Ahad, 15 Januari 2012

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


18 tewas dalam ledakan bom di Pakistan Timur

Posted: 15 Jan 2012 07:44 PM PST

Ledakan bom (ist)

Berita Terkait

Islamabad (ANTARA News) - Setidaknya 18 orang tewas dan lebih dari 30 lainnya luka-luka ketika sebuah bom menghantam satu prosesi keagamaan di Provinsi Punjab Pakistan timur pada Ahad, kata laporan televisi lokal Urdu ARY.

Bom itu diledakkan dengan alat remote control pada sekitar pukul 13.45 waktu setempat ketika sekelompok sekitar 150 Muslim Syiah melewati kota Khanpur di Punjab.

Sebelumnya, petugas polisi mengklaim salah satu bendera terjebak dalam kabel listrik tegangan tinggi yang mengakibatkan ledakan transformator.

Tetapi kemudian, juru bicara Otoritas Pembangunan Tenaga Listrik dan Air (WPDA) di Khanpur menolak klaim itu.

Berbicara dengan ARY, Mushtaq Kichhi mengatakan bahwa bahan peledak itu tetap berada di tiang listrik dan meledak ketika prosesi Muslim Syi`ah lewat itu.

Korban terluka dilarikan ke rumah sakit di kota tetangga Rahim Yar Khan.

Sumber-sumber rumah sakit mengatakan jumlah korban tewas lebih lanjut dapat meningkat karena beberapa yang terluka berada dalam kondisi kritis.

Setelah ledakan itu, ratusan Muslim Syiah melemparkan batu ke stasiun polisi dan meneriakkan slogan-slogan menentang para pejabat pemerintah.

Berbicara dengan media lokal, para demonstran mengeluh bahwa pertemuan agama menjadi sasaran empuk teroris karena polisi gagal untuk menyediakan mereka keamanan yang memadai.

Muslim Syiah memyelenggarakan acara berdoa di seluruh Pakistan pada Ahad untuk memperingati kematian cucu Nabi Muhammad pada abad ketujuh.

Muslim Syiah adalah minoritas di Pakistan dan sering menjadi sasaran kekerasan sektarian.

(H-AK/C003)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Puluhan orang terjebak di dalam gedung yang ambruk di Beirut

Posted: 15 Jan 2012 07:07 PM PST

Beirut (ANTARA News) - Puluhan orang terjebak di bawah reruntuhan setelah satu gedung berlantai lima ambruk, Ahad (15/1), di sebelah timur ibu kota Lebanon, Beirut.

Meskipun 10 orang telah dikeluarkan dalam keadaan hidup, puluhan orang lagi masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan di permukiman Ashrafeh.

Personel departemen pertahanan sipil di Lebanon, Palang Merah dan Anngkatan Darat Lebanon telah tiba di tempat kejadian guna membantu menyelamatkan warga yang terjebak, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin. Personel pertahanan sipil mengerahkan buldozer dan peralatan berat dalam upaya mengangkat puing dan menyelamatkan orang yang terperangkap.

Angkatan Darat Lebanon telah menutup jalan menuju tempat kejadian, dan petugas keamanan meminta orang tetap tenang agar petugas bisa mendengar suara permintaan bantuan dari bawah puing.

Para pejabat Angkatan Darat di tempat kejadian meminta orang untuk mengosongkan lokasi, dan memperingatkan bangunan yang berdampingan juga mungkin ambruk.

Menteri Kesehatan Lebanon Ali Hassan Khalil menggambarkan ambruknya bangunan tersebut sebagai "bencana" dan mengatakan negara itu akan memberi ganti rugi kepada korban.
(C003/A011)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan