Isnin, 18 Jun 2012

Republika Online

Republika Online


Sakit? Beginilah Tuntunan Rasul Menuju Sehat

Posted: 18 Jun 2012 11:09 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, Ketika penyakit datang menerpa, apa yang lebih dulu Anda lakukan? Sebagian orang memilih langsung mencari obatnya. "Padahal, bukan begitu yang dicontohkan Rasulullah," ungkap dr Agus Rahmadi.

Rasulullah menuntun kita untuk terlebih dulu memohon kesembuhan kepada Sang Khalik. Ajaran itu sering kali justru diabaikan orang yang sakit dan juga keluarganya. "Kalau cara ini-itu tidak berhasil, mereka baru berdoa," sesal dokter dari Klinik Sehat ini.

Mempelajari tuntunan Rasulullah dalam bidang kesehatan, Agus mencoba memperkenalkan kembali pendekatan kedokteran Islam. Beragam penyakit yang akrab dengan keseharian masyarakat telah ada solusinya. Berikut penjelasannya.

Batuk
Dalam Alquran, madu termasuk obat yang berkhasiat. Madu aman diberikan untuk segala jenis penyakit. "Termasuk batuk," ungkap Agus.

Akan tetapi, kalangan kedokteran konvensional ada yang berpendapat sebaliknya. Mereka beranggapan madu justru dapat memancing batuk. "Madu tidak akan memperberat penyakit," tegas alumnus Universitas Padjadjaran ini.

Batuk merupakan mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Makanan dan minuman yang manis, berminyak, dan bergetah memang dapat merangsang timbulnya batuk. "Tetapi, meski manis, madu tidak termasuk yang patut dihindari," ujar Agus.

Mengapa demikian? Sebab, dalam madu, terdapat empat zat yang memberi efek antibiotik pada tipus, batuk dan pilek, penyakit saluran kencing serta diare, dan infeksi kulit. "Sama saja seperti pemberian obat penekan batuk yang harus diresepkan bersama antibiotik," urai Agus.

Dalam pengobatannya, ada beberapa bahan alami yang bisa diperoleh khasiatnya. Terapi jus ini juga bisa diberikan kepada anak-anak. "Berikan jus pepaya, nanas, jeruk lemon, jahe, dan madu," ujar Agus.

Diabetes
Dalam ilmu kedokteran Islam, lanjut Agus, ada empat prinsip dasar yang harus ditegakkan untuk menghadapi penyakit. Pertama, kembalikan segala masalah kepada Allah SWT. "Kedua, ikuti pola hidup Rasulullah."

Prinsip ketiga, jus terapi. Ada banyak buah dan sayur yang jika dikombinasikan secara tepat dapat mendatangkan efek obat. "Keempat, pergunakan obat-obatan herbal," ucap Agus.

Agus mengingatkan konsumen kesehatan agar berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Kehalalan obat perlu diperhatikan. "Banyak obat haram yang beredar dan diresepkan dokter."

Banyak orang berdalil, kandungan haram pada obat tak perlu dipermasalahkan. Apalagi, itu ditujukan untuk darurat pengobatan. "Tapi, masak, darurat berkepanjangan?" tanya Agus retoris.

Agus mencontohkan obat sirup, semisal obat batuk. Masih banyak produsen obat yang menyertakan alkohol dalam sediaannya. "Kalau ada penggantinya, mengapa bertahan memakai bahan yang haram," kata Agus.

Lantas, bagaimana implementasinya untuk diabetesi? Agus tidak menyarankan penggunaan glibenklamid dan metformin yang biasa diresepkan bagi orang dengan diabetes. "Obat itu bukannya menutrisi, malah memaksa pankreas yang sedang rusak untuk terus memproduksi insulin," cetusnya.

Semestinya, sel-sel pankreas yang mengalami kerusakan diberi nutrisi agar bisa kembali pulih. Protein, dalam hal ini asam amino yang spesifik, yakni arginin, harus diperbanyak konsumsinya. "Itu ada di jintan hitam dan kacang panjang," ungkap dokter umum ini.

Sedangkan, terapi jus dapat dijalankan dengan campuran bahan alami yang mudah didapat. Buat saja jus dari dua batang pare, tiga kacang panjang, dua buah wortel, dan sejumput taoge serta kacang kedelai. "Kalau belum cukup memberi khasiat, bisa ditambahkan parenya sembari mengonsumsi obat herbal," papar Agus.

Untuk diabetes, Agus menyebutkan ada kapsul diabetes yang dapat dimanfaatkan. Isinya campuran daun salam, mimba, daun alpukat, sambiloto, mengkudu, daun imbau, dan daun jamblang. "Tentunya, penggunaannya harus dibarengi dengan doa, olahraga, shalat malam, dan puasa," tandasnya.

Kolesterol
Sampai kapan orang dengan kolesterol tinggi harus mengonsumsi obat? Agus mengatakan, dalam ilmu kedokteran konvensional, obat penurun kadar kolesterol harus diminum seumur hidup. "Biasanya, yang diresepkan dokter, simfastatin."

Obat tersebut tidak diperlukan manakala pasien mau melakukan empat prinsip tadi. Pendekatan tersebut tidak memiliki efek samping. "Berpuasa seperti Nabi Daud AS besar manfaatnya bagi orang yang kolesterolnya tinggi," kata Direktur Klinik Sehat ini.

Namun, puasa saja tidak cukup ampuh untuk menurunkan angka kolesterol dalam darah. Anda masih harus menjalankan diet rendah minyak, santan, ayam, dan jeroan. "Lalu, manfaatkan rambut jagung, bawang putih, kunyit, kedelai, wortel, temulawak, dan biji bunga matahari untuk menghancurkan kolesterol agar tidak terbentuk plak di saluran pembuluh darah," jelas Agus.

Hipertensi
Tekanan darah Anda tinggi? Coba kembangkan senyum dengan ikhlas, 20 kali selama 20 detik, setiap hari.

Saran Agus mungkin terdengar aneh. Namun, sesungguhnya, dalil ilmiahnya jelas. "Saat tersenyum, endofrin keluar dan melebarlah dinding pembuluh darah."

Lantas, jalankan diet rendah lemak dan rendah garam. Sebagai pelengkap, konsumsilah mentimum yang dijus bersama sejumlah sayuran dan buah lainnya. "Campur dengan bawang putih, semangka, belimbing, dan seledri," ucap Agus.

Nono: Jangan Pilih Gubernur 'Ayam Sayur'

Posted: 18 Jun 2012 11:06 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Calon wakil gubernur (Cawagub) nomor 6, Nono Sampono menyampaikan agar warga Jakarta jangan memilih pemimpin yang lemah yang terbukti tidak bisa berkoordinasi dengan bawahannya. Nono mengistilahkan pemimpin lemah ini seperti 'Ayam Sayur'.

Secara langsung, Nono menyindir Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) yang dinilai tidak bisa berkoordinasi dengan Wakil Gubernurnya Priyanto.

"Kepemimpinan Foke Lemah, karena tidak bisa mengkoordinasikan Wakil Gubernurnya, sehingga ia ingin mengundurkan diri," ungkap Nono kepada Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri (FKPPI) Jakarta Pusat, Selasa (19/6).

Dalam militer, ungkap Nono, bila anak buahnya meminta berhenti, maka yang harus disalahkan adalah pola kepemimpinan komandannya. "Kenyataannya si Gubernur lemah dalam memimpin, sehingga hanya jadi pemimpin 'Ayam Sayur'," ucap Nono.

Padahal, tambah dia, posisi wakil Priyanto sangat penting yaitu sebagai purnawirawan adalah sebagai kepala intelejen daerah, dimana dibawahnya berkoordinasi dengan TNI/Polri. Maka dengan lemahnya kepemimpinan Foke, jelas dia, mengakibatkan sang Wakil Priyanto tidak berfungsi dan Intelejen daerah tidak berjalan, sehingga keamanan daerah terus terancam.

Menurut Nono, ini terbukti dengan semakin meningkatnya kualitas kriminalitas di Ibukota. Salah satu solusinya pilih pemimpin yang jelas track recordnya dalam menjaga keamanan. "Saya Letnan Jendral Marinir Purnawirawan, garis perjuangan kita sama dalam menjaga keamanan dan ideologi nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan