Jumaat, 18 Januari 2013

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Kompak Tangani Banjir

Posted: 18 Jan 2013 12:52 AM PST

BEKASI- Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diharapkan saling berkoordinasi serta bahu-membahu melaksanakan program pencegahan banjir tahunan yang melanda kota Jakarta dan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR-RI, Saan Mustopa, di sela-sela kegiatannya turun ke lapangan membantu korban banjir di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/1/2013). Sebagai anggota DPR, kedua wilayah itu merupakan daerah pemilihan yang diwakilinya.

Menurut Saan Mustopa, banjir besar tahun ini merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang tak tertampung secara baik. Di sisi lain, infrastruktur penahan banjir sudah begitu lemah sehingga tak mampu menjadi resapan sekaligus pembendung aliran air.

"Ke depan sudah saatnya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bahu-membahu mengerjakan program pembangunan yang bisa mencegah banjir," kata Saan.

Sebagai contoh, di salah satu wilayah banjir yang dikunjunginya yakni Kampung Selang Nangka, Wanasari, Cibitung, Jawa Barat, luberan air dari Kali Cisadang tak mampu ditahan tanggul. Akibatnya lebih dari 1.000 rumah warga kebanjiran air setingggi mata kaki hingga pinggang.

"Artinya perawatan dan penguatan tanggul perlu lebih dimantapkan. Selain itu program normalisasi, pengerukan dan pelebaran jalur kali harus jadi prioritas," tegas pria yang duduk di Komisi III DPR itu.

Dia menekankan bahwa banjir akan menjadi hal yang tak perlu ditakuti di masa mendatang apabila program pencegahan dimaksud bisa dilaksanakan bersama oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Saan Mustopa, mewakili Program Demokrat Peduli Banjir, menyerahkan sejumlah bantuan makanan cepat saji dan air minum buat warga korban banjir. Bantuan itu diserahkan bersama Wakil Bupati Bekasi Rohim Mintaredja, yang juga Ketua DPC PD Bekasi.

"Ini bantuan yang sifatnya menolong sementara. Ini juga makanan ringan dan roti disiapkan untuk bantu masyarakat," kata Saan.

Dia lalu secara aktif meminta agar dibuatkan posko kesehatan untuk pengobatan gratis kepada warga di situ. Dengan penyediaan posko dan bantuan medis itu, penyakit yang diderita warga pasca banjir bisa segera tertangani.

"Nanti semua biayanya kita tanggung. Ini sudah ada klinik, tinggal diberdayakan mereka mengobati. Warga tak usah dipungut biaya," kata Saan.

Wakil Bupati Bekasi, Rohim Mintaredja, mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan nasib warga yang menjadi korban banjir, walau kondisi sudah surut dan tak terlalu parah.

Dia juga tak menolak bahwa banjir semakin parah karena proses pendangkalan Kali Cisadang dan jembatan yang terlalu pendek sehingga mudah diterjang air.

"Mudah-mudahan tak ada masalah di penganggaran, akan ada bantuan pusat untuk normanilisasi. Nanti akan dikeruk. Mudah-mudahan jika tahun depan ada hujan besar, tak ada banjir lagi," kata Rohim.

Dia juga meminta warga saling menguatkan diri untuk menghadapi bencana banjir bersama-sama. Rohim menekankan Partai Demokrat akan membantu sebisanya, dengan memberikan makanan siap saji.

"Karena para korban tak bisa masak di rumah, kami siapkan makanan siap saji, roti, kue, makanan ringan," kata dia.

Rohim menambahkan dia juga akan segera meminta agar tenaga medis di Kabupaten Bekasi disebar ke berbagai titik banjir. Hal itu demi menangkal penyakit yang menghinggapi korban pasca banjir.

Berdasarkan pengamatan, air setinggi lutut hingga pinggang menyebabkan ratusan rumah di Kampung Selang Nangka kebanjiran. Warga bertahan rumah di atas genangan air, namun sebagian terpaksa mengungsi di posko darurat.

Berdasarkan penuturan Amran, warga sekitar, banjir dari luapan Kali Cisadang mulai datang sejak kemarin pagi. Akibat dashyatnya luapan air, proses evakuasi warga harus dilaksanakan dengan perahu karet milik aparat Kepolisian setempat.

Air sempat surut menjelang sore hari. Namun subuh tadi, dimulai pukul 03.00 WIB, air kembali meluap dan meluber ke rumah warga dan jalan raya.

"Banjir tahun ini paling gede. Tahun 2007 lalu banjirnya tak separah ini," papar Amran.

Selain memberikan bantuan di Kampung Selang Nangka, bantuan banjir juga diberikan kepada warga korban banjir di tiga wilayah lain di Kabupaten Bekasi. Yakni Kedung Waringin, Cikarang Timur, dan Muara Gembong.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Karawang, dua wilayah yang diberikan bantuan adalah Pakis dan Telukjambe.

Bantuan makanan dan minuman itu dibawa bersama iring-iringan rombongan dengan menggunakan empat unit truk.
(tbn)

Bertemu 4 Mata, Ngomongin Apa Sih SBY dan JK?

Posted: 18 Jan 2013 12:17 AM PST

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini sama sekali tak membahas soal pencapresan untuk Pemilu 2014 mendatang.  
 
"Tidak. Kita bicara teknis (penanganan banjir) saja. Ini belum waktunya lah," ujar JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, usai bertemu SBY di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (18/1/2013).
 
Saat dikonfirmasi kemana dirinya akan bergabung jelang Pemilihan Presiden 2014 mendatang? JK hanya tertawa dan tak menjawab sedikit pun.
 
Sementara terkait 10 partai politik yang lolos seleksi di KPU, JK menilai 10 partai tersebut sudah ideal. "Semua ideal lah," tuturnya singkat.
 
Sebagaimana diketahui, nama Jusuf Kalla kerap disebut akan melenggang dalam bursa calon presiden di Pilpres 2014 mendatang. Namun, partai tempatnya bernaung saat ini yaitu Partai Golkar, sudah mengusung Aburizal Bakrie sebagai capres.
 
JK diminta untuk mencari kendaraan partai politik lain jika ingin maju dalam bursa capres. Beredar kabar, saudagar asal Bugis ini tengah menjalani penjajakan dengan Partai NasDem.

(teb)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan