Rabu, 23 Januari 2013

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Sebagian daerah Kampung Pulo kembali terendam

Posted: 23 Jan 2013 07:51 AM PST

Jakarta (ANTARA News) - Sebagian daerah Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur kembali terendam banjir dengan tinggi air bervariasi antara 20-100 cm akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Rabu sore.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu di Jakarta, Rabu malam mengatakan, banjir di antaranya menggenangi wilayah RW 1 dan 3.

"Tidak semua daerah. Sekitar 15 RT di beberapa RW," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, sebagian warga di RW tersebut sudah membersihkan rumah yang terkena banjir sejak Selasa (15/1) pekan lalu dan telah surut Senin (21/1).

Namun, dengan naiknya air tersebut, sebagian warga terpaksa harus berbenah dan mengantisipasi datangnya banjir kembali jika ada air kiriman dari Bogor.

Ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor tercatat dalam kondisi normal atau sekitar 0,7 meter pada Rabu sore.

Bambang memperkirakan air kiriman yang datang dari Bogor pada Rabu malam nanti, tidak akan setinggi pekan lalu ketika mencapai empat meter.

Salah satu warga RW 3 tepatnya RT 10, Khaerudin (60), mengatakan tinggi air akibat hujan siang naik berkisar satu meter di sekitar rumahnya.

Namun, dia bersyukur air yang naik akibat hujan, tidak setinggi seperti pekan lalu, terutama saat Kamis (17/1) malam yang mencapai setinggi empat meter dan membuat dia tidak dapat bekerja sebagai kuli panggul di kawasan Jatinegara.

"Semoga air jangan naik lagi nanti malam, saya sulit untuk bekerja jika kebanjiran lagi," keluhnya.

Sementara, di beberapa wilayah Kampung Pulo, pasokan listrik masih dipadamkan PT PLN.

Hingga Rabu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 1.275 pengungsi warga Kampung Melayu yang tersebar di lokasi pengungsian antara lain Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, SDN 01, GPIB Koinonia, RS Hermina, Masjid Attawabin, dan GOR Jakarta Timur.

(I029/K007)

Waduk Pluit segera dinormalisasi

Posted: 23 Jan 2013 07:46 AM PST

Jakarta (ANTARA News) - Mengantisipasi sekaligus upaya "mengakhiri" banjir saban hujan besar, pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menormalisasi Waduk Pluit di Jakarta Utara. Normalisasi Waduk Pluit juga termasuk relokasi pemukiman penduduk dari area waduk itu; tidak boleh lagi ada pemukiman di sana.

"Normalisasi ini harus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas atau daya tampung air di dalamnya," kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu. Dana yang dicadangkan untuk semua keperluan itu diperkirakan hingga Rp1 triliun.

Rinciannya sementara ini adalah pembuatan sheet pile sebesar Rp190 miliar dan pengerukan waduk sebesar Rp800 miliar. Yang ideal, menurut Jokowi, kedalaman waduk mencapai 10 meter, namun kedalaman Waduk Pluit hanya sekitar dua sampai tiga meter, sehingga perlu diperdalam lagi. 

"Semakin dalam waduknya, maka semakin dalam juga daya tampungnya, sehingga air tidak tumpah dan menjadi banjir dimana-mana, terutama di daerah Pluit. Melalui normalisasi, maka daya tampung Waduk Pluit bisa maksimal," ujar Jokowi. 

Normalisasi itu, lanjut Jokowi, juga berkaitan dengan area di sekitar waduk. Dia mengatakan pihaknya mencatat terdapat sebanyak 17.000 kepala keluarga yang tinggal di area itu. 

"Area di sekitar waduk itu resapan air, bukan wilayah pemukiman. Jadi, tidak boleh ada warga yang tinggal di situ. Area tersebut harus disterilkan, sehingga Waduk Pluit dapat berfungsi secara maksimal," kata Jokowi. 

Satu hal pokok penyumbang banjir adalah "budaya" keliru yang telah berkarat pada warga Jakarta yang menganggap sungai adalah bak sampah raksasa sehingga semua jenis sampah sah dibuang di sana. Penegakan hukum tentang lingkungan juga masih sangat lemah, selain ketersediaan tempat sampah yang benar juga masih sangat langka.

Ilustrasi mudah, di Pintu Air Manggarai, tiap hari puluhan meter kubik segala jenis sampah --dari plastik kresek sampai lemari es bekas dan kasur-kasur bekas besar-- mudah dijumpai.

Sampah-sampah ini menurunkan kemampuan pintu air buatan kolonialis Belanda mengelola air, terutama jika hujan lebat terjadi berjam-jam.

(R027)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan