Sindikasi news.okezone.com

sumber :-

Sindikasi news.okezone.com


Apa Kata Politisi Muda Soal Setgab Parpol?

Posted: 05 Mar 2011 11:10 PM PST

JAKARTA- Sejumlah politisi muda melakukan pertemuan untuk mendiskusikan soal Sekretariat Gabungan (Setgab) partai politik yang mendukung pemerintah pascapenolakan hak angket mafia pajak.

Diskusi yang digelar di komplek liga mas, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (6/3/2011), ini dihadiri sejumlah politisi muda seperti Arif Budimanta dari PDIP, Indra J Piliang dari Partai Golkar, dan Saan Mustofa dari Partai Demokrat.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan pertemuan para tokoh muda ini dinilai sangat tepat.

"Karena pemilik sah republik ini adalah anak muda. Jadi kalau mau mendengar prespekstif Negara ke depan, harus mendengara suara anak muda," kata Ray.

Pada kesempatan yang sama, Ray juga menyindir sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak tegas mengenai wacana reshuffle.

"Setgab terlalu berlarut-larut, isu koalisi sudah bergulir lama. Tetapi sampai saat ini tidak terjadi," kritiknya.

Sebelumnya, dua partai anggota Setgab membelok dengan mendukung angket mafia pajak di DPR. Namun usaha dua partai ini kandas karena kurangnya suara dukungan.
(kem)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

"Yogyakarta Sudah Tenteram Jangan Diutak-Atik"

Posted: 05 Mar 2011 10:43 PM PST

JAKARTA - Ratusan massa, yang di antaranya seniman dan budayawan Yogyakarta, melakukan orasi budaya penetapan dengan tema Yogyakarta Kota Revolusi dan Berbudaya.

Para Budayawan tersebut meminta dan menuntut Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Paku Alam ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Yogya. 

"Yogyakarta sudah aman dan tenteram jangan pernah diutak-utik" kata menurut Suryo Negoro sebagai ketua umum Forum Intelktual Budayawan Jogyakarta di sela orasi budaya "Jogja Kota Revolusi" Gedung Juang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/3/2011).

Suryo mengatakan, dia menuntut keistimewaan Yogyakarta sesuai UUD 1945.

Pembahasan RUUK Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama ini dinilai sangat politis. Pasalnya ada yang beranggapan, apa yang telah berjalan selama ini di DIY tidak sesuai dengan tantangan zaman dan demokrasi. DIY pun dinilai tak demokratis.

Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan ukuran yang dipergunakan dalam mempermasalahkan keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sangat politis. Padahal menurutnya, secara filosofis, vox populi vox dei, sebagai ruh demokrasi menunjukan bahwa ukuran demokrasi harus berpijak kepentingan dan kehendak rakyat.

Sultan menegaskan, apabila melihat realita dinamika masyarakat di DIY yang sebagian besar masih menginginkan praktik yang telah berjalan selama ini tetap dipertahankan, seharusnya keinginan tersebut diakomodasikan

(ugo)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen