Sabtu, 2 Jun 2012

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Sriwijaya Air Yang Tergelincir Belum Bisa Dipindahkan

Posted: 02 Jun 2012 08:01 AM PDT

Penumpang Terkatung Katung

Sriwijaya Air Yang Tergelincir Belum Bisa Dipindahkan

Agustinus Handoko | Thomas Pudjo Widijanto | Sabtu, 2 Juni 2012 | 15:01 WIB

SUNGAI RAYA, KOMPAS.com -  Penumpang dari dan menuju Bandar Udara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat terkatung-katung hingga Sabtu (2/6/2012) pagi. Pasalnya, belum ada kejelasan kapan pesawat Sriwijaya Air yang tergelincir pada Jumat siang bisa dipindahkan dari landasan.

Beberapa penumpang yang menghubungi Kompas pada Sabtu pagi mengungkapkan, terpaksa membatalkan atau menunda penerbangan pada Sabtu pagi ini karena tidak ada kejelasan kapan bisa berangkat. "Sampai pagi ini belum ada kejelasan kapan kami bisa kembali ke Pontianak," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Landak, Kalbar Markus Amid.

Amid adalah penumpang transit di Jakarta. "Kami yang transit memang mendapatkan fasilitas penginapan, tetapi yang penumpang asal Soekarno Hatta tak jelas nasibnya. Kamipun ingin secepatnya pulang ke Kalbar karena banyak urusan," kata Amid.

Pesawat Sriwijaya Air dari Bandara Soekarno Hatta tergelincir saat mendarat di Supadio Jumat Siang. Sebagian badan pesawat ada di sekitar landasan sehingga menghalangi pesawat yang hendak landing atau take off.

 

Sampoerna Academy Wisuda Lulusan Perdana

Posted: 02 Jun 2012 07:52 AM PDT

Sekolah Berprestasi

Sampoerna Academy Wisuda Lulusan Perdana

Ester Lince Napitupulu | Thomas Pudjo Widijanto | Sabtu, 2 Juni 2012 | 14:52 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 147 siswa kelas XII SMAN 10 Malang Sampoerna Academy menjalani prosesi wisuda perdana di Malang, Sabtu (2/6/2012). Para lulusan sekolah ini merupakan siswa-siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu yang mendapat dukungan Putera Sampoerna Foundation dan Pemerintah Kota Malang.

Para siswa bersekolah secara gratis dengan sistem pendidikan bertaraf internasional. Mereka hidup dalam asrama selama tiga tahun.

Para siswa bukan hanya disiapkan secara akademik. Mereka dipersiapkan untuk menjadi pemimpin dalam bidang mereka masing-masing dengan semangat Learn Today, Learn Tommorrow.

Niken. Asih Santjojo, Kepala SMKN 10 Malang Sampoerna Academy, menyampaikan rasa bangganya karena siswa kelas XII lulus 100 persen. Bahkan, sebanyak 14 lulusan diterima di perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Menurut Niken, sebenarnya angkatan pertama berjumlah 150 siswa. Namun tiga siswa sedang menjalani program pertukaran pelajar AfFS di Amerika Serikat.

Para siswa berprestasi ini mendapat pinjaman lunak dari Putera Sampoerna Foundation untuk bisa berkuliah di perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang mereka minati. Dengn cara ini, keterbatasan finansial tidak menghalangi anak bangsa yang berprestasi untuk menggapai cita-cita mereka.

Bahkan, berkuliah di luar negeri menjadi pilihan sebagian lulusan SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Mereka percaya diri akan mampu menjalani kesempatan baik untuk mengubah masa depan diri dan keluarga yang terbatas finansialnya pada kehidupan yang lebih baik.

Kelak, para siswa diminta untuk tetap berbakti pada masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebab, merekalah calon pemimpin masa depan bangsa yang dipilih dari kalangan wong cilik.

 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan