Khamis, 27 September 2012

Republika Online

Republika Online


Mau Belajar Berkebun, Yuk ke 'Akademi' Berbayar Rp0

Posted: 27 Sep 2012 05:01 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Ingin bisa bercocok tanam secara instan? Belajarlah di Akademi Berkebun yang dikelola oleh para penggiat Indonesia Berkebun. Kelas dalam akademi itu dibuka tiap dua bulan sekali. Belajarnya, mulai dari materi dalam ruang hingga praktik lapangan, dilakukan dalam sehari saja.

Syaratnya, cukup mendaftarkan diri dan mentransfer uang Rp 25 ribu. "Biaya belajarnya gratis. Uang digunakan untuk membeli konsumsi bagi peserta, karena kegiatan dilakukan dari pagi hingga sore," kata Ida Amal, salah satu pengelola Akademi Berkebun.

Selain itu, transfer uang sebagai bentuk tanggung jawab peserta. Dulu, Akademi Berkebun menggratiskan seluruh biaya pendidikan, termasuk konsumsi. Uang untuk membeli makanan bagi peserta, diambil dari hasil penjualan kebun percontohan.

Namun, beberapa peserta ada yang "nakal". Misalnya, berhalangan hadir tanpa pemberitahuan, sehingga konsumsi yang sudah disiapkan, menjadi mubadzir. "Padahal, uang yang dipakai untuk membelinya bisa dimanfaatkan untuk hal lain, membeli benih misalnya," kata Ida.

Dalam kelas berkebun, peserta diajarkan mulai dari pengenalan jenis-jenis sayuran, cara bercocok-tanam, pengendalian hama, hingga pemanenan. Bagi yang berniat untuk menekuninya secara komersial, diajarkan cara marketingnya.

Mereka juga menghadirkan tutor tamu, yang biasanya adalah praktisi di bidangnya. Beberapa direktur dan pakar marketing pernah menjadi pemandu.

Menurut Ida, tak sedikit alumni Akademi Berkebun yang memutuskan untuk menekuni agrobisnis di lahan yang mereka sewa. Apalagi, tren pangan organik kian menyebar di banyak kota. "Kita memang mengarahkan peserta pada model pertanian organik," katanya.

Ida yang juga aktif di Banten Berkebun bermimpi, pertanian perkotaan mengisi ceruk kebutuhan sayur-mayur organik warga perkotaan. Potensinya, kata dia, sangat besar. Ia mencontohkan perkebunan kangkung di kawasan Sepatan, Tangerang, yang tiap hari kewalahan melayani permintaan, padahal panen mereka 20 ton/bulan.

Namun yang utama, kata dia, pertanian perkotaan membantu warga kota untuk berswasembada pangan. "Paling tidak, ketahanan pangan keluarga terjamin," katanya.

Ingin bergabung dengan komunitas berkebun di kota Anda? Follow akun Twitter di bawah ini:

    Aceh - @ACEHberkebun
    Medan - @mdnberkebun
    Padang - @pdgberkebun
    Batam - @BatamBerkebun
    Banten - @bntberkebun (tiga lokasi: Serang, Bintaro Callista, BSD)
    Jakarta - @JktBerkebun (tiga lokasi: Holycow Senopati, Holycow Kelapa Gading , dan Rumah Sushi Kelapa Gading)
    Bogor - @bgrberkebun
    Depok - @DpkBerkebun
    Bekasi - @BekasiBerkebun
    Bandung - @BdgBerkebun
    Sukabumi - @smiberkebun
    Batang - @BatangBerkebun
    Semarang - @smgberkebun
    Jogja - @JgjBerkebun
    Solo - @SoloBerkebun
    Madiun - @MadiunBerkebun
    Malang - @MLGberkebun 
    Surabaya - @srbyberkebun
    Denpasar - @BaliBerkebun
    Pontianak - @ptkberkebun
    Banjarmasin - @BjmBerkebun
    Samarinda - @smdberkebun
    Makassar - @MksrBerkebun

  

Cara Alami Singkirkan Bau Nafas tak Sedap

Posted: 27 Sep 2012 08:50 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memiliki bau napas tak sedap memang sangat mengganggu dan menimbulkan rasa malu.

Bau napas tak sedap atau yang dikenal dengan sebutan halitosis biasanya terjadi karena kondisi mulut yang tidak higienis atau masalah pada lambung.

Selain rutin menyikat gigi dua kali sehari, ada beberapa jenis bahan makanan yang dapat membantu menghilangkan bau napas tak sedap.

Makanan yang kaya akan vitamin C dapat membantu menghilangkan bau mulut karena mampu mencegah tumbuh kembang bakteri jahat pada mulut, yang menyebabkan bau tak sedap. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C juga dapat mengurangi risiko terjadinya masalah pada gusi. 

Buah-buahan kaya akan vitamin C seperti stroberi, ceri, dan jeruk terbukti efektif untuk mengobati halitosis secara natural. Selain itu, apel dan wortel juga dapat menghilangkan bau tak sedap pada mulut.

Lemon juga merupakan buah yang kaya akan vitamin C dan dapat menghilangkan bau napas tak sedap tidak hanya karena halitosis, namun juga karena bau akibat mengkonsumsi bawang. Asam sitrat yang terkandung dalam buah lemon terbukti dapat membunuh bakteri pada mulut.

Selain buah-buahan, beberapa jenis rempah sepertu kapulaga dan cengkeh juga efektif untuk menghilangkan bau napas tak sedap. Beberapa jenis rempah ini juga dapat memberikan napas Anda menjadi lebih segar.

Daun jambu tidak hanya berfungsi untuk mengobati diare, namun mengunyah daun jambu juga dapat mengobati bau mulut tak sedap sekaligus memutihkan gigi secara alami. Mengunyah daun ketumbar atau daun mint, juga dapat membantu mengurangi bau napas yang tidak sedap.

Terakhir, cobalah untuk mengkonsumsi yoghurt yang rendah lemak dan tanpa kandungan gula . Menurut para ilmuwan, yoghurt mengandung bakteri yang menekan berkembangnya sulfat pada mulut. Sulfat ini adalah salah satu penyebab bau napas tak sedap. Selain itu, yoghurt juga dapat membunuh bakteri jahat pada mulut.

Yoghurt dengan kandungan gula, tidak akan membantu menghilangkan bau napas tak sedap, namun justru memicu tumbuh kembangnya bakteri jahat di mulut Anda.

Yoghurt dengan kandungan gula, tidak akan membantu menghilangkan bau napas tak sedap, namun justru memicu tumbuh kembangnya bakteri jahat di mulut Anda.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan