sedangkan Brigjen Pol Puji Hartanto Iskandar dari Analis Kebijakan Utama STIK Lemdikpol menjadi Irwil II Itwasum Polri.(hri)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ribuan Umat Islam Mulai Padati Bunderan HI

Posted: 17 Feb 2011 11:25 PM PST

JAKARTA - Ribuan umat Islam dari berbagai organisasi mulai memadati Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk mendesak pembubaran Ahmadiyah.

Massa berasal dari berbagai ormas, di antaranya Laskar Hijau, Front Pembela Islam (FPI), API, Hizbut Tahrir, dan Forum Umat Islam (FUI). Mereka terus menerus meneriakan agar Ahmadiyah dibubarkan.

Berdasarkan pantauan okezone, Jumat (18/2/2011), ribuan Massa tersebut berkumpul di air mancur bundaran HI. Massa membawa sejumlah poster bertuliskan 'Bubarkan Ahmadiyah', 'Revolusi Islam', "Kami ingin Revolusi Islam,".

Ribuan massa tersebut juga berorasi dengan menggunakan alat pengeras. Dalam orasinya mereka menyuarakan sejumlah pernyataan di antaranya, SKB 3 menteri yang tidak berlaku sama sekali karena sampai saat ini Ahmadiyah menyebarkan ajarannya.

"Kami ingin menegakkan akidah kami, Presiden harus segera mengeluarkan kepres pembubaran Ahmadiyah," teriak seorang orator.

Sementara itu pantauan lalu lintas di bundaran HI, terlihat kondisi lalu lintas padat merayap khususnya yang menuju Thamrin. Pasalnya sejumlah demonstran 'memakan' badan jalan ditambah lagi, kendaraan demonstran yang parkir sembarangan.

Polisi hingga saat ini masih berjaga-jaga di lokasi aksi tersebut.(ugo)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Polisi Pasang Kawat Berduri Depan Istana Merdeka

Posted: 18 Feb 2011 06:07 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Kepolisian memasang barikade kawat berduri di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/2) siang menyusul rencana aksi demonstrasi yang akan dilangsungkan Forum Umat Islam (FUI) di Bundaran Hotel Indonesia. Pada sekitar pukul 13:30 WIB, kepolisian mulai memasang barikade kawat berduri tersebut.

Sebanyak 100 anggota kepolisian dari satuan Brimob dan Samapta masih berada di sekitar kawasan istana untuk mengamankan aksi unjuk rasa itu. Demonstrasi massa FUI itu menuntut pembubaran Ahmadiyah. Aksi demonstrasi rencananya mulai digelar pada pukul 14:00 WIB di Bundaran Hotel Indonesia.

Pihak keamanan mengantisipasi bila aksi demonstrasi berlanjut ke Istana Merdeka. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Baharudin Djafar, sebelumnya menuturkan kepolisian mengerahkan 1.500 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa FUI. Polda Metro Jaya dan jajarannya termasuk Polres Metro Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan menempatkan petugas di sepanjang jalur kegiatan aksi demonstrasi.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Jamwas Eksaminasi Berkas Terpidana Bank Century

Posted: 18 Feb 2011 06:01 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Terungkapnya hukuman ringan terhadap terdakwa perkara penggelapan dan pencucian uang kredit Bank Century, Tariq Khan, pada rapat kerja Tim Pengawasan Bank Century DPR akan ditindaklanjuti Kejaksaan Agung. Jaksa Agung Muda Pengawasan, Marwan Effendy, mengaku akan mengeksaminasi berkas Tariq.

"Saya tadi pagi ditelepon Jaksa Agung dan diperintah untuk mengeksaminasi berkas Tariq Khan," ungkap Marwan seusai melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Masjid Baitul Adil, Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (18/2).

Menurut Marwan, eksaminasi itu dilakukan karena Tariq divonis dengan pidana sepuluh bulan penjara. Sementara, tuntutan jaksa satu tahun enam bulan. Marwan mempertanyakan jaksa yang tidak banding atas putusan hakim. Menurutnya, proses eksaminasi akan mengungkap apakah memang fakta hukum seperti itu atau ada faktor lainnya.

Perihal pemeriksaan, Marwan menegaskan hal tersebut akan dilakukan jika memang terdapat hal-hal mencurigakan dalam eksaminasi. "Kita eksaminasi berkasnya dulu. Kalau dari berkas-berkasnya itu nanti ada yang mencurigakan, baru kita lakukan."ujarnya.

Nama Tariq Khan muncul dalam rapat kerja antara Tim Pengawas Kasus Bank Century dengan dua terdakwa kasus Bank Century, Arga Tirta Kirana dan Linda Wangsa Dinata, Rabu (16/2). Dalam rapat tersebut, pengacara Linda, Sutedja Sugianto, mengungkapkan adanya ketidakadilan yang diterima oleh kliennya yang dituntut dengan pidana sepuluh tahun penjara dan denda sepuluh miliar.

Sutedja mengungkapkan terdapat nama Tariq Khan yang merupakan pemilik empat perusahaan fiktif penerima kucuran kredit Rp 360 Miliar dari Bank Century. Pasalnya, menurut Sutedja, Tariq hanya dituntut satu tahun penjara dan divonis dengan pidana sepuluh bulan penjara.

Selain itu, Sutedja mengungkapkan nama Haposan Hutagalung sebagai pengacara Tariq ketika itu. Saat ini, Haposan menjadi terpidana kasus mafia hukum Gayus HP Tambunan.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Republika Online

sumber :-

Republika Online


Polisi Pasang Kawat Berduri Depan Istana Merdeka

Posted: 18 Feb 2011 06:07 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Kepolisian memasang barikade kawat berduri di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/2) siang menyusul rencana aksi demonstrasi yang akan dilangsungkan Forum Umat Islam (FUI) di Bundaran Hotel Indonesia. Pada sekitar pukul 13:30 WIB, kepolisian mulai memasang barikade kawat berduri tersebut.

Sebanyak 100 anggota kepolisian dari satuan Brimob dan Samapta masih berada di sekitar kawasan istana untuk mengamankan aksi unjuk rasa itu. Demonstrasi massa FUI itu menuntut pembubaran Ahmadiyah. Aksi demonstrasi rencananya mulai digelar pada pukul 14:00 WIB di Bundaran Hotel Indonesia.

Pihak keamanan mengantisipasi bila aksi demonstrasi berlanjut ke Istana Merdeka. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Baharudin Djafar, sebelumnya menuturkan kepolisian mengerahkan 1.500 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa FUI. Polda Metro Jaya dan jajarannya termasuk Polres Metro Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan menempatkan petugas di sepanjang jalur kegiatan aksi demonstrasi.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Jamwas Eksaminasi Berkas Terpidana Bank Century

Posted: 18 Feb 2011 06:01 AM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Terungkapnya hukuman ringan terhadap terdakwa perkara penggelapan dan pencucian uang kredit Bank Century, Tariq Khan, pada rapat kerja Tim Pengawasan Bank Century DPR akan ditindaklanjuti Kejaksaan Agung. Jaksa Agung Muda Pengawasan, Marwan Effendy, mengaku akan mengeksaminasi berkas Tariq.

"Saya tadi pagi ditelepon Jaksa Agung dan diperintah untuk mengeksaminasi berkas Tariq Khan," ungkap Marwan seusai melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Masjid Baitul Adil, Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (18/2).

Menurut Marwan, eksaminasi itu dilakukan karena Tariq divonis dengan pidana sepuluh bulan penjara. Sementara, tuntutan jaksa satu tahun enam bulan. Marwan mempertanyakan jaksa yang tidak banding atas putusan hakim. Menurutnya, proses eksaminasi akan mengungkap apakah memang fakta hukum seperti itu atau ada faktor lainnya.

Perihal pemeriksaan, Marwan menegaskan hal tersebut akan dilakukan jika memang terdapat hal-hal mencurigakan dalam eksaminasi. "Kita eksaminasi berkasnya dulu. Kalau dari berkas-berkasnya itu nanti ada yang mencurigakan, baru kita lakukan."ujarnya.

Nama Tariq Khan muncul dalam rapat kerja antara Tim Pengawas Kasus Bank Century dengan dua terdakwa kasus Bank Century, Arga Tirta Kirana dan Linda Wangsa Dinata, Rabu (16/2). Dalam rapat tersebut, pengacara Linda, Sutedja Sugianto, mengungkapkan adanya ketidakadilan yang diterima oleh kliennya yang dituntut dengan pidana sepuluh tahun penjara dan denda sepuluh miliar.

Sutedja mengungkapkan terdapat nama Tariq Khan yang merupakan pemilik empat perusahaan fiktif penerima kucuran kredit Rp 360 Miliar dari Bank Century. Pasalnya, menurut Sutedja, Tariq hanya dituntut satu tahun penjara dan divonis dengan pidana sepuluh bulan penjara.

Selain itu, Sutedja mengungkapkan nama Haposan Hutagalung sebagai pengacara Tariq ketika itu. Saat ini, Haposan menjadi terpidana kasus mafia hukum Gayus HP Tambunan.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Mancanegara

sumber :-

ANTARA - Mancanegara


Pura-pura Diculik Supaya Dapat Tebusan

Posted: 17 Feb 2011 05:36 PM PST

Sao Paulo (ANTARA News) - Seorang perempuan Brazil berusia 25 tahun ditangkap karena dicurigai berbohong soal penculikan dirinya. Dia diduga ingin  mengantongi "uang tebusan" sebesar 360 dolar AS dari keluarganya, kata polisi kepada jejaring berita Brazil, G1, Kamis (17/2).

Perempuan yang namanya tak disebutkan itu  diduga memerlukan uang dalam jumlah yang sama untuk membayar bibinya. Ia telah mencuri uang itu dengan menggunakan kartu kredit milik bibinya, kata beberapa petugas.

Penculikan tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu (16/2), kata G1.

Perempuan itu meninggalkan pesan di kamar tidurnya, yang mengatakan ia "telah diculik". Setelah itu, dengan menggunakan telepon genggam ia menghubungi keluarganya dan menyatakan ia disekap oleh dua pria yang mengancam akan membunuh dia kalau uang tebusan tak dibayar.

Tapi, para penyelidik ragu dengan cerita perempuan tersebut.

"Ia mengganti pakaian sebelum meninggalkan rumah, membawa telepon genggamnya. Tak ada tanda orang masuk secara paksa di pintu dan orang lain di rumah itu tak mendengar suara apa pun," kata detektif Walter Guimaraes Filho sebagaimana dikutip oleh G1.

"Ia menggunakan teleponnya sendiri untuk mengatakan ia sudah dibebaskan, peristiwa penculikan yang tak pernah terjadi. Semua petunjuk tersebut mengarahkan polisi untuk tak percaya pada cerita perempuan itu," katanya.

Perempuan tersebut kini ditahan dengan dakwaan secara palsu mengumumkan adanya aksi kejahatan.
(C003/A011)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiga Mantan Menteri Mesir Ditangkap

Posted: 17 Feb 2011 05:30 PM PST

Berita Terkait

Video Terkait

Kairo (ANTARA News) - Mesir menahan tiga  mantan menteri masing-masing bekas menteri dalam negeri, pariwisata dan perumahan. Aparat juga menangkap seorang petinggi  partai berkuasa atas tuduhan korupsi, kata  Kantor Berita resmi Mesir, MENA, Kamis.

Jaksa penuntut umum memerintahkan mantan menteri dalam negeri Habib el-Adly, mantan menteri perumahan Ahmed el-Maghrabi dan bekas menteri pariwisata Zuheir Garana ditahan untuk pemeriksaan selama 15 hari, kata sumber pengadilan.

MENA mengutip sumber itu mengatakan bahwa Ahmed Ezz, mantan anggota senior dari Partai Demokrasi Nasional (NDP), juga ditahan untuk pemeriksaan 15-hari yang ditunda.

Dewan militer Mesir telah mengumumkan larangan perjalanan pada 43 anggota pemerintah saat ini dan mantan anggota pemerintah, menurut Al Arabia TV.
(H-AK/S004)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPASentertainment

sumber :-

KOMPASentertainment


Once Berharap Dewa 19 Mengerti Keputusannya

Posted: 18 Feb 2011 03:42 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis Elfonda Mekel atau Once, yang saat ini berkarier solo, berharap Dewa 19 bisa mengerti keputusannya untuk keluar dari band yang telah dihuninya sejak akhir 2001.

"Saya kira mereka mengerti. Ini perjalanan karier saya menekuni apa yang menjadi bagian perjalanan hidup saya. Ini bagian dari perjuangan saya memaksimalkan talenta saya," jelas Once dalam wawancara di sela latihan vokal untuk konser besar Masterpiece of Erwin Gutawa, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (17/2/2011).

Once sekaligus membantah bahwa ia keluar karena terjadi konflik dalam Dewa 19. "Enggak ada masalah, saya hanya merasa tidak optimal lagi. Saya rasa wajar, daripada diteruskan mending diganti. Yang jelas, buat saya ini sesuatu yang wajar, enggak usah dibesar-besarkan dan dipancing jadi konflik dan dibikin rumit," tegas pengganti Ari Lasso ini.

Once memandang perjalanan karier solonya sebagai masa depannya. "Ini sebuah perjalanan dan perjalanan saya masih panjang. Saya sekarang fokus bagaimana terus bernyanyi, terus berkarya, dan suara saya terdengar lebih optimal, agar bisa membawakan karya-karya dengan baik. Itu saja," ucapnya. "Ke depannya saya ingin lebih banyak karya lagi. Tujuan saya bukan untuk gaya-gayaan. Tujuan saya supaya saya bisa menyanyikan lagu-lagu sesuai dengan nada yang saya inginkan," pungkasnya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ini Dia Sosok Terbaru Tokoh Wonder Woman

Posted: 18 Feb 2011 02:38 AM PST

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Pencarian sutradara David E. Kelley untuk menemukan sosok perempuan yang pantas memerankan tokoh Wonder Woman akhirnya berakhir. Lantas kepada siapakah peran itu berlabuh?  Adrianne Palicki.

Yap, oleh Kelly, kreator Ally McBeal dan Boston Legal itu, Palicki dianggap aktris yang bisa memerankan tokoh itu. Palicki menjadi satu-satunya aktris yang dilibatkan dalam pencarian pemain. Artinya, Kelly yakin seratus persen bahwa Palicki adalah aktris cocok untuk memerankan tokoh altar ego dari milyuner Diana Themyscira.

Oktober tahun lalu, Kelly telah menandatangani kontrak dengan NBC untuk kembali membuat serial televisi dari salah satu karakter ikon DC Comics tersebut, yang pernah sukses di tahun 70-an.

Berbeda dengan serial pendahulunya, Wonder Woman akan dikemas dengan sentuhan yang lebih modern. Bagi Palicki, serial reboot ini akan memberi tantangan tersendiri. Pasalnya, ia akan memerankan tiga karakter sekaligus. Selain sebagai perempuan jagoan dan perempuan pebisnis Diana Themyscira, ia juga menyamar sebagai Diana Prince, yang tak lain asisten dari tokoh yang diperankannya itu.

Lynda Carter, pemeran Wonder Woman yang tenar di tahun 70-an, menyambut senang terpilihnya Palicki sebagai penerus dirinya. Lewat akun Twitter, ia mengucapkan selamat kepada aktris asal Amerika yang tenar lewat serial Friday Night Lights itu. "Congratulations Adrianne!" tulisnya pada Rabu (16/2/2011).

Palicki lebih dikenal sebagai bintang televisi. Perempuan kelahiran Toledo, Ohio, Amerika Serikat pada 6 Mei  1983, itu pamornya bersinar ketika memerankan karakter Tyra Collette dalam serial  Friday Night Lights di NBC.

Di layar lebar, Palicki juga ikut memperkuat film Legion dan membintang film horor  Breaking the Girl. Rabu pekan lalu, namanya diumumkan sebagai bintang Wonder Woman.

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KOMPAS.com - Internasional

sumber :-

KOMPAS.com - Internasional


Protes Berlanjut, 7 Tewas di Libya

Posted: 18 Feb 2011 03:30 AM PST

Protes Berlanjut, 7 Tewas di Libya

Penulis: Egidius Patnistik | Editor: Egidius Patnistik

Jumat, 18 Februari 2011 | 11:30 WIB

www.fotoinafrica.com

TERKAIT:

TRIPOLI, KOMPAS.com — Tujuh orang dilaporkan tewas di Benghazi, kota terbesar kedua Libya, Kamis (17/2/2011), dalam protes pada "Hari Kemarahan" yang berakhir dengan bentrokan antara para demonstran antipemerintah dengan pasukan keamanan.

"Tujuh demonstran tewas dalam demonstrai pada Kamis di Benghazi," kata seorang pejabat medis yang minta tidak disebutkan namanya. Ia tidak memberikan keterangan lebih rinci. Tak lama setelah itu surat kabar Quryna, yang dekat dengan putra pemimpin Libya Moamer Kadhafi, melaporkan jumlah korban tewas yang sama, dengan mengutip seorang pejabat keamanan.

Tembakan senjata meraung di beberapa bagian kota itu pada hari ketiga demonstrasi terhadap pemimpin Libya yang telah berkuasa dalam 42 tahun, kata Ramadan Briki, pemimpin redaksi surat kabar Quryna di Benghazi kepada AFP. "Itu pertama kalinya kami telah mendengar tembakan di kota ini," ujar Briki. "Mengingat kesulitannya, kami tidak bisa tahu apakah ada korban atau tidak."

Secara terpisah, sejumlah pengacara berdemonstrasi di depan sebuah gedung pengadilan di Benghazi untuk meminta konstitusi bagi negara itu. Laman internet Al-Youm dan Al-Manara, yang memantau di Nikosia, menyatakan sedikitnya empat orang tewas di kota Al-Baida, 200 kilometer di timur Benghazi, Rabu. Laman-laman yang memantau di Siprus dan satu kelompok hak asasi manusia yang bermarkas di luar negeri melaporkan sebelumnya bahwa demonstrasi anti-Kadhafi di Al-Baida telah menyebabkan sebanyak 13 orang tewas.

 

Rezim Kadhafi, yang telah berkuasa sejak tahun 1969, berupaya untuk melawan gerakan pembangkangan oposisi dengan menggelar unjuk rasa propemerintah di ibu kota Tripoli dan kota-kota lain. Namun kerusuhan semakin menjadi saat oposisi memobilisasi massa  melalui Facebook dan pesan telepon selular, yang meniru gerakan protes di Afrika Utara dan Timur Tengah yang telah meruntuhkan rezim di Mesir dan Tunisia.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Anjing "Laporkan" Tuannya yang Pencandu

Posted: 18 Feb 2011 02:49 AM PST

Anjing "Laporkan" Tuannya yang Pencandu

Editor: Egidius Patnistik

Jumat, 18 Februari 2011 | 10:49 WIB

MORO, KOMPAS.com — Deputi Sherif Sherman County, Oregon, Sersan John Terrel tak perlu membawa anjing pelacak untuk menangkap pencandu narkoba sekaligus barang buktinya. Justru anjing si pelaku yang membantunya.

KGW-TV melaporkan, Terrel memberhentikan sebuah truk bak terbuka, Rabu (9/2), ketika dia melihat sebuah kaus kaki dilempar keluar dari jendela truk itu. Ternyata kaus kaki itu berisi mariyuana dan ganja.

Pengemudi truk itu mengaku berusaha menyembunyikan kaus kakinya, tetapi anjing pit bull miliknya merebut dan tak mau melepaskannya. Rebutan kaus kaki itu dimenangi si anjing, yang melemparkannya keluar. Pengemudi berusia 32 tahun itu kemudian ditahan dengan tuduhan kepemilikan narkoba.

Sambil berkelakar, Sherif Brad Lohrey berharap lebih banyak lagi orang yang bepergian didampingi anjing "pelacak narkoba" pribadi. (AP/WAS)

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Malaysian Insider :: World

sumber :-

The Malaysian Insider :: World


Nigeria halts transmission of Guinea worm

Posted: 17 Feb 2011 05:52 PM PST

ATLANTA, Feb 18 — Nigeria has halted transmission of Guinea worm disease, bringing closer the moment when a disease is eradicated from the planet for just the second time in history, former US President Jimmy Carter said yesterday.

Just 1,800 cases of the painful disease remain, and 94 per cent of those are in South Sudan, which last month voted to secede from Sudan in the aftermath of a long civil war.

Scattered cases have also been found in eastern Mali and western Ethiopia, while Ghana is likely to announce soon that it has halted transmission entirely.

"We have a few years to go yet before we have the last case of Guinea worm on earth," Carter told a news conference at the Carter Centre in Atlanta, which has spent US$275 million (RM837 million) fighting the disease.

There were around 3.5 million cases of Guinea worm in 20 countries in Africa and Asia in 1986, when Carter organised a global effort to eradicate the disease.

Few people die from the parasitic Guinea worm but it is very debilitating, with fevers, blisters and extreme pain when the worms emerge from the body. It is spread by drinking unboiled stagnant water containing the larvae.

There are only 85 villages in South Sudan with five or more cases and thousands of people, mainly volunteers, are working to eliminate it, said Carter.

"I feel now that the prospects for rapid movement to a complete eradication in South Sudan is enhanced by the recent vote and by the ceasefire," Carter said.

Nigeria found its last case of Guinea worm in 2008, and so confident was the government that no more cases existed that it had set a bounty of 10,000 nairas (around RM198) for any confirmed cases, said Health Minister Onyebuchi Chukwu.

Chukwu, Carter and others including former Nigerian President Yakubu Gowon were speaking before a ceremony at the centre to honour Nigeria and its northern neighbour Niger for stopping the spread of the disease.

Transmission could be halted globally by the end of next year, and by about 2015, the UN World Health Organisation could declare the disease eradicated, said Donald Hopkins, vice-president for health programmes at the centre.

A global vaccination effort eradicated the smallpox virus in 1979, but one unusual feature of the Guinea worm campaign was that it was led not by a government or a United Nations body but by a non-governmental organisation, Hopkins told Reuters. — Reuters

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Islamist role rising as Egyptians plan victory march

Posted: 17 Feb 2011 04:28 PM PST

The Giza pyramids wait: Start getting back to work, the Higher Military Council calls on Egyptians. — Reuters pic

CAIRO, Feb 18 — Egyptian youth leaders yesterday moved to set up a new political party as the Islamist Muslim Brotherhood played an increasingly important role in preparing for post-Mubarak elections promised within six months.

Pro-democracy leaders plan to bring one million people out on the streets for a "Victory March" today to celebrate the ouster of Hosni Mubarak, and perhaps remind the generals now in charge of the power of the street that ended Mubarak's rule.

Inspired by Egypt, and a Tunisian revolt before that, protesters have taken to the streets across the Middle East and North Africa. Bahrain has cracked down on anti-government protesters and clashes were reported in Libya and Yemen.

Life in Egypt is still far from normal six days after the momentous overthrow of Mubarak, 82. Tanks remain on Cairo streets, banks are closed, worker protests and demonstrations are given voice by revolutionary fervour, and schools remain shut.

"The Higher Military Council will put matters back on track, but help us," army spokesman General Ismail Etmaan said on state television late on Wednesday night, appealing to Egyptians to stop striking and start getting back to work.

"The armed forces do not have future ambitions and want to hand power to the civilian parties when they are strong so that they don't collapse," he said.

The Brotherhood has a member on the committee redrafting the constitution, is on a council set up by activists to protect the revolution, and has said it will set up as a political party as soon as laws are changed to let it and others do so.

The Brotherhood's spokesman appeared on state television a few days ago, a first for a movement banned in the Mubarak era. Having been timid in the early days of the revolt, it clearly thinks it is safe to come out.

Transformation

The Brotherhood is viewed with suspicion by Washington but is seen as the only truly organised bloc in Egypt, and reckons it could win up to 30 per cent of votes in a free election.

In another sign of the transformation of Egyptian politics, al-Gama'a al-Islamiya (Islamic Group), which took up arms against Mubarak's administration in the 1990s and was crushed by security forces, held its first public meeting in 15 years.

"Our position is to turn a new page with the new regime," said Assem Abdel-Maged, a group member who spent years in jail for his role in the 1981 assassination of President Anwar Sadat. "We will perform any positive role we can to help society."

The Higher Military Council that took over after the overthrow of Mubarak was under pressure yesterday from activists demanding the immediate release of political prisoners, and the lifting of emergency rule.

Iran has created a further headache for Egypt's new rulers by saying two of its two naval vessels would pass through the Suez Canal, a move Israeli Foreign Minister Avigdor Lieberman, a far-right partner in the governing coalition, called "provocative".

It was not clear when the Iranian ships were due to arrive at the southern mouth of the Suez Canal. A senior canal official said it had received no notification so far. Any naval crossing needs approval from Egypt's foreign and defence ministries.

If they pass, it will be the first crossing by Iranian naval vessels since the 1979 Islamic revolution poisoned relations with Egypt, which signed a peace deal with Israel that year.

The crossing has threatened to be a distraction for the army council as it seeks to restore law and order and revive an economy damaged by the 18-day revolution that toppled Mubarak.

The interim government has sharply cut the nation's economic growth forecast to between 3.5 and 4 per cent from around 6 per cent before the popular uprising. Egypt's stock market has been shut for three weeks after plunging as the unrest began.

Emergency laws

The ailing Mubarak, holed up with his family in the Red Sea resort of Sharm el-Sheikh, is still coming to terms with the uprising, vowing to "live and die on Egyptian soil".

A committee, which includes a member of the Brotherhood, Sobhi Saleh, as well as legal and constitutional experts, met yesterday as the military dismantled the mechanisms that kept Mubarak's autocratic rule in place.

Saleh said on Wednesday that the military council had pledged to lift emergency laws before elections are held.

Some secular leaders fear that racing towards elections in a nation where Mubarak suppressed most opposition activity may hand an edge to the Brotherhood, banned under Mubarak.

The military council has already dissolved parliament and suspended the constitution, and now the committee must hammer out new amendments, likely to shorten presidential terms and ensure fair election rules, that must be ready in 10 days.

As part of a transition to democracy and civilian rule, the nation will vote in a referendum on the amendments prior to parliamentary and presidential elections that the military says it hopes to hold within six months.

Uncertainty remains over how much influence the military will seek to exert in reshaping a corrupt and oppressive ruling system that it has propped up for six decades.

Members of the new pro-democracy Council of Trustees of the Revolution said on Wednesday that its goal was to unite ranks, protect the revolution and open a dialogue with the military.

Existing registered parties are mostly small, weak and fragmented. The Muslim Brotherhood, which under the now suspended constitution could not form a party, may be the best organised group, but its true popularity has yet to be tested.

And with no clear leaders, the youth movement that was pivotal to the revolution due to its use of social networking to organise protests is seeking to overcome splits and had expected to announce a timetable for a new political party yesterday. — Reuters

 

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Utusan Online - Luar Negara

sumber :-

Utusan Online - Luar Negara


Bahrain guna kereta kebal

Posted:

Bahrain guna kereta kebal

Bahrain guna kereta kebal


Imej daripada rakaman video merakamkan berpuluh-puluh kereta kebal dan kereta perisai bergerak menuju Dataran Mutiara di tengah Manama bagi mengawal penunjuk perasaan antikerajaan di Yemen, kelmarin. - AP


MANAMA 17 Feb. - Polis Bahrain menggempur khemah penunjuk perasaan di Dataran Pearl di Manama awal pagi semalam, mengakibatkan sekurang- kurang empat orang terbunuh.

Kira-kira 50 kereta kebal turut ditempatkan di ibu kota negara ini ketika kerajaan cuba menyuraikan demonstrasi bantahan sejak tiga hari lalu.

Seorang ahli Parlimen parti pembangkang, Wefaq, Ibrahim Mattar berkata, dua orang disahkan terbunuh dan ramai lagi cedera teruk dalam kejadian itu.

Seorang lagi ahli Parlimen Wefaq, Sayed Hadi berkata, seorang lagi penunjuk perasaan turut terbunuh, menjadikan angka kematian kepada lima orang sejak demonstrasi bermula di Bahrain awal minggu ini. - Reuters

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Enam maut di Libya

Posted:

Enam maut di Libya

Enam maut di Libya


Penyokong kerajaan mengangkat sepanduk potrait pemimpin Libya Muammar Gaddafi semasa mengadakan perhimpunan di Tripoli, kelmarin bagi menunjukkan sokongan kepada pemimpin veteran itu yang memerintah Libya sejak rampasan kuasa tentera pada 1969. - AFP


TRIPOLI 17 Feb. - Sekurang-kurangnya enam orang terbunuh dalam pertempuran antara pasukan keselamatan Libya dan penunjuk perasaan semalam, menurut laman web pembangkang dan pertubuhan bukan kerajaan, hari ini, ketika Libya menghadapi 'Hari Kemarahan' di seluruh negara.

Laman web dan kumpulan hak asasi Libya yang beribu pejabat di London berkata, pertempuran antara penunjuk perasaan antirejim Muammar Gaddafi dengan pasukan keselamatan tercetus di timur pekan al-Baida, semalam.

"Pasukan keselamatan dan militia daripada Jawatankuasa Revolusi menggunakan peluru hidup untuk meleraikan demonstrasi yang diadakan secara aman oleh golongan muda di pekan al-Baida.

"Tindakan itu menyebabkan sekurang-kurangnya enam penunjuk perasaan terkorban dan ramai lagi cedera," lapor Libya Watch, kumpulan hak asasi kemanusiaan yang beribu pejabat di London.

Laman web pembangkang termasuk Libya al-Youm turut melaporkan sekurang-kurangnya enam penunjuk perasaan terbunuh akibat ditembak.

Berpuluh-puluh golongan muda Libya berhimpun di al-Baida malam tadi sambil memekik 'Rakyat mahu gulingkan rejim Gaddafi'.

Libya hari ini turut berhadapan 'Hari Kemarahan' yang dicetuskan oleh aktivis siber, dua hari selepas pertempuran di bandar kedua terbesar di negara ini, Benghazi mengakibatkan sekurang-kurangnya 38 orang cedera.

Semalam, kerajaan Gadaffi membebaskan 110 anggota Kumpulan Pejuang Islam Libya termasuk tiga pemimpinnya bagi mengendurkan demonstrasi. - AFP

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANTARA - Berita Terkini

sumber :-

ANTARA - Berita Terkini


Benny Wicaksono Ajak Berontak Pada Kapitalisme Global

Posted: 17 Feb 2011 06:49 PM PST

Akhirnya sebuah model budaya yang irasional hadir melalui program televisi, memasuki ruang-ruang suci keluarga Indonesia, meracuni sendi-sendi pemahaman anak-anak bangsa. Dan kita merayakan dengan gegap gempita

Berita Terkait

Surabaya (ANTARA News) - Pegiat "New Media Art" dari Surabaya, Benny Wicaksono, mengajak anak-anak muda Indonesia untuk melakukan pemberontakan pada kapitalisme global dengan cara yang cerdas, intelek, kritis, dan rasional.

Ia mengemukakan hal itu dalam panggung orasi bertajuk "Satu-7-an" yang digelar DBUKU Bibliopolis pada setiap tanggal 17 setiap bulan di Royal Plaza, Surabaya, Kamis.

"Forum-forum seperti ini sangat langka di kota industri seperti Surabaya. Perbincangan yang sifatnya kebudayaan sudah terabaikan, apalagi anak-anak muda cenderung gemar ke mal dengan menghabiskan waktu, uang, dan peluang," tuturnya.

Benny memuji langkah Dbuku Bibliopolis yang hadir sebagai sebuah perpustakaan di mal menjadi sebuah tawaran alternatif dari hal-hal yang sifatnya pragmatis, konsumtif, dan mendorong pemberontakan kebudayaan.

"Ini model pemberontakan anak muda yang meskipun dalam diam, namun sesungguhnya menyajikan sebuah pemberontakan. Ini adalah model suatu agenda sejarah yang memberikan tawaran wilayah alternatif dari kesesakan hal-hal yang sifatnya pragmatis," paparnya.

Menurut dia, gerakan seperti itu penting dilakukan oleh anak muda, karena anak muda di Indonesia kurang memahami nilai dasar dari budaya yang mereka gandrungi saat ini.

"Mereka kurang mengerti bahwa budaya dari luar negeri yang mereka serap sesungguhnya memiliki semangat pemberontakan revolusioner terhadap kondisi sosial di negeri asalnya. Bukan sekedar gaya yang dianggap modern dan keren seperti yang mereka rayakan," ujarnya.

Semestinya, menurut dia, anak-anak muda menyediakan sedikit waktu untuk belajar bagaimana counter culture itu muncul sebagai sebuah bentuk protes yang sangat cerdas dan intelektual.

"Bukan sekedar perayaan dari ungkapan yang sinis. Protes itu pada sejarahnya adalah suatu bentuk perlawanan terhadap tekanan dari pihak-pihak yang berkuasa," katanya, menegaskan.

Ia mencontohkan budaya hip hop yang lahir di Inggris itu berasal dari kaum yang meneriakkan segala caci maki dari tekanan hidup dan perayaan kemiskinan di tengah kemakmuran negeri yang maju.

"Hip-hop kemudian menjadi suatu model pemberontakan yang mendunia. Sebuah budaya perlawanan yang alamiah," katanya.

Dalam pandangannya, bisa jadi budaya "Metal" (melayu total) yang merajalela secara sendu dan mendayu-dayu dalam bentuk penampilan sangar, gahar, penuh anting, dan simbol-simbol pemberontakan tapi melagukan lagu cengeng, mengiba, merupakan pemberontakan model budaya ala Melayu.

"Tapi, pemberontakan semacam itu tanpa melakukan suatu semangat, tanpa membangun suatu apresiasi, hanya larut, tidak cerdas, tidak intelek, tidak kritis, dan tidak rasional," katanya.

Bahkan, model pemberontakan yang tidak rasional itu akhirnya muncul dalam budaya televisi yang hanya bicara soal rating.

"Akhirnya sebuah model budaya yang irasional hadir melalui program televisi, memasuki ruang-ruang suci keluarga Indonesia, meracuni sendi-sendi pemahaman anak-anak bangsa. Dan kita merayakan dengan gegap gempita," katanya.

Ia menegaskan bahwa kondisi itu merupakan konsekuensi dari kapitalisme global yang menyerang dengan teknologi dan  mencaplok sisi-sisi kecerdasan anak muda yang seharusnya diberi informasi yang membangun kepribadian, kecakapan, dan nilai-nilai moral.

"Tidak bisa tidak yang bisa kita lakukan adalah membangun cara berpikir pemberontakan kebudayaan. Membangun model dari cara berpikir alternatif, cerdas, rasional, yang sanggup memberi satu pemahaman baru kepada generasi muda Indonesia. Kita bisa belajar kepada alam dan lingkungan sekitar kita, salah satunya adalah membaca buku," tuturnya.
(E011/C004)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Teknologi Terbaru Membebani Staf Keamanan Cyber, Temuan Sebuah Kajian

Posted: 17 Feb 2011 06:34 PM PST

AsiaNet 43271

Kesenjangan Kritis dalam Keterampilan Juga Ditemukan Pada Penelitian Frost & Sullivan yang Disponsori (ISC) 2 atas Lebih dari 10.000 Profesional bidang Keamanan Informasi di Seluruh Dunia
   
     HONG KONG, 18 Februari 2011 (ANTARA/PRNewswire-Asia-AsiaNet) -- Sebuah penelitian berdasarkan survei atas lebih dari 10.000 profesional bidang keamanan informasi di seluruh dunia menemukan bahwa semakin banyak teknologi yang digunakan oleh perusahaan akan semakin membebani eksekutif keamanan informasi dan staf mereka, sehingga berpotensi membahayakan keamanan instansi pemerintah, perusahaan dan konsumen di seluruh dunia dalam beberapa tahun mendatang.

     Studi (ISC)2(R) tahun 2011 tentang Global Information Security Workforce Study (GISWS), yang dilakukan oleh Frost & Sullivan, menyatakan bahwa ancaman baru yang berasal dari perangkat mobile, cloud, jejaring sosial dan aplikasi yang tidak aman, serta tanggungjawab tambahan seperti menangani masalah keamanan pelanggan, menyebabkan "profesional bidang keamanan informasi telah terbebani penuh, dan seperti serangkaian kebocoran kecil di bendungan, tenaga kerja yang bekerja dengan beban berlebih saat ini mungkin menunjukkan tanda-tanda keberatan beban."
   
     Penelitian ini, yang dilakukan atas nama (ISC)2, pemimpin global nirlaba dalam mendidik dan mensertifikasi profesional bidang keamanan informasi sepanjang karir mereka, juga menunjukkan kesenjangan parah dalam keterampilan yang dibutuhkan di seluruh industri. Profesional bidang keamanan informasi menyatakan bahwa mereka membutuhkan pelatihan yang lebih baik serta melaporkan juga bahwa banyak dari teknologi ini telah digunakan tanpa memikirkan faktor keamanan.

     "Dalam organisasi modern, pengguna akhir mendikte prioritas IT dengan membawa teknologi ke perusahaan, bukan sebaliknya," kata Robert Ayoub, direktur program global - keamanan jaringan Frost & Sullivan. "Tekanan untuk mengamankan terlalu banyak dan kesenjangan dalam keterampilan menciptakan resiko bagi organisasi di seluruh dunia.

     "Tetapi, kita bisa mengurangi risikonya, jika kita berinvestasi sekarang dalam menarik tenaga berkualitas tinggi ke bidang ini dan sekaligus juga melakukan investasi dalam pengembangan profesional untuk keterampilan yang baru. Sebagaimana didapati oleh penelitian tersebut, solusi-solusi ini sedang berlangsung, namun pertanyaannya masih apakah cukup cepat dan memadai hadirnya profesional dan pelatihan baru untuk menjaga infrastruktur kritis global di sektor swasta dan umum."
   
     "Kabar baik dari penelitian ini adalah profesional bidang keamanan informasi akhirnya didukung pihak manajemen dan mendapatkan peran penting serta mendapat kompensasi yang memadai untuk keamanan data dan sistem yang penting (mission-critical) di dalam organisasi," tambah Ayoub. "Kabar buruknya adalah bahwa mereka diminta untuk melakukan terlalu banyak, dengan sedikit waktu tersisa untuk meningkatkan keterampilan mereka guna memenuhi ancaman keamanan terbaru dan tuntutan bisnis."
   
     Temuan penting lainnya dari penelitian ini meliputi:
   
     -- Pada tahun 2010, Frost & Sullivan memperkirakan bahwa ada 2,28 juta profesional bidang keamanan di seluruh dunia, sementara ada sekitar 750.000 di Asia-Pasifik (A-P). Permintaan akan profesional di A-P diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 1,3 juta pada tahun 2015, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,9 persen, sehingga menciptakan peluang karir bagi mereka yang memiliki keahlian yang tepat.

     -- Pengembangan perangkat lunak yang aman merupakan bidang fokus baru yang signifikan bagi profesional bidang keamanan informasi di seluruh dunia. Kerawanan aplikasi menempati peringkat pertama ancaman untuk organisasi menurut 72 persen responden, sedangkan 20 persen mengatakan mereka terlibat dalam pengembangan perangkat lunak yang aman.

     -- Hampir 70 persen responden melaporkan telah menerapkan kebijakan dan teknologi untuk memenuhi tantangan keamanan perangkat mobile, namun perangkat mobile masih menduduki peringkat kedua dalam daftar perhatian tertinggi oleh para responden. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keamanan mobile dapat menjadi ancaman paling berbahaya bagi organisasi di masa mendatang.

     -- Komputasi cloud menggambarkan kesenjangan serius antara penerapan teknologi dan keterampilan yang diperlukan untuk memberikan keamanan. Lebih dari 50 persen responden melaporkan telah menerapkan cloud pribadi, sementara lebih dari 70 persen melaporkan perlunya keterampilan baru untuk mengamankan teknologi berbasis cloud dengan benar.

     -- Para profesional belum siap menghadapi ancaman media sosial. Responden melaporkan kebijakan dan perlindungan yang tak konsisten bagi para pengguna akhir yang mengunjungi situs-situs media sosial, dan kurang dari 30 persen tidak memiliki kebijakan keamanan apapun terhadap media sosial apapun.

     -- Virus dan worm, hacker dan karyawan internal sebagai ancaman utama telah menurun sejak tahun 2008, tahun terakhir diadakannya penelitian tersebut.

     -- Pemicu utama pertumbuhan lanjutan profesi ini adalah tuntutan kepatuhan pada regulasi, potensi kehilangan data yang lebih besar melalui perangkat mobile dan tenaga kerja mobile, serta potensi kehilangan kendali karena organisasi mengalihkan data ke layanan berbasis cloud.

     -- Hampir dua-pertiga responden tidak melihat adanya kenaikan anggaran untuk staf dan pelatihan keamanan informasi pada tahun 2011.

     -- Gaji menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun adanya resesi global, dengan tiga dari lima responden melaporkan menerima kenaikan gaji pada tahun 2010. Secara keseluruhan, gaji profesional keamanan informasi meningkat, dengan wilayah A-P menunjukkan pertumbuhan tertinggi sebesar 18 persen sejak penelitian tahun 2007.

     "Dengan meningkatnya permintaan akan profesional keamanan informasi karena ancaman keamanan, kita perlu mengubah pendekatan kita terhadap keamanan cyber global guna mengatasi kesenjangan keterampilan yang diungkapkan oleh kajian ini," ujar Dr Lee Jae-woo, ketua bersama Dewan Penasihat Asia (ISC)2 dan Anggota Luar Biasa (ISC)2. "Terutama di Asia, kita melihat peluang karir sedang bertumbuh. Dalam rangka mengisi kesenjangan tuntutan profesional, kami mendorong industri, pemerintah, akademisi dan profesi untuk bekerjasama menarik generasi dan bakat baru dalam bidang keamanan informasi yang sangat berkualitas sambil terus mendukung profesional saat ini untuk membantu mereka menghadapi ancaman terbaru."
   
     Dalam kajian yang kemungkinan merupakan studi terbesar profesi keamanan informasi yang pernah dilakukan ini, 10.413 profesional keamanan informasi dari perusahaan dan organisasi sektor publik di seluruh dunia disurvei pada musim gugur tahun 2010, termasuk 61 persen di Amerika, 22,5 persen di Eropa, Timur Tengah dan Afrika, dan 16,5 persen di Asia Pasifik. Sebanyak empat puluh lima persen berasal dari organisasi dengan lebih dari 10.000 karyawan.

     Rata-rata pengalaman responden di seluruh dunia lebih dari sembilan tahun, sedangkan lima persen responden menyandang posisi eksekutif seperti Chief Information Security Officer. Selain itu, Frost & Sullivan melengkapi analisis tersebut dengan sumber dan metode data primer-lainnya.

     Tujuan GISWS, kajian kelima yang disponsori oleh (ISC)2 sejak tahun 2004, adalah untuk memberikan penelitian yang bermakna tentang profesi keamanan informasi kepada pemangku kepentingan (stakeholder) dalam industri, termasuk para profesional, perusahaan, instansi pemerintah, akademisi, dan manajer perekrutan.

     Kajian lengkap dapat ditemukan di sini: https://www.isc2.org/workforcestudy/Default.aspx.

     Tentang (ISC)2
     (ISC)2 merupakan lembaga nirlaba terbesar beranggotakan profesional keamanan informasi bersertifikat di seluruh dunia, dengan hampir 75.000 anggota di lebih dari 135 negara. (ISC)2, yang diakui di seluruh dunia sebagai Gold Standard, mengeluarkan Certified Information Systems Security Professional (CISSP(R)) dan konsentrasi terkait, serta Certified Secure Software Lifecycle Professional (CSSLP(R)), Certified Authorization Professional (CAP(R)), dan Systems Security Certified Practitioner (SSCP(R)) untuk calon yang memenuhi syarat.

     Sertifikasi (ISC)2 termasuk di antara sertifikasi teknologi informasi pertama yang memenuhi persyaratan ketat ANSI/ ISO/IEC Standar 17024, sebuah patokan global untuk menilai dan mensertifikasi staf. (ISC)2 juga menawarkan program dan layanan pendidikan berdasarkan CBK(R), ringkasan topik keamanan informasi. Informasi lebih lanjut tersedia di http://www.isc2.org.

     (C) 2011, (ISC)2 Inc.  (ISC)2, CISSP, CSSLP, ISSAP, ISSMP, ISSEP, CAP, SSCP dan CBK adalah merek terdaftar (ISC)2, Inc.

     Kontak:

     Kitty Chung
     (ISC) 2 Asia-Pasifik
     Tel: +3520-4001
     Email: kchung@isc2.org
   
     SUMBER (ISC)2

Editor:
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sindikasi international.okezone.com

sumber :-

Sindikasi international.okezone.com


Aparat Mengamuk, 4 Demonstran Bahrain Tewas

Posted: 17 Feb 2011 07:46 AM PST

MANAMA - Patroli militer yang dilengkapi tank mengepung Ibukota Bahrain, Manama. Sementara pihak kepolisian mulai melakukan tindakan represif ke arah pengunjuk rasa, yang mengakibatkan empat orang dilaporkan tewas.


Beberapa jam setelah penyergapan yang dilakukan di Pearl Square, pihak militer mengumumkan bahwa bagian kunci dari ibukota saat ini dalam kendali mereka. Militer pun mengeluarkan pernyataan segala bentuk berkumpulnya massa dilarang.

Untuk kali pertama tank-tank dan pos militer dikerahkan untuk mengatasi aksi protes. Sementara patroli militer pun mulai diberlakukan. Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta warganya untuk menjauhi jalanan.


Polisi Bahrain sendiri menyerbu para pengunjuk rasa pada Kamis dini hari tanpa ada peringatan sedikitpun. Menurut seorang pengunjuk rasa Mahmoud Mansouri, polisi mengepung tempat para pengunjuk rasa memusatkan aksinya di Pearl Square.


Mansouri menyatakan polisi terus menyerang mereka, meskipun mereka telah berteriak melakukan aksi protes dengan damai. 

"Mereka (polisi) menyerang usai media meninggalkan kami. Mereka tahu apa yang dilakukan dan juga menyerang perempuan serta anak-anak," ungkap Mansouri seperti dikutip Associated Press, Kamis (17/2/2011).


Usai melakukan penyerangan, polisi dan pihak militer melakukan pembersihan di sekitar lokasi massa anti-pemerintah di Pearl Square. 

Mereka juga membersihkan slogan-slogan anti-pemerintah yang dibawa oleh pengunjuk rasa, serta selongsong peluru gas air mata yang sempat ditembakan ke arah massa anti-pemerintah.  

(faj)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ulama Yaman Himbau Persatuan Rakyatnya

Posted: 17 Feb 2011 04:06 AM PST

SANAA - Para ulama di Yaman menghimbau pemerintah untuk menjaga kesatuan rakyat. Ulama meminta agar pemerintah dapat menjaga persatuan guna perpecahan di negaranya.


Kelompok ulama yang memiliki pengaruh ini menginginkan adanya transisi pemerintah, yang melihat adanya kalangan oposisi juga turut masuk dalam kabinet. Mereka sekaligus diadakannya pemilihan umum dalam waktu enam bulan ke depan. Demikian diberitakan Al Jazeera, Kamis (17/2/2011).


Menurut para ulama, transisi pemerintah yang damai memungkinkan terjadinya perubahan yang tidak disertai dengan pertumpahan darah. Mereka tidak menginginkan apa yang terjadi di Tunisia dan Mesir juga terjadi di Yaman.


Himbauan ulama ini dikeluarkan ditengah kerusuhan baru yang terjadi antara kelompk pro dan anti-pemerintahan di Sanaa. Dalam kerusuhan itu, lima orang diketahui terluka dalam aksi kekerasan. 

Saat itu pihak kelompok anti-pemerintah dikejar oleh kelompok pro-pemerintah yang menggunakan tongkat kayu dan belati.


Selain di Sanaa, aksi protes juga terjadi di Kota Taiz. Sebelumnya pada hari Rabu 16 Februari, dua pengunjuk rasa ditemukan tewas saat berdemo menentang kekuasaan Presiden Ali Abdullah Saleh.


Akibat rangkaian kerusuhan ini, Presiden Ali membatalkan rencana kunjungan ke Amerika Serikat (AS) yang harusnya dilakukan bulan ini. 

(faj)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS