Selasa, 24 April 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


PM Israel: Semenanjung Sinai Berubah Jadi Wild West

Posted: 24 Apr 2012 05:18 AM PDT

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan, kawasan Semenanjung Sinai telah berubah menjadi wilayah berbahaya. Wilayah ini dimanfaatkan oleh kelompok militan untuk menyelundupkan senjata dan melakukan serangan terhadap Israel.

Netanyahu bahkan mengatakan kelompok militan tersebut didukung oleh Iran.

"Semenanjung Sinai telah berubah menjadi semacam Wild West yang dijadikan sebagai basis teror dari kelompok Hamas, Jihad Islam dan Al Qaeda untuk menyelundupkan senjata serta melancarkan serangan terhadap Israel," ujar Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu seperti dikutip Reuters Selasa, (24/4/2012).

Selain itu PM Israel itu juga menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah tegas terkait dengan situasi di Semenanjung Sinai tersebut.

"Kami akan mengambil tindakan atas masalah ini, dan kami terus menerus melakukan pembicaraan dengan Mesir yang juga ikut merasa terganggu atas kondisi di Semenanjung Sinai," ujar PM Israel.

Semenanjung Sinai menjadi perhatian penting Negeri Yahudi itu setelah awal April lalu sebuah roket yang diduga ditembakkan dari kawasan ini menghantam resor terkenal milik Israel, Eliat.

Sebelumnya, pada Agustus lalu insiden berdarah dilaporkan sempat terjadi di kawasan ini menyusul penembakan delapan orang warga Israel oleh pasukan perbatasan Mesir. Dalam insiden yang sama, pasukan Israel pun dikabarkan menembak mati lima orang pasukan perbatasan Mesir.

Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman pun telah mengungkapkan kekhawatirannya terkait dengan situasi di Mesir saat ini. "Situasi di Mesir saat ini jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan kondisi Iran," ujar Menlu Israel.

Sementara itu petinggi militer Mesir Marsekal Mohammed Hussein Tantawi telah mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan adanya gangguan keamanan di Semenanjung Sinai.

"Perbatasan kami terutama yang terletak di timur laut, memanas. Kami tidak akan menyerang negara tetangga namun, kami akan mempertahankan wilayah kami. Kami akan mematahkan setiap serangan yang mendekati perbatasan kami," ujar Marsekal Mohammed Hussein Tantawi.(rhs)

Diancam Bom, 600 Warga Dievakusi dari Gedung

Posted: 24 Apr 2012 04:12 AM PDT

TOKYO - Pihak Kepolisian Jepang terpaksa mengevakuasi 600 warga dari sebuah gedung di Tsukiji, Tokyo. Evakuasi itu dilakukan setelah adanya ancaman bom diterima oleh pihak pengelola gedung.


"Seseorang menelpon manajemen gedung dan mengatakan, sebuah bom akan meledak menjelang sore," ujar pihak Kepolisian Jepang, seperti dikutip Japan Today, Selasa (24/3/2012).


Polisi dan tim penjinak bom langsung dikerahkan ke Gedung Kowa. Mereka pun langsung meminta 600 pegawai dan pekerja restoran yang berada di dalam gedung. 


Tetapi, menjelang sore waktu Jepang, tidak ada ledakan apan yang berada di gedung 16 lantai tersebut. Polisi juga tidak menemukan benda mencurigakan dari dalam gedung.


Setelah dipastikan aman, para penghuni gedung pun diperbolehkan kembali ke dalam gedung. Sementara penyelidikan atas pelapor terus dilakukan.

(faj)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan