Jumaat, 6 Mei 2011

Republika Online

Republika Online


Wow...Kera Punya Gen Pelindung dari AIDS

Posted: 06 May 2011 07:44 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Suatu gen  pada sebagian kera dapat membantu untuk mendorong vaksin perlindungan terhadap simian immunodeficiency virus (SIV) dan dapat membantu peneliti dalam mengembangkan vaksin AIDS yang makin bagus  pada manusia.

Dalam studi yang hasilnya dipublikasikan pekan ini, para peneliti menyuntikkan vaksin ke sekelompok kera rhesus dan kemudian memajankan (exposure) hewan itu dengan SIV berulangkali selama kurun waktu dua pekan. Separuh terinfeksi, tapi separuh lagi tidak. Kera yang kebal terhadap infeksi  punya gen yang diidentifikasi sebagai TRIM5.

Temuan tersebut dapat membantu para peneliti dalam melakukan pencarian yang sulit untuk mengembangkan vaksi guna menghadapi human immunodeficiency virus (HIV), yang mengakibatkan AIDS, kata penulis utama penelitian itu Norman Letvin, sebagaimana dilaporkan AFP. "Itu memberi tahu  kita  bahwa mungkin pada sebagian  manusia terdapat gen tertentu  yang bisa membantu untuk melindungi," kata Levin, profesor di Harvard Medical School.

"Oleh karena itu kami bukan hanya harus meneliti reaksi anti-bodi yang disuntikkan oleh vaksin tapi kami juga harus meneliti susunan genetika perorangan yang diberi vaksin sebab data pada kera ini menunjukkan keduanya dapat memberi sumbangan," katanya. Studi tersebut disiarkan di jurnal Science Transnational Medicine.

Satu ujicoba vaksin AIDS 2009 pada manusia di Thailand menunjukkan sebagian benteng terhadap HIV --31,2 persen pengurangan risiko-- tapi keefektifannya merosot setelah tiga tahun, kata Letvin. "Kami telah memperlihatkan pada ujicoba vaksin di Thailand bahwa dengan teknologi saat ini kami menyaksikan perlindungan paling sederhana terhadap penularan HIV," katanya.

"Kalau saja kami memadukan data optimistis itu pada manusia dengan jenis data yang kami kumpulkan dalam studi pada kera ini, serta studi lain pada kera. Itu menunjukkan jika kami dapat menyuntikkan reaksi antibodi yang lebih baik melalui vaksinasi, barangkali vaksin generasi berikut kami dapat menaikkan tingkat peluang 50 atau 60 persen atau bahkan lebih tinggi lagi. Dan perlindungan itu boleh jadi akan lebih bersifat mengobati," katanya.

Pencarian berlanjut bagi vaksin untuk menghadapi AIDS, yang telah merenggut lebih dari 25 juta jiwa sejak 1981 dan menulari sebanyak 33 juta orang di seluruh dunia.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ternyata, Kaki Berkeringat Bisa Memikat Nyamuk Malaria

Posted: 06 May 2011 06:41 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, WAGENINGEN - Kaki berkeringat memikat nyamuk malaria. Demikian menurut penelitian kandidat Doktor Remco Suer dari Universitas Wageningen.

Nyamuk malaria betina menggunakan aroma kaki untuk menemukan sasaran mereka di beberapa meter terakhir sebelum mencapai target, demikian universitas Jumat (6/5) ini. Nyamuk malaria dapat mendeteksi orang dari puluhan meter melalui karbon dioksida di udara yang kita hirup.

Namun dalam perjalanan, beberapa meter sebelum mencapai target, nyamuk malaria dipandu oleh bau bakteri yang hidup di kulit kaki. Penelitian menjelaskan mengapa nyamuk malaria lebih sering menusuk pergelangan dan telapak kaki daripada sekitar mulut.

Peneliti Wageningen melihat potensi untuk mengganggu perilaku pencarian nyamuk malaria dan juga menghambat penyebarannya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan