Sindikasi lifestyle.okezone.com

sumber :-

Sindikasi lifestyle.okezone.com


Samakah Orgasme Miss V dan Klitoris?

Posted: 13 May 2011 06:47 AM PDT

Lifestyle » Lust and Love » Samakah Orgasme Miss V dan Klitoris?
Jum'at, 13 Mei 2011 - 20:47 wib

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

APAKAH muara akhir dari sebuah petualangan seksual yang Anda lakukan? Tentu orgasme jawabannya. Sejauh ini sering terdengar ada orgasme Miss V dan klitoris. Lantas, adakah perbedaan antara keduanya?
 
Ketika membicarakan seks, maka sebuah hal menarik yang menjadi harapan sekaligus tantangan untuk mencapainya adalah urusan orgasme. Selama ini, mungkin banyak orang mendengar isitilah orgasme Miss V dan orgasme klitoris meskipun mereka pun tak terlalu mengenal secara dalam apakah definisi dari keduanya. Demikian yang diulas Your Tango.
 
Para profesional sendiri pun sebenarya tak terlalu menyetujui topik ini. Saat membahas topik tersebut, ada yang mengatakan bahwa ada kedua orgasme itu merupakan dua pengalaman yang didukung oleh jalur yang berbeda. Sebagian mengatakan bahwa semua orgasme itu masuk dalam orgasme klitoris karena klitoris sebenarnya jauh lebih besar dari yang terlihat dengan mata telanjang. Sementara sebagian lainnya mengatakan bahwa mereka hanya menikmati orgasme dan tak pernah mengkhawatirkan hal tersebut.  Mereka menganggap bahwa orgasme adalah sebuah rahasia dan menjadi urusan masing-masing.
 
Kenyataannya, semua perspektif pun memiliki manfaat. Penelitian sendiri seperti tertuang dalam "Journal of Sexual Medicine" memang menawarkan beberapa wawasan yang menarik. Sebagai contoh, berdasarkan sebuah studi baru-baru ini yang menggunakan ultrasound untuk mengevaluasi alat kelamin wanita sebelum dan setelah berhubungan melahirkan sebuah kesimpulan bahwa apa yang disebut G-spot sebenarnya bisa menjadi akar klitoris yang membentang di dekat Miss V. Setidaknya beberapa wanita yang mengalamai orgasme selama penetrasi mungkin hanya menemukan rute alternatif terlebih dahulu untuk merangsang klitoris mereka.
 
Penelitian lainnya yang ada di jurnal yang sama dilakukan terhadap 1.000 wanita yang disurvei Ceko untuk mencari bukti orgasme Miss V yang mereka definisikan sebagai orgasme yang dipicu oleh hubungan Mr P dan Miss V saja. Para peneliti menemukan bahwa beberapa wanita dalam sampel  mereka tidak merasakan perbedaan antara orgasme klitoris dan Miss V. Tak hanya itu, mereka pun menemukan beberapa variabel menarik yang tampaknya berkorelasi dengan apa yang dianggap waneta sebagai orgasme Miss V. Misalnya, konsistensi orgasme Miss V dikaitkan dengan pendidikan seksual pada anak menunjukkan bahwa Miss V (sebagai lawan klitoris) sangatlah penting untuk mendorong orgasme. Selain itu, variabel lainnya termasuk anal seks dianggap sebagai kemampuan untuk fokus pada kenikmatan di Miss V-nya, durasi yang lebih besar dari hubungan Mr P – Miss V (dalam penelitian ini, durasi rata-rata sekira 13 menit) dan preferensi pribadi untuk lebih lama dari rata-rata panjang Mr P.

(tty) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sensasi Berhubungan Seks dengan Vibrator

Posted: 13 May 2011 06:35 AM PDT

Lifestyle » Lust and Love » Sensasi Berhubungan Seks dengan Vibrator
Jum'at, 13 Mei 2011 - 20:35 wib

Dwi Indah Nurcahyani - Okezone

INGIN menciptakan sensasi lain saat bercinta dengan pasangan? Coba saja rangsangan lewat vibrator. Tak hanya alat genital yang bergetar, tapi juga ranjang Anda.

 
Jika selama ini masih dilanda kekhawatiran untuk menggunakan vibrator, segera hapus jauh-jauh rasa tersebut. Menggunakan vibrator selama interaksi seksual merupakan hal umum yang banyak dilakukan pasangan. Hal ini berdasarkan survei di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa menggunakan vibrator adalah hal biasa.
 
Dua studi dari Indiana University yang dilakukan dengan melibatkan sampel dari pria dan wanita dewasa di Amerika menunjukkan bahwa 45 persen pria mengatakan mereka kerap menggunakan vibrator. Umumnya, sebagian besar pria yang merupakan heteroseksual tersebut mengenakan sensasi vibrator selama pemanasan atau saat menu utama berlangsung. Di luar itu, 17 persen pria di antaranya mengatakan bahwa mereka pun kerap menggunakan vibrator saat melakukan solo sex.
 
Studi tersebut tidak hanya menyoroti penggunaan vibrator secara umum, tapi juga menunjukkan bahwa penggunaan vibrator dikaitkan pula dengan fungsi seksual yang lebih positif dan bisa menjadi memunculkan sikap proaktif seseorang dalam merawat kesehatan seksualnya. Penelitian tersebut dipimpin oleh para peneliti dari Center for Sexual Health Promotion in IU's School of Health, Physical Education and Recreation, seperti ditulis Times of India.
 
Salah satu studi menjadikan wanita sebagai sampel survei sementara lainnya adalah pria. Keduanya diterbitkan oleh "Journal of Sexual Medicine" yang merupakan jurnal terkemuka di bidang urologi dan kesehatan seksual.
 
"Studi tentang penggunaan vibrator wanita menegaskan bahwa hal ini sebenarnya memang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu di mana menggunakan vibrator dipercaya dapat meningkatkan fungsi seksual yagn positif seperti menghidupkan hasrat seksual dan memudahkan orgasme, serta jarang menimbulkan efek samping," kata Debby Herbenick, associate director dari Pusat Promosi Kesehatan Seksual. 

Michael Reece, Direktur Pusat Promosi Kesehatan Seksual mengatakan, bahwa penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap mereka dalam membuat suatu pemahaman tentang perilaku seksual dan kesehatan seksual orang dewasa di masyarakat modern saat ini.

"Studi tentang penggunaan vibrator pria menjadi sebuah tambahan penting karena menunjukan bahwa penggunaan vibrator pun secara umum dilakukan oleh para pria, sesuatu realita yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya," kata Reece.
 
"Di luar itu, kedua studi tersebut membantu kita untuk lebih memahami cara masyarakat Amerika dalam mengalihkan pasar untuk mempromosikan produk kesehatan seksual mereka di mana hal tersebut memiliki implikasi ekonomi yang sangat penting," tambah ahli.
 
Studi ini melibatkan 2.056 wanita dan 1.047 pria usia 18-60 yang didanai oleh oleh Gereja & Dwight Co Inc, pembuat produk kesehatan seksual merek Trojan. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar wanita wanita (52,5 persen) telah menggunakan vibrator sejak lama. Penggunaan tersebut berkaitan dengan beberapa aspek fungsi seksual, yakni keinginan, gairah, pelumasan, orgasme, nyeri, serta fungsi secara keseluruhan. Dengan domain pengguna vibrator baru-baru ini yang semakin meningkat, menunjukkan sebuah fungsi seksual yang lebih positif.

(tty) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 ulasan:

Catat Ulasan