Jumaat, 2 November 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


SMK Muhammadiyah Bikin Mobil Tenaga Surya

Posted: 02 Nov 2012 08:19 AM PDT

SURABAYA

SMK Muhammadiyah Bikin Mobil Tenaga Surya

Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Jumat, 2 November 2012 | 15:19 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluncurkan mobil bertenaga surya, Jumat (2/11/2012). Peluncuran bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Milad Muhammadiyah di SD Muhammadiyah 4 Surabaya.

Mobil yang diberi nama "Suryawangsa Smart Education Hybrid Solar Car" itu, kata Kepala SMKM 7 Gondanglegi, Malang, Pahri, murni berbahan bakar tenaga matahari yang diserap langsung ke aki dan menyimpannya. ''Sehingga jika dalam kondisi mendung tetap mampu jalan karena masih ada cadangan tenaga di dalam aki,'' katanya kepada wartawan di Surabaya.

Mobil ini memiliki keuntungan jika diparkir di tempat yang terpapar sinar matahari karena mampu menyerap dan menyimpan tenaga yang terdistrubusi ke dalam aki. "Kekuatannya mampu mencapai 12 jam perjalanan, atau untuk Surabaya ke Malang pulang pergi masih cukup kalau memiliki cadangan tenaga penuh," terang dia.

Mobil berkapasitas dua penumpang tersebut juga memiliki pengintai untuk belokan kanan dan kiri sebagai pengganti spion. Kecepatan maksimum di jalan utama mencapai 70 kilometer per jam. Pembuatan mobil dilakukan sejak 12 Februari 2011 atau memakan waktu sekitar 20 bulan.

''Total biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan awal mulai dari kajian atau penelitian hingga selesai produksi mencapai Rp 246 juta,'' terangnya.

Suryawangsa Smart Education Hybrid Solar Car memiliki spesifikasi panjang 3.500 milimeter, lebar 1.700 milimeter, tinggi 1.600 milimeter, berat kosong 600 kilogram, dan jarak roda 3.000 milimeter. Mobil juga dilengkapi "Photovoltaic" sebanyak empat unit, tegangan 48 volt, arus peak power 3,5 ampere, dan daya peak power 168 watt.

Pahri menjelaskan, karena masih pertama, wajar jika masih banyak terdapat kesalahan. Pihaknya akan terus melakukan pembenahan. 

Editor :

Glori K. Wadrianto

Pura-pura Mengamen, Dua Pelajar Ini Curi HP

Posted: 02 Nov 2012 08:09 AM PDT

Pura-pura Mengamen, Dua Pelajar Ini Curi HP

Penulis : Kontributor Demak, Ari Widodo | Jumat, 2 November 2012 | 15:09 WIB

DEMAK, KOMPAS.com — Perbuatan nekat yang dilakukan dua pelajar di Demak, AH (15) dan MK (15), harus dibayar mahal. Gara-gara mencuri satu handphone, pelajar sebuah MTs dan SMK swasta di Demak itu terpaksa berurusan dengan pihak berwajib.

Dengan berpura-pura mengamen, kedua anak baru gede (ABG) warga Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, tersebut nekat mengambil HP milik salah seorang warga Desa Turitempel, Kecamatan Demak Kota.

Kepala Sub-Bagian Humas Kepolisian Resor Demak Ajun Komisaris Sutomo, Jumat (2/11/2012), menjelaskan, dengan berbekal kentrung, AH dan MK keluar-masuk perkampungan untuk mengamen. Pada saat masuk ke salah satu rumah warga di Desa Turitempel, keduanya melihat HP tergeletak di samping bocah laki-laki yang sedang tertidur pulas. Karena situasi saat itu sedang sepi, mereka pun tergoda untuk mengambil HP tersebut.

Namun, belum sampai HP berpindah tangan, tiba-tiba dari dalam rumah muncul seorang nenek dan langsung meneriaki maling. Warga yang mendengar teriakan sang nenek langsung berhamburan keluar rumah dan memburu dua pengamen gadungan yang gagal melarikan diri itu.

"Kedua pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga. Beruntung tidak berapa lama kemudian datang petugas Polsek Demak Kota dan mengamankan mereka dari amuk massa," jelas Sutomo.

Meskipun masih tergolong anak di bawah umur, kedua tersangka tetap akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Namun, pada saat proses penyidikan, mereka akan didampingi petugas dari Bapas Pati khusus anak.

Sementara itu, baik AH maupun MK, dua tersangka pencurian HP yang semuanya masih berstatus pelajar, mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka berdalih mengamen untuk tambahan uang saku dan tidak bermaksud mencuri HP milik salah seorang warga. Niat mencuri HP muncul secara spontan dan tidak direncanakan sebelumnya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan