Sabtu, 9 Jun 2012

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


H Sirot kembali jabat Ketum Senkom Mitra Polri

Posted: 09 Jun 2012 07:13 AM PDT

Kami ini sipil, dan siapa saja bisa menjadi anggota Senkom, namun ada beberapa persyatan, diantaranya sudah memiliki pekerjaan tetap, dengan begitu bisa berkerja dengan maksimal,"

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Senkom Mitra Polri yang secara resmi dibuka oleh Kapolri diwakili Wakabaharkam Irjen Pol Drs H Johny Wainal Usman, MM, di TMII Jakarta Timur, Kamis (7/7) berhasil memilih kembali H Sirot sebagai ketua umum ormas itu untuk masa bakti 2012-2017.

Keterangan tertulis panitia munas yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan peserta Munas Senkom Mitra Polri yang memilih hak suara berjumlah 460 terdiri dari ketua tingkat provinsi, ketua tingkat kota/kabupaten, separuh lebih mendukung H Sirot menjabat kembali ketua umum.

"Saya ingin lebih aktif lagi mengemban misi kemitraan antara Polri dan masyarakat, karena kami bisa melihat bahwa mitra-mitra kamtibmas yang lain yang juga bentukan kepolisian banyak yang kurang berjalan secara maksimal," kata H Sirot.

Oleh karena itu, katamya, Senkom sebagai mitra Polri tidak ingin seperti itu, Senkom terus berusaha meningkatkan kemitraan yang ada baik dengan Polri maupun dengan juga masyarakat. Hal itu tetap menjadi tugas utama Pengurus Senkom Mitra Polri periode 2012--2017.

Lebih lanjut, H Sirot menjelaskan, kini Senkom semakin berkembang menjadi organisasi yang handal dalam membantu masyarakat, pemerintah dan polisi di bidang informasi kamtibmas, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi anggotanya.

"Kami ini sipil, dan siapa saja bisa menjadi anggota Senkom, namun ada beberapa persyatan, diantaranya sudah memiliki pekerjaan tetap, dengan begitu bisa berkerja dengan maksimal," tambahnya.

Sebagai Mitra Polri, Senkom selalu berkoordinasi dan memberikan informasi kepada aparat berwajib baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah maupun TNI/Polri terhadap adanya gangguan kamtibmas, stabilitas nasional, dan bencana alam yang dijumpai di manapun anggota Senkom berada.

Sementara itu,  rasa bangga diutarakan Wakabaharkam Polri Irjen Pol Drs H Johny Wainal Usman, MM yang sangat mendukung adanya organisasi Masyarakat (Ormas) yang mau peduli akan gangguan kamtibmas.

"Saya atas nama pribadi dan atas nama Kepolisian mendukung kegiatan Senkom Mitra Polri ini, yang sudah sesuai dengan Undang-Undang dan petunjuk Kapolri, dengan adanya Polmas, apalagi Senkom ini sifanya nasional," katanya.

Senkom Mitra Polri dibentuk sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UU No 2 Tahun 2002 tentang Pamswakarsa, pada 1 Januari 2004 di Jakarta.

Berbagai aktivitas bermisi sosial, pendidikan, keamanan dan ketertiban aktif digelar Senkom Mitra Polri dari Sabang hingga Merauke. Seperti yang digelar setiap menjelang Lebaran yaitu pengamanan mudik Lebaran, dimana Senkom berhasil menggandeng Tokobagus.com untuk bersama-sama menggiatkan tertib mudik di masa perayaan Lebaran.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Warga di bantaran kali Kota Ternate mengungsi

Posted: 09 Jun 2012 06:38 AM PDT

ilustrasi Banjir Bandang Ternate Sejumlah warga berada di dekat material vulkanik berupa batuan yang menutupi sungai setelah banjir bandang terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara pada 9 Mei 2012. (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

"Kami memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir tempat tinggal kami terkena banjir lahar dingin seperti yang terjadi dalam sebulan terakhir,"

Berita Terkait

Ternate (ANTARA News) - Warga Ternate, Maluku Utara yang rumahnya berada di sekitar kawasan bantaran kali memilih mengungsi ke sejumlah tempat yang aman, menyusul hujan deras yang melanda kota itu sejak Sabtu Sore.

"Kami memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir tempat tinggal kami terkena banjir lahar dingin seperti yang terjadi dalam sebulan terakhir," kata salah seorang warga Kelurahan Tubo, Rasina, di Ternate, Sabtu.

Menurut Rasima, sejak Sabtu sore, warga belum berani kembali ke rumah masing-masing karena khawatir hujan deras masih akan turun, apalagi saat ini Kota Ternate dan sekitarnya masih diliputi awan gelap dan hal itu berpotensi hujan deras terjadi kembali.

Ia berharap Pemkot Ternate untuk segera membehahi kali yang ada di kota itu, termasuk memasang tanggul di pinggir kali agar kalau hujan deras air tak lagi meluap ke permukiman warga.

Oleh karena itu, warga saat ini menagih janji kepada Pemkot Ternate yang akan membantu perbaikan rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir lahar dingin letusan Gunung Gamalama bebeberapa waktu lalu segera direalisasi.

Sementara itu, keterangan yang diperoleh dari Pemkot Ternate mereka mengaku belum menerima laporan rumah warga di bantaran sungai yang rusak akibat hujan deras yang turun pada Kamis dini hari.

Namun, pemkot tengah melakukan koordinasi dengan seluruh kelurahan di daerah ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan yang merusak berbagai sarana infrastruktur, baik rumah maupun sarana pembangunan lainnya, di sekitar bantaran kali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate Hasyim Yusuf ketika dikonfirmasi menyatakan bahwa pemkot telah menurunkan sejumlah alat berat di kawasan rawan banjir, seperti di kawasan Dufa-Dufa, Maliaro, dan Salahuddin guna membenahi kali mati dan mengangkat material yang masuk berada di bantaran kali tersebut.

Hasyim mengatakan, saat ini, ada 30 lokasi rawan bencana banjir lahar dingin pada 10 kelurahan di Kota Ternate yang telah terpasang alat peringatan dini itu.

Alat peringatan dini yang masih manual tersebut ditempatkan di kantor kelurahan atau tempat strategis. Jika dibunyikan, akan didengar oleh seluruh warga yang berada pada bantaran kali atau daerah sekitarnya yang rawan terjangan banjir lahar dingin saat hujan lebat.

"Keberadaan alat peringatan dini tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, seperti ketika beberapa hari lalu Kota Ternate dilanda hujan lebat, masyarakat langsung siaga begitu mendengar bunyi alat peringatan dini itu," katanya.

Pada banjir bandang lahar dingin 9 Mei 2012, alat peringatan dini belum ada sehingga masyarakat tidak mengetahui menculnya banjir bandang lahar dingin. Saat itu tujuh warga tewas, delapan warga lainnya hilang dan ratusan rumah warga mengalami rusak berat dan ringan.
(KR-AF/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan