Sabtu, 7 Mei 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Istri Termuda Osama yang Terluka Diinterogasi

Posted: 07 May 2011 07:51 PM PDT

ISLAMABAD, KOMPAS.com — Istri Osama bin Laden mengakui, keluarganya telah lima tahun tinggal di sebuah kompleks di Abbottabad, Pakistan, sebelum ditembak mati oleh pasukan Amerika Serikat.

Informasi ini disampaikan oleh beberapa pejabat keamanan Pakistan tanpa disebut namanya oleh kantor berita AFP, Sabtu (7/5/2011), berdasarkan keterangan Amal Ahmed Abdulfattah, istri ketiga Osama.

Dari tiga istri Osama (54), Amal adalah istri termuda, yang masih berusia 29 tahun, lahir pada 27 Maret 1982, menurut salinan paspor Yaman-nya yang dilihat oleh AFP. Perempuan itu ditembak kakinya dalam operasi Navy SEALs, dan kini menjalani perawatan medis serta interogasi di Pakistan bersama 15 anggota keluarga Osama.

Pada Minggu malam lalu, pasukan khusus AS terbang dengan helikopter ke rumah tiga tingkat tempat tinggal keluarga Osama di pinggiran kota Pakistan itu.

"Ia mengatakan dalam bahasa Arab bahwa bin Laden dan keluarganya telah tinggal di kompleks itu selama lima tahun terakhir dan ia (Osama) tidak pernah meninggalkan kompleks itu," kata seorang pejabat keamanan Pakistan yang mengetahui penyelidikan tersebut.

"Tetapi, ini hanya pernyataannya dan kami belum membuktikan kebenarannya," pejabat itu menambahkan. Pejabat keamanan kedua memastikan informasi itu. Para pejabat Pakistan itu menyatakan, tiga istri Osama telah ditemukan di rumah tersebut, semuanya warga Yaman atau Arab Saudi, beserta 13 anak mereka, bersama mayat anak laki-lakinya, dua pengawal Kuwait, dan seorang wanita.

Identitas dua pengawal itu menjadi sasaran penyelidikan Pakistan. Beberapa tetangga mengatakan, dua bersaudara suku Pashtun yang diketahui sebagai Arshad dan Tariq itu adalah dua laki-laki yang tinggal di rumah tersebut, yang secara tetap pergi berbelanja. Namun, identitas mereka sebenarnya belum jelas.

Kartu identitas mereka mendaftar alamat palsu di distrik Charsadda di Pakistan barat laut. Media setempat menuturkan, mereka orang Pakistan yang lahir di Kuwait dari seorang ayah yang kenal dengan Osama.

Menurut beberapa tetangga, mereka membeli tanah itu dan membangun vila itu pada 2005, dan menceritakan kepada orang-orang di lingkungan itu bahwa perempuan-perempuan tersebut adalah istri mereka.

Perempuan-perempuan itu tampak keluar hanya kadang-kadang, berkerudung, dan tidak keluar dari sebuah minivan Suzuki merah sederhana, kata para tetangga tersebut.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Cessna Tabrak Pohon 50 Meter, 6 Tewas

Posted: 07 May 2011 07:10 PM PDT

Misi PBB di Bolivia

Cessna Tabrak Pohon 50 Meter, 6 Tewas

yuli | Minggu, 8 Mei 2011 | 02:10 WIB

aerospaceweb.org

Pesawat Cessna

TERKAIT:

LA PAZ, KOMPAS.com — Empat pekerja antinarkotika dan dua pilot militer Bolivia tewas ketika pesawat mereka jatuh dalam misi pengawasan kokain.

"Itu tabrakan langsung terhadap pohon sekitar 50 meter tingginya dan pesawat itu terbakar semua," kata Jenderal Angkatan Udara Bolivia, Tito Gandarillas, Sabtu (7/5/2011).

Pesawat Cessna itu meninggalkan Bandar Udara La Paz, Kamis, untuk mengawasi pertumbuhan kokain di wilayah Los Yungas, wilayah penanaman pohon koka di timur laut ibu kota.

Keempat staf itu bekerja pada kantor PBB tentang Obat Bius dan Kejahatan, yang bekerja sama dengan pemerintah untuk melawan penyelundupan narkotika.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan