Selasa, 7 Jun 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Rock In Celebes 2011 Digelar Lebih Awal

Posted: 07 Jun 2011 07:08 AM PDT

Makassar (ANTARA News) - Pesta musik rock terbesar di kawasan timur Indonesia, Festival Rock in Celebes 2011 akan digelar lebih awal dibandingkan penyelenggaraan pertamanya pada 2010.

Penyelenggara festival musik tahunan ini dari Chambers Entertainment, Hardinansyah di Makassar, Selasa, menjelaskan, pihaknya sengaja menggelar acara lebih awal yaitu pada 24 Juni 2011 untuk menyedot pengunjung lebih banyak di masa liburan sekolah.

Selain itu, belajar dari pengalaman sebelumnya, penyelenggaraan festival pertama pada Desember 2010, sempat terganggu dengan hujan deras yang mengguyur selama pertunjukkan berlangsung.

Padahal, pada penyelenggaraan pertama festival yang digadang-gadang sebagai kompetitor dari Java Rockin` Land dan Soundrenaline ini mengundang bintang rock legendaris dari Swedia, Marduk.

Tidak hanya mempercepat jadwal penyelenggaraan, meski tidak menghadirkan bintang tamu dari luar negeri, festival tahun ini boleh dibilang lebih lengkap karena lima bintang tamu band nasional masing-masing mewakili satu sub genre musik rock.

Kelima bintang tamu tersebut adalah Netral yang mewakili punk rock dan sengaja dipilih karena dua tahun ini belum pernah tampil di Makassar.

Kemudian, Burger Kill mewakili sub genre metal sekaligus akan mempromosikan album terbarunya. Sedangkan, rock klasik diwakili oleh Seringai, modern rock oleh grup musik asal Bandung Polyester Embassy dan vokalis band Padi, Fadli akan mewakili balada rock dan dijadwalkan akan berkolaborasi dengan Burger Kill.

Lima pengisi acara lainnya adalah band-band rock lokal terdiri atas Debluesfresh, Critical Defacement dan The Game Over. Sementara dua band lainnya ada hasil voting melalui situs jejaring sosial.

"Antusiasme dari grup-grup musik rock baik lokal, nasional maupun internasional untuk ikut tampil dengan mengajukan proposal cukup banyak namun karena keterbatasan waktu kita tidak bisa menerima semua.

Seperti tahun lalu kami juga punya rencana akan mengundang satu band luar negeri tapi tahun ini kita ingin misinya lebih kepada band lokal karena memiliki daya tarik tersendiri sekaligus menjadi barometer pertunjukkan di Makassar," jelasnya yang menambahkan bahwa persiapan penyelenggaraan tahun ini lebih matang.

Festival musik yang pada penyelenggaraan pertamanya memperoleh penghargaan dari Majalah Rolling Stones sebagai festival musik terbesar di timur Indonesia ini juga akan menerapkan aturan-aturan tambahan pada penyelenggaraan sesuai dengan standar pertunjukkan internasional seperti pelarangan penonton untuk membawa narkoba, minuman beralkohol dan senjata tajam.

Salah satu ikon kota Makassar, Monumen Mandala, tahun ini dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan dengan target pengunjung yang diharapkan minimal 2000 orang. Harga tiket masuk dibandrol Rp35 ribu terhitung sejak hari ini, sedangkan pada hari penyelenggaraan harga tiket akan dijual Rp50 ribu.

Nilai tambah, pada pertunjukkan yang digelar pukul 15.00-24.00 WITA ini adalah penonton yang membeli album terbaru Burger Kill yang telah ditandatangani para personilnya juga berkesempatan untuk berfoto bersama.

Sponsor utama penyelenggaraan pada tahun ini juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, produsen rokok Djarum menggantikan posisi Bentoel sebagai sponsor utama pada penyelenggaraan sebelumnya.

Team leader Djarum Agustinus, mengaku pihaknya, belum berminat mensponsori festival Rock In Celebes pertama karena masih mempelajari nilai event-nya.

"Kita saat itu, masih pelajari dan kita lihat event ini akan besar dari sisi komitmen penyelenggara mulai dari pemilihan artis hingga sistem penyelenggaraan. Hingga akhirnya kami berpikir ini sangat tepat untuk disponsori," jelasnya yang menyatakan tidak menutup kemungkinan bahwa festival tahunan ini akan menjadi trademark dari brand produknya.(*)
(T.KR-RY/S016)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Puluhan Siswa Asal Singapura Belajar Membatik

Posted: 07 Jun 2011 05:31 AM PDT

ilustrasi batik (ANTARA/M Risyal Hidayat)

Berita Terkait

Video

Kudus (ANTARA News) - Sebanyak 30 siswa dari Pasir Ris Secondary School Singapura yang berkunjung ke SMP 2 Kudus, kemarin, belajar sejumlah kebudayaan khas Jawa Tengah, termasuk belajar membuat batik tulis.

Kedatangan puluhan siswa bersama empat guru pendamping tersebut ke SMP 2 Kudus, dalam rangka pertukaran pelajar, mengingat perwakilan siswa dan guru pendamping dari SMP 2 Kudus juga berkunjung ke Pasir Ris Secondary School Singapura hingga dua kali.

Puluhan siswa asal Singapura tersebut, tampak antusias belajar membatik, khususnya batik tulis khas Kudus meskipun kesulitan dalam menggoreskan canting di atas kain dengan menggunakan lilin yang dipanaskan di atas kompor berbahan bakar minyak tanah.

Setiap kelompok siswa asal luar negeri tersebut, didampingi beberapa siswa SMP 2 Kudus yang sebelumnya mendapat pelatihan membatik, termasuk salah seorang ahli batik tulis khas Kudus yang juga pemilik Galeri Muria Batik Kudus, Yuli Astuti.

Salah seorang siswa asal Singapura, Ira Wayuni mengaku, baru pertama mengenal batik, termasuk baru pertama memegang alat membatik berupa canting.

"Cukup sulit, karena baru mengetahui cara membuatnya dan butuh kesabaran dan keahlian. Tetapi, saya cukup senang karena pengalaman seperti ini tidak bisa ditemui di Singapura," ujarnya menggunakan bahasa melayu Singapura.

Selain itu, kata dia, informasi yang diperoleh seputar batik juga menjadi sesuatu yang berharga, karena cukup lengkap.

Usai membatik mereka belajar tari khas kudus, yakni tari kretek.

Saat memperagakan tarian daerah tersebut, para siswa diajarkan melemaskan jari jemari terlebih dahulu supaya terlihat lentik saat membawakan tari kretek.

Selain itu, mereka juga diperlihatkan pertunjukan wayang kulit yang dimainkan oleh salah seorang siswa SMP 2 Kudus, sambil belajar memainkan alat karawitan seperti saron, gong, serta gamelan.

Kepala SMP 2 Kudus, Muhammad Taufiq berharap, kegiatan tersebut bisa menumbuhkan kepercayaan dirib para siswa, khususnya dalam mempertahankan budaya sendiri yang beraneka ragam.

"Sebelumnya, beberapa siswa dari SMP 2 Kudus juga berkunjung ke Singapura melalui dua tahap," ujarnya.

Pada tahap pertama, katanya, terdapat 15 siswa dan enam guru pembimbing, sedangkan tahap kedua empat siswa dan dua guru pembimbing. (*)

(U.KR-AN/S006)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan