Republika Online |
Bikin Bakso Urat Yuk, Ini Dia Resepnya Posted: 08 May 2012 09:32 PM PDT REPUBLIKA.CO.ID, Bakso Urat Bahan: 200 gram daging sapi berurat, potong kasar 50 gram es batu, pecahkan kasar 50 gram tepung tapioka Bumbu: 1 sdm bawang putih goreng, haluskan 1 sdm bawang merah goreng, haluskan Seperempat sdt penyedap rasa, jika suka Setengah sdt merica bubuk Setengah sdt garam halus Kuah: 1.000 ml air 1 sdm bawang putih goreng, haluskan 1,5 sdm bawang merah goreng, haluskan 1 sdt merica bubuk Seperempat sdt penyedap rasa, jika suka 1 sdt gula pasir Garam secukupnya Pelengkap: 1 batang daun bawang, iris halus Saus sambal Saus tomat Kecap manis Sambal rawit goreng Cara membuat: Masukkan daging, es batu, bawang putih, bawang merah, merica bubuk, penyedap rasa, dan garam halus dalam food processor, proses hingga halus. Tambahkan tepung tapioka, proses kembali hingga tercampur rata. Letakkan adonan bakso pada tangan kiri, kepalkan tangan hingga adonan bakso keluar di antara jari jempol dan telunjuk, lepaskan dengan bantuan sendok. Masukkan bulatan bakso pada air panas, lakukan hingga adonan habis. Masak dengan api kecil hingga bakso mengapung, angkat, tiriskan. Sajikan bakso urat dengan kuah dan pelengkapnya. |
Si Kecil Ngempeng? Ini Cara Mengatasinya Posted: 08 May 2012 08:02 PM PDT REPUBLIKA.CO.ID, Mengempeng memang dapat membuat anak menjadi tenang. Ada rasa nyaman yang diperolehnya sesaat setelah jempol ataupun empeng terkulum. Apalagi, kenikmatan mengempeng sudah dirasakannya sejak ia masih di dalam kandungan. Kendati demikian, WHO tidak merekomendasikan empeng atau dot untuk bayi yang masih menyusu pada bundanya. Penggunaan empeng berpotensi membuat bayi meng alami masalah menyusu. "Bayi akan lebih senang mengempeng ketimbang menyusu langsung dari ibunya," kata konselor laktasi, dr Asti Praborini SpA, IBCLC. Bayi sesungguhnya tak butuh terlalu sering mengempeng. Desakan untuk mengempeng paling sering terjadi di masa 'kritis'. Biasanya, keinginan itu muncul ketika anak bosan, letih, atau sulit memulai tidur. Lalu, bagaimana dengan bayi yang telanjur terbiasa mengempeng? Untuk anak usia dua tahun, orang tua cukup mengajak anandanya mengobrol. Jelaskan dampak yang mungkin terjadi padanya jika terus mengempeng. "Anak dua tahun sudah mampu memahami sebab dan akibat," tutur Asti. Ananda membalas penjelasan bunda dengan jeritan? Tak perlu gusar. Biarkan ia melampiaskan emosinya. "Nanti juga lupa sendiri," celetuk dokter spesialis anak ini. Meski begitu, bukan berarti orang tua terbebas dari kewajiban memberikan rasa nyaman pada anaknya. Ayah dan bunda justru harus mencari alternatif lain. "Tenangkan anak sesuai dengan kebutuhannya, seperti dengan memberikan belaian, membacakan buku cerita, atau mengalihkannya ke aktivitas lain yang mengasyikkan," saran Asti. Lamanya masa adaptasi lepas empeng beragam pada setiap anak. Tentunya, peran pengasuh sangat besar dalam kelancarannya. "Jangan membuat anak menjadi bergantung dengan empeng," saran Asti Ketika mengempeng menjadi suatu kebiasaan jangka panjang, susunan gigi atas anak bisa jadi menonjol. Cekung pipinya selagi mengempeng membuat rongga mulut menyempit. Rahang pun terlalu sempit untuk ditumbuhi gigi. Akibatnya, anak akan membutuhkan kawat gigi untuk me ratakan gigi tonggosnya. Saat empeng telah menjadi jurus terakhir untuk menenangkan bayi, pengasuh sebaiknya memperhatikan betul kebersihan empeng. Hindari memberikan pacifier yang sudah terjatuh. Ada risiko diare dari pemakaian empeng yang tidak bersih. |
You are subscribed to email updates from Republika Online - Gaya Hidup RSS Feed To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 |
Tiada ulasan:
Catat Ulasan