Jumaat, 22 Jun 2012

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Dalang cilik Kota Bogor juara festival Jabar

Posted: 22 Jun 2012 04:45 AM PDT

Penampilan Bima dipuji oleh para tokoh dalang. Selain dia mampu memainkan wayang golek, juga lihai mengatur para wiyaga (pengiring pergelaran), seperti halnya yang dilakukan para dalang yang sudah mahir.

Berita Terkait

Bogor (ANTARA News) - Dalang cilik asal Kota Bogor, Bima Arya Endang Jajat Saputra (9), berhasil menjuarai festival dalang cilik se-Jawa Barat.

Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Bogor Shahlan Rasyidi di Bogor, Jumat menjelaskan, atas keberhasilannya itu, Bima Arya Endang Jajat Saputra berhak mewakili Jawa Barat dalam festival dalang cilik nasional yang akan digelar 6 Juli 2012 di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Selain Kota Bogor yang meraih juara pertama, juara kedua dan ketiga festival dalang cilik tersebut diraih peserta dari Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut.

Piala bagi juara diserahkan Ketua Pepadi Jawa Barat Tjatja Koswara di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Provinsi Jabar Bandung, Selasa (19/6).

Bima Arya Endang Jajat Saputra adalah putra kedua dari pasangan dalang Endang Jajat Saputra dan Ita Amaliah. Ia merupakan pelajar SD Negeri Sempur Bogor itu telah mencintai wayang golek sejak berusia empat tahun.

"Bima punya kelebihan dari anak-anak sebayanya, dia mulai memainkan wayang golek sejak berusia empat tahun," kata ayah Bima Endang Jajat Saputra.

Menurut Jajat, putra keduanya tersebut pernah diundang menjadi bintang tamu dalam sebuah acara yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.

"Untuk pertama kalinya Bima memainkan wayang golek didepan layar kaca," kata Jajat, yang tinggal di Bantarjati Lebak Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor.

Pada festival itu, Bima membawakan lakon berjudul "Gatot Kaca Gugur", dengan durasi cerita selama 40 menit.

Penampilan Bima memperagakan wayang golek diiringi Sanggar Seni Argajati pimpinan Endang Jajat Saputra.

Dalam festival dalang Jawa Barat di Bandung, Bima Arya tampil memukau para penonton yang menyaksikan pertunjukan.

Bahkan, sejumlah tokoh dalang Jawa Barat memuji penampilan siswa yang masih duduk dikelas 3 SD ini.

"Penampilan Bima dipuji oleh para tokoh dalang. Selain dia mampu memainkan wayang golek, juga lihai mengatur para wiyaga (pengiring pergelaran), seperti halnya yang dilakukan para dalang yang sudah mahir," tambah Ketua Pepadi Kota Bogor Shahlan Rasyidi.

(ANT)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

Waspadai ancaman dehidrasi selama kemarau

Posted: 22 Jun 2012 12:26 AM PDT

Jakarta (ANTARANews) – Musim kemarau yang panjang dari April hingga September mesti diwaspadai karena membawa ancaman dehidrasi, terutama pada masyarakat yang banyak aktifitas namun asupan minumannya kurang atau tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.

"Kekurangan cairan akan menyebabkan dehidrasi. Untuk menghindari hal ini, asupan cairan haruslah seimbang antara yang keluar dengan yang masuk," kata pakar kesehatan dari  Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negri Jakarta (FIK UNJ) Dr Arie Sutopo SpKO kepada ANTARA beberapa waktu lalu.

Menurut Arie, dehidrasi bisa mengakibatkan sakit kepala, pusing, lesu, murung, daya respons rendah, saluran hidung kering, bibir kering dan pecah-pecah, urin berwarna terlalu kuning atau gelap, tubuh lemah, letih, dan halusinasi.

Jika tidak cepat diatasi, maka akan mengakibatkan susah keluar, gagal ginjal dan tubuh tidak mampu membuang sisa-sisa proses metabolisme yang beracun, bahkan pada kondisi ekstrem bisa pingsan, katanya merujuk hasil penelitian "The Indonesia Regional Hydration Study (THIRST)" tahun 2009
yang merupakan hasil kerjasama Fakultas Ekologi Manusia IPB, Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR,  dan Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS.

"Hasil penelitian itu menunjukkan, tanpa air manusia hanya bisa bertahan hidup selama saembilan sampai 10 hari, sedangkan tanpa makanan selama 45-65 hari," katanya sambil menambahkan tubuh manusia memerlukan setidaknya 2.000 cc cairan per hari untuk kondisi normal.

Ia juga menganjurkan perlunya mengkonsumsi 1,5 hingga 2 liter air atau berbagai jenis cairan setiap hari.

Mereka yang dianjurkan minum sebanyak itu adalah yang kurang beraktifitas fisik, seperti manula, berada dalam suhu atau cuaca dingin, dan orang yang banyak mengkonsumsi makanan berair. Konsumi lebih dari dua liter cairan per hari dibutuhkan untuk mereka yang beraktifitas fisik tinggi atau
berada dalam cuaca panas.

Khusus atlet dan pekerja luar ruangan dianjurkan meminum 2.000 – 5.000 cairan per hari, sementara untuk atlet yang aktifitasnya dalam ruang dan aktivitas fisiknya tidak tinggi (seperti bridge) bisa meminum 2.000 cc cairan per hari.

Untuk atelt yang melakukan aktifitas fisik tinggi seperti pembalap sepeda jarak jauh dan dalam cuaca panas memerlukan asupan cairan lebih banyak, bisa mencapai 5.000 cc per hari.

Dr Arie menjelaskan, cairan memiliki arti lebih luas. Selain air murni, cairan untuk kebutuhan tubuh juga mencakup makanan, jus, teh, susu, minuman ringan, bahkan jenis makanan  dengan komposisi air tinggi seperti sup.

Sementara air segar adalah minuman sehat alami karena tidak mengandungkalori dan mengandung fluoride yang baik untuk gigi, sedangkan susu termasuk penting (khususnya untuk anak-anak) yang juga dikenal berfungsi sebagai antioksidan.

Bahkan, berbagai minuman ringan seperti minuman bersoda juga menjadi pemasuk cairan bagi tubuh untuk menanggulangi dehidrasi.

Beverage Institute For Health and Wellness menyebutkan, tubuh juga memerlukan minuman mengandung kalori dan gula, terutama bagi mereka yang beraktifitas tinggi.

"Jadi, apapun jenis minumannya, itu sangat penting bagi tubuh, baik berupa air putih ataupun minuman bersoda yang memiliki rasa menarik dan segar. Tidak ada pantangan asal disesuaikan dengan keluarnya cairan dan masuknya cairan dalam tubuh kita," demikian Arie Sutopo.  (A015)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan