Selasa, 23 April 2013

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Miliuner Jual Detektor Bom Palsu

Posted: 24 Apr 2013 03:55 AM PDT

Miliarder Jual Detektor Bom Palsu

Rabu, 24 April 2013 | 10:55 WIB

BBC

Detektor palsu McCormick digunakan di pos-pos pemeriksaan Irak.

KOMPAS.com — Miliarder Inggris James McCormick, 56 tahun, divonis bersalah atas tiga kasus penipuan karena menjual detektor bom palsu. Alat bernama Advanced Detection Equipment dijual seharga 40.000 dollar AS (Rp 378 juta) per unit di Irak, Georgia, Arab Saudi, dan Nigeria.

McCormick dari Langport, Somerset, Inggris, mendapat pemasukan sebesar 76 juta dollar AS (Rp 739,2 miliar) dari bisnis detektor palsu ini. Ia memasarkan detektor itu ke militer, pemerintah, polisi, dan bahkan PBB.

McCormick mengklaim bahwa detektor itu bisa melacak "semua bentuk penyamaran." Namun, jaksa Richard Whittam QC mengatakan "alat tersebut tidak berfungsi, dan ia tahu hal itu." Jaksa mengatakan alat itu tidak berfungsi dan tidak memiliki dasar keilmuan apa pun.

Irak menghabiskan uang 40 juta dollar AS untuk membeli 6.000 alat pada 2008 dan 2010.

"Alat itu digunakan di berbagai pos pemeriksaan di Irak dalam periode tersebut. Jelas bahwa warga sipil dan personel militer berada dalam bahaya dengan mengandalkan alat itu," kata Detektif Inspektur Ed Heath dan Kepolisian Avon and Somerset, yang memimpin penyelidikan.

"McCormick menunjukkan ketidakpedulian pada keselamatan orang-orang yang menggunakan alat tersebut untuk keselamatan dan perlindungan mereka."

McCormick mendapat pembebasan bersyarat dan akan dijatuhi hukuman pada 2 Mei mendatang.

Editor :

Egidius Patnistik

Bertengkar, Seorang Ibu Remas Testis Lawannya hingga Tewas

Posted: 24 Apr 2013 03:53 AM PDT

Bertengkar, Seorang Ibu Remas Testis Lawannya hingga Tewas

Rabu, 24 April 2013 | 10:53 WIB

HAIKOU, KOMPAS.com - Seorang ibu di China diseret ke pengadilan dengan tuduhan membunuh seorang pria karena meremas testis atau buah zakarnya sedemikian kencang sehingga pria itu tewas.

Perempuan itu, lapor MailOnline, Selasa (23/4), sedang menjemput putranya dari sekolah ketika dia kemudian terlibat perselisihan dengan seorang penjaga toko. Gara-garanya, perempuan itu memarkir sepeda listriknya di depan toko pria itu di Distrik Meilan, Kota Haikou, Hainan. Pria yang dilaporkan berusia 42 tahun itu keluar dari toko dan mengatakan kepada ibu itu bahwa dia tidak boleh meninggalkan sepedanya di lokasi tersebut.

Itu itu tidak terima teguran tersebut. Mereka dilaporkan terlibat adu mulut hebat. Perkelahian pun terjadi dan perempuan itu memanggil kakak dan suaminya untuk membantu. Namun dia kemudian dilaporkan menyambar testis pria itu dan meremasnya sedemikian kencang.

Menurut laporan seorang saksi, perempuan itu memegang buah pelir pria itu sambil berteriak, "Saya akan meremasnya sampai mati, kamu tidak akan pernah punya anak-anak lagi."

Pria itu digambarkan tergeletak di tanah saat dirawat para paramedis sebelum dilarikan ke rumah sakit. Namun tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya.

Dr Irwin Goldstein, seeorang urolog dan direktur San Diego Sexual Medicine mengatakan, cukup masuk akal bahwa peremasan testis menyebabkan kematian pria itu. Dia mengatakan kepada situs web Gizmodo, sebagaimana dikutip MailOnline, "Ya, testis sangat peka sentuhan dan ada pelepasan adrenalin yang besar ketika ada kekuatan berlebihan yang menimpa organ-organ itu. Nyeri testis menjalar hingga perut bagian bawah, mesenteric plexus, dan menyebabkan para pria menghentikan secara tiba-tiba apa yang sedang mereka lakukan, berbaring di tanah, menutup mata mereka dan menekuk lutut mereka. Serangan jantung tentu dapat terjadi akibat rasa sakit dari testis yang diremas secara sangat kencang."

Perempuan itu terancam hukuman yang ditimpakan kepada seorang pembunuh jika ia terbukti bersalah.

Editor :

Egidius Patnistik

Tiada ulasan:

Catat Ulasan