Sabtu, 9 Jun 2012

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Menikmati Hasil Korupsi, Partai Harus Dihukum Berat

Posted: 09 Jun 2012 01:00 AM PDT

JAKARTA - Kemungkinan besar, dana hasil korupsi yang dilakukan oleh para politikus mengalir ke kas partai. Untuk itu, perlu ada peraturan yang memberikan batasan-batasan terhadap gerak-gerik partai.  
Menurut pengamat politik, Sebastian Salang, perlu ada kebijakan yang mencantumkan bahwa partai harus membuat rancangan anggaran belanja yang kemudian dipublikasikan untuk mendapat penilaian publik.
 
"Buat regulasi agar parpol membuat rancangan anggaran belanja partai. Kalau sudah dibuat sampaikan kepada publik, biar publik menilai apakah rancangan anggaran dari parpol itu sudah rasional atau belum. Kalau rasional berapa biaya partai yang bisa dibiayai oleh anggota sendiri, berapa yang dibiayai oleh negara," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/6/2012).
 
Bila terdapat partai politik yang melakukan penyelewengan, terutama yang berkaitan dengan anggaran, maka harus diberi sanksi tegas, yakni berupa larangan mengikuti Pemilu.
 
"Kalau sudah jelas seperti itu maka buat aturan, kalau ada partai yang tidak bisa mempertanggungjawabkan keuangannya di setop pendanaannya lalu bisa saja dibuat suatu ketentuan tidak boleh ikut pemilu," ujarnya.
 
Bahkan Sebastian menyarankan agar partai yang telah terbukti melakukan korupsi harus dibubarkan.
 
"Kalau ada partai yang terindikasi korupsi seperti kasus Hambalang misalnya maka didiskualifikasi atau bila perlu dibubarkan partainya. Jadi ada sanksi yang sangat tegas, karena mereka menggunakan uang negara," pungkasnya.

(Munir)

Tabrakan Beruntun di Tol, 16 Orang Luka-Luka

Posted: 09 Jun 2012 12:37 AM PDT

MEDAN - Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Amplas, Medan, Sumatera Utara, sekira pukul 08.00 WIB. Akibatnya, sebanyak 16 orang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Estomihi, Sabtu (9/6/2012).  
 
Berdasarkan data yang dikumpulkan, korban yang dibawa ke rumah sakit, yaitu Evi, Lenita, Santi, Yenny, Venny, Erika, Sari, Erlin, Rosnani, Heny, Linda, Merini, Selly, Veronika, Gotani, dan Hariawan
  Hariawan, sopir bus PT Delta Narotik Indah mengatakan, kejadian tabrakan beruntun sangat cepat. "Waktu itu saya sedang melaju dari Amplas dengan kecepatan 70 kilometer (km) per jam, namun mobil Avanza warna hitam tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi dan langsung laga kamibing," katanya.
 
Selanjutnya, mobil minibus yang kendarainya ditabrak lagi oleh mobil Katana dari belakang. Akibatnya penumpang yang ada di dalam mini bus mengalami luka serius.
 
Akibat kejadian ini, Hariawan mengalami patah tangan dan mengalami luka gores di wajah. Sementara Henny, korban lainnya terpaksa menjalani operasi karena mengalami luka robek di kepala. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Estomihi, Jalan SM Raja, Medan.
 
David, perawat Rumah Sakit Estomihi mengatakan, sebenarnya ada 10 korban kecelakaan yang dibawa ke rumah sakit dan sudah diberikan perawatan, namun karena pihak keluarga meminta untuk dipindahkan ke rumah sakit lainnya, maka pihaknya hanya memberikan pertolongan pertama.
 
"Saat ini hanya dua korban yang menjalani perawatan yaitu Hariawan dan Henny karena menjalani operasi," ucap David.
 
Berdasarkan pantauan Okezone, kondisi mobil Xenia BK 1470 KP hancur dengan mengalami kerusakan hampir 70 persen. Sedangkan sopirnya yang bernama Ali Hasan Siregar yang beralamat jalan Lematang 1 No. 24, Bekasi. Sedangkan kondisi mobil Isuzu BK 7196 DO terpental dan terbalik dan mobil Katana warna merah BK 1419 DJ, ban bagian depan lepas. (ful)

(Munir)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan