Ahad, 27 Mei 2012

Sindikasi lifestyle.okezone.com

Sindikasi lifestyle.okezone.com


Seks Tanpa Menu Utama? Begini Triknya

Posted: 27 May 2012 10:03 AM PDT

MENCAPAI kenikmatan bercinta tak selalu harus dipenuhi dengan tahapan intercourse alias menu utama. Penasaran caranya? Berikut ulasannya.

Menjalin keintiman di tempat tidur tidak berarti harus dilakukan dengan berhubungan intim. Untuk mengusir kejenuhan, sesekali Anda dapat melakukan hubungan seksual tanpa pertemuan organ intim Anda dan pasangan. Jika ingin mencobanya, inilah tipnya seperti dikutip dari Datingtips.

Jalin keintiman melalui sentuhan

Menyentuh satu sama lain dapat menjadi foreplay menarik yang dapat dilakukan. Anda dapat saling mengeskplorasi tubuh satu sama lain dan merasakan kenikmatan masing-masing. Dengan menemukan titik sensitif masing-masing, saat melakukan seks di kemudian hari, Anda pun dapat memuaskan pasangan dan begitu juga sebaliknya.

Sentuhan dapat menjadi modal potensial dalam menciptakan kepuasan. Untuk lebih membuat seru aktivitas ranjang Anda, biarkan lampu dalam keadaan redup atau gelap, sehingga sentuhan dapat lebih efektif dirasakan.

Berkomunikasi tanpa kata-kata

Selain menggunakan kata-kata, komunikasi dapat dilakukan dengan gerakan lembut. Misalnya, jika pasangan menatap Anda dengan penuh hasrat, Anda dapat membalasnya dengan sentuhan sebagai respon balik pada pasangan. Pertukaran komunikasi non verbal ini dapat dieksplorasi selama keintiman terjalin. Alternatif lainnya, Anda dapat melakukan foreplay secara maraton alias bergantian satu sama lain.

Berbicara nakal

Aktivitas ini sering dianggap sebagian orang vulgar. Padahal, tindakan ini bisa menjadi rangsangan efektif bagi kenikmatan seksual. Pelajari cara mengambil hati pasangan dengan kalimat-kalimat nakal yang membangkitkan gairahnya. Misalnya saja, Anda dapat memulai dengan membacakan cerita erotis satu sama lain, phone sex atau bercinta melalui dunia maya. (tty)

Maudy Koesnaedi Kagumi Rancangan Denny Wirawan

Posted: 27 May 2012 05:03 AM PDT

DENNY Wirawan sukses menampilkan pergelaran busana tunggalnya bertajuk 'Kilimology'. Busana-busana indah yang disajikannya tersebut bahkan mendatangkan kekaguman bagi selebriti dan perancang busana yang hadir memenuhi Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara, baru-baru ini.
 
Keindahan Timur Tengah yang dikemas Denny Wirawan dalam busana-busana menawan di panggung Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2012, ternyata tak hanya sedap dipandang mata tapi juga menciptakan kekaguman tersendiri bagi para tamu. Maudy Koesnaedi dan desainer Lenny Agustin beberapa diantaranya.

Maudy yang tampil cantik dalam balutan gaun malam bernuansa hitam tersebut mengatakan, rancangan Denny Wirawan yang kental dengan nuansa etnik begitu membuatnya terkagum-kagum.

"Seperti biasa, koleksinya Denny selalu elegan, glamor, tapi tetap dengan nuansa etnik," ujar pemeran Zaenab dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini saat berbincang dengan Okezone usai pergelaran.

Maudy mengaku jika ia merupakan salah satu penggemar Denny dan kerap memakai busana rancangannya. Dituturkannya, kecintaan pada koleksi Denny salah satunya karena kemampuan Denny untuk merancang busana yang tertutup, elegan, namun tetap terlihat seksi.

Saat ditanya koleksi apa yang menjadi favoritnya malam itu, Maudy menjawab, "Saya suka koleksi kaftan-nya yang berwarna merah dengan aksen payet emas di pinggang. Simpel, merah, namun eye catching. Kalau dipakai pasti keren," ujar Maudy.

Di sisi lain, kekaguman pun datang dari sesama rekan desainer yakni Lenny Agustin. "Saya suka motif kilim yang unik. Denny mampu mengemas motif-motif yang sama namun dengan aplikasi yang berbeda," ujar desainer yang juga anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini.

Sebagai seorang desainer, ia memandang busana koleksi Denny Wirawan malam itu sangat menarik. "Cutting-nya sangat 'Denny' sekali ya, seperti biasa ia menampilkan jubah, jaket, dan blus," ungkapnya.

Menariknya, menurut desainer yang baru saja meluncurkan buku fesyen tersebut, koleksi Denny malam itu terlihat ada yang begitu unik dari biasanya. "Biasanya koleksi mas Denny selalu tangguh, namun yang kali ini lebih menunjukkan unsur feminin," tutupnya. (ind)

 
(tty)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan