Sabtu, 17 November 2012

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Fokus Utama KTT ASEAN, Persiapkan Masyarakat ASEAN 2015

Posted: 18 Nov 2012 04:22 AM PST

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Perhatian banyak pihak tertuju ke Pnom Penh, ibu kota Kamboja, pekan ini,. Di kota tersebut, tengah berlangsung pertemuan pemimpin negara-negara ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-21 ASEAN, dan KTT lainnya yang melibatkan negara-negara mitra dialog, termasuk AS dan China. Pembukaan KTT berlangsung, Minggu (18/11/2012) pagi, di Istana Damai. Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menekankan pentingnya para pemimpin untuk fokus mempersiapkan Masyarakat ASEAN pada tahun 2015.

Masyarakat ASEAN merupakan langkah signifikan perhimpunan negara-negara Asia Tenggara yg dibentuk tahun 1967. Tujuannya untuk mentransformasikan diri menjadi semacam Masyarakat Eropa, termasuk dengan kebijakan pasar tunggalnya. Namun, tidak disebut terkait rencana penerapan mata uang bersama ASEAN, seperti halnya yang berlaku di Eropa.

Dengan terciptanya Masyarakat ASEAN, tidak hanya akan terjadi kohesivitas sosial, budaya antarmasyarakat anggota ASEAN, tetapi juga langkah-langkah yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya, melalui kemudahan-kemudahan dalam meningkatkan perdagangan serta investasi.

"Segala persiapannya harus dilakukan oleh para menteri menjelang 2015 untuk membuka pasar kita dan mentransformasi kawasan ini menjadi sebuah pasar yang terintegrasi bagi tiga miliar penduduk kawasan," kata Hun Sen.

Kawasan Bebas Perdagangan merupakan strategi kunci ASEAN untuk mendapatkan akses pasar yang lebih luas terhadap mintra dagangnya, serta untuk menarik investasi asing langsung ke ASEAN.

Kehadiran Obama dan Wen Jiabao

Selain KTT ASEAN, para pemimpin negara-negara ASEAN yang merupakan penggerak ekonomi regional ini akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan mitra dialognya, termasuk Presiden AS Barack Obama yang baru saja terpilih kembali dalam Pemilu AS pada 6 November lalu. Selain Obama, PM China Wen Jiabao juga dijadwalkan akan hadir di KTT ASEAN. Kehadirannya menjadi istimewa, setelah terjadi pergantian kepemimpinan di China, dari Presiden Hu Jintao kepada Xi Jinping. 

Kehadiran Presiden Obama dan PM Wen Jiabao akan dimanfaatkan oleh para pemimpin ASEAN untuk mengetahui langsung dampak dari kepemimpinan baru terkait relasi dan kebijakan politik dan ekonomi mereka terhadap ASEAN ke depan.

Khusus dengan China, ASEAN memiliki agenda yang sangat penting, terutama berkaitan dengan konflik antara negara anggota ASEAN dengan China akibat adanya klaim tumpang tindih atas Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.

Melalui pertemuan tingkat tinggi ASEAN-China ini, ASEAN mengajukan proposal Tata Berperilaku di Laut China Selatan, yang intinya adalah segala persoalan yang timbul akibat konflik itu akan diselesaikan melalui dialog, bukan dengan cara militer.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, sebelum tercapainya kesepakatan Tata Berperilaku atau Code of Conduct itu, ASEAN akan mengajukan pembukaan hotline antarmenlu, untuk menjamin berlangsungnya momentum dialog ini.

Filipina ,Vietnam, Brunei, Malaysia merupakan negara garis depan ASEAN yang terlibat dalam konflik tumpang tindih klaim itu,. Klaim ini sering menciptakan peluang terjadinya ketegangan militer antarpihak, yang akan mengganggu stabilitas keamanan. Selain itu, juga tidak menguntungkan dalam upaya peningkatan kerjasama pembangunan dan ekonomi antara ASEAN dan China, khususnya.

Selain Presiden AS dan PM China, akan hadir juga PM Jepang Yoshihiko Noda, OM India Manmohan Singh, PM Australia Julia Gillard, dan Presiden Rusia, yang kemungkinan diwakili.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Phnom Penh, Sabtu (17/11/2012) petang. Turut dalam rombongan Presiden, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pertanian Suswono, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Adapun, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Menteri Pedagangan Gita Wirjawan telah berada di Phnom Penh lebih dahulu. 

KTT D8

Selain mengikuti serangkaian KTT ASEAN dan KTT Asia Timur, Presiden SBY juga akan mengadakan serangkaian pertemuan bilateral, dengan para pemimpin ASEAN dan mitra dialognya itu. Selanjutnya, Presiden dijadwalkan akan menghadiri KTT D8 di Islamabad, Pakistan. .

D8 yang didirikan tahun 1997 ini merupakan perkumpulan negara-negara berkembang yang berpenduduk mayoritas muslim untuk mempererat kerjasama pembangunan. Negara-negara itu adalah Indonesia, Pakistan, Malaysia, Iran, Mesir, Turki, Bangladesh, dan Nigeria. Perkumpulan D8 menjadi perkumpulan yang tergolong penting karena gabungan dari negara-negara ini mencakup 60 persen seluruh penduduk muslim dunia, atau 13 persen dari jumlah penduduk dunia. 

Presiden akan kembali ke Tanah Air pada 23 November 2012.

Baca juga:
Hotline Komunikasi Setingkat Menlu untuk Redam Konflik di Laut China Selatan
ASEAN Serukan agar Konflik di Timur Tengah Dihentikan
Deklarasi HAM ASEAN Hormati Prinsip-prinsip HAM Universal
KTT ke-21 Dibuka PM Kamboja Hun Sen

 

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

Hotline Komunikasi Setingkat Menlu untuk Redam Konflik di Laut China Selatan

Posted: 18 Nov 2012 03:43 AM PST

KTT ASEAN

Hotline Komunikasi Setingkat Menlu untuk Redam Konflik di Laut China Selatan

Penulis : Christoporus Wahyu Haryo P | Minggu, 18 November 2012 | 11:43 WIB

KOMPAS/C Wahyu Haryo PS

Suasana Media Center KTT ke-21 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja

TERKAIT:

PHNOM PENH, KOMPAS.com -  Pembahasan pedoman berperilaku (Code of Conduct-COC) di Laut China Selatan masih terus dilakukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN XXI yang berlangsung pada tanggal 18-20 November 2012 di Phnom Penh, Kamboja.

Indonesia menawarkan pemikiran, alangkah baiknya diciptakan yang dinamakan hotline komunikasi. Ini penting, sehingga ketika ada insiden di antara negara di kawasan Laut China Selatan, para menlu bisa langsung berkomunikasi.

-- Marty Natalegawa

Pembahasan melibatkan China, salah satu mitra wicara ASEAN yang juga berada di kawasan Laut China Selatan. Sambil menunggu penuntasan pembahasan itu, Indonesia mengusulkan adanya hotline komunikasi di antara Menteri Luar Negeri di kawasan Laut China Selatan.

"Sementara kita menunggu penuntasan COC, Indonesia menawarkan pemikiran, alangkah baiknya diciptakan yang dinamakan hotline komunikasi. Ini penting, sehingga ketika ada insiden di antara negara di kawasan Laut China Selatan, para menteri luar negeri bisa langsung berkomunikasi untuk memastikan agar suasananya tidak semakin memburuk," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kepada pers, Sabtu (17/11/2012) malam, seperti dilaporkan wartawan Kompas C Wahyu Haryo PS dari Phnom Penh.

Masalah Laut China Selatan tersebut, menurut Marty menjadi salah satu agenda pembahasan yang penting dalam KTT kali ini. Namun semikian, pembahasan mengenai hal itu tidak akan sampai mendominasi KTT. Sejumlah persoalan dan kerja sama internal ASEAN juga akan mendapat tempat dalam KTT kali ini.

Terkait pembahasan COC sendiri, menurut Marty, Indonesia sejak beberapa waktu lalu telah menyampaikan draft yang disebut dengat zero draft. Beberapa negara menyambut baik draft tersebut dan akan mendalaminya dalam pembahasan-pembahasan berikutnya.

 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan