Rabu, 28 Disember 2011

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Wah, Kredit Macet ICB Bumiputera Capai 6,69%

Posted: 28 Dec 2011 01:18 AM PST

JAKARTA - PT Bank ICB Bumiputera Tbk mencatat rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross per September sebesar naik 6,69 persen dibandingkan posisi September 2010 sebesar 4,45 persen. Rasio NPL ini jauh di atas rata-rata industri perbankan yang secara gross di bawah lima persen.

Corporate Secretary Bambang Setiawan ICB Bumiputera mengaku, tingginya NPL dan penurunan kredit kredit sekitar 14 persen dari Rp6,05 triliun menjadi Rp5,2 triliun, diakibatkan upaya konsolidasi yang tengah dilakukan perseroan. Menurut dia, perseroan tengah melakukan realokasi struktur portofolio aset terutama mengarah pada sektor ekonomi dan tumbuh.

"Hal ini untuk menuju struktur portofolio aset yang lebih terdiversifikasi," ujarnya di sela-sela Public Expose Bank ICB Bumiputera Tahun 2011, di Jakarta, Rabu (28/12/2012).

Selain itu, penyebab lainnya adalah peningkatan biaya pencadangan kredit dikarenakan adanya pergeseran penerapan impairment dari collective ke individual seiring penerapan prinsip CKPN oleh BI.

Menurut dia, tahun depan perseroan akan berupaya untuk menekan rasio NPL di bawah tiga persen dan sekaligus fokus melakukan recovery dan collection. "Memang ada penurunan kualitas kredit untuk turunkan NPL-nya, jadi ini merupakan wujud kehati-hatian," imbuhnya.

Direktur ICB Bumiputera Jap Hartono menambahkan salah satu upaya untuk menekan NPL tersebut adalah dengan lebih selektif dan mengadakan pengawasan yang lebih ketat. Meski tidak menyebutkan sektor bisnis yang menyebabkan tingginya NPL, Jap mencontohkan untuk KPR kedepan tidak hanya melihat booking tapi juga hingga tahap akhir pemberian kredit atau lebih menyeluruh.

"Dari segi KPR memperhatikan tidak hanya booking tapi end to end, jadi kita keluarkan dari initiation dan pengawasan lebih ketat," tukasnya.
(Erichson Sihotang /Koran SI/wdi)

Full content generated by Get Full RSS.

Pesangon Tak Kunjung Dibayar, Eks Karyawan Terus "Tongkrongi" Riau Air

Posted: 28 Dec 2011 01:16 AM PST

PEKANBARU - Hingga kini ratusan mantan karyawan Riau Air masih belum menerima pesangon akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Untuk mendapatkan haknya, mereka memilih menunggui eks kantor mereka di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Pantauan okezone, hari ini tampak sekira belasan eks karyawan Riau Air datang ke kantor. Mereka hanya duduk santai di area gedung bertingkat tiga itu.

"Kita di sini menunggu direksi Riau Air untuk menuntut pesangon, tapi tidak pernah muncul-muncul, begitu juga dengan dirut juga menghilang. Tapi akan terus kita tunggu sampai kapan pun. Hampir setiap hari kita kemari secara bergantian," kata mantan karyawan Riau Air bagian manajemen Iwan kepada okezone, Rabu (28/12/2012).

Menurut mereka, manajemen sepertinya mempermainkan nasib mereka. Padahal dalam Pengadilan Perhubungan Perinstrial (PHI), gugatan itu telah dimenangkan pihak eks karyawan beberapa bulan lalu. Artinya, pihak manajemen harus membayar pesangon karyawan dari satu bulan hingga ada yang tiga bulan.

"Dan sebelumnya Pemerintah Propinsi Riau sebagai pemegang saham telah mengangarkan dana Rp30 miliar. Sebagian untuk kita, tapi mengapa sampai sekarang belum dibayarkan juga. Itukan hak kami," tambah Rudi.

Ratusan karyawan Riau Air sebelumnya telah berulang kali berdemo untuk menuntut haknya. Namun harapan untuk meneriman hak mereka tidak kunjung tercapai. Saat ini hampir semua karyawan Riau Air terkena PHK. Dari pilot, pramugari  hingga office boy. Hal itu karena perusahaan milik BUMD ini bangkrut dan dililit utang. PHK terjadi sejak awal 2011. (wdi)

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan