Khamis, 8 September 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Farah Quinn juri masak dalam Festival Pesisir

Posted: 08 Sep 2011 07:08 AM PDT

Bengkulu (ANTARA News) - Farah Quinn, presenter dan juga koki terkenal Indonesia, direncanakan menjadi juri dalam festival masakan menu laut dalam acara festival wisata pesisir Bengkulu yang digelar November mendatang.

"Kita akan menggelar festival pesisir pada bulan November yang mana dalam acara tersebut ada lomba masakan menu laut khas Bengkulu," kata Kepala Bidang Pengembangan Produk dan Pelayanan Wisata Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, Suparhim, Kamis.

Festival ini bertujuan untuk menggali potensi wisata dan makanan khas ikan laut dari Bengkulu, karena daerah ini memiliki haris pntai sekitar 525 kilometer.

Menurut dia, festival tersebut akan diramaikan dengan lomba masakan laut, dengan jurinya Farah Quinn, yang juga merupakan putri Bengkulu.

Ia berharap dengan digelarnya lomba masakan menu laut Bengkulu akan ditemukan menu khusus yang dapat menjadi lambang Bengkulu, selain makanan "bagar hiu" dan menu yang sudah ada sebelumnya.

Peserta lomba masak ini antara lain pakar masakan, dan ibu rumah tangga. Pemenangnya kelak akan mendapatkan paten produk masakannya sebagai makanan khas Bengkulu.

Selain lomba menu masakan laut khas Bengkulu, festival pesisir juga akan diramaikan dengan pergelaran seni budaya, pameran wajah Bengkulu tempo dulu, lomba pakaian khas daerah, dan pelaminan masing-masing suku di Bengkulu.

Selain dilaksanakan di sport center Pantai Panjang, acara juga digelar di Balai Buntar, dan beberapa hotel lainnya.

Festival juga akan melibatkan kesenian rumpun Melayu yakni rentak serumpun Melayu yang keberadaaanya sudah `go internasional`.

(ANT-291/H-KWR)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Menbudpar nilai sisi kebudayaan dalam kondisi kesepian

Posted: 08 Sep 2011 05:13 AM PDT

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Jero Wacik. (FOTO ANTARA/Teresia May)

Berita Terkait

Video

Denpasar (ANTARA News) - Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik menilai, hingga saat ini sisi kebudayaan di Indonesia berada dalam kondisi kesepian.

"Kesepian dalam artian sisi budaya ketinggalan hiruk pikuknya dibandingkan sisi politik dan ekonomi," kata Jero Wacik usai membuka Seminar Nasional Kebudayaan di Universitas Udayana, di Denpasar, Kamis.

Dalam seminar yang bertajuk "Kontribusi Bali dalam Proses Pembentukan Karakter Bangsa, Kebudayaan Nasional dan Global" itu, ia mengatakan pada dasarnya kehidupan mempunyai tiga jalur besar yakni, jalur politik, ekonomi dan budaya. "Hanya saja posisi kebudayaan masih relatif kesepian," kataya.

Ia mencontohkan, hal itu bisa dilihat saat ada pertemuan politik, seperti kongres, seminggu sebelum acara akan sangat nampak hiruk pikuknya. Ramai tokoh yang datang, pemasangan bendera dan baliho bahkan pemberitaan dari media. Pun sama dengan kegiatan yang bernuansa bisnis.

"Sedangkan dalam pertemuan kebudayaan, paling banyak yang datang sejumlah peserta seminar ini," katanya.

Agar budaya tak terus berada dalam kondisi kesepian, ia mengajak segenap masyarakat menjadikan filsafat atau budaya adiluhung yang diwariskan nenek moyang, supaya dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.

"Kurangilah berkelahi dan para pemimpin di semua lapisan harus punya kearifan. Pemimpin itu tidak hanya yang menjadi presiden, menteri, gubernur dan bupati, termasuk pula kepala desa dan pemimpin formal di daerah harus mempraktikkan," ujarnya.

Ia menambahkan, pemimpin di lini paling bawah ini sangat penting perannya. Jika pemimpin mau arif, konflik di tingkat masyarakat terbawah pun akan berkurang.

"Kalau ada kepentingan politis, itu harus dibelakangkan. Dengan mengedepankan sisi politik justru seringkali memicu konflik horizontal," ucapnya.

Orang asing, lanjut dia, banyak yang kagum dengan budaya Indonesia. "Mari itu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Praktikkan warisan kebudayaan dengan berpikir yang baik, mengedepankan perilaku santun dan kasih sayang," ucapnya.
(T.KR-LHS/B013)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan