Jumaat, 24 Mei 2013

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Orangtua Bertengkar, Bayi Tertancap Gunting di Kepala

Posted: 25 May 2013 03:02 AM PDT

Orangtua Bertengkar, Bayi Tertancap Gunting di Kepala

Sabtu, 25 Mei 2013 | 10:02 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Seorang bayi perempuan berusia dua tahun tertusuk sebilah gunting sedalam tiga centimeter di kepalanya akibat pertengkaran antara kedua orangtuanya.

Peristiwa pada Jumat (24/5/2013) pagi itu terjadi ketika ibu balita tersebut mencoba menyerang suaminya dengan pisau, namun gunting tersebut justru mengenai balita yang tengah tertidur lelap itu, demikian dilaporkan berbagai media di Kuala Lumpur, Sabtu (25/5/2013).

Nyawa bocah itu diselamatkan setelah dia menjalani operasi yang berlangsung selama lima jam.

Pertengkaran pasangan tersebut diduga dipicu oleh kecurigaan istri yang menuduh suaminya berselingkuh. Saat kejadian, pasangan tersebut diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

"Panik dengan kejadian itu, sang suami membawa korban ke Hospital Miri sebelum membuat laporan di Kantor Polisi Pusat Miri," katanya.

Sementara itu, jurubicara Hospital Miri mengatakan korban dalam keadaan stabil dan pihaknya sudah melakukan pembedahan kecil untuk mengeluarkan gunting dari kepala korban. Menurut dia, korban bernasib mujur karena gunting tersebut tidak mencederai otaknya.

Juru bicara kepolisian mengatakan pihaknya sudah menerima laporan kasus tersebut dan menahan ibu korban untuk membantu penyelidikan.

Ibu Meninggal Setelah Lahirkan Bayi, Lalu Hidup Lagi

Posted: 25 May 2013 12:27 AM PDT

TEXAS, KOMPAS.com — Bayi berumur tiga bulan, Elayna Nigrelli, merumuskan kembali apa artinya menjadi bayi ajaib. Ia dilahirkan pada Februari 2013, saat sang ibu secara teknis sudah dinyatakan meninggal dunia. Tetapi, keajaiban keluarga Nigrelli tak berhenti hanya di situ. Ini kisah mereka.

Ibu Elayna, Erica Nigrelli, adalah guru di sekolah menengah di Missouri, Texas, Amerika Serikat. Suatu hari pada Februari 2013, dia memasuki ruang kelas tempat rekan kerjanya mengajar dan mengaku merasa hendak pingsan. Erica berpegangan pada meja rekannya untuk menenangkan diri, tetapi kemudian malah benar-benar pingsan.

Tiga guru yang ada di ruangan tersebut langsung mencari defibrilator dan melakukan pijat jantung (CPR) pada Erica. Murid-murid di ruangan itu pun berlarian keluar dan mencari pertolongan.

Suami Erica yang juga guru di sekolah yang sama, Nathan, bergegas memasuki ruang tempat Erica pingsan. "Erica terbaring di lantai, (mulutnya) berbusa, serta membuat gemericik suara dan hanya menatap," katanya kepada KPRC yang berafiliasi dengan CNN. Nathan pun sontak menelepon 911.

Dengan napas memburu karena panik, tutur Nathan mengenang hari itu, dia menyampaikan kepada petugas di 911 bahwa istrinya tengah hamil. "Dia mengalami kejang! Bayi ini menunggu kelahiran tiga minggu lagi!" ujar dia. Sang operator 911 tak kalah panik mendengarnya.

Ketika paramedis datang dan memeriksa perempuan 32 tahun itu, mereka tak menemukan denyut jantung Erica. Jantungnya telah berhenti berdetak.

Dokter pun memutuskan melakukan operasi caesar darurat untuk menyelamatkan nyawa bayi di kandungan Erica. Maka, lahirlah Elayna, yang secara teknis dilahirkan dalam situasi postmortem karena jantung Erica sudah sepenuhnya berhenti berdetak.

Keajaiban

Namun, keajaiban memang bisa saja terjadi. Setelah Elayna lahir, dokter terperangah melihat jantung Erica kembali berdetak!

Sepanjang lima hari berikutnya, Erica dinyatakan berada dalam kondisi koma meski jantungnya kembali berdetak. Belakangan, dokter mendiagnonis Erica memiliki kelainan jantung yang tak dia sadari, yaitu hypertrophic cardiomyopathy. Kondisi ini menyebabkan otot jantung menebal, yang menyebabkan darah sulit keluar dari jantung dan menyebabkan jantung bekerja terlalu keras untuk memompa darah. Sementara itu, selama dua pekan Elayna berada di unit perawatan intensif.

Pada Jumat (24/5/2013) keluarga Nigrell muncul di CNN dalam program acara "Early Start". Lengkap, utuh, dan sehat. Elayna ada di pangkuan ibunya, mengisap dot ungu, berbobot 8 pon, dan yang terpenting sehat. "Kami merasa hebat. Kami punya bayi cantik. Istri saya kembali pulih 100 persen," kata Nathan.

Sejauh ini Elayna tak menunjukkan ada masalah mengingat proses kelahirannya yang unik, meski masih butuh bantuan oksigen. Dalam waktu dekat dia akan menjalani terapi. Namun, secara keseluruhan kondisinya bagus dan dokter memperkirakan kondisinya akan baik-baik.

Erica Nigrelli percaya Tuhan melindunginya. Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia ingat saat dirinya dibawa ke dalam ambulans. Menurut Erica, saat itu dia merasa melambung dan ada semacam sinar matahari yang dia lihat. Bahkan dia ingat bahwa setiba di rumah sakit dokter mengatakan kepadanya, "Anda memiliki bayi. Dia di rumah sakit."

Tiga pekan dibutuhkan Erica untuk dapat melihat Elayna untuk pertama kali. Dalam acara CNN itu, Erica dan Nathan bercanda bila suatu ketika Elayna berlaku bengal maka mereka punya jurus ampuh untuk mengembalikannya ke "jalur yang benar".

Jurus itu adalah dengan mengingatkannya akan apa yang telah mereka lalui untuk menghadirkannya di dunia. "Aku punya semacam amunisi terbaik untuk sisa hidupnya. Dia tak akan pernah bisa melakukan hal yang salah," kata Erica tergelak.

Editor :

Palupi Annisa Auliani

Tiada ulasan:

Catat Ulasan