Selasa, 12 Jun 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


KPK Periksa Sekda dan Ajudan Gubernur Riau

Posted: 12 Jun 2012 07:22 AM PDT

KPK Periksa Sekda dan Ajudan Gubernur Riau

Icha Rastika | Kistyarini | Selasa, 12 Juni 2012 | 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (12/6/2012) menjadwalkan pemeriksaan Sekretaris Daerah Riau, Wan Syamsir Yus terkait penyidikan kasus dugaan suap perubahan Peraturan Daerah Riau 2010.

Selain Syamsir, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan ajudan Gubernur Riau, Rusli Zainal yang bernama Said Faisal. Keduanya dianggap tahu seputar kasus dugaan suap di Riau tersebut. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk empat tersangka," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Selasa.

Syamsir tiba di gedung KPK, Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. Tanpa berkomentar, Syamsir memasuki gedung KPK dengan dikawal stafnya.
Sementara Said memenuhi panggilan pemeriksaan KPK sekitar pukul 11.00 WIB.

KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus ini. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Lukman Abbas, pegawai PT Pembanguan Perumahan, Rahmat Syaputra, mantan Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Eka Dharma Putra, dan tiga anggota DPRD Riau, yakni M Faisal Aswan (fraksi Golkar), M Dunir (PKB) dan Wakil Ketua DPRD Riau Tufan Andoso Yakin (PAN).

Berkas pemeriksaan Rahmat dan Eka telah rampung dan akan disidangkan di Riau. Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, pihaknya belum membidik tersangka baru kasus ini. "Kita masih melengkapi berkas empat tersangka setelah yang dua dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Terkait penyidikan kasus dugaan suap di Riau ini, KPK juga telah mencegah Gubernur Rusli Zainal. Sebelumnya, Rusli diperiksa KPK sebagai saksi. Menurut Johan, belum ada rencana untuk kembali memeriksa Rusli.

"Cable Car" Beroperasi di Bandung Tahun 2013

Posted: 12 Jun 2012 06:56 AM PDT

Transportasi

"Cable Car" Beroperasi di Bandung Tahun 2013

Didit Putra Erlangga Rahardjo | Robert Adhi Ksp | Selasa, 12 Juni 2012 | 13:56 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Kota Bandung setahun lagi bakal memiliki 55 gondola yang mengitari langit. Itulah angan-angan proyek cable car Bandung Skybridge yang dicanangkan Selasa (12/6/2012) ini.

Cable car direncanakan beroperasi tahun 2013, membawa 55 kabin gondola untuk melintasi jarak 2 kilometer dari Pusat Penelitian Geologi dan Kelautan dan berakhir di mal Paris van Java.

-- Sanjaya Susilo

Peresmian dilakukan di Kantor Atedja, Jalan Pasteur, oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada, Wakil Wali Kota Cimahi Eddy Rachmat, serta Duta Besar Swiss untuk Indonesia Heinz Walker-Nederkoorn.

Cable car direncanakan beroperasi tahun 2013, membawa 55 kabin gondola untuk melintasi jarak 2 kilometer dari Pusat Penelitian Geologi dan Kelautan dan berakhir di mal Paris van Java. Proyek itu diyakini pengembang, PT Aditya Dharmaputra Persada, bakal mengurangi kemacetan yang sudah menjadi masalah kronis di sana.

"Jika proyek ini rampung, cable car bakal menjadi yang pertama di Asia dan bisa menjadi percontohan di kota lain," ujar Presiden Direktur PT Aditya Dharmaputra Persada Sanjaya Susilo.

Acara yang digelar hari ini bukanlah peletakan batu pertama, melainkan hanya peresmian. Sanjaya beralasan bahwa saat ini pihaknya masih menanti rampungnya pengurusan perizinan di pemerintah kota.

Mitra pengembang adalah Doppelmayr yang berasal dari Austria dan berpengalaman dalam 14.100 unit di tempat-tempat lain. Pihak perwakilan Doppelmayr mengatakan, kelebihan dari kereta kabel adalah tanpa suara, ramah lingkungan, dan paling murah.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan