Rabu, 4 April 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Rusia Imbau Negara-Negara Agar Tak Emosi Sikapi Korut

Posted: 04 Apr 2012 08:04 AM PDT

MOSKOW - Deputi Perdana Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov meminta komunitas internasional agar memikirkan kembali sikapnya dalam menanggapi rencana peluncuran roket Korea Utara (Korut).

"Seharusnya, negara-negara tidak menggunakan emosinya dan tidak melakukan konfrontasi dengan Korut. Kami, juga sangat khawatir dengan peluncuran roket itu dan kami yakin Korut menantang resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)," ujar Ryabkov, seperti dikutip RIA Novosti, Rabu (4/4/2012).

Menurut Korut, roket itu akan diluncurkan bersama dengan satelitnya. Satelit Kwangmyongsong-3 akan mengitari bumi dalam orbit selama dua tahun. Korut juga mengklaim program antariksa itu merupakan program yang damai.

Peluncuran itu akan dilaksanakan pada 12 dan 16 April, bertepatan dengan ulang tahun pelopor Korut Kim Il Sung yang ke-100.

Hingga saat ini, beberapa negara kerap mengecam peluncuran roket yang dilakukan oleh Korut. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Filipina menilai bahwa peluncuran roket itu tidak dapat dibenarkan.

Hal itu disebabkan karena serpihan roket jarak jauh diprediksi akan jatuh ke negara-negara lain. Jepang dan Taiwan bahkan menyiapkan misil patriotnya untuk menembak jatuh satelit Korut bila serpihan roket memasuki wilayahnya.(AUL)

Peraih Nobel Sastra Asal Jerman Kritik Israel

Posted: 04 Apr 2012 06:12 AM PDT

BERLIN - Peraih Nobel Sastra asal Jerman Guenter Grass mengkritik tajam sikap Israel yang disebutnya sebagai kemunafikan Barat. Ini terkait ketegangan yang timbul atas program nuklir Iran.

Seperti dilaporkan Associated Press dalam sebuah prosa yang dilansir suratkabar Jerman Sueddeutsche Zeitung, pria 84 tahun itu menyinggung pembelian kapal selam berenergi nuklir 'Dolphin' milik Jerman oleh Israel pada 2011 lalu.

Menurut Grass tindakan itu berarti mengirimkan semua hulu ledak ke tempat dimana keberadaan bom atom sendiri tidak pernah terbukti.

Grass juga menegaskan bahwa sebagai salah satu negara berkekuatan nuklir, Israel juga turut membahayakan perdamaian dunia yang disebut Grass kian rapuh.

Kapal selam 'Dolphin' yang dibeli Israel itu diketahui memiliki teknologi yang cukup canggih. Kapal selam jenis ini diketahui dapat berada di bawah air dalam jangka waktu yang cukup lama dan memiliki kemampuan untuk menembakkan senjata nuklir.(rhs)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan