Khamis, 22 September 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Gunakan Cadar, Perempuan Prancis Didenda

Posted: 22 Sep 2011 07:25 AM PDT

PARIS - Dua perempuan Prancis yang menggunakan jilbab yang menutupi wajah atau burka atau cadar, didenda oleh pihak berwenang setempat. Penggunaan burka memang dilarang oleh Pemerintah Prancis.


Putusan pengadilan yang dikeluarkan hari ini, memvonis kedua perempuan tersebut dengan denda sebesar 200 euro atau sekira Rp2,4 juta (Rp12.376 per euro). Tetapi banyak pihak menilai hal sebagai dari peringatan dari pemerintah.


Polisi Prancis sendiri sudah beberapa kali memberikan peringatan kepada setiap perempuan yang menggunakan burka di muka publik. Sementara pengadilan yang berbuntut denda kepada kedua perempuan ini merupakan pertama kalinya terjadi, sejak pemerintah melarang penggunaan burka di muka publik sejak April lalu.


Beruntung seorang pengusaha bersedia untuk membayar denda dari kedua perempuan ini. Rachid Nekkaz yang membayarkan denda ini mengatakan, hal ini memang penting untuk dilakukan. 


"Saya pikir amat penting bagi keduanya untuk tetap bebas. Saya tidak bisa terima pemerintah, meloloskan aturan yang tidak menghormati warga Eropa," ungkap Nekkaz seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (22/9/2011).


Ada cerita menarik dibelakang pelarangan penggunaan burka ini. Seorang perempuan yang menggunakan burka ini berniat untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis dalam pemilu mendatang.


Kenza Drider, perempuan yang hendak mencalonkan diri tersebut mengatakan dirinya ingin membela hak dari seluruh perempuan Prancis. Drider sendiri adalah sosok perempuan yang melakukan aksi protes yang menentang aturan tersebut. 

(faj)

Pakistan Minta India Hentikan Kekerasan di Kashmir

Posted: 22 Sep 2011 06:12 AM PDT

NEW YORK - Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar meminta rekannya di India untuk menghentikan segala macam bentuk kekerasan yang terjadi di Kashmir. 


Permintaan Rabbani Khar ini berkaitan adanya laporan bahwa pihak keamanan India yang bertugas di Kashmir kerap melakukan kekerasan. 


"Aksi kekerasan dan perebutan kekuasaan yang terjadi di Kashmir harus dihentikan. Penyelesaian masalah ini hanya dapat dilakukan melalui jalan dialog," tegas Menlu Khar seperti seperi dikutip New Kerala, Kamis (22/9/2011).


Menlu yang baru berusia 34 tahun ini memang mendesak India untuk menyelesaikan masalah Kashmir secara damai melalui wadah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 


Wilayah Kashmir memang unik, karena dikuasai oleh tiga negara yakni, Pakistan, India dan China. Pakistan mengendalikan wilayah barat laut di wilayah utara dan Azad Kashmir. Sementara India mengendalikan wilayah selatan dan pusat Kashmir, yakni di Jammu dan Kashmir serta Ladakh.


China sendiri tidak ingin ketinggalan wilayah yang disebut kaya akan sumber daya mineral ini. Negeri Tirai Bambu menguasai wilayah timur laut di Aksai Chin dan Trans-Karakoram.


Meski dikuasai oleh tiga negara yang berbeda, wilayah ini didominasi oleh warga yang mayoritasnya beragama Islam. Warga Kashmir pada hakikatnya lebih nyaman bergabung dengan Pakistan secara sepenuhnya. 


Keinginan ini tidak dapat dilepaskan dari kesamaan budaya serta mayoritas agama dari warga dan Pakistan. 

(faj)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan