Ahad, 22 April 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


China dan Rusia latihan militer bersama

Posted: 22 Apr 2012 09:16 PM PDT

Beijing (ANTARA News) - China dan Rusia memulai latihan angkatan laut pertama saat ketegangan terjadi antara China dan negara-negara Asia tetangganya menyangkut wilayah perairan.

Latihan enam hari itu diselenggarakan di Laut Kuning lepas pantai timur China, kata kantor berita China News Service (CNS) dan menambahkan ini adalah latihan pertama yang melibatkan angkatan laut dua negara itu, Minggu.

Latihan yang diselenggarakan dekat lepas pantai kota Qingdao provinsi Shandong diresmikan oleh para pejabat militer Rusia dan China Ahad pagi, kata kantor berita Xinhua--seperti dikutip oleh AFP.

Latihan itu dilakukan saat China meningkatkan pengeluaran militer dan menegaskan klaim-klaim atas wilayah yang disengketakan termasuk satu gugusan pulau di Laut China Timur yang juga diklaim Jepang.

China dan beberapa negara Asia juga saling klaim pulau-pulau yang tidak berpenduduk di Laut China Selatan, yang diperkirakan kaya cadangan minyak dan gas alam dan terletak di jalur pelayaran penting bagi perdagangan internasional.

Latihan itu akan difokuskan pada pertahanan udara gabungan, taktik-taktik anti-kapal selam dan operasi pencarian dan pertolongan, kata Xinhua sebelumnya. Mereka juga termasuk penyelamatan kapal-kapal yang dibajak dan latihan anti-terorisme yang disimulasi.

China mengerahkan 16 kapal angkatan laut dan dua kapal selam semnetara Rusia mengikut sertakan empat kapal perang.

China Kamis mengatakan latihan itu bertujuan untuk mempertahankan perdamaian regional.

"Latihan militer gabungan ini telah lama direncanakan antara China dan Rusia untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas regional," kata juru bicara kementerian luar negeri Liu Weimin dalam satu jumpa wartawan.

China dan Rusia ikut serta dalam empat latihan militer sejak tahun 2005, beberapa diantaranya melibatkan negara-negara lain, kata Xinhua.

Kedua negara sebelumnya melakukan latihan perang bersama tahun 2005 tetapi ini adalah yang pertama kali bagi latihan angkatan laut,kata seorang pakar China.

Yin Zhuo, seorang pakar yang memberikan nasehat-nasehat kepada angkatan laut, mengatakan jumlah kapal-kapal tidak pernah terjadi sebelumnya.

"Kedua pihak melakukan tukar menukar dalam masalah-masalah taktik dan teknologi," kata Yin kepada stasiun televisi pemerintah.

Tetapi latihan itu bisa menimbulkan kecemasan tetangga Asia China.

Beijing dan Tokyo telah lama terlibat sengketa menyangkut satu gugusan pulau, China namakan Diaoyu sedangkan Jepang menyebutnya Senkaku -- yang kaya ikan dan mungkin memiliki sumber energi.

Jepang sejauh ini tidak banyak menunjukkan perhatian dalam latihan-latihan itu,yang diselenggarakan lebih dari 1.000km utara pulau-pulau yang disengketakan.

Tetapi kementerian pertahanan Jepang dalam satu laporan belum lama ini bahwa China semakin agresif di perairan-perairan dekat wilayah Jepang sementara Rusia lebih sering melakukan latihan militer di wilayah timur jauhnya.

Dalam satu ketegangan yang meletus awal bulan ini, China dan Filipina mengirim kapal-kapal di Laut China Selatan saat kedua negara mengklaim satu gugusan pulau di Laut China Selatan.
(H-RN)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

China menyanjung pemimpin Korut

Posted: 22 Apr 2012 09:08 PM PDT

Seorang tentara berjaga di depan roket Unha-3 (Bima Sakti 3) yang berada di atas landasan di Situs Peluncuran Satelit Laut Barat, di sebelah barat laut Pyongyang, Korea Utara, Minggu (8/4). Korea Utara telah siap untuk meluncurkan roket dari lembah hutan di daerah terpencil di barat laut minggu ini yang akan menunjukkan kemampuan negara tertutup itu untuk meluncurkan rudal dengan kapasitas untuk menghantam Amerika Serikat. (REUTERS/Bobby Yip)

Di bawah pimpinan Sekretaris I Partai Pekerja Korea, rekan Kim Jong-Un, Partai Korea Utara, pemerintah dan rakyat tentu saja akan mencapai prestasi baru dalam bidang pembangunan negara yang makmur dan kuat...

Berita Terkait

Beijing (ANTARA News) - Diplomat senior China telah memuji pemimpin Korea Utara (Korut) dan berikrar mengenai hubungan lebih erat kendati ada kecaman internasional karena negara terkucil itu meluncurkan rudal belum lama ini.

Dai Bingguo, pejabat paling senior China dalam urusan kebijakan luar negeri, mengeluarkan komentar itu Ahad (22/4).

Pertemuan tersebut dilakukan setelah pada 13 April Pyongyang meluncurkan apa yang disebut satelit komunikasi, tapi Amerika Serikat telah menyebutkan uji rudal rudal balik terselubung. Roket itu, katanya, pecah beberapa menit setelah diluncurkan.

Amerika Serikat dan pengeritik lain telah mengatakan peluncuran tersebut melanggar pembatasan PBB yang diberlakukan atas Korea Utara. Dewan Keamanan PBB dengan keras mengutuknya dan menyatakan Dewan akan memperketat sanksinya.

Namun Dai Bingguo mengeluarkan kata-kata hangat buat pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, yang mengambil-alih jabatan negara miskin dan terkucil itu setelah ayahnya, pemimpin lama Kim Jong-Il, meninggal pada Desember.

Dai mengatakan kepada Kim Yong-Il bahwa Beijing akan bekerja sama dengan Pyongyang guna "mendorong hubungan kerja sama dan bersahabat China-Korea Utara ke tingkat baru", demikian isi pernyataan yang disiarkan Ahad malam oleh Kementerian Luar Negeri China.

"Di bawah pimpinan Sekretaris I Partai Pekerja Korea, rekan Kim Jong-Un, Partai Korea Utara, pemerintah dan rakyat tentu saja akan mencapai prestasi baru dalam bidang pembangunan negara yang makmur dan kuat," kata Dai.

China adalah satu-satunya sekutu utama dan sumber dukungan ekonomi bagi Korea Utara.
(C003)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan