Ahad, 9 September 2012

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


Perbatasan Indonesia, Surga Pasokan Senjata Teroris

Posted: 09 Sep 2012 09:03 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengungkapkan, maraknya aksi teror di Indonesia disebabkan daerah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga, terutama Filipina, tidak dijaga secara ketat. Longgarnya penjagaan daerah perbatasan memudahkan para pemasok senjata dari daerah basis kelompok Abu Sayyaf di Filipana untuk kegiatan teror di Indonesia tetap merajalela.

"Pasokan senjata untuk para teroris itu lewat perbatasan Indonesia. Selama ini perbatasan Indonesia itu paling mudah untuk aksi penyelundupan senjata ilegal karena kurang ketatnya pengawasan," ujar Mbai di kantor Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Minggu (9/9/2012).

Mbai mencermati, para pemasok senjata untuk pelaku teror melewati jalur laut perbatasan Indonesia dan Filipina. Hal tersebut dapat dibuktikan dari keterangan Umar Patek yang telah malang melintang sebagai pelaku teror baik di Filipina maupun Indonesia.

Ketidakketatan daerah perbatasan yaitu jalur laut merupakan hal teknis mengingat wilayah kelautan Indonesia yang luas.

"Wilayah Indonesia itu luas, terutama lautnya. Mau tentara di suruh berhimpitan menjaga perbatasan juga tidak mungkin soalnya luas laut tadi," ujarnya.

Dia menjelaskan, karena daerah perbatasan yang sering kecolongan maka intelijen bersama kepolisian harus aktif memantau ketika pasokan senjata telah sampai di darat. Hal tersebut dapat dilakukan mengingat tujuan dari pasokan senjata teroris tidak sulit terdeteksi.

Oleh sebab itu, memutus jaringan pasokan senjata di darat harus sering digalakkan agar para teroris tersebut mengalami kelangkaan senjata. Terlebih lagi, senjata yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pasca ledakan Beji memiliki kemiripan dengan milik kelompok teror Solo.

"Senjata kelompok Depok dan Solo memang ada kemiripan satu sama lain. Tapi ada tidaknya hubungan dari kedua kelompok terduga teroris tersebut akan didalami lebih lanjut," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, paska ledakan Beji, Depok, Jawa Barat, Tim Gegana berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yaitu tiga granat nanas, manggis, dan asap, satu senjata api berjenis bareta dengan 17 butir peluru, 2 senjata enggran jenis serbu dalam bentuk masih rangkaian, satu alat peredam senjata, 50 butir peluru kaliber 9,9 mm, 30 butir peluru 2,2 mm buatan Pindad, dan 5 buah baterai 9 volt.

Selain itu juga ditemukan 1 laptop, 1 telepon genggam, 6 switching dalam rangkaian, 6 buah paralon 1/4 inch sudah terisi peledak, bahan peledak jenis serbuk potassium, HP ledak, detonator elektrik, kabel serabut tunggal, dan surat wasiat. Kemiripan dengan kelompok Solo adalah adanya senjata api berjenis Bareta.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri

Seorang Wanita Tewas Terpanggang

Posted: 09 Sep 2012 08:16 AM PDT

BANDUNG, KOMPAS.com - Seorang wanita yang belum diketahui identitasnya tewas terpanggang, setelah dua buah rumah dan toko di RT 01/ RW 02, Kampung Carik, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ludes terbakar, Minggu (9/9/2012) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, wanita yang diperkirakan berusia 25 tahun itu diduga tengah berada di kamar mandi saat peristiwa kebakaran itu terjadi. Namun, warga setempat belum ada yang mengenali apakah wanita tersebut merupakan penghuni rumah atau tamu yang tengah berkunjung ke toko tersebut.

"Korban meninggal berjenis kelamin wanita. Umurnya sekitar 25 tahunan. Jenazahnya sudah berhasil diangkat oleh petugas dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Tapi belum diketahui identitasnya," kata Kepala UPTD Pemadam Kabakaran Kabupaten Bandung Barat, Dadang Dahyar saat dihubungi Tribun, Minggu (9/9/2012) malam.

Menurut Dadang, saat si jago merah berhasil dipadamkan, petugas menemukan sesosok tubuh perempuan di sebuah ruang kamar mandi di bagian belakang toko. Saat ditemukan petugas, kata dia, wanita tersebut sudah meninggal dunia akibat terpanggang api.

"Mungkin terjebak di kamar mandi. Kemungkinan ia tidak tahu ada kebakaran karena ada di kamar mandi," kata Dadang.

Begitu mendapat laporan, kata dia, petugas langsung sampai di lokasi kebakaran dalam waktu kurang dari 15 menit. Namun, saat petugas datang kobaran api sudah melahap sebagian besar bangunan rumah dan toko. Selain akibat besarnya hembusan angin, Dadang menduga api dengan cepat menjalar karena disebabkan oleh bensin.

"Sebab, salah satu bangunan yang terbakar biasa berjualan bensin eceran. Banyak bensin. Selain itu di sampingnya konter HP," ungkap Dadang.

Meski demikian, ia mengaku dapat memastikan penyebab kebakaran hebat tersebut. Namun dugaan sementara, kebakaran itu disebabkan akibat bensin yang meledak akibat tersulut api.

"Kalau penyebab pastinya masih diselidiki oleh kepolisian. Kami hanya fokus memadamkan api. Sekarang kami masih berusaha melakukan penyemprotan karean dikahwatirkan masih ada titik api," tambah dia.

Selain wanita malang tersebut, kata dia, kebakaran itu juga memakan seorang korban yang mengalami luka bakar cukup serius yakni Dayat (50). Korban merupakan Ketua RT setempat. Saat peristiwa kebakaran, Dayat diketahui tengah berada di dalam rumah.

"Korban yang juga ketua RT sudah dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka bakar. Kalau warga lainnya, alhamdulillah selamat," ungkap Dadang seraya mengatakan selain korban jiwa, kerugian akibat kebakaran itu diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan