Selasa, 31 Mei 2011

Republika Online

Republika Online


Si Kecil Doyan Minuman Berenergi? Anak Bisa Kegemukan Lho

Posted: 31 May 2011 08:44 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Para dokter memperingatkan bahwa anak-anak yang diberi minuman berenergi dapat menimbun berat badan. Pasalnya mereka belum tentu cukup aktif untuk membakar kalori tambahan.

Berdasarkan Daily Mail, para dokter mengatakan minuman berenergi yang mengandung antara 10 dan 270 kalori seharusnya tidak pernah diberikan kepada anak-anak. Sebaliknya mereka harus diberi air putih untuk melepaskan dahaga mereka, dan minum jus buah dan susu rendah lemak dalam jumlah yang disarankan sehari-hari bersama makanan.

Masalah tersembunyi dengan minuman berenergi adalah kafein, yang bisa mencapai kadar racun hingga 14 kali lebih besar daripada dalam minuman ringan lain. Stimulan itu sudah dikaitkan dengan kejang-kejang, diabetes, gangguan jantung dan gangguan perilaku.

Para dokter memperbarui peringatan mengenai minuman berenergi, dan potensi bahaya dari minuman berenergi, menyusul laporan para pakar dari anggota "American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition.

"Bagi kebanyakan anak-anak yang terlibat dalam aktivitas fisik rutin, air putih adalah yang terbaik," kata Dr Holly Benjamin, penulis laporan dan seorang dokter di COmer Children's Hospital, bagian dari University of Chicago.

Dia mengatakan kebanyakan tingakt aktivitas anak-anak terlalu rendah untuk membakar kalori yang terdapat dalam minuman yang tidak dibutuhkan anak-anak, dan bisa menyebabkan obesitas dan kerusakan gigi.

"Ada banyak kekeliruan mengenai minuman olah raga dan minuman berenergi dan remaja sering tidak sadar mengenai perbedaannya," kata Dr Marcie Beth Schneider, yang turut menulis laporan. Dia praktek pengobatan remaja dan anak-anak di Connecticut.

"Beberapa anak minum minuman berenergi yang mengandung kafein dalam jumlah besar, saat tujuan mereka semata-mata untuk menghilangkan dehidrasi setelah olah raga. Ini berarti mereka menelan kafein dalam jumlah besar dan stimulan lain, yang bisa berbahaya.

Dr Schneider mengatakan dalam banyak kasus bisa sulit untuk mengatakan seberapa banyak kafein dalam produk dengan melihat label.

"Beberapa kaleng atau botol minuman berenergi bisa memiliki lebih dari 500mg kafein, yang setara dengan 14 kaleng soda," kata Schneider.

Di antara merek minuman berenergi yang disorot dalam laporan adalah Red Bull, Monster dan Rockstar. Minuman olah raga temasuk All Sport, Gatorade dan Powerade.

Pada bulan Februari, para dokter Amerika Serikat memperingatkan risiko kesehatan dari minuman berenergi dan mengatakan mereka harus diatur "sebagaimana alkohol dan tembakau."

"Minuman olah raga dan minuman berenergi dipasarkan untuk anak-anak dan remaja untuk berbagai macam penggunaan yang tidak tepat," kata laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics itu.

"Kandungan kalori dalam minuman olah raga adalah 10 hingga 70 kalori dalam sekali penyajian, dan kandungan kalori minuman berenergi berkisar dari 10 hingga 270 kalori dalam sekali penyajian. Umumnya, ada sedikit kebutuhan untuk minuman yang mengandung karbohidrat selain asupan sari buah dan susu rendah lemak yang direkomendasikan sehari-hari.

"Konsumsi rutin karbohidrat yang terkandung dalam minuman olah raga oleh anak-anak dan remaja harus dihindari dan dibatasi. ASupan itu bisa mengantar pada konsumsi kalori berlebihan dan meningkatkan risiko obesitas sebagaimana pengikisan gigi."

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Hati-Hati...Radiasi Ponsel Bisa Berujung Kanker Otak

Posted: 31 May 2011 07:39 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Badan Kesehatan Dunia WHO baru-baru ini mengingatkan bahaya radiasi dari ponsel yang diklasifikasikan sebagai "sangat mungkin berisiko kanker". Badan ini sebelumnya telah melakukan peninjauan dari efek gelombang elektromagnetik terhadap kesehatan manusia.

Deklarasi tersebut didasarkan pada bukti dalam penelitian atas mereka yang menggunakan ponsel secara intensif. Diketahui, intensitas tinggi pemakaian ponsel  mengakibatkan peningkatan risiko glioma, sebuah bentuk kanker otak ganas.

Kesimpulan yang diambil International Agency for Research on Cancer (IARC), badan di bawah WHO, berlaku untuk radiasi elektromagnetik frekuensi radio pada umumnya, meskipun sebagian besar penelitian di daerah ini berpusat pada telepon selular.

Temuan adalah puncak dari pertemuan IARC yang diikuti 31 ilmuwan dari 14 negara untuk mengkaji ratusan hasil penelitian sebelumnya yang telah dipublikasi tentang risiko kanker yang ditimbulkan oleh medan elektromagnetik.  

Jonathan Samet, seorang ilmuwan di University of Southern California, yang memimpin grup itu menyatakan, "Mungkin ada beberapa risiko, dan oleh karena itu kita harus tetap mencermati hubungan antara ponsel dan kanker."

Dalam menunjuk bidang frekuensi radio sebagai "mungkin karsinogenik", WHO telah menempatkan mereka setara dengan sekitar 240 agen lain yang merugikan, termasuk medan magnet tingkat rendah, bedak, dan bekerja sebagai dry cleaner.

Laporan tersebut tidak menemukan mekanisme yang jelas bagi gelombang menyebabkan tumor otak. Radiasi dari ponsel terlalu lemah untuk menyebabkan kanker dengan memecah DNA, yang menyebabkan para ilmuwan mencari faktor penyebab lain.

"Kami menemukan beberapa benang merah yang memberitahu kita bagaimana kanker dapat terjadi tetapi ada kesenjangan dan ketidakpastian," kata Samet.

Christopher Liar, Direktur IARC, mengatakan bahwa dalam melihat implikasi potensial untuk kesehatan masyarakat, harus ada penelitian lebih lanjut tentang jangka panjang penggunaan  ponsel. "Menunggu ketersediaan informasi tersebut, penting untuk mengambil langkah-langkah pragmatis untuk mengurangi eksposur seperti perangkat hands-free atau SMS," katanya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan