Selasa, 15 Mac 2011

Republika Online

Republika Online


Polri Tunggu Kompol Dodi Pulih

Posted: 16 Mar 2011 06:27 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Polri belum mengambil langkah apapun terhadap Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan. Kabag Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, mengatakan mereka masih menunggu kondisi Dodi pulih. "Kesehatan itu nomor satu," kata Boy, Rabu (16/3).

Dodi merupakan salah satu korban luka dalam insiden ledakan paket bom di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (15/3). Penyebabnya, ia berusaha menjinakan bom tanpa skill dan pengamanan memadai. Kelalaiannya itu diduga memicu ledakan paket bom.

Tangan kiri Dodi terluka parah. Boy menjelaskan Dodi saat ini dalam kondisi sadar. Ia telah menjalani operasi. "Sudah diamputasi," tambahnya.

Ia menuturkan Polri belum akan memeriksa Dodi terkait insiden tersebut. Namun, menurut Boy, Polri telah memiliki gambaran tindakan Dodi dari rekaman para awak media televisi.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Polisi Ledakan Temuan Granat Nanas

Posted: 16 Mar 2011 06:24 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN - Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Pol Tjiptono, memimpin langsung peledakan granat tangan jenis nanas yang ditemukan di kompleks pembangunan ruko di Dusun Candi III, Sardonoharjo, Ngaglik, Rabu (16/3).

"Kami terpaksa meledakkan granat nanas buatan Inggris tahun 1955 tersebut karena kondisinya sudah berkarat dan pen tidak bisa dibuka," kata Tjiptono saat memimpin peledakan garanat di Lapangan Sardonoharjo.

Menurut dia, peledakan atau disposalisasi granat tersebut terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan yang tidak diinginkan. "Kondisi pengumpil dan pen masih utuh. Namun karena berkarat, maka tidak bisa dibuka sehingga harus dilakukan disposal atau peledakan. Terbukti bahwa granat tersebut masih aktif," katanya.

Ia mengatakan prosesi peledakan tersebut sudah sesuai prosedur. Yaitu, peledakan dilakukan dalam lubang tanah kedalaman satu meter dengan lebar setengah meter. "Lokasi sekitar juga sudah disterilkan dalam radius ratusan meter. Suara ledakan yang ditimbulkan dalam disposal tersebut sangat keras,'' katanya. ''Namun, ledakan tersebut bukan berasal dari granat nanas tersebut tetapi suara detonatornya."

Tjiptono mengatakan, jika sekali disposal, granat tersebut tidak pecah maka akan diulangi lagi sampai meledak. "Namun ternyata cukup sekali akhirnya sudah berhasil diledakkan," katanya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen