Sindikasi international.okezone.com

sumber :-

Sindikasi international.okezone.com


166 WNI di Jepang Belum Diketahui Keberadaanya

Posted: 16 Mar 2011 07:14 AM PDT

JAKARTA - Kondisi Jepang pascagempa masih terus porak poranda, hingga kini masih banyak warga yang hilang. Dikabarkan hingga kini masih ada 166 WNI yang tidak diketahui keberadaannya.

"Ada kurang lebih 496 WNI yang tinggal di tiga provinsi terparah. Sebanyak 274 WNI di Miyagi. Sebanyak 140 di Iwate dan 82 di Fukushima," ungkap Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegwa, usai menerima kunjungan Wamenlu Jepang, di Jakarta, Rabu (16/3/2011).

Tercatat 256 WNI dari 274 WNI dipastikan selamat. Kondisi ini, menurutnya tidak mencerminkan kejadian terburuk. melainkan belum mengetahui kondisi mereka. Proses penjemputan pun masih terus dilakukan.

Sementara di Iwate ada 50 dari 140 WNI yang selamat. Di Fukushima ada 24 dari 180 WNI yang selamat. "Dengan kata lain masih tersisa 166 WNI yang masih harus dicek atau dikonfirmasi keberadaannya," ucap Menlu.

Saat ini sudah ada contigency plan untuk mengatasi proses evakuasi dari WNI di Jepang.(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Jepang Tak Bedakan Evakuasi Warga Asing

Posted: 16 Mar 2011 06:47 AM PDT

JAKARTA - Bencana Jepang membuat was-was bagi siapa saja yang memiliki saudara dan kerabat di sana. Apalagi setelah adanya instruksi evakuasi besar-besaran warga di radius 20 kilometer dari PLTN Fukushima.

Namun, Pemerintah Jepang menyatakan tidak membedakan warga yang diungsikan menjauh dari pembangkit yang tengah dikhawatirkan memancarkan radiasi itu.

"Pemerintah Jepang tidak membeda-bedakan proses evakuasi dan perlindungan antara warga asing dan lokal," ujar Parliamentary Vice Minister for Foreign Affairs Makiko Kikuta, di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2011).

Menurutnya, Pemerintah Jepang terbuka dalam menghadapi kerusakan di sistem pendingin reaktor PLTN Fukushima. Artinya, Pemerintah Jepang secara transparan memberikan penjelasan ke International Atomic Energy Agency (IAEA) dan masyarakat internasional mengenai keadaan PLTN Jepang. "Ini terbukti kunjungan tim IAEA pada 15 Maret kemarin," pungkasnya.
(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Komen