Jumaat, 24 Ogos 2012

Republika Online

Republika Online


Ini Dia Cara Memasak yang Lebih Sehat

Posted: 24 Aug 2012 06:04 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Menyantap makanan yang sehat merupakan bagian dari kehidupan yang sehat. Memasak makanan namun kadang memengaruhi kadar gizi yang seharusnya bisa diperoleh maksimal. Mengukus adalah salah satu cara menjaga kadar nutrisi makanan. Teknik masak yang satu ini mempertahankan gizi makanan lebih banyak ketimbang merebus atau menggoreng makanan.

Ketika makanan dikukus, air yang bergolak tidak pernah menyentuh makanan. Uap panas juga tergolong ramah serta merata. Secara perlahan, uap tersebut merasuk ke makanan. Membiarkan masakan matang dalam intisarinya tanpa harus kehilangan banyak nutrisi, mengukus sekaligus mempertahankan tekstur dan rasa masakan.

Hampir semua jenis masakan bisa dilakukan dengan teknik ini. Sayuran, daging, ayam, ikan, bahkan buah dan pasta. Biasanya, tidak dibutuhkan minyak atau tambahan lemak ketika mengukus. Pakar kuliner Rudy Khoirudin membagi tips mengukus. Katanya, mengukus itu dimulai ketika uap panas sudah keluar. "Ketika sudah ada uap panas, masukkan sayuran atau masakan dan mulai me ngukus," terangnya.

Meski mudah, namun sering kali me ngukus tanpa perhatian menghasilkan makanan yang justru kehilangan nutrisinya. Uap panas dari kukusan mudah menyebabkan masakan jadi terlampau matang. Sayuran sebaiknya tidak terlalu lama dikukus. Warnanya harus tetap hijau ketika selesai dikukus. Sementara, ketika mengu kus kue, bungkus tutup panci dengan kain. Ini agar uap air tidak menetes ke kue dan memengaruhi rasa, penampilan, serta tekstur kue.

Makan Pedas tanpa Sakit Perut? Ini Dia Caranya

Posted: 24 Aug 2012 05:04 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Hobi makan pedas tapi ogah sakit perut? Tenang saja, ada solusi yang murah meriah. Konsultan Gastro Entero-Hepatologi Ari Fahrial Syam mengatakan, pada dasarnya tak masalah jika seseorang senang mengonsumsi makanan yang sarat akan cabai. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara membuat makanannya dan bagaimana menimbulkan rasa pedas.

Cabai, jelas Ari, mengandung serat dan vitamin C dengan dosis tinggi. Selain itu, dalam cabai juga terdapat antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh. Tetapi, apabila rasa pedas pada cabai ini terlalu tajam layaknya asam dari cuka, akan mengakibatkan gangguan pencernaan, kata Ari.

Hal tersebut yang membuat orang terkadang merasa perutnya tak nyaman seusai mengonsumsi makanan yang terlalu pedas. Tetapi sebaliknya, jika dikonsumsi secara seimbang, rasa pedas pada cabai ini dapat meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan rasa kantuk. Bahkan, dalam beberapa keadaan tertentu, akan sangat membantu bagi orang-orang yang sedang mengalami flu atau pilek.

Pria kelahiran Jakarta ini mengungkapkan, efek konsumsi cabai berlebih dapat menyebabkan lambung menjadi perih. Selain itu, penyakit lain yang biasa diderita oleh orang yang suka dengan menu sarat akan cabai ini adalah diare. Pada orang dengan usia tertentu atau yang sudah tua, sebaiknya jangan banyak mengonsumsi cabai, ujarnya. 

Ari menambahkan, meski konsumsi berlebihan dapat mengakibatkan diare dan tak baik bagi lambung, cabai sebenarnya tidak memiliki efek jangka panjang. Ia menyarankan, untuk mencapai rasa pedas, sebaiknya berhenti pada batas cukup meski memang pada sebagian orang ada toleransinya. Semua bilang pedas, yang benar-benar menggilai cabai pasti bilang belum pedas.

Ari juga menambahkan, orang-orang yang memiliki penyakit mag akut sebaiknya tak terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas karena dapat bermasalah pada lambungnya. Ia juga tak menyalahkan adanya beberapa saran yang menyebutkan bahwa seusai makan makanan pedas banyak mengonsumsi air.

Air di sini berfungsi sebagai pengencer. Efek pedas di mulut karena capsaicin (senyawa yang memberikan rasa panas pada cabai) akan berkurang karena minum air. Selain itu, di lambung, sifat air ini juga cenderung baik.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan