Isnin, 1 Ogos 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Pasukan Khadafi Ambil Alih Desa Bagian Barat

Posted: 01 Aug 2011 06:09 AM PDT

TRIPOLI - Pasukan Libya di bawah pimpinan Moammar Khadafi berhasil mengambil alih Desa Josh yang berada di dekat Pegunungan Nafusa.

Pegunungan Nafusa dikuasai oleh pasukan oposisi Libya. Para pasukan oposisi menghimpun kekuatan yang berasal dari suku ber-ber di Nafusa.

Pada Minggu kemarin, oposisi Libya berhasil mengambil alih Desa Josh, namun mereka akhirnya berhasil diusir dalam baku tembak selama beberapa jam dengan pasukan Libya. Demikian seperti diberitakan AFP, Senin (1/8/2011).

Oposisi Libya menyatakan, Desa Josh saat ini kosong, dan hanya pasukan Khadafi yang ada di tempat tersebut.

Dengan Desa Josh, pasukan Khadafi tentunya mendapatkan kemudahan untuk menggempur para pasukan oposisi yang berada di Pegunungan Nafusa. Daerah tersebut dahulu menjadi tempat di mana bantuan Prancis terhadap oposisi Libya tiba.

Dari pegunungan Nafusa, oposisi berencana untuk masuk menerobos ke Tripoli. Namun saat ini, Khadafi tampak berhasil mematahkan pertahanan para oposisi dan mulai mencaplok beberapa daerah yang dikuasai oposisi.(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

PM Inggris Kena Damprat Pelayan Kafe

Posted: 01 Aug 2011 05:05 AM PDT

LONDON - Insiden kecil mewarnai liburan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Tuscani, Italia. Seorang pelayan kafe mendampratnya saat PM Cameron meminta pesanan kopi untuk dia beserta Istrinya.


Kejadian ini terjadi di sebuah kafe di Montevarchi, Italia. Saat itu dirinya memesan kopi dan memintanya untuk dibawa ke meja luar, tetapi jawaban mengejutkan justru didapatkan dari pelayannya.


Pelayan itu tiba-tiba saja mengatakan, dirinya sedang sibuk dan menyuruh PM Cameron untuk membawa pesananan kopinya itu keluar. Tertegun dengan jawaban pelayan itu, orang nomor satu di Pemerintahan Inggris itu pun membawa dua cangkir kopi cappucino dan secangkir kopi espresso ke teras Dolcenero bar.


Pelayan yang bernama Fransesca Ariani mengatakan, "saya benar-benar malu. Saya tidak tahu dia Perdana Menteri Inggris. Benar-benar menyesal dengan sikap saya yang kasar, saat itu memang keadaan sedang sibuk dan tidak ada rekan saya yang membantu".


"Dia (PM Cameron) minta dua cappuccino dan satu espresso serta minta diantar keluar. Tapi saya bilang padanya untuk membawa pesanannya sendiri karena, sedang di balik bar," jelas Ariani seperti dikutip Daily Mail, Senin (1/8/2011).


Pelayan itu menambahkan, Cameron menunggu pesanannya dan membawanya sendiri ke Istrinya. Perdana Menteri dari Partai Konservatif itu membayar 50 Euro tanpa memberi tip. 


"Adil memang (tidak memberi tip) karena saya tidak membawa kopinya ke meja. Tapi paling tidak dirinya bisa meninggalkan sedikit koin untuk tip," keluh Ariani. 

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan