Sabtu, 12 November 2011

Republika Online

Republika Online


Tahu Serpong, Tahunya Warga Tangsel

Posted: 12 Nov 2011 08:30 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,SERPONG - Pernah coba makan tahu asli Tangerang Selatan? Kalau belum pernah, coba saja Tahu Serpong.

Tahu asal Tangerang Selatan (Tangsel) ini memang tidak terlalu berbeda dari tahu-tahu yang beredar di pasaran. Tahu tersebut digoreng terlebih dahulu sebelum disajikan.

Namun sebelum digoreng, tahu Serpong harus direbus atau dikukus terlebih dahulu. Tahu tersebut cukup berisi dan basah. Setelah dimakan, rasanya boleh juga.

Harganya pun murah meriah. Bisa dimakan hanya dengan cabe rawit dan sambal kecap. Tahu serpong ini merupakan alternatif lain dari sajian tahu.

Republika mencoba menyambangi pabrik pembuatan Tahu Serpong ini. Terletak di Kampung Baru Asih RT.09/RW.13 Kelurahan Muncul, pabrik tahu itu terkesan sederhana. Kiwang (44 tahun), pria keturunan Thionghoa pemilik pabrik sederhana itu, meneruskan usaha turun temurun keluarganya sebagai pembuat tahu.

Orang tua Kiwang sudah memulai usaha dari 1995. Semenjak lulus SD, Kikwang pun sudah terampil membuat tahu. "Baru pada tahun 1999 saya pindah ke Tangsel dan memulai usaha disini," ujar Kiwang sambil menyantap makan siangnya.

Yang membuat Tahu Serpong berbeda adalah proses pembuatannya yang ditangani langsung oleh sang generasi turun temurun. Kiwang mengaku hanya memperkerjakan tenaga kerja yang berasal dari kerabat dekatnya. Prosesnya pun masih tradisional.

Kiwang masih menggunakan kayu bakar untuk menjaga kualitas dan rasa tahu buatannya. "Rasa tahu akan lebih enak kalau pakai kayu bakar. Makanya, tahu yang saya buat tidak mudah bau dan asam," ujar Kiwang. Dalam sehari, industri pembuatan tahu milik Kiwang menghabiskan ratusan potong kayu sebagai bahan bakar.

Setiap harinya, industri tahu milik Kiwang menghasilkan 2500 buah tahu. Ia tidak pernah mencoba memasarkan tahu buatannya. Justru, para pembeli berdatangan ke pabrik tahu miliknya.

Selain harganya yang murah, yakni Rp 300, tahu buatan Kiwang tanpa memakai bahan pengawet. "Tahu kita bebas formalin dan dari kunyit asli," ujarnya.

Full content generated by Get Full RSS.

Jakarta Menuju Pusat Mode ASEAN

Posted: 12 Nov 2011 07:00 PM PST

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Semakin majunya industri mode Indonesia, membuat para desainer Indonesia ingin mewujudkan cita-cita agar Jakarta menjadi pusat mode ASEAN. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, masyarakat peduli fesyen Indonesia menggelar pameran mode sepekan 'Jakarta Fashion Week (JFW) 2012' pada 12-18 November 2011.

"Dengan adanya acara ini, mimpi kita untuk mewujudkan cita-cita Jakarta menjadi pusat mode ASEAN bisa segera menjadi kenyataan," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, pada pembukaan JFW 2012 di Pacific Place (12/11).

Acara yang merupakan rangkaian dari 'ASEAN Summit' dan 'Enjoy Jakarta' ini juga bertujuan untuk mengembangkan industri mode Indonesia. Dalam acara ini, akan ada 51 show oleh 180 desainer yang akan memamerkan lebih dari dua ribu outfit. JFW 2012 juga diikuti oleh lebih dari 60 merek busana yang dipasarkan di Indonesia.

Acara JFW 2012 resmi dibuka oleh Fauzi Bowo dengan pemukulan gendang marawis. Selebrasi dilanjutkan dengan pameran busana dari empat top model Asia, yaitu dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Biyan Wanaatmadja menjadi desainer wakil Indonesia yang berkolaborasi dengan Ashley Isham (Singapura), Bernard Chandran (Malaysia), dan 'Tube Gallery' (Thailand).

"Kolaborasi ini menjadi 'ASEAN Desainer Show' pertama. Tentu saja acara ini merupakan permulaan yang sangat bagus untuk memajukan fesyen di Asia," kata Biyan. Kolaborasi keempat top desainer tersebut diberi tajuk 'Alliance of Beauty' yang menampilkan 12 koleksi dari masing-masing desainer.

Gelaran pekan mode ini memperoleh antusiasme tinggi dari masyarakat. Ini terbukti dengan ludesnya penjualan e-ticketing hanya dalam waktu dua hari. Sayangnya, tiket JFW 2012 ini tidak diperjualbelikan secara bebas, namun hanya dijual melalui situs resmi JFW 2012.

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan