Ahad, 23 Januari 2011

KOMPASentertainment

KOMPASentertainment


Kick Andy Buat Dewi Motik Angkat Kaki

Posted: 24 Jan 2011 04:18 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Acara talkshow Kick Andy diterpa kabar tak sedap. Andy F Noya dituding mengeksploitasi pekerja seks komersial remaja. Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dewi Motik meninggalkan acara sambil mengecam pelaksanaan rekaman. Setelah itu, Andy mengusir sejumlah wanita pemerhati anak.

Insiden itu memang terjadi saat taping (rekaman) acara Kick Andy, Rabu (19/1/2011) malam. Topiknya "Ancaman Seks Bebas di Kalangan Remaja". Narasumber yang diundang antara lain seorang remaja perempuan pekerja seks komersial (PSK) berusia 16 tahun dan seorang remaja lelaki PSK berumur 19 tahun.

Kick Andy juga mengundang narasumber Elly Risman, pimpinan Yayasan Kita dan Buah Hati yang juga salah seorang pendiri organisasi perlindungan anak ASA Indonesia.

Seperti biasa, ada pula ratusan penonton acara dengan host Andy F Noya itu. Di antara penonton hadir pengurus ASA Indonesia Tatty Elmir dan Ketua Kowani Dewi Motik. Dalam proses rekaman itu, terjadilah insiden atas Dewi Motik dan Tatty Elmir (yang juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif Djakarta Public Society).

Insiden itu kemudian menjadi pembicaraan hangat di dunia maya setelah Tatty menulis dalam blognya, tattyelmir.wordpress.com, yang diposting tanggal 20 Januari 2011.

Judul besarnya cukup menyentak: "Kisah di Balik Insiden Keluarnya Dewi Motik dan Diusirnya Saya oleh Andy F Noya dalam Kick Andy di Metro TV". Apalagi dilengkapi judul kecil: "Kami Tak Sudi Diperintah untuk Bertepuk Tangan atas Bencana yang Kami Tangisi".

Dalam tulisan itu, Tatty bercerita panjang lebar tentang insiden tersebut. Antara lain ia menulis bahwa kedatangannya dalam rekaman acara itu adalah untuk memberi dukungan kepada Elly Risman sebagai tokoh pejuang anak dan perempuan yang menginspirasi banyak orang serta layak menjadi teladan.

Namun, Tatty merasa kecewa karena Elly ternyata hanya mendapat sedikit kesempatan untuk berbicara mengenai apa yang disebutnya "bencana kemanusiaan" yaitu seks bebas di kalangan remaja.

Sesi pertama

Diceritakan Tatty, pada sesi pertama Andy Noya menghadirkan seorang gadis remaja yang sejak usia 16 tahun sudah terbiasa melakukan seks bebas dan kini menjadi PSK.

"Kawan-kawan dari berbagai organisasi wanita di samping dan belakang saya mulai berbisik-bisik dan mengungkapkan kekecewaan, kenapa Andy justru meng-eksplor masalah keterjerumusannya, bukan alert tentang bahaya seks bebas dan pornografi. Banyak ungkapan miris si gadis justru ditanggapi dengan joke oleh Andi yang memberi kesan seolah membenarkan kebiasaan buruk si gadis", tulis Tatty.

la lebih kecewa lagi karena Elly Risman diperlakukan dengan kurang layak. "Ibu Elly Risman yang diundang sebagai narasumber ternyata hanya didudukkan di kursi audience, lalu ditanya singkat, tanpa mempertajam materi," tutur Tatty.

Apalagi, kata dia, sampai selesai wawancara dengan PSK remaja perempuan tersebut tak sekali pun Andy menanyakan soal mudarat yang diterima si anak. "Semua pertanyaan hanya memancing jawaban yang seolah-olah memberikan pesan bahwa seks bebas adalah sesuatu yang lumrah bagi remaja, dan betapa mudahnya mencari uang dengan menjual diri," tulisnya.

Sesi dua Meski kecewa, Tatty masih terus mengikuti acara itu. Namun wawancara kedua Andy dengan narasumber PSK laki-laki berusia 19 tahun juga mengecewakannya. Ia mengaku benar-benar gelisah. Apalagi setiap kali narasumber PSK itu usai mengobral cerita, penonton diminta bertepuk tangan.

Kemudian, tulis Tatty, "Saat break, ketua Kowani Ibu Dewi Motik mengingatkan Andy, bahwa sangat tak layak meminta orang bertepuk tangan untuk sesuatu yang memprihatinkan. Berulang-ulang beliau mengatakan merasa dizalimi. Saya juga meminta Andy untuk lebih memberi ruang kepada Bu Elly sebagai peringatan kepada masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak melakukan kesalahan yang sama."

Ternyata, hal itu berbuntut dengan insiden pengusiran. Taty menulis, Dewi Motik meninggalkan ruangan sembari mengucapkan kata-kata kurang lebih seperti ini, "Maaf Andy, saya terpaksa meninggalkan ruangan ini, karena saya dizalimi. Saya pikir yang jadi narasumber Ibu Elly, tapi ternyata Anda memaksa kami untuk bertepuk tangan di tengah cerita yang menyedihkan dari anak-anak PSK ini."

Menurut Taty, Andy Noya dengan wajah tegang mempersilakan Dewi Motik yang memang sudah melangkah pergi, untuk meninggalkan ruangan. Saat itu sutradara mengingatkan, "Lihatlah acara ini dengan utuh."

Tatty sendiri masih bertahan. Ia berharap, acara akan berlangsung sesuai yang ia pikirkan. Namun ia justru diminta pergi. "Tak dinyana tak diduga, eh Andy dengan kasar justru berulang-ulang bilang 'Ibu juga. Ibu harus pergi dari sini, kan ibu sudah tak tahan kan. Ibu harus pergi. Ibu harus pergi!" tulis Tatty.

Di akhir tulisannya. Tatty menyayangkan acara yang dipandu Andy F Noya yang selama ini dikaguminya ternyata juga "mengikuti selera rendah pasar".

 

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Grup Rap Boikot Pemutaran Perdana Film Mereka

Posted: 24 Jan 2011 04:02 AM PST

UTAH, KOMPAS.com -- Para personel grup rap A Tribe Called Quest melakukan boikot terhadap acara pemutaran perdana film dokumenter mengenai band tersebut karena mereka bertengkar dengan sutradara film itu, Michael Rapaport.  

Sedianya, grup tersebut akan hadir dalam acara pemutaran pertama film berjudul Beats, Rhymes and Life pada Sundance Film Festival 2011, di Utah, Amerika Serikat, Sabtu lalu (22/1/2011) waktu setempat. Namun, para personel utama band itu, Ali Shaheed Muhammad, Jarobi, dan Q-Tip, tidak muncul.

Boikot tersebut, yang diumumkan melalui pernyataan tertulis, dilancarkan lantaran rapper Q-Tip menuding Rapaport tak peka terhadap permintaan grup itu sehubungan dengan adegan-adegan tertentu dalam film tersebut.

"Terima kasih kepada para penggemar kami atas dukungan mereka dari tahun ke tahun dan untuk antusiasme mereka akan film dokumenter itu. Kami berharap bahwa perspektif film itu menyampaikan rasa cinta kami terhadap budaya hip-hop," tulis band tersebut. "Kami tidak bisa menghadiri Sundance, tapi kami ingin  mengekspresikan cinta dan apresiasi kami atas dukungan yang telah kami terima sebelum pemutaran perdana film itu malam ini. Kami berharap itu diterima dengan baik," sambung grup itu.

Full Feed Generated by GetFullRSS.com, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan