Jumaat, 11 November 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Borobudur tak dicoret sebagai warisan budaya UNESCO

Posted: 11 Nov 2011 07:22 AM PST

Taman Wisata Candi Borobudur (FOTO ANTARA)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membantah Candi Borobudur dicoret dari pengakuan badan PBB, UNESCO, sebagai warisan dunia kriteria budaya.

"Tidak ada pernyataan seperti itu (pencoretan).Tidak ada juga ancaman mereka untuk mencoret Candi Borobudur dari list warisan budaya mereka," kata Plt. Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kemenparekraf, I Gde Pitana, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, pihaknya justru menerima surat resmi dari UNESCO sekitar sebulan lalu tentang apresiasi badan PBB tersebut terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Mereka menilai, kita responsif dan cepat tanggap dalam membersihkan abu vulkanik sisa letusan Gunung Merapi beberapa waktu lalu," katanya.

Sebelumnya, santer diberitakan Candi Budha terbesar itu terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO karena masyarakat dan pemerintah Indonesia dinilai tidak merawat candi peninggalan Wangsa Syailendra itu dengan baik.

Candi dinilai kotor, tak terawat dan banyak yang masih tertutupi sisa erupsi Gunung Merapi yang belum dibersihkan.

"Saya tegaskan bahwa pencoretan itu tidak ada, Candi Borobudur tetap diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia," katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengingatkan dan mengimbau agar setiap pengunjung yang datang ke Borobudur untuk kepentingan apapun baik untuk sembahyang maupun berwisata tetap menjaga perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai dan tata cara memperlakukan warisan budaya.

"Kalau kita tidak melaksanakan konsep-konsep untuk menjaga dan melestarikan Candi Borobudur, ya bisa saja dicoret oleh UNESCO," katanya.

UNESCO memasukkan Candi Borobudur ke dalam daftar situs warisan dunia pada 1991 dan masuk dalam kriteria budaya mewakili mahakarya kreativitas manusia yang jenius.

Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 tahun dan dirampungkan pada masa pemerintahan Samaratungga pada tahun 825.
(T.H016/E008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

"Dialog Damai" Papua lewat batik ala Jimmy

Posted: 11 Nov 2011 06:39 AM PST

ilustrasi Seorang pedagang merapikan kain batik (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)

Berita Terkait

Video

Abepura (ANTARA News) - Dialog damai untuk menyelesaikan segala persoalan di Papua telah lama disampaikan pengusaha Batik Port Numbay, Jimmy Hendrick Afaar melalui batik Papua karyanya.

"Motif-motif yang dituangkan dalam batik saya, berasal dari beragam budaya masyarakat Papua, baik di pegunungan maupun pesisir dan kota," katanya dalam perbincangan dengan ANTARA di Abepura, Jumat.

Ia menuturkan, motif-motif batiknya terinspirasi peninggalan-peninggalan arkeologi yang ada di daerah Papua, seperti burung cendrawasih, motif kamoro (simbol patung berdiri), motif sentani dan adapula motif yang divariasikan dengan sentuhan garis-garis emas dan dinamakan batik prada.

Bahkan ada pula motif ikan, tempat sirih serta alat musik tifa. "Kami juga menampilkan motif kebudayaan 250 suku yang ada di Papua," ujarnya.

Melalui motif-motif dalam batik karyanya, pria usia 50 tahun tersebut ingin mengingatkan kembali masyarakat dan warga Papua untuk kembali berdialog, bermusyawarah untuk menyelesaikan segala persoalan yang kini berkembang di Papua.

"Perempuan jika sudah memegang tifa, itu artinya perdamaian harus dikedepankan. Dulu jika ada masalah, kita bermusyawarah, berdialog di para-para, bale desa. Bukan angkat senjata," kata Jimmy.

"Maka melalui batik ini, saya ingin mengingatkan, mengimbau mari kita masyarakat dan warga Papua, baik di pesisir maupun pegunungan duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di Papua," tuturnya menambahkan.

Pemerintah menyerukan dialog konstruktif untuk mencari solusi terbaik dan komprehensif atas segala persoalan di Papua.

"Tak ada jalan lain memang, kecuali semua pihak, baik pemerintah maupun komponen warga dan masyarakat di Papua untuk berdialog," ujar Jimmy.

Terkait hal itu, Jimmy pada 1 Desember 2011 berencana menggelar pagelaran Damai Batik Papua di Jayapura.

"Pada tanggal kelahiran Organisasi Papua Merdeka itu, biasa orang takut untuk keluar, suasana tegang. Tetapi saya akan membuat suasana damai melalui pagelaran damai Batik Papua dan terbuka untuk umum," katanya. (T.R018/S023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan