Isnin, 4 April 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Tepco Akan Buang Air Tercemar ke Laut

Posted: 04 Apr 2011 06:21 AM PDT

TOKYO – Perusahaan Listrik Tokyo (Tepco) berencana membuang air limbah radioaktif ke laut dari PLTN Daiichi Fukushima sebagai upaya untuk menstabilkan reaktor.
Tepco mengatakan akan memulai membuang air limbah sebanyak 11.500 ton pada Selasa 5 Maret paling cepat dan operasi tersebut akan berlangsung selama beberapa hari.
 
Tepco menjelaskan tingkat yodium-131 di air limbah berada dalam tingkat 100 kali dari batas legal. Namun, operator PLTN tersebut mengatakan jika orang-orang memakan ikan atau rumput laut dari perairan dekat PLTN selama setahun, maka radiasi yang akan terpapar adalah 0.6 millisievert. Tepco menambahkan tingkat radiasi yang diperbolehkan dalam setahun untuk masyarakat umum adalah satu millisievert.

Air limbah dibuang ke laut agar kompleks reaktor No 2 terhindari dari air yang terkontaminasi radioaktif.
 
Air terkontaminasi radioaktif 100 ribu kali dari tingkat normal ditemukan di gedung turbin reaktor. Hal ini juga menghambat upaya pendinginan reaktor yang hancur.
 
Sekretaris Kabinet Yukio Edano mengatakan pemerintah telah menyetujui rencana tersebut, karena memindahkan air dari reaktor No 2 merupakan masalah yang lebih penting.
 
Edano menyebut operasi tersebut sebagai langkah darurat untuk memastikan keamanan PLTN. Edano juga menambahkan pemerintah telah meminta Tepco untuk memantau radioaktif di air laut dan secara seksama menelusuri dampaknya pada lingkungan.
(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

700 Nelayan Myanmar Hilang Diterjang Badai

Posted: 04 Apr 2011 06:02 AM PDT

YANGON – Hampir 700 nelayan dari Myanmar hilang akibat badai selama tiga hari. Badai menghancurkan perahu nelayan di Laut Andaman.
 
Beberapa nelayan yang selamat mengatakan mereka bertahan selama beberapa hari diatas rakit bambu sebelum diselamatkan oleh kapal perusahaan minyak lepas pantai, kapal nelayan Thailand, atau kapal angkatan laut Myanmar.
 
Jurnal berita The Weekly Eleven melaporkan sebanyak 15.583 nelayan diselamatkan dari badai dengan kecepatan angin 70 mph pada 14-17 Maret. Badai menghancurkan rakit dan jaring nelayan dan menyapu nelayan ke lautan. Dikatakan 682 nelayan masih belum ditemukan.
 
Badai menerjang lebih awal sebelum musim hujan dan datang pada saat musim memancing udang. Badai datang saat ribuan nelayan berlayar menggunakan rakit bambu.
 
Pihak berwenang Myanmar cenderung tidak segera mengeluarkan laporan mengenai efek bencana alam dan menerima kritik karena lamban dalam memberikan pertolongan dan bantuan kemanusiaan pada bencana sebelumnya.
 
Pemerintah Myanmar belum mengumumkan jumlah resmi korban tewas. Namun, The Weekly Eleven mengatakan tiga orang tewas. Sementara jurnal berita mingguan lainnya, The Voice, melaporkan 14 nelayan tewas selama badai pada akhir pekan lalu. Jumlah korban sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.
 
Badai menerjang sebagian wilayah Delta Irrawaddy, yang sebelumnya juga diterjang Topan Nargis pada Mei 2008. Topan tersebut menyebabkan 130 ribu orang tewas.
 
"Setidaknya pada saat Topan Nargis kami memiliki cukup waktu, karena sebelum angin kencang terjadi gerimis ringan terlebih dulu. Tapi, kali ini, di tengah musim panas, badai terjadi secara tiba-tiba," ujar salah seorang nelayan Kyaw Lwin pada The Voice seperti dikutip Associated Press, Senin (4/4/2011).
 
Lwin mengatakan diselamatkan oleh kapal nelayan Thailand setelah terapung di lautan selama tiga hari.
(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan