Sabtu, 10 November 2012

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Banjir Mamasa, 13 Orang Meninggal dan 4 Lainnya Hilang

Posted: 10 Nov 2012 12:02 AM PST

JAKARTA – Tim SAR gabungan masih mencari korban hilang pascabanjir bandang yang terjadi di Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat pada Kamis, 8 November lalu.

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggala tercatat 13 orang dan empat orang dinyatakan hilang. Tim menyusuri Sungai Kabaniran untuk mencari keberadaan para korban.

"Hingga siang ini, 13 orang meninggal dunia dan empat orang masih hilang," tulis Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya di Jakarta, Sabtu (10/11/2012).

Sementara pantauan di lokasi kejadian, pencarian dibagi dalam tiga tim. Tim satu dan dua melakukan penyisiran di sungai dan lembah pegunungan, sedangkan tim yang tergabung dari warga dan mahasiswa pencinta alam menyisir desa, lokasi terjadinya banjir. Pencarian inipun diintensifkan di sekira 200 meter dari perkampungan. Pencarian para korban mengalami kendala berupa minimnya peralatan dan sulitnya medan.

Banjir bandang dipicu tingginya curah hujan selama tiga hari yang mengakibatkan Sungai Kabaniran meluap. Air sungai yang terbentang sepanjang Kabupaten Mamasa ini memporak-porandakan pemukiman warga, termasuk menghanyutkan ratusan ternak, kendaraan, dan juga masyarakat.

Selain 13 orang yang sudah meninggal dan empat lainnya masih hilang, dua warga yang menjadi korban kini dirawat intensif di rumah sakit setempat.
(Huzair Zainal/Sindo TV/ris)

Gempa Sukabumi Terasa Hingga di Bandung

Posted: 09 Nov 2012 10:46 PM PST

JAKARTA - Gempa bumi dengan kekuatan 5,5 skala Richter (SR) di Sukabumi, Jawa Barat terasa cukup keras di Cianjur dan Tasikmalaya. Warga Bandung juga sempat merasakan getaran gempa.

"Gempa juga dirasakan lemah di Bandung," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada Okezone, Sabtu (10/11/2012).

Kata dia, masyarakat merespon dengan keluar dari rumah saat merasakan guncangan gempa. Hingga saat ini belum ada laporan korban dan kerusakan akibat gempa. "BPBD Cianjur, BPBD Sukabumi dan BPBD Jawa Barat masih melakukan pemantauan dan pendataan," terangnya.

Dia menghimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terkait banyaknya kejadian gempa di Indonesia. Gempa tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sewaktu-waktu. "Korban akibat gempa bukan karena gempa tetapi bangunannya yang tidak tahan gempa," cetusnya.

(trk)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan