Ahad, 7 April 2013

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Korut Siapkan Uji Coba Nuklir Keempat

Posted: 08 Apr 2013 04:28 AM PDT

SEMENANJUNG KOREA

Korut Siapkan Uji Coba Nuklir Keempat

Senin, 8 April 2013 | 11:28 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Intelijen Korea Selatan menduga Korea Utara tengah mempersiapkan uji coba nuklir keempatnya di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

"Kami menemukan tanda-tanda seperti itu (uji coba nuklir)," kata Menteri Unifikasi Ryo Khl-jae saat menghadiri rapar dengar pendapat dengan parlemen Korea Selatan.

Sementara itu, harian JoongANg Ilbo melaporkan intelijen Korea Selatan mendeteksi kesibukan luar biasa yang dilakukan personel dan kendaran militer Korea Utara di lokasi uji coba nuklir Punggye Ri sejak pekan lalu.

"Kami masih mencoba memastikan apakah kesibukan itu merupakan persiapan percobaan nuklir atau sekadar gerakan untuk menekan kita dan Amerika Serikat," papar harian itu mengutip seorang pejabat Korea Selatan yang tak mau disebut namanya.

Laporan intelijen juga menyebut Pyongyang sudah menyiapkan dua misil jarak menengah di pesisir timur negeri itu. Kedua misil itu rencananya akan melakukan uji coba penembakan pada 15 April, yang adalah hari kelahiran bapak bangsa Korut, Ki Il Sung.

Peluncuran misil baru akan menjadi langkah yang sangat provokatif, terutama bagi China yang adalah satu-satunya sekutu Korea Utara dan AS yang membatalkan uji coba misilnya demi tidak menambah panas suasana Semenanjung Korea.

 

Israel Klaim Gagalkan Serangan Peretas

Posted: 08 Apr 2013 03:52 AM PDT

JERUSALEM, KOMPAS.com - Pemerintah Israel mengatakan sebuah rancana serangan cyber yang dilakukan kelompok peretas "Anonymous" tidak mengakibatkan kerusakan apapun terhadap jaringan internet Israel.

Serangan bertajuk #OpIsrael itu dilakukan akhir pekan lalu dan ditujukan untuk merusak dan mematikan sejumlah situs penting milik pemerintah Israel.

"Sejauh ini, seperti telah diperkirakan, tak ada kerusakan berarti akibat serangan itu," kata Yitzhal Ben Yisrael dari Badan Urusan Internet Nasional Israel.

"Kelompok 'Anonymous' tak memiliki cukup kemampuan untuk merusak infrastruktur penting negeri ini. Jika memang mereka berniat merusak, tentunya mereka tidak mengumumkan rencana mereka. Anonymous hanya ingin mencari perhatian media," tambah Yisrael.

Sebelumnya, sejumlah poster mengatasnamakan kelompok peretas 'Anonymous' memperingatkan bahwa mereka akan melakukan serangan cyber terbesar terhadap Israel pada 7 April 2013.

Situs Biro Statistik Israel memang tidak bisa diakses pada Minggu (7/4/2013) pagi, namun tidak diketahui apakah kondisi itu adalah akibat peretasan yang dilakukan  'Anonymous'.

Sejumlah media mengabarkan situs resmi Departemen Pertahanan, Departemen Pendidikan, dan sejumlah bank Israel diserang  namun serangan tersebut berhasil ditangkal.

Situs pasr bursa dan Kementerian Keuangan Israel juga sempat diserang pada Sabtu malam. Namun, kedua institusi ini membantah kabar serangan cyber itu.

Sejumlah media Israel melaporkan peretas sebenarnya menyerang situs-situs milik usaha-usaha kecil. Sejumlah situs milik pengusaha diserang dan tampilan situs diganti dengan slogan anti-Israel.

Serangan cyber terhadap Israel ini, bukanlah kali pertama.

Pada Januari tahun lalu, sebuah jaringan peretas yang mengklaim berbasis di Arab Saudi melumpuhkan situs bursa efek dan maskapai penerbangan Israel. Kelompok ini juga mengklaim mempublikasikan ribuan data pemegang kartu kredit Israel.

 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan