Sabtu, 7 Januari 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Iran Kecam Bom Bunuh Diri di Suriah

Posted: 07 Jan 2012 03:06 AM PST

TEHERAN - Iran sebagai sekutu terdekat Suriah, mengeluarkan kecaman keras atas insiden bom bunuh diri yang terjadi di Damaskus. Insiden tersebut telah menewaskan 26 warga Suriah.


"Iran mengecam keras serangan teroris yang terjadi di Damaskus dan bersimpati dengan keluarga korban," juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast seperti dikutip The Daily Star, Sabtu (7/1/2012).


"Jelas sekali, kesatuan dan keberanian pemerintah dan rakyat Suriah membuat malu para musuh yang bermaksud memecah belah negara itu. Musuh-musuh ini yang ingin membawa Suriah ke tangan Amerika Serikat (AS) dan zionis," jelasnya seraya menunjuk kepada Israel.


Pengebom bunuh diri meledakan dirinya sendiri di wilayah Distrik Midan yang memang dikenal ramai. Pemerintah Suriah menuduh kelompok teroris berada di balik aksi pengeboman ini. Tetapi pihak oposisi menuntut penyelidikan atas aksi pengeboman ini. 


Memang sulit menentukan target dari ledakan bom, tetapi sebuah bus yang dimiliki polisi diketahui dipenuhi dengan sisa-sisa bom dan darah di kursi penumpangnya. 
Menteri Dalam Negeri Suriah Mohammed Shaar mengatakan, pelaku bom bunuh diri meledakan dirinya sendiri dengan menargetkan sejumlah besar warga.


Midan adalah wilayah di Damaskus yang kerap dipenuhi dengan protes anti-Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad, sejak Maret lalu. 

Ledakan terbaru ini menandakan bahwa kekerasan di Suriah masih terus berlanjut meskipun pemantau Liga Arab sempat melakukan observasi di negara itu.

(faj) Full content generated by Get Full RSS.

Warga Malaysia di Luar Negeri Dilarang Ikut Pemilu

Posted: 07 Jan 2012 02:37 AM PST

KUALA LUMPUR - Sebuah pengadilan tinggi di Malaysia melarang enam warga mereka sendiri untuk mengikuti pemilihan umum. Enam warga Malaysia itu diketahui tengah bekerja di Inggris.


"Menurut keputusan pengadilan yang didasarkan rekomendasi Komisi Pemilihan Umum Malaysia, enam warga yang saat ini berada di luar negeri tidak dapat mengikuti pemilu dan memberikan suara mereka," jelas anggota Komisi HAM Malaysia Detta Samen seperti dikutip AFP, Sabtu (7/1/2012).


Keputusan tersebut membuat berang keenam warga Malaysia ini. Padahal sebelumnya Perdana Menteri Najib Razak menjanjikan hak yang sama bagi warganya di luar negeri, untuk memberikan suara seperti halnya warga mereka di dalam negeri.


PM Najib sendiri menjanjikan pelaksanaan pemilu untuk dilakukan tahun ini, menyusul terjadinya protes atas hasil pemilu sebelumnya pada Juli lalu. Protes itu berlangsung, setelah hasil pemilu Juli dicurigai dipenuhi dengan kecurangan.


Warga yang melakukan protes menuntut agar sekira satu juta warga Malaysia di luar negeri dapat memberikan suara mereka. Selama ini, hanya pegawai pemerintah, personel militer dan pelajar yang berada di luar negeri yang dapat memberikan suara.


Namun pada kenyataannya, meski pemerintah sudah berjanji akan memberikan kesempatan, tetap saja warga Malaysia yang merantau ini tidak dapat turut serta dalam pemilu.


Menarik melihat pemilu yang akan berlangsung di Negeri Jiran tersebut. Nama mantan Deputi Perdana Menteri Anwar Ibrahim diperkirakan akan kembali menjadi pesaing utama pemerintah yang berkuasa.


Tetapi hal tersebut tergantung dari keputusan pengadilan atas kasus sodomi yang didakwaan kepada Anwar yang akan dikeluarkan 9 Januari mendatang. Bila bersalah, tentunya Anwar tidak bisa mengikuti pemilu. 

(faj) Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan