Khamis, 18 Oktober 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Alat Bantu Seks Masuk ke Usus Pria Ini

Posted: 18 Oct 2012 06:02 AM PDT

SHANGHAI - Seorang pria asal China mengunjungi dokter untuk mengangkat alat bantu seks pria yang masuk ke dalam ususnya selama lima hari. Dokter terpaksa menggunakan metode endoskopi untuk mengeluarkan alat bantu seks itu.

Dokter di Rumah Sakit Zhongshan, Shanghai, diminta mengangkat alat bantu seks sepanjang 23 centimeter di usus pria tersebut. Nyawa pria malang itu semakin sengsara karena pencernaannya sudah terganggu dengan alat vital buatan itu.

Pada awalnya, sang dokter sangat terkejut ketika menyaksikan adanya obyek besar dalam usus pasiennya.

"Bila kita tidak mengangkat alat bantu seks ini dengan cepat, kondisi pria ini akan semakin kritis," ujar Dokter Yao Liqing, seperti dikutip Shanghai Daily, Kamis (18/10/2012).

Saat ini, alat bantu seks itu sudah memblokir usus besar pria itu dan menyebabkan luka dalam. Dokter mulai khawatir akan gagalnya operasi pengangkatan alat bantu seks tersebut. Namun dokter itu tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai proses operasi yang dilakukannya terhadap pria itu.

Penjualan alat bantu seks dan kontrasepsi di China memang sangat bebas, begitu pula dengan kehidupan seks warga Negeri Panda. Namun para warga juga sudah diperingatkan agar mengikuti instruksi dalam menggunakan alat bantu seks dan tidak menggunakannya dengan cara yang salah.(AUL)

Rusia Selamatkan Israel dari Kecaman

Posted: 18 Oct 2012 05:03 AM PDT

NEW YORK - Utusan Rusia untuk Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya (UNESCO) mengintervensi proses voting resolusi yang ditujukan untuk mengecam tindakan Israel. Voting itupun langsung ditunda.

UNESCO hendak melakukan voting terhadap lima resolusi yang mengecam Israel. Resolusi-resolusi itu disponsori oleh Yordania, Otoritas Palestina dan Suriah. Demikian, seperti diberitakan Haaretz, Kamis (18/10/2012)

Yordania mengklaim, Israel mencoba mengubah karakter Yerusalem dan melakukan penggalian barang-barang bersejarah tanpa koordinasi dengan Yordania. Yordania pun marah dengan izin ibadah warga Yahudi di tanah suci (Al-Haram asy-Syarif).

Sementara itu Otoritas Palestina mendukung resolusi yang mengecam Israel karena menghambat proses pendidikan di Gaza, serta aktivitasnya di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Suriah pun mendukung resolusi serupa, berdasarkan tindakan Israel terhadap warga Druse di Dataran Tinggi Golan.

Voting akan dilakukan dalam pertemuan UNESCO di Paris, Prancis, namun utusan Rusia untuk UNESCO memutuskan alternatif lain yang akhirnya menunda rencana voting selama enam bulan ke depan. Mereka diminta bernegosiasi dengan Israel dan PBB akan mengirim tim pencarian fakta ke Yerusalem.

Dalam permasalahan ini, Prancis tampil sebagai satu-satunya negara Uni Eropa yang menentang keputusan Rusia. Duta Besar Israel untuk UNESCO Nimrod Barkan turut mengadakan pertemuan dengan negara Eropa guna memblokir resolusi tersebut. Sikap Rusia juga membuat perwakilan Suriah, Yordania dan Palestina terkejut.(AUL)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan