Sabtu, 15 September 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Obama tidak akan tolerir aksi bahayakan Amerika Serikat

Posted: 15 Sep 2012 09:01 PM PDT

Seorang pengunjuk rasa melemparkan tabung gas air mata, yang sebelumnya dilemparkan oleh polisi anti huru-hara di sepanjang jalan menuju Kedutaan Besar AS, di dekat Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, Kamis (13/9). (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

... tak pernah ada pembenaran bagi kekerasan...

Berita Terkait

Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Sabtu (15/9), menolak setiap fitnah terhadap Islam tapi mengatakan tak ada alasan untuk menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat di mana saja. Dia berkeras takkan pernah mentolerir upaya yang membahayakan orang Amerika.

"Saya telah menjelaskan Amerika Serikat memiliki penghormatan besar bagi pemeluk semua agama," kata Obama dalam pidato radio mingguannya. "Tapi, tak pernah ada pembenaran bagi kekerasan ... Tak ada alasan untuk menyerang konsulat dan kedutaan besar kami."

Ucapan ini setara dengan sambutannya di Pangkalan Udara Andrews, Maryland, dua hari lalu. Saat itu dia bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, menyambut ketibaan empat peti jenasah warga negara Amerika Serikat dari Benghazi, Libya.

Peti-peti dalam balutan bendera Amerika Serikat itu diberikan penghormatan resmi secara militer. Mereka adalah bekas Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya, Christopher Stevens, Sean Smith, Glen Doherty, dan Tyron Woods.

Protes keras anti-Amerika telah berkobar di dunia Muslim sebagai reaksi atas film yang menghujat Nabi Muhammad SAW. Satu serangan terhadap Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya, menewaskan Duta Stevens dan tiga lagi staf berkebangsaan Amerika pekan ini.

Sehari setelah Obama memimpin upacara yang memperingati kembalinya mayat warganegara Amerika yang tewas di Libya, Obama mengakui gelombang kerusuhan anti-Amerika di Timur Tengah mengganggu, demikian laporan Reuters.


Pentagon mengirim Marinir guna meningkatkan keamanan di Kedutaan Besar AS di Sudan, namun Khartoum menolak tindakan tersebut, setelah peningkatan serupa di Libya dan Yaman. Brigade Korps Marinir Amerika Serikat di Bahrain dikirim ke Yaman untuk mengamankan semua fasilitas, premis, dan warga negara Amerika Serikat di sana. 

Namun Obama kembali berikrar akan menyeret para penyerang Konsulat Amerika Serikat di Libya ke pengadilan. "Kami takkan kendur dalam tindakan kami," katanya.

"Janganlah kita lupa bahwa untuk setiap massa yang marah, ada jutaan orang yang merindukan kebebasan, dan kedaulatan, dan harapan yang diwakili bendera kita," kata Obama.

(C003) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

Banjir Thailand landa 10 provinsi

Posted: 15 Sep 2012 07:43 PM PDT

Sejumlah pekerja memeriksa kompleks kediaman biarawan, yang roboh setelah para pekerja berusaha meninggikan daerah tersebut untuk menghindarkan daerah tersebut dari ancaman banjir di Ayutthaya, sekitar 80km dari Bangkok, Thailand, Jumat (22/6). Banjir besar Thailand tahun lalu telah menewaskan 800 orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, termasuk masyarakat yang tinggal di sekitar kota tersebut. (REUTERS/Sukree Sukplang)

... 272 kilometer persegi lahan pertanian terkena banjir...

Berita Terkait

Bangkok (ANTARA News) - Sebanyak 10 dari 77 provinsi Thailand, terutama di bagian hilir negara itu, dilanda banjir, Sabtu. Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi melaporkan, sekitar 140.000 orang dari sekitar 53.000 rumah tangga terkena dampak banjir, sejak banjir mulai datang pada pertengahan Agustus.

Ke-10 provinsi oti provinsi tengah Sukhothai, Phitsanulok, Nakhon Sawan, Chainat, Suphan Buri, Ang Thong, Ayutthaya, Provinsi timurlaut Chaiyaphum, bagian Provinsi utara Lampang dan provinsi selatan Ranong.

Hampir 272 kilometer persegi lahan pertanian terkena banjir namun belum ditaksir berapa besar kerugian yang diakibatkan.

Sebelumnya, pemerintah Thailand, Kamis, memperingatkan warga di empat provinsi Dataran Tengah untuk memantau situasi banjir saat hujan deras telah diantisipasi pada akhir pekan ini.

Departemen Irigasi Kerajaan, Kamis, mengeluarkan peringatan banjir bagi masyarakat yang tinggal di hilir Dam Chao Phraya, khususnya di Provinsi Chai Nat, Sing Buri, Ang Thong dan Ayutthaya.

Departemen itu menyarankan orang-orang yang tinggal di daerah ini harus memindahkan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi, dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kekayaan mereka dari banjir.

Dam Chao Phraya yang melepaskan 1.800 sampai 2.000 meter kubik per detik, menyebabkan permukaan air naik sebesar 25 sampai 50 sentimeter.

Air tersebut kemudian dialirkan karena banyak hujan diperkirakan selama lima hari ke depan, kata departemen mengumumkan. Total 13 provinsi terutama di bagian atas negara itu sekarang dilanda banjir. Sejauh ini hampir 200.000 orang terkena dampak banjir.

(H-AK)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

Tiada ulasan:

Catat Ulasan