Rabu, 19 Jun 2013

detikcom

detikcom


Enggan Naikkan Tarif Pasca BBM Naik, Pengusaha Angkot Minta Subsidi

Posted: 19 Jun 2013 11:40 AM PDT

Kamis, 20/06/2013 01:37 WIB

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Kenaikan harga BBM yang tinggal menunggu waktu, cukup menyita perhatian para pengusaha angkot. Agar tarif tidak naik, mereka meminta subsidi khusus untuk pengusaha angkot.

"Selama ini angkutan umum tidak pernah mendapatkan subsidi sehingga pengusaha membebankan kepada penumpang. Seharusnya pemerintah mensubsidi angkutan 40% yang 60% ditanggung pemilik angkutan," ujar anggota Dewan Transportasi sekaligus pengusaha Metromini, Azas Tigor Nainggolan saat ditemui di Terminal Pulogebang, Rabu (19/6/2013).

Asosiasi pengusaha Metromini merasa enggan untuk menaikkan tarif. Kenaikan tarif akan menyebabkan berpalingnya penumpang ke alat transportasi lain seperti sepeda motor.

"Kalau BBM naik dan kita menaikkan tarif angkot, penumpang akan tambah berpaling ke kendaraan roda dua," tambahnya.

Agar tarif angkot tidak naik walaupun harga BBM tetap dinaikkan pemerintah, Tigor punya pendapat yang diharapkannya bisa diperhatikan oleh pemangku kebijakan.

"Pertama subsidi trayek angkot, sehingga tidak perlu dinaikan tarif angkot. Kedua lakukan pembatasan kendaraan bermotor, sehingga orang-orang yang berduit itu didorong untuk menggunakan angkutan umum," pungkasnya.

Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(edo/rvk)


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Pintu Masuk Imigran Gelap Ada di Sepanjang Garis Pantai Indonesia

Posted: 19 Jun 2013 11:30 AM PDT

Makassar - Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang keempat di dunia, setelah Amerika Serikat, Kanada dan Rusia, yakni sepanjang 95.181 kilometer, menjadi pintu gerbang yang menganga lebar bagi para imigran gelap yang hendak menuju Australia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakorkamla) Laksamana Madya Bambang Suwarto.

"Pengawasan kita pada imigran gelap yang melintasi perairan kita tidak kurang, namun lubang-lubangnya sangat banyak, sepanjang garis pantai kita, sudah hampir seluruh daerah, dari Sumatera, Kalimantan atau NTT, mereka ke Australia, karena di sana ada gulanya," tutur Bambang dalam keterangan persnya, Rabu (19/6/2013).

Sebelumnya, senin 3 juni 2013, sebanyak 29 imigran gelap asal Pakistan, Bangladesh dan Rohingya diamankan oleh aparat kepolisian di Kab. Batu Bara, Sumatera Utara, setelah melintasi kawasan pantai Talawi dengan menggunakan perahu motor dari Malaysia.

Menurut Bambang, pihak Australia sendiri yang menjadi daerah tujuan utama para imigran, yang didominasi dari negara timur tengah, sangat kooperatif pada pemerintah Indonesia dalam menjalin komunikasi terkait kasus imigran gelap yang melintasi laut Indonesia.

"Pemerintah Australia selalu memberi informasi-informasi terkait adanya imigran gelap, termasuk informasi bila ada kapal-kapal yang rusak, jalinan komunikasi kita dengan mereka masih bagus," ujar mantan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur TNI Angkatan Laut ini.

Selain kasus imigran gelap, lanjut Bambang, Bakorkamla juga memokuskan pencegahan maraknya pencurian ikan di perairan Indonesia dari negara-negara luar, seperti Malaysia, Filipina, Vietnam dan China. "Tangkapan kita pada pelaku illegal fishing tahun 2013 ini cukup banyak, mereka umumnya menggunakan kapal besar di atas 300 ton, baru-baru ini 6 kapal nelayan asal Vietnam berhasil diamankan," tandas Bambang.

Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(mna/rvk)

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan