Selasa, 12 Jun 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


KRI Hasanuddin-366 tiba di Lebanon perkuat Kontingen Garuda

Posted: 12 Jun 2012 01:41 PM PDT

KRI Hasanuddin 366. (ANTARA/Zabur Karuru)

Partisipasi KRI Sultan Hasanuddin dalam misi perdamaian UNIFIL ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan Resolusi PBB nomor 1702 tentang perdamaian antara Lebanon dan Israel."

Berita Terkait

Kairo (ANTARA News) - Kapal Republik Indonesia (KRI) Hassanuddin-366 tiba di Lebanon untuk memperkuat misi perdamaian internasional Kontingen Garuda di bawah PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Kapal tempur yang tiba di Libanon pada Sabtu (9/6) akhir pekan lalu itu akan menjalankan tugas perdamaian selama enam bulan hingga Desember 2012, kata Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Beirut, Ahmad Syofian, kepada ANTARA Kairo, Selasa.

Disebutkan, kedatangan KRI Hasanuddin itu disambut oleh Duta Besar RI untuk Lebanon, Dimas Samodra Rum, Komandan Kontingen Garuda, Kolonel Ddharmawan Bakti, Atase Pertahanan KBRI Kairo merangkap KBRI Beirut, Kol.Laut (P) R.Teguh Isgunanto, jajaran staf KBRI Beirut dan sejumlah anggota Kontingen Garuda.

Dalam sambutannya, Dubes Dimas mengharapkan KRI Sultan Hasanuddin dapat kembali mempertahankan prestasi cemerlang bangsa Indonesia di mata internasional seperti prestasi yang diraih oleh misi-misi kapal Indonesia sebelumnya.

"Partisipasi KRI Sultan Hasanuddin dalam misi perdamaian UNIFIL ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan Resolusi PBB nomor 1702 tentang perdamaian antara Lebanon dan Israel," ujarnya.

Kapal tempur berpeluru kendali milik TNI AL itu akan tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) UNIFIL untuk pengamanan perairan Lebanon, menggantikan KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang telah mengakhiri misi perdamaian serupa selama enam bulan.

KRI Hasanuddin-366 sebelumnya pada 16 Mei lalu dilepas oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam upacara militer di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurut Syofian, selain Kapal Indonesia, sejumlah negara juga mengirimkan kapal tempur untuk misi serupa di perairan Lebanon, antara lain, Jerman, Brazil, Bangladesh, Yunani, dan Turki.

Kapal berukuran panjang 90 meter pimpinan Letnan Kolonel (P) Dato Rusman SN tersebut diperkuat satu unit helikopter BO-105 dengan 105 personil, terdiri atas 94 ABK, pilot dan kru heli tujuh orang, serta dokter , anggota Kopaska, perwira penerangan dan intelijen, masing-masing satu orang.

KRI Sultan Hasanuddin merupakan jenis kapal korvet di kelas Sigma (Ship Integrity Geometrical Modular Approach) yang dibuat di Belanda pada tahun 2004.

Kapal ini mampu melaksanakan perang anti kapal selam, surveillance dan operasi anti kapal permukaan untuk mencegah infiltrasi dan agresi musuh.

Sejak 2008, Indonesia telah mengirim secara bergantian beberapa kapal perang di kelas yang sama (Sigma) untuk bertugas menjadi bagian dari Kontingen Garuda TNI di Lebanon.

Kapal-kapal Indonesia sebelumnya yang bertugas di negeri bergolak itu adalah KRI Diponegoro, KRI Frans Kaisiepo dan KRI Sultan Iskandar Muda.

Kontingen Garuda TNI di Lebanon saat ini berjumlah sekitar 1.500 personil di antara 13 ribu pasukan PBB dari berbagai negara.

Selain di wilayah laut, personel Kontingen Garuda juga bertugas di wilayah darat Lebanon Selatan yang berbatasan dengan Israel.

(M043)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Malvinas akan selenggarakan referendum pada 2013

Posted: 12 Jun 2012 08:41 AM PDT

Penduduk pulau Falkland menunjukkan kesetiaannya kepada Inggris dengan berkendara sambil memasang bendera kepulauan Falkland yang bersisian dengan bendera Inggris. (REUTERS / Gary Clement)

Saya tidak ragu bahwa rakyat Falkland ingin kepulauan itu tetap menjadi satu Wilayah Seberang Laut Kerajaan Inggris."

Berita Terkait

London (ANTARA News) - Kepulauan Malvinas akan menyelenggarakan referendum mengenai status politik mereka pada 2013, kata satu pengumuman pemerintah lokal Selasa, dalam usaha mengakhiri sengketa wilayah antara Inggris dan Argentina.

Gavin Short, ketua majelis legislatif Malvinas, mengatakan bahwa penduduk wilayah Inggris tidak ingin diperintah oleh Buenos Aires, yang mengklaim Malvinas yang Inggris menyebutnya Falkland adalah wilayah Argentina yang diduduki, lapor AFP.

"Kami telah memutuskan, dengan dukungan penuh pemerintah Inggris untuk menyelenggarakan referendum di Kepulauan Falkland untuk menghapuskan keraguan yang mungkin ada tentang keinginan kami," kata Short dan menambahkan pemungutan suara itu akan diselenggarakan dalam pertengahan pertama tahun 2013.

"Saya tidak ragu bahwa rakyat Falkland ingin kepulauan itu tetap menjadi satu Wilayah Seberang Laut Kerajaan Inggris," katanya.

"Kami tentu tidak memiliki keinginan diperintah oleh pemerintah di Buenos Aires, satu fakta yang jelas bagi siapapun yang mengunjungi kepulauan itu dan mendengar pandangan-pandangan kami."

Pasukan Inggris menguasai kembali kepulauan Atlantik Selatan itu tahun 1982 setelah satu invasi Argentina. Perang singkat dan berdarah itu menewaskan 649 tentara Argentina dan 255 serdadu Inggris.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyambut baik pengumuman mengenai referendum itu dan mengatakan "terserah kepada penduduk Falkland untuk memilih apakah mereka ingin menjadi bagian Inggris".

"Tiga puluh tiga tahun lalu mereka menegaskan bahwa mereka ingin tetap berada di bawah pemerintah Inggris. Karena itulah mengapa pasukan Inggris berani membebaskan kepulauan itu dari para penyerbu Argentina," katanya.

Ia mengatakan "Inggris akan menghormati dan mendukung pilihan mereka." (RN/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan